Você está na página 1de 19

Aplikasi Asuhan Keperawatan

pada Pasien dengan Gangguan


Pemenuhan Kebutuhan
Oksigenasi
Disusun oleh :
Kelompok 2
Endah Sundari
P07120215048
Ernida Oktavia
P07120215049
Eva Laura Novianty
P07120215050
Febri Ayu Safitri
P07120215051
Gilang Septian
P07120215052
GT. Muhammad Taslim
P07120214053

Konsep Dasar
Oksigenisasi
Pengertian
Oksigenisasi

Proses penambahan Oksigen ke


dalam tubuh menghasilkan
karbondioksida, air, dan energi

Manfaat Bagi
Tubuh

Oksigen merupakan suatu komponen


yang penting dalam memproduksi
molekul Adenosin Trifosfat secara
normal. Kekurangan oksigen dalam 5
menit dapat menyebabkan kerusakan
sel otak

Kebutuhan
Oksigen

Kapasitas(daya muat) udara dalam


paru-paru adalah 4.500-5.000 ml
(4,5-5 l ). Udara yang diproses dalam
paru-paru hanya sekitar 10 % (< 500
ml)

Anatomi
Sistem
Pernapasan

Napa
s
Atas

Struktur Sistem
Pernapasan

Napa
s
Bawa
h

Sistem Pernapasan Atas


Hidung

Faring

Laring

Sistem Pernapasan
bawah
Trakea

Paru-paru

pipa membran yang


disokong oleh cincincincin kartilago yang
menghubungkan laring
dan bronkus utama
kanan dan kiri
Paru-paru terbagi
menjadi dua yaitu
kanan dan kiri.
Dilengkapi dengan
bronkus, bronkiolus,
alveolus, jaringan
kapiler paru, dan
membran pleura

Fisiologi Sistem
Pernapasan

Proses
Oksigenisa
si

Proses
Inspirasi dan
Ekspirasi
Transpor
t gas

ventilas
i
Difusi
gas

Inspiras
i
Kontraksi
otot
diagfragma
&
interkotalis
Volume
toraks
membesar
Tekanan
intrapleura
menurun
Paru
mengemban
g
Tekanan
intra-alveoli
menurun
Udara
masuk
kedalam
paru

Ekspira
si
Otot inspirasi
relaksasi

Volume toraks
mengecil
Tekanan
intrapleura
meningkat
Paru
mengempes
Tekanan intraalveoli
meningkat
Udara bergerak
keluar paru

Faktor yang mempengaruhi


Oksigenisasi
Menurunnya kapasitas Oksigen (anemia)
Biologi Meningkatnya metabolisme, (ibu hamil, infeksi, demam)
s
Sehat > Oksigen cukup memenuhi kebutuhan
Status Sakit > Oksigen terhambat > tdk tercukupi
Kes.
Bayi prematur
Anak usia sekolah & remaja

Per
kembang Dewasa muda & paruh baya
Lansia
an

Nutrisi buruk
Jarang olahraga
Perilaku Emosi

Suhu (terlalu panas/dingin)


Lingkun Polusi
gan

Gangguan Oksigenisasi
Gangguan Irama &
Frekuensi Napas
Pernapasan
Kussmaul
Takipnea/ Hipernea
Insufiensi Pernapasan
Hipoventilasi
alveolus
Penurunan
kapasitas paru

Hipoksia
Hipoksemia
Hipoksia Hipokinetik

Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan
Gas Darah
Arteri

Mengambil sampel darah erteri


menggunakan spuit yg telah diberi
heparin, mencegah pembekuan darah

Pemeriksaan
Lab. Darah

Tujuan = Menetapkan atau


mengetahui kadar Hemoglobin

Mantoux Test
(tes
Tubercolin)

Tujuan = Mendeteksi invasi dan


berkembangnya Mycobacterium
Tuberculosa

Pemeriksaan
Sputum

Metode Pemenuhan Oksigen


a. Inhalasi Oksigen

Terdapat dua inhalasi oksigen yaitu sistem darah aliran


rendah dan sistem darah aliran tinggi.

b. Fisioterapi Dada
Suatu rangkaian tindakan keperawatan terdiri atas
perkusi, vibrasi, prostural drainage

c. Napas dalam dan batuk efektif

- Napas dalam adalah bentuk latihan napas terdiri atas


pernapasan abdominal (diagfragma) dan purse lips
breathing
- Batuk efektif adalah latihan batuk untuk
mengeluarkan sekret

d. Suctioning (Pengisapan lendir)


Suatu metode untuk melepaskan sekresi yang

Pengkajian Oksigenisasi
(1) Riwayat Keperawatan
Meliputi : ada atau tidaknya riwayat gangguan pernafasan seperti
epistaksis, obstruksi nasal dan keadaan lain yang menyebabkan
gangguan pernafasan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian
keluhan / gejala adalah keadaan infeksi kronis dari hidung sakit pada
daerah sinus, otitis media, keluhan nyeri pada tengggorokan,
kenaikan suhu tubuh, sakit kepala, lemas, sakit perut, muntahmuntah (pada anak-anak), faring berwarna merah dan adanya
edema.

(2) Pola Batuk dan Produksi Sputum


Tahap ini dilakukan dengan cara menilai apakah batuk termasuk
batuk kering keras dan kuat dengan suara mendesing, berat dan
berubah-ubah seperti kondisi pasien yang mengalami penyakit
kanker. Pengkajian sputum dilakukan dengan cara memeriksa warna,
kejernihan dan apakah bercampur darah terhadap sputum yang
dikeluarkan oleh pasien.

(3) Sakit Dada


Dilakukan untuk mengetahui bagian yang sakit, luas, intensitas,
faktor yang menyebabkan rasa sakit, perubahan nyeri dada apabila
posisi pasien berubah, serta ada / tidaknya hubungan antara waktu
inspirasi dan ekspirasi dengan rasa sakit.
(4) Pengkajian Fisik
> Inspeksi :
- Penentuan tipe jalan nafas.
- Penghitungan frekuensi pernafasan dalam waktu 1 menit.
- Pemeriksaan sifat pernafasan.
- Pengkajian irama pernafasan.
- Pengkajian terhadap dalam / dangkalnya pernafasan.
> Palpasi
Berguna untuk mendeteksi kelainan seperti nyeri, palpasi
dilakukan untuk menentukan besar, konsistensi, suhu, apakah
dapat / tidak digerakan dari dasar.
> Perkusi
Bertujuan untuk menilai normal / tidaknya suara perkusi paru.
> Auskultasi
Bertujuan untuk menilai adanya suara nafas.

Lanjutan
(5) Pemeriksaan laboratorium
Selain pemeriksaan laboratorium, HB,
leukosit, dll. Secara rutin juga dilakukan
pemeriksaan sputum guna melihat kuman
dengan cara mikroskopis.

(6) Pemeriksaan diagnostik


a. Ronsen dada
b. Fluoroskopi
c. Bronkografi
d. Angiografi
e. Endoskopi
f. Radio isotop
g.Mediastinoskopi

Diagnosa Keperawatan
1)
Ketidakefektifan
bersihan jalan
napas

4) Disfungsi
Respon
Penyapihan
Fentilator

Diagnos
a

3) Gangguan
Pertukaran Gas

2)
Ketidakefektifan
Pola napas

Intervensi Keperawatan
1) Ketidakefektifan
bersihan jalan
napas
) Awasi perubahan
status jalan napas
) Berikan Humidifier
(pelembab)
) Melakukan
pembersihan jalan
napas (fibrasi,
clapping, postural
drainasse)
) Ajarkan teknik
batuk efektif
) Pertahankan jalan
napas tetap terbuka
) Kerjasama dengan
tim medis untuk
pemberian obat

2) Ketidakefektifan
Pola napas
Awasi perubahan
pola napas
Atur posisi sesuai
kebutuhan
(semifowler)
Berikan oksigenisasi
Ajarkan teknik
bernapas dan
relaksasi yang
benar

3) Gangguan
Pertukaran Gas
Awasi status
perubahan pola
napas
Atur posisi sesuai
kebutuhan
Berikan oksigenisasi
Lakukan suction bila
memungkinkan
Beri tinggi nutrisi
rendah lemak
Ajarkan teknik
bernapas dan
relaksasi dengan
benar
Pertahankan
berkembangnya
paru

4) Penyesuaian
Penyapihan
Intervensi generik
Intervensi pediatrik

Kriteria Evaluasi
Ketidakefektifa Mempertahankan jalan napas
n bersihan jalan agar efektif
napas
Ketidakefektifa Mempertahankan pola
pernapasan agar kembali
n pola napas
efektif
Mempertahankan pertukaran
Gangguan
gas
pertukaran gas
Ketidakmampuan
menyesuaikan
penyapihan

Mencapai tujuan penyapihan


secara progrestif
Tetap terekstubasi
Memperlihatkan sikap positif

Maa..
Maa..
Maa..
Makasi
h