Você está na página 1de 5

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN ASFIKSIA DI BPS ADILA BANDAR LAMPUNG

Oleh

: Maulina Septriana

Tanggal : 14 juni 2011 Pukul : 08.30 wib

A. Pengkajian DATA SUBJEKTIF Biodata bayi Nama Tanggal Jenis Kelamin Anak ke ISTRI Nama Umur Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat RIWAYAT PERSALINAN G6P5A0 Usia Kehamilan Jenis persalinan JK : 39 mg 2 hari : Spontan : Perempuan : Ny.C : 34 th : islam : Palembang/ Indonesia : SMP : IRT : Jl. Teratai No.7 Bandar. Lampung : By.Ny. C : 14 juni 2011 : Perempuan : 6 (enam) SUAMI Tn.Z 38 Th Islam Palembang/Indonesia SD Buruh

PB BB Keadaan Air Ketuban Lama Persalinan Kala I Kala II Kala III Kala IV Lamanya ASSESMENT Diagnosa PLANNING 1. -

: 48 cm : 2900 gr : Keruh bercampur mekonium

: 6 jam 0 menit :0 jam 30 menit : 0 jam 15 menit : 0 jam 30 menit : 7 jam 15 menit

: Bayi lahir spontan cukup bulan dengan asfiksia sedang

Beritahu ibu dan keluarga Memberitahu ibu dan keluarga bahwa bayi tidak bernafas dan akan melakukan pertolongan dengan resusitasi

2. -

Keluarga telah mengerti dan merasa cemas Persiapan alat Mempersiapkan alat resusitasi BBL :slim de lee, sungkup dan kassa dimasukan kedalam Box, tabung O2, 1 buah kain untuk ganjal bahu, 1 bedong, 1 buah jam (stop wach), 1 pasang Handscoon, statescop

3. -

Semua alat sudah disiapkan Gunakan APD Penolong menggunakan APD Penolong telah menggunakan APD

4. -

Lakukan tindakan resusitasi Melakukan tindakan resusitasi yaitu:  Jaga bayi agar tetap hangat, menyelimuti bayi dengan kain bersih dan kering, dan menempatkan bayi dimeja resusitasi  Atur posisi bayi dengan posisi ekstensi, agar jalan nafas terbuka  Isap lendir dengan slim de lee dari mulut 5 cm dan dari hidung 3 cm  Keringkan dan rangsang bayi mulai dari muka, kepala, dan tubuh bayi dengan sedikit tekanan, menggosok punggung,dan menepuk atau menyentil telapak kaki, kemudian ganti kain yang basah dengan kain yang telah disiapkan dengan membiarkan dada dan muka tetap terbuka  Atur kembali posisi kepala bayi sedikit ekstensi, menilai kembali apakah bayi bernafas dengan sepontan, megap-megap atau tidak bernafas. Ternyata bayi masih megap-megap maka lakukan ventilasi  Pasang sungkup pada muka, hidung, mulut dan dagu  Lakukan ventilasi sebanyak 2x dengan tekanan 30 cm tekanan air, melihat apakah dada bayi mengembang saat ditiup atau dipompa, jika dada bayi tidak berkembang priksa posisi sungkup, pastikan tidak ada udara bocor, priksa posisi kepala dan betulkan sedikit ekstensi, priksa cairan lender dari mulut dan isap bila ada, kemudian lakukan ventilasi kembali sebanyak 2x dengan tekanan 30cm air  Jika dada berkembang lanjutkan ventilasi 20x dalam 30 detik dengan tekanan 20 cm air  Menilai usaha nafas , jika bernafas spontan hentikan ventilasi bertahap dan lakukan asuhan pasca resusitasi

 Jika bayi megap-megap/tidak nafas ulangi ventilasi sebanyak 20x dalam 30 detik dengan tekanan air 2o cm.Menghentikan ventilasi tiap 30 detik dan nilai usaha nafas jika bayi bernafas spontan maka hentikan ventilasi dan lakukan asuhan paska resusitasi 5. Lakukan asuhan pasca resusitasi Melakukan asuhan pasca resusitasi Lakukan pemantauan tanda bahaya pada bayi apakah bernafas megap-megap , merintih, adanya tarikan dinding dada, kemudian mengamati yubuh dan bibir biru, frekuensi jantung, apakah tubuh bayi pucat, kuning, lemas, dan kejang 6. 7. Pemantauan tanda bahaya telah dilakukan dan tidak ada tanda bahaya Lakukan pemantawan dan perawatan tali pusat Melakukan pemantauan tali pusat jika tali pusat lepas betulkan Perawatan tali pusat telah dilakukan Beri bayi kepada ibu Memberikan bayi kepada ibu untuk disusui 1 hjam pertama dan anjurkan ibu untuk mengusap banyinya dengan kasih saying dan anjurkan ibu untuk inisiasi menyusui dini 8. Bayi telah diberikan kepada ibu dan sudah mulai menyusui Lakukan pencegahan hipotermi Melakukan pencegahan hipotermi : baringkan bayi dalam ruangan > 25oC bersama ibunya , mendekap bayi, menunda memandikan bayi sampai 6-24 jam, ukur panjang badan, timbang dan kurangi berat selimut Pencegahan hipotermi telah dilakukan

9. -

Berikan therapy obat-obatan pada bayi Memberikan therapy obat-obatan pada bayi yaitu: beri vit K dipaha kiri bayi 1 mg secara Im dan stelah satu jam diberi vit k maka beri bayi suntik HB0 dipaha kanan 0,5 ml secara Im dan berikan salep mata oxytetracyklin 1%

10. -

Therapy obat telah diberikan Lakukan pemeriksaan fisik Melakukan pemeriksaan fisik meliputi: Kepala, mata, mulut, Tulang punggung, lengan, gerakan tumit, menghitung jumlah jari, melihat alat lelamin, , lenis kelamin, kelainan, lubang anus.

11. -

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata bayi normal dan tidak ada kelainan Pencatatan dan pelaporan Melakukan pencatatan dan pelaporan Pencatatan telah dilakukan