Você está na página 1de 89

Pemeriksaan Fisik Orthopedi Ekstremitas Superior

Pembimbing : Oleh: Ida ayu agung w

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum Pemeriksaan fisik ortopedi
Pemeriksaan fisisk ortopedi umum

Pemeriksaan fisik ortopedi regional

Sendi Bahu Lengan atas dan sendi siku Lengan bawah, pergelangan tangan dan jari-jari tangan

Pemeriksaan Fisik Ortopedi Umum


Status generalis Sejak penderita datang Pemeriksaan bagian yang dikeluhkan pada keluhan utama Pemeriksaan kemungkinan nyeri adalah reffered pain.

Status Lokalis Inspeksi ( Look ) a.Kulit: warna dan tekstur b.Jaringan lunak: pembuluh darah, saraf, otot, tendon, ligamen, jaringan lemak, fasia, kelenjar limfe c.Tulang dan Sendi d.Sinus dan jaringan parut Sinus: dari permukaan, dalam tulang, atau dalam sendi. Jaringan parut: dari luka operasi, trauma, atau supurasi.

Palpasi (Feel)
a.Suhu kulit: lebih panas/dingin dari biasanya arteri teraba/tidak b.Nyeri tekan: lokalisasi nyeri ,nyeri setempat atau nyeri menjalar (referred pain)

c.Jaringan lunak: spasme otot atrofi otot keadaan membran sinovial(penebalan/tidak tumor dan sifatnya cairan di dalam/di luar sendi atau adanya pembengkakan

d. Tulang: bentuk permukaan ketebalan penonjolan tulang

e.Pengukuran panjang anggota gerak: atrofi/pembengkakan otot f.Penilaian deformitas yang menetap: sendi tidak dapat diletakkan pada posisi anatomis normal

Kekuatan Otot (Power) Medical Research Council membagi kekuatan otot menjadi grade 0-5, yaitu: 0 : tidak ditemukan kontraksi otot 1 : kontraksi berupa perubahan tonus otot (palpasi), sendi tidak dapat digerakkan 2 : otot hanya mampu menggerakkan persendian tetapi tidak dapat melawan pengaruhgravitasi 3 : dapat menggerakkan sendi, dapat melawan pengaruh gravitasi, tetapi tidak kuat terhadap tahanan yang diberikan oleh pemeriksa 4 : seperti pada grade 3 disertai kemampuan terhadap tahanan ringan 5 : normal

Pergerakan ( Move) Dua macam pergerakan: -aktif: pergerakan sendi oleh penderita sendiri -pasif: pergerakan sendi dengan bantuan pemeriksa

ROM (Range of Join Movement): batas gerakan aktif dan pasif Setiap sendi mempunyai nilai batas gerakan normal yang merupakan patokan untuk gerakan abnormal dari sendi.

Auskultasi Auskultasi pada bedah ortopedi jarang dilakukan Auskultasi dilakukan bila terdapat krepitasi, misalnya pada fraktur atau mendengar bising fistulaarteriovenosa

Pemeriksaan Orthopedi Regional (Ekstremitas Superior)


1. Pemeriksaan sendi Bahu 2. Pemeriksaan sendi siku 3. Pemeriksaan pergelangan tangan dan jari-jari tangan

Bahu

Rotator cuff Otot supraspinatus, infraspinatus, teres minor dan subskapularis menyusun rotator cuff.

Pemeriksan Bahu (INSPEKSI)


Lesi kulit jaringan parut dari operasi sebelumnya sinus Jangan lupa memeriksa aksila

Muscle Wasting Adanya wasting otot yang mengelilingi bahu Pembengkakan sendi Agak sulit dilihat

Pemeriksan Bahu (PALPASI)


Palpasi anterior dan lateral dari glenohumeral joint Palpasi upper humerus shaft melalui axillla Palpasi acromioclavicular joint Tekan acromion dan abduksikan lengan nyeri yang tiba-tiba menunjukkan inflamasi pada shoulder cuff. Palpasi sepanjang clavicula nyeri bila terdapat sternoclavicular dislocation, infeksi.

Pemeriksaan bahu (MOVEMENT )


Glenohumeral joint Fleksi Ekstensi Abduksi Adduksi Exorotasi Endorotasi Sirkumdiksi Sternoclavicula joint Elevasi Depresi

: 90 o :45 o : 0-180 : 45 o : 40-45 o : 55 o

Adduksi dengan rotasi internal

Abduksi dengan rotasi eksternal

Pemeriksaan bahu (khusus)


Pemeriksaan saraf terjepit Pemeriksaan Rotator Cuff Pemeriksaan instabilitas Pemeriksaan Akromioklavikular

Pemeriksaan Saraf Terjepit


Pemeriksaan Neer Posisi: pasien duduk atau berdiri dan pemeriksa dalam posisi berdiri. Fiksasi: skapula ipsilateral untuk mencegah protraksi. Pemeriksaan: elevasi secara pasif ke depan dari lengan.

Pemeriksaan Hawkins-Kennedy

Posisi: duduk atau berdiri, dengan lengan pada posisi 900 elevasi ke depan pada sumbu skapula. Fiksasi: stabilisasi skapula untuk meminimalisasi rotasi ke depan saat melakukan manuver endorotasi. Pemeriksaan: endorotasi pasif pada bahu sampai nyeri timbul.

Pemeriksaan Empty can Posisi: duduk atau berdiri, bahu abduksi 900, adduksi horizontal 300 dan endorotasi penuh. Fiksasi: pemeriksa meletakkan tangan pada bagian atas lengan atas. Pemeriksaan: pasien mempertahankan posisi ini sambil diberikan tahanan ke bawah.

Rotator Cuff
Drop arm test Posisi: duduk dengan lengan direntangkan ke samping. mengabduksikan lengan ke samping, minta pasien meurunkan lengannya secara perlahan. jika terdapat kelainan maka lengan pasien akan jatuh dengan cepat. Latar belakang: mengetahui adanya robekan pada tendon supraspinatus dan infraspinatus.

External Rotation Lag Sign Posisi: duduk dengan memungungi pemeriksa. Bahu pada posisi abduksi 200, siku pada posisi fleksi 900 dan maksimal eksorotasi -50 untuk mencegah terjadinya elsatik rekoil pada bahu. Fiksasi: pemeriksa menahan siku dan pergelangan tangan pada posisi di atas. Pemeriksaan: pasien diminta menahan posisi ini sambil pemeriksa melepas pergelangan

Supine Impingement Test Posisi: pasien telentang dengan lengan berada di atas meja periksa. Fiksasi: pemeriksa mengelevasi lengan sampai maksimal. Pemeriksaan: tangan pada posisi supinasi dan lengan di adduksikan ke telinga. Maka lengan akan berada pada posisi endorotasi.

Belly Press Test Posisi: pasien duduk dengan tangan (yang akan diperiksa) pada perut. Fiksasi: tidak perlu fiksasi. Pemeriksaan: pasien diminta menekan perut menggunakan tangan sampai terjadi endorotasi maksimal.

Pemeriksaan instabilitas
Apprehension test Posisi: telentang, abduksi 900 dan maksimal eksorotasi. Pegang pergelangan tangan pasien dengan satu tangan. Tangan yang satu lagi memegang aspek posterior dari kepala humerus. Maksimal eksorotasi pada aspek posterior dari kepala humerus sekaligus memberikan dorongan ke depan.

Relocation test
Pasien telentang, lengan abduksi 900 dan siku fleksi 900. Pemeriksa menahan lengan bawah dan tangan yang satu lagi pada kepala humerus. Pemeriksan menggerakkan bahu secara eksorotasi dan lengan bawah diayunkan seperti tuas dengan satu tangan. Tangan yang satu lagi memberikan gaya ke arah posterior pada kepala humerus.

Anterior Release Test Posisi: pasien dalam posisi telentang, lengan abduksi 900 dan siku fleksi 900. Fiksasi: dengan satu tangan menahan lengan bawah dan tangan yang lain pada kepala humerus. Pemeriksaan: pemeriksa memberikan tekanan ke posterior pada kepala humerus dalam posisi lengan pada eksorotasi maksimal. Kemudian kepala humerus dilepas.

Pemeriksaan Akromioklavikular
O`brien Test Posisi: pasien berdiri dan pemeriksa berada di belakang pasien. Lengan pasien fleksi 900 ke depan, adduksi 10150 dan maksimal endorotasi. Fiksasi: pemeriksa memegang lengan bawah pasien. Pemeriksaan: pemeriksa memberikan tahanan ke arah bawah dan pasien diminta untuk menahan tahanan tersebut. Setelahnya telapak tangan pasien dalam posisi supinasi, dan ulangi pemeriksaan.

Acromioclavicular Joint Test Prosedur: Hasil positif bila saat palpasi pasien merasa nyeri.

Sendi Siku

Pemeriksaan Sendi Siku (INSPEKSI)

kontur tulang kontur jaringan lunak warna dan tekstur kulit, Kontur jaringan atau sinus

Pemeriksaan Sendi Siku (PALPASI )


Suhu kulit, kontur tulang, kontur jaringan lunak, nyeri lokal Palpasi epikondilus lateral dan medial Palpasi olekranon Palpasi caput radius Palpasi nervus ulnaris

Pemeriksaan Sendi Siku (MOVEMENT )


Sendi humero-ulnar Fleksi 150 Ekstensi 0 Sendi radio-ulnar Supinasi 80 Pronasi 90

Pemeriksaan Sendi Siku (TES KHUSUS )


Varus Stress test: Valgus Stress test Cozens test: (Tennis elbow test) Golfers elbow test Tinels of the elbow

Varus Stress test Untuk stabilitas ligamen dari ligamentum kolateral lateral. Pasien telentang dengan tangan pada posisi supinasi, pemeriksa berada di bagian medial lengan, tangan yang satu memegang siku, tangan yang lain pada pergelangan tangan pasien. Tangan pada siku digerakkan ke lateral/varus, tangan pada pergelangan tangan ke arah medial. Tes (+) bila terdapat open joint

Valgus Stress test Posisi pasien telentang, pemeriksa di lateral lengan, lengan bawah difleksikan sedikit, kemudian dilakukan abduksi/valgus pada siku ke arah medial, dan pergelangan tangan ke arah lateral. Tes (+) bila terdapat open joint.

Cozens test Pasien mengekstensikan lengan, mengepalkan tangan dan melakukan pronasi lengan bawah, pergelangan tangan dibawa menjauhi radial Tes (+) jika terdapat nyeri pada area epikondilus lateralis

Golfers elbow test Sambil melakukan palpasi epikondilus medial, lengan bawah disupinasikan dan siku serta pergelangan tangan diekstensikan. Positif bila nyeri dirasakan di sepanjang epikondilus medial

Tinels of the elbow Perkusi dilakukan pada N.ulnaris pada lipatan. Tes (+) bila sensasi menjalar menuruni lengan bawah hingga mencapai tangan

Pergelangan Tangan

Pemeriksaan Pergelangan Tangan (INSPEKSI )


Kontur tulang kontur jaringan lunak warna dan tekstur kulit Adanya jaringan parut atau sinus

Pemeriksaan Pergelangan Tangan (PALPASI)


Palpasi pergelangan tangan Nyeri pada snuffbox anatomis terjadi karena patah tulang skafoid Nyeri lokal pada selubung polisis longus dan ekstensor polisis brevis ditemukan pada de Quervain tenosynovitis. Nyeri pada penekanan di atas saraf median Nyeri saat dilakukan penekanan di atas saraf ulnar

Pemeriksaan Pergelangan Tangan (MOVEMENT)


Sendi Radiokarpal Termasuk sendi interkarpal yang memungkinkan fleksi 80, ekstensi 90, abduksi/deviasi radial 25, adduksi/deviasi ulnar 30
Sendi Radioulnar : Gerakan supinasi 90, pronasi 90

Pemeriksaan Pergelangan Tangan (TES KHUSUS)


Krepitasi Pemeriksaan de Quervain tenosynovitis Carpal Tunnel Syndrome Ulnaris Tunnel syndrome Kelemahan Sendi Radioulnaris Distal Ketidakstabilan Carpal

Krepitasi
Sendi radioulnar : ibu jari pemeriksa di atas sendi lalu lakukam gerakan supinasi pada pergelangan tangan. Krepitasi di bagian ini biasa terjadi pada fraktur Colles

Krepitasi Sendi radiocarpal: tangan kiri pemeriksa memegang pergelangan tangan pasien dan minta pasien untuk melakukan gerakan dorsofleksi, palmarflex, deviasi radial dan ulnar.

Krepitasi Sementara pemeriksa menggenggam pergelangan tangan pasien, lakukan gerak fleksi dan ekstensi pada jari tangan pasien.. Minta pasien mengulangi gerakan-gerakan ini sendiri

Pemeriksaan de Quervain tenosynovitis Minta pasien untuk memfleksikan ibu jari dan menutup jari di atasnya . Lakukan gerakan deviasi ulnar , biasanya akan terasa sangat nyeri.

Carpal Tunnel Syndrome Lakukan penekanan dengan kedua ibu jari selama 30 detik di atas saraf median seperti berjalan dalam terowongan karpal . Biasanya akan timbul nyeri atau parestesia ( rata-rata 16 detik). Ini adalah tes yang paling dapat diandalkan untuk carpal tunnel syndrome .

Carpal Tunnel Syndrome Tes Phalen : Minta pasien untuk menekuk kedua pergelangan tangan dalam posisi tertekuk penuh selama 1-2 menit .

Tinels sign : tes ini positif jika nyeri saat dilakukan perkusi di atas saraf median.

Ulnaris Tunnel syndrome Carilah nyeri tekan, dan tanda-tanda keterlibatan saraf ulnar Uji distribusi saraf motorik . Periksa kekuatan adduksi jari kelingking Uji penurunan saraf sensorik.

Kelemahan Sendi Radioulnaris Distal Fiksasi tulang pergelangan tangan dengan satu tangan dan dengan menggunakan tangan yang lain pegang ulna distal dan gerakkan kea rah dorsal dan volar. Catat setiap sensasi mengklik atau keluhan nyeri

Ketidakstabilan Carpal Ketidakstabilan scapholunate : test Watson : tekan tuberkulum dari skafoid dengan menggunakan ibu jari, dan dengan tangan satunya lakukan gerak palmar fleksi, dan deviasi radial pergelangan tangan pasien.

Ketidakstabilan Carpal
Ketidakstabilan Lunotriquetral : test Ballottement : triquetral dan lunatum difiksasi masing-masing dengan ibu jari pemeriksa . kemudian gerakkan ke arah dorsal dan volar.

Ketidakstabilan Carpal Ketidakstabilan Midcarpal : dengan satu tangan memegang pergelangan bawah pasien dan yang tangan satunya menggenggam tangan pasien. Lakukan gerakan dengan mendorong tulang pergelangan tangan dan pergelangan tangan dideviasi ke ulnar dan deviasi radial

Tangan

Pemeriksaan Tangan INSPEKSI )

Kontur tulang kontur jaringan lunak warna dan tekstur kulit adanya jaringan parut

Pemeriksaan Tangan (PALPASI)


Perhatikan gangguan umum atau lokal, suhu ,telapak tangan berkeringat. Palpasi sendi jari antara jari dan ibu jari, mencari penebalan, nyeri, edema dan peningkatan panas lokal. Cobalah untuk memasukkan masing-masing jari ke telapak tangan, dan meminta pasien untuk mengulang ini tanpa bantuan

Pemeriksaan Tangan (MOVEMENT)


Sendi karpometakarpal : fleksi-ekstensi, abduksiadduksi, oposisi Sendi metakarpofalangeal: fleksi-ekstensi, adduksi-abduksi Sendi interfalangeal : fleksi-ekstensi

Pemeriksaan Tangan (Khusus)


Vibration Syndromes Allen Test (sirkulasi tangan) Penebalan dan Pembengkakan Sendi Fungsi Tangan

Vibration Syndromes Catatan lama waktu tangan menjadi pucat saat di elevasi, dan kecepatan kembali merah pada ssat di depresikan Periksa aliran dalam pembuluh dengan flowmeter Doppler

Allen Test (sirkulasi tangan) Tempatkan ibu jari Anda di atas arteri radial dan ulnaris pasien dan suru pasien mengepalkan tangannya tiga kali berturut-turut Tekan pembuluh darah dan minta pasien untuk mengekstensikan jarinya. Tangan harusnya menjadi pucat Sekarang melepaskan tekanan pada arteri radialis dan perhatikan apakah kembalinya warna kulit lebih dari 3 detik. Ulangi tes, kali ini lepaskan tekanan arteri ulnaris.

Penebalan dan Pembengkakan Sendi Mengukur lingkar sendi dari waktu ke waktu.

Fungsi Tangan
Pinch Grip : Minta Pasien untuk mengambil benda kecil dengan menggunakan ibu jari dengan jari-jari lainnya Grasp: Minta pasien mengenggan pensil.

Fungsi tangan Palmar grasp Minta pasien untuk menggenggam bola kecil

Sekian dan terima kasih