Você está na página 1de 9

REKTUM

berada di antara kolon sigmoid dan anus, memiliki bentuk melengkung pada manusia, menempati lengkung sakral mulai dari promontorium sampai ke tulang ekor.
bertanggungjawab terhadap penyimpanan dan evakuasi terkontrol dari tinja melalui mekanisme sphincter neuromuskular yang canggih

Rektum berasal dari jaringan endodermal di bagian dorsal dari cloaca yang terbagi oleh septum anorektal

Kanal anal invaginasi dari jaringan ektodermal

Anorektal fusi antara rektum dan kanal anal yang terjadi pada usia 8 minggu dimana membran anal ruptur. Linea dentata menandakan batas fusi keduanya dimana terjadi transisi dari endodermal ke ektodermal.

Panjang rektum sekitar 15-20 cm, dan dapat dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu: bagian atas, tengah, dan bawah. Dari anus, bagian-bagian ini dibagi berdasarkan: rektum bagian bawah 06cm, rektum bagian tengah 7-11 cm, dan rektum bagian atas 1215 cm.

Arteri hemoroidalis superior Perdarahan

Arteri hemoroidalis media Arteri hemoroidalis inferior

Persyarafan
Persyarafan motorik spinkter ani interna:
serabut syaraf simpatis (n.hypogastrikus) yang menyebabkan kontraksi usus serabut syaraf parasimpatis (n.splanknikus) yang menyebabkan relaksasi usus.

Kedua jenis serabut syaraf ini membentuk pleksus rektalis

Syaraf simpatis tidak mempengaruhi otot rektum.

Defekasi sepenuhnya dikontrol oleh n.splanknikus (parasimpatis). Kontinensia sepenuhnya dipengaruhi oleh n.pudendalis dan n.splanknikus pelvik (syaraf parasimpatis)

Motilitas usus

Fungsi sistem Anorektal


Defekasi
Kontinensia