Você está na página 1de 19

B

O
L
AME

A
M
O
LAST

untak
j
n
a
m
i
evina S
Lydia D pita Izwan
ntie
us
Nova P rian Jayapura
b
Novia A ayat
id
Nurul H di Putri
Bu
Prissy
Pratiwi
a
r
d
n
e
Raras C thia
yn
Ratih C phika
Se
Nuraz
ovianti
Indah N
M. Alam hnaz E R
ha
Zaka S

BAB I PENDAHULUAN
Ameloblastoma merupakan suatu tumor epitelial
odontogenik yang berasal dari jaringan pembentuk gigi,
bersifat jinak, tumbuh lambat, penyebarannya lokal
invasif dan destruktif serta mengadakan proliferasi
kedalam stroma jaringan ikat. Tumor ini mempunyai
kecenderungan untuk kambuh apabila tindakan operasi
tidak adekuat. Sifat yang mudah kambuh dan
penyebarannya yang ekspansif dan infiltratif ini
memberikan kesan malignancy dan oleh karena sifat
penyebarannya maupun kekambuhannya secara lokal
maka tumor ini sering disebut sebagai locally malignancy

BAB II TINJAUAN
PUSTAKA
DEFINISI AMELOBLASTOMA
Definisi ameloblastoma berdasarkan klasifikasi
WHO (1992), merupakan tumor jinak yang
berasal dari epitel odontogenik, bersifat
unisentrik, non-fungsional, pertumbuhannya
pelan namun berinvasi lokal, dan memiliki
tingkat rekurensi yang tinggi setelah terapi.
Rekurensi dapat terjadi karena ameloblastoma
memiliki sel satelit yang dapat berinvasi

Prevalensi
Ameloblastoma

Lokasi Ameloblastoma yang Paling Sering Terjadi.


Lesi terjadi paling sering pada usia 20-30 tahun,
pasien dengan usia muda yang bebas karies.
85% ameloblastoma terjadi pada mandibula dan
hanya 15% terjadi pada maksila.

Etiologi
Etiologi ameloblastoma sampai saat ini belum
diketahui dengan jelas, tetapi beberapa ahli
mengatakan bahwa ameloblastoma dapat
terjadi setelah pencabutan gigi, pengangkatan
kista dan atau iritasi lokal dalam rongga
mulut.

PATOGENESIS
Patogenesis dari tumor ini, melihat adanya
hubungan dengan jaringan pembentuk gigi
atau sel-sel yang berkemampuan untuk
membentuk gigi tetapi suatu rangsangan
yang memulai terjadinya proliferasi sel-sel
tumor atau pembentuk ameloblastoma belum
diketahui

Gambaran klinis
Pada tahap yang sangat awal, riwayat pasien
asimtomatis (tanpa gejala). Pasien tidak mengalami
keluhan rasa sakit, parestesi, fistula, formation
ulcer, atau mobilitas gigi. Apabila lesi membesar,
dengan pemeriksaan palpasi terasa sensasi seperti
tulang yang tipis. Jika telah meluas merusak tulang,
maka abses terasa fluktuasi, kadang-kadang erosi
dapat terjadi melalui kortikal plate yang berdekatan
dengan daerah invasi, dan berlanjut ke jaringan
lunak yang berdekatan.

Tipe Ameloblastoma

Ameloblastoma Subtipe Klinis A. Tipe


multikistik B. Tipe Unikistik C. Tipe Periferal

Gambaran
Histopatologis
Secara kasar, ameloblas terdiri dari jaringan
kaku yang berwarna keabu-abuan yang
memperlihatkan daerah kistik yang
mengandung cairan kuning yang bening.
Ameloblastoma secara dekat menyerupai
organ enamel

Gambaran Radiologis

(a) Ameloblastoma Multilokuler menyerupai


busa sabun atau sarang lebah. (b) dan
Unilokuler di regio anterior

Differential Diagnosis
kista dentigerus, kista primordial, odontogenik
keratosis, odontogenik myxoma atau ossifying
fibroma. Ameloblastoma unilokular kecil yang
terletak di sekitar mahkota gigi yang tidak
erupsi seringkali tidak dapat dibedakan
dengan kista dentigerous.

Komplikasi
Ameloblastoma yang besar dapat membuat
hilangnya fungsi rahang dan kesulitan
menelan makanan. Selanjutnya, kurangnya
nutrisi dapat menyebabkan hipoproteinemi.
Pasien juga berisiko perdarahan karena
ulserasi dan dapat menunjukkan gejala
anemia

Terapi
Terapi bedah ameloblastomas dapat dibagi
menjadi tiga tahap:
1. Eksisi tumor
2. Rekonstruksi
3. Rehabilitasi

Prognosis
Prognosis dalam hal pengobatan tumor ini
baik

BAB III LAPORAN


KASUS
Nama

: Avifani Fauziah

Umur : 22th
Pekerjaan

: Pelajar

Jenis Kelamin : Perempuan


Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Tanah Merdeka RT 9-5 No. 057, Susukan, Jakarta
Timur
No. Telp. : 08571537131

Anamnesa : Benjolan pada rahang bawah kiri


sejak 3 tahun. Terasa sakit, tumbuh
membesar, gigi goyang dan copot sendiri.
Keadaan Umum Pasien : Baik
Kesadaran Pasien : Composmentis
Tanda Vital
: Tensi darah ( 120/80 mmHg)
Suhu ( 370) Frek. Nadi (80x/menit) Frek.
Pernafasan ( 24)
Kelainan Sistemik : (-)

Status Lokalis
Extra Oral : Inspeksi (regio: molar rahang bawah kiri, bentuk
kelainan: benjolan) Palpasi (teraba, keras, tidak sakit)
Intra Oral : (regio: molar rahang bawah kiri, bentuk kelainan:
benjolan) Palpasi (teraba, keras, tidak sakit)
Keterangan
Bibir atas :normal
Bibir bawah :normal
OH:buruk
Gingiva

:normal

Oklusi :normal
Palatum :normal
Mukosa pipi kanan :normal
Mukosa pipi kiri : terdapat benjolan
Lidah :normal
Dasar mulut :normal

Pemeriksaan penunjang
Ro foto

:Panoramik

Laboratorium

Diagnosa utama

:Ameloblastoma

Prognosa

:Baik

Rencana Terapi

Kesimpulan