Você está na página 1de 11

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

SARTIKA SABHINAYA 081.0211.043

Definisi

Merupakan sindrom kecemasan, labilitas autonomik, ketidakrentanan emosional, dan kilas balik dari pengalaman yang amat pedih itu setelah stress fisik maupun emosi yang melampaui batas ketahanan orang biasa

Pada perkosaan

Korban perkosaan memiliki kemungkinan mengalami stres paska perkosaan yang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu stres yang langsung terjadi dan stres jangka panjang
Stres yang langsung terjadi merupakan reaksi paska perkosaan seperti kesakitan secara fisik, rasa bersalah, takut, cemas, malu, marah, dan tidak berdaya.

Lanjut

Stres jangka panjang merupakan gejala psikologis tertentu yang dirasakan korban sebagai suatu trauma yang menyebabkan korban memiliki rasa percaya diri, konsep diri yang negatif, menutup diri dari pergaulan, dan juga reaksi somatik seperti jantung berdebar dan keringat berlebihan

Perkosaan adalah sesuatu yang mungkin mempengaruhi hidup seseorang seumur hidup Korban pelecehan seksual dan korban perkosaan mengalami stres dengan tingkatan yang beda, karena peristiwa pelecehan atau perkosaan me -rupakan peristiwa traumatis yang membekas sangat dalam bagi korbannya.

3 tipe gejala

pengulangan pengalaman trauma, ditunjukkan dengan selalu teringat akan peristiwa yang menyedihkan yang telah dialami itu, flashback (merasa seolah-olah peristiwa yang menyedihkan terulang kembali), nightmares (mimpi buruk tentang kejadian-kejadian yang membuatnya sedih), reaksi emosional dan fisik yang berlebihan karena dipicu oleh kenangan akan peristiwa yang menyedihkan

penghindaran dan emosional yang dangkal, ditunjukkan dengan menghindari aktivitas, tempat, berpikir, merasakan, atau percakapan yang berhubungan denga n trauma. Selain itu juga kehilangan minat terhadap semua hal, perasaan terasing dari orang lain, dan emosi yang dangkal

sensitifitas yang meningkat, ditunjukkan dengan susah tidur, mudah marah/tidak dapat mengendalikan marah, susah berkonsentrasi, kewaspadaan yang berlebih, respon yang berlebihan atas segala sesuatu

Diagnosis mnrt PPDGJ

Diagnosis baru ditegakkan bl ggn timbul dlm kurun wktu 6 bln pasca kejadian traumatik berat (masa laten yg berkisar antara bbrp mggu sampai bbrp bln, jarang sampai melampaui 6 bln) Kemungkinan diagnosis msh dpt ditegakkan bl tertundanya wktu mulai saat kejadian & onset ggn melebihi wktu 6 bln, asal saja manifestasi klinisnya adl khas & tdk didapat alternatif kategori ggn lainnya

Sbg bukti tambahan selain trauma, hrs didapatkan bayang2 atau mimpi2 dr kejadian traumatik trsbt scr berulang-ulang kembali (flashbacks)
Ggn otonomik, ggn adek & kelainan tingkah laku semuanya dpt diwarnai diagnosis tetapi tdk khas

Suatu sequelae menahun yg terjadi lambat stlh stress yg luar biasa, misalnya saja bbrp puluh tahun stlh trauma, diklasifikasi dlm kategori perubahan kepribadian yg berlangsung lama setelah mengalami katastrofa