Você está na página 1de 35

ANATOMI & FISIOLOGI

ENDOKRIN

dr. Andrie Gunawan


ORGAN ENDOKRIN
 Bahasa Yunani 
endokrin  “sekresi
ke dalam”
 Merupakan organ
yang menghasilkan
sekresi yang disebut
hormon yang
dialirkan secara
langsung ke dalam
aliran darah dan sel-
sel-
sel glandular
ORGAN ENDOKRIN
 Beberapa organ endokrin menghasilkan satu hormon
tunggal , sedangkan yang lainnya dua atau beberapa
jenis hormon
hormon..
 Organ endokrin antara lain :
– Hipothalamus
– Kelenjar hipofisis
hipofisis,, lobus anterior & posterior
– Kelenjar tiroid & para tiroid
– Kelenjar Suprarenal, kortex & medula
– Kelenjar thimus & Kelenjar Pankreas
– Ovarium & Testis
– Plasenta
Hipothalamus
 bagian dari batang otak  termasuk ke dalam
sistem saraf otak
otak..
 Sel--sel saraf dalam hypothalamus 
Sel
menghasilkan bahan kimia yang dapat
mempengaruhi sel sel--sel kelenjar endokrin.
endokrin.
 Dianggap sebagai kelenjar endokrin yang
hormonnya mempunyai sasaran kelenjar
hipofisis..
hipofisis
 kelenjar hipothalamus merupakan kelenjar
endokrin juga,
juga, maka hormone yang dilepaskan
dinamakan factor pelepas hormone atau dalam
bahasa Inggris disebut hormone releasing factor.
 Setiap hormone yang dihasilkan dari kelenjar
hipofisis dilepaskan oleh pengaruh factor pelepas
hormone dari hypothalamus.
KELENJAR HIPOFISIS
 Berada di fossa hipofisis tulang sfenoid pada
basis tengkorak
 Berbentuk kacang dengan berat kira-
kira-kira 0,6
gram
 diikat oleh badan neural ke kiasma optik di
dasar otak
 Ttd :
– Lobus anterior (adenohipofisis)
– Lobus posterior (lobus neural)
Hormon Hipofisis Anterior
 Hormon somatotrofik (pertumbuhan)
(pertumbuhan)
menyebabkan pertumbuhan hampir seluruh sel
dan jaringan tubuh.
 Adenokortikotropin Hormon (ACTH)
(ACTH)
menyebabkan korteks adrenal mensekresi
hormon--hormon adenokortikal
hormon
 Tiroid Stimulating Hormon (TSH) 
menyebabkan kelenjar tiroid mensekresi tiroksin
dan triodotironin
 Folikel Stimulating Hormon (FSH) 
menyebabkan pertumbuhan folikel dalam
ovarium sebelum ovulasi, meningkatkan
pembentukan sperma di dalam testis
Hormon Hipofisis Anterior
 Luteinizing Hormon (LH)  memainkan
peranan penting dalam menimbulkan
proses ovulasi juga menimbulkan
sekresi hormon kelamin wanita oleh
ovarium, serta testosteron oleh testis
 Prolaktin  meningkatkan
perkembangan payudara dan sekresi
air susu
Pituitary Gland Anatomy and
Hormones of the Neurohypophysis
Anterior Pituitary Hormones
Hormon Hipofisis Posterior
 Anti Diuretik Hormon (ADH)  vasopresin 
menyebabkan ginjal menahan air, sehingga
meningkatkan jumlah air di dalam tubuh; juga
pada konsentrasi yang tinggi akan
menyebabkan penyempitan P. darah di
seluruh tubuh dan menaikkan T. Darah.
 Oksitosin  membuat uterus berkontraksi
selama proses persalinan; juga membantu
pengeluaran bayi, membuat sel-
sel-sel
mioepitelial dalam payu dara berkontraksi,
sehingga mengeluarkan air susu ketika bayi
mengisap
KELENJAR TIROID

 Terletak di depan dan sisi-sisi leher


 Ttd dari 2 lobus
 Beratnya 18 – 60 g
 Antara 1 lobus dengan lobus lain
dihubungkan dengan istmus (menyilang
didepan trakea dibawah laring)
 Kelenjar dibentuk oleh folikel yang
mengandung cairan kuning yang disebut
koloid
KELENJAR TIROID
 Sekresi tiroid diatur oleh sebuah hormon
dari lobus anterior hipofisa yaitu Tiroid
Stimulating Hormon (TSH)
 Hormon yang dihasilkan :
– Tiroksin
– Triiodotironin
Tiroksin dan triodotironin berfungsi
meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam
hampir semua sel tubuh, jadi meningkatkan
tingkat metabolisme tubuh umum.
– Kalsitonin  memacu pengendapan kalsium di
dalam tulang sehingga menurunkan
konsentrasi kalsium dalam cairan ekstraseluler
KELENJAR TIROID

 Hiposekresi (hipotiroidisme)
– pada masa bayi dapat
menyebabkan kretinisme =
suatu keadaan hambatan
pertumbuhan mental dan fisik.
– pada orang dewasa
menyebabkan mixedema =
proses metabolik mundur, BB
bertambah, Gerakan melambat,
cara berpikir dan bicara lamban,
kulit tebal dan kering, rambut
rontok dan jarang, suhu dibawah
normal dan denyut nadi lambat
KELENJAR TIROID
 Hipersekresi (hipertiroidisme) 
semua gejala terbalik dari
mixedema :
– Kecepatan metabolisme naik’
– Suhu tubuh lebih tinggi dari normal
– BB turun
– Gelisah & mudah marah
– Kec. Nadi naik
– CO naik, fibrilasi atrium s/d gagal
jantung
 Pada keadaan peny. Grave atau
Gondok  eksoftalmus : mata
menonjol keluar.
KELENJAR PARATIROID
 Berada diantara batas
posterior lobus kelenjar
tiroid dan kapsulnya.
 Berukuran sebesar
buah pir, pjg 8 mm
dengan berat 30 – 50
mg
 Berjumlah 4  dua
buah dibelakang
masing--masing lobus
masing
kel. Tiroid
KELENJAR PARATIROID
 Hormon yang dihasilkan adalah Parathormon 
mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan
ekstraseluler dengan cara mengatur :
• Absorbsi kalsium dari usus
• Ekskresi kalsium dari ginjal
• Pelepasan kalsium dari tulang
 Hipoparatiroidisme  tjd karena kekurangan
kalsium dalam darah
darah hipokalsemia  tetani :
dengan gejala kejang dan konvulsi khususnya
pada tangan dan kaki yang disebut karpopedal
spasmus. Gejala dapat dikurangi dengan
pemberian kalsium
KELENJAR PARATIROID
 Hiperparatiroidisme  ada sangkut
pautnya dengan pembesaran
(tumor) kelenjar.
• Terjadi pengeluaran kalsium dari tulang
 osteotitis fibrosa sistika
• Kalsium diendapkan di ginjal  batu
ginjal  gagal ginjal
Kelenjar Timus
• Terletak di dalam thorak, setinggi bifurcatio
trachealis
• Warna kemerahan dan terdiri atas 2 lobus
• Pada bayi baru lahir  sangat kecil  10
gram
• Pada masa remaja  30-40 gram 
mengerut lagi
• Fungsi belum diketahui  namun
berhubungan dengan produksi antibodi
Kelenjar Adrenal
 Berada diatas dan dibagian depan ujung
setiap ginjal, dibelakang peritoneum
 Kelenjar ini dikelilingi jaringan areolar
yang mengandung sejumlah lemak
 terbagi menjadi bagian luar (kortek) dan
bagian dalam (medula)
 Bagian kortek : Hormon mineralokortikoid
(aldosteron) glukokortikoid (kortisol)
 Bagian medula : hormon adrenalin dan
noradrenalin
Kelenjar Adrenal
 Kortisol : mempunyai banyak sekali fungsi
metabolik untuk mengatur metabolisme protein,
karbohidrat dan lemak
 Aldosteron : mengurangi ekskresi natrium oleh
ginjal dan meningkatkan ekskresi kalium,
sehingga meningkatkan jumlah natrium tubuh di
samping menurunkan jumlah kalium.
 Adrenalin : membantu metabolisme karbohidrat
dengan jalan menambah pengeluaran glukosa
dari hati
 Noradrenalin : menaikkan tekanan darah dengan
jalan merangsang serabut otot di dalam dinding
pembuluh darah untuk berkontraksi
Kelenjar Pankreas

 Tdd dari 0,5 – 1,5 juta pulau-


pulau-pulau
langerhans
 Tiap pulau berukuran 100-
100-500 µm dan
terdiri dari 3000 penghasil hormon yang
menyatu dalam satu jalinan
 sel α = hormon glukagon
 sel β = hormon insulin
Kelenjar Pankreas

 Hormon Insulin :Memacu masuknya


glukosa ke dalam seluruh sel tubuh,
dimana cara ini mengatur kecepatan
metabolisme dari hampir semua
karbohidrat
 Hormon Glukagon : meningkatkan
sintesis dan pelepasan glukosa dari hati
masuk ke sirkulasi cairan tubuh.
Kelenjar Pankreas

 Secara klinik kekurangan insulin dapat


menyebabkan hiperglikemia (kadar gula
darah tinggi)  tjd BB turun, cepat lelah,
poliuria, haus, lapar, kulit kering, mulut
dan lidah kering
 Hipoglikemia  kadar gula darah rendah
akibat kelebihan insulin  dapat
menyebabkan koma hipoglikemia 
obati dengan pemberian glukosa
OVARIUM
 Hormon estrogen : merangsang
perkembangan organ kelamin
wanita, payudara, serta berbagai
sifat kelamin sekunder
 Hormon progesteron : merangsang
sekresi “cairan uterus” oleh kelenjar
endometrium uterus; juga
membantu perkembangan aparatus
sekretorik payudara
OVARIUM
TESTIS
TESTIS

• Hormon Testosteron 
merangsang pertumbuhan
organ kelamin pria; juga
meningkatkan
perkembangan sifat-sifat
kelamin sekunder pria
PLASENTA
 Human Chorionic Gonadotropin Hormon 
meningkat pertumbuhan korpus luteum dan sekresi
estrogen dan progesteron oleh korpus luteum
 Estrogen  meningkatkan pertumbuhan organ kelamin
ibu dan beberapa jaringan janin
 Progesteron  membantu perkembangan khusus dari
endometrium uterus dalam implantasi tahap lanjut dari
ovum yang sudah difertilisasi
 Human Somatotropin  mngkn meningkatkan
pertumbuhan beberapa jaringan serta membantu
perkembangan payudara ibu.