Você está na página 1de 34

Avian Influenza

dr Adria Rusli Sp P
Bagian Paru RSPI Prof. dr Sulianti Saroso
Jakarta

Influenza Virus

Famili
Orthomyxoviridae
Genus
Influenzavirus

Indonesian virusesHA
Receptor
binding
motif similar to
Vietnam/Thai
viruses

M2 gene:
Most viruses do NOT have
amantadine resistance mutation

PB1,PB2,PA = Polymerase = RNA Transcripatase


HA= Haemagglutinin = vital attachment to cell
membrane
NA= Nuraminidase + Release from membrane
NP=Nucleoprotein= Encapsidates RNA
M=Matrix= surround viral core&involved in
assembly and budding
NS= Nonstructural

Klasifikasi Virus Influenza


Ada 3 TIPE virus influenza :
Influenza tipe A
Dapat menginfeksi manusia dan hewan
Burung liar merupakan penjamu alamiah virus ini.
Dibagi dalam SUBTIPE berdasarkan 2 protein permukaan :
Hemaglutinin (HA) 1 16 macam dan Neuramidase (NA)1 9
macam, dan berbagai kombinasi H&N mungkin terjadi.
Pada manusia yang umum ditemukan : H1N1, H1N2 dan
H3N2.

Influenza tipe B

Biasanya hanya ditemukan pada manusia, tidak ada subtipe.


Dapat menyebabkan epidemi pada manusia.

Influenza tipe C

Dapat menyebabkan infeksi ringan pada manusia, tidak


menyebabkan epidemi/pandemi. Tidak ada subtipe.

CDC / Dept.HHS

Influenza A

Center for Food Security and Public


Health, Iowa State University, 2008

Sifat virus
Dapat bertahan hidup di air smp 4 hr pada suhu 4 oC
dan >30 hr pd suhu 0 oC
Dapat bertahan untuk waktu yang lama dalam kotoran
unggas
Dalam daging unggas akan mati pada pemanasan 80 oC
selama 1 mnt atau 60 oC selama 5 mnt
Akan mati pada sedian alkohol 70 %, ammonium
kuartener, chlorin, formalin 2-5 %, iodine, senyawa fenol
dan natrium/ kalium hipoklorit

Yang menjadi permasalahan virus influenza adalah


RNA based virus (virus yang hanya mempunyai
RNA saja dan tidak mempunyai DNA).
Fungsi dari RNA adalah untuk replikasi/berkembang
biak virus sedangkan DNA berfungsi untuk
memastikan struktur virus baru sama persis dengan
induknya.
Artinya apabila ada kesalahan dalam proses replikasi,
DNA bekerja mengkoreksinya.

Penularan Influenza

Penularan
Dari unggas ke unggas, hewan lain dan manusia.
Penularan dari manusia ke manusia belum terbukti
Melalui kotoran atau sekreta unggas, mencemari udara
dan tangan penjamah
Masa inkubasi 1-3 hari
Masa infeksius pada manusia: 1 hari sebelum sampai 35 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampai 21
hari.

Kelompok risiko tinggi


Penduduk di lingkungan peternakan/ pasar
unggas
Pekerja peternakan/ pemrosesan unggas
Pekerja laboratorium yang memproses sampel
unggas terjangkit
Pengunjung peternakan/ pemrosesan unggas
Kontak dengan penderita flu burung

Bagaimana mengatasinya ?

Alat Pelindung Perorangan (APP)


Cuci tangan
Masker N95, minimum masker bedah
Pelindung wajah / kaca mata google
Apron/gaun pelindung
Sarung tangan
Pelindung kaki (sepatu)
Mandi cuci rambut

TATALAKSANA
Pasien di rawat dalam ruang isolasi Kewaspadaan
thd penularan mel udara (transmisi airborne)
Selama masa penularan yi. 7 hari pertama sejak
timbulnya gejala demam (>38oC)

Di ruang rawat biasa


Setelah hasil usap nasofaring negatif berulang kali
dengan PCR atau biakan
Setelah hari ke 7 demam KECUALI
Demam berlanjut sampai 7 hari sesuai
pertimbangan dokter yang merawat kasus demi
kasus

TERAPI
Pencegahan bagi orang terpajan : Oseltamivir 1 kali
75mg sehari selama 1 minggu
Amantadine Hidrochlorida (Nama dagang : Symmetrel atau
Symadine) atau Rimantidine ( Nama dagang : Flumadine)
Terapi :
Amantadine atau Rimantidine diberikan pada awal infeksi, sedapat
mungkin dalam 48 jam pertama dan diberikan 3-5 hari dg. Dosis
5 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis, bila lebih 45 kg diberikan 100 mg
, 2 kali sehari.
Dosis harus diturunkan pada orang lanjut usia dan mereka yang
mengalami penurunan fungsi hati atau ginjal
Obat penghambat neuramidase influenza (Neuramidase
inhibitor sudah ditemukan dan sudah didaftarkan di beberapa
negara seperti Amerika serikat, Australia dan Swedia)

Prosedur Rujukan
Pasien AI

Mengapa Harus Dirujuk ?


Menentukan Kepastian Diagnosis
Mengurangi Risiko Penularan
Memerlukan Ruang Rawat Khusus
Strict Nursing Barrier
Aspek petugas, pasien, alat transportasi,
sampel dan komunikasi

PETUGAS YANG MENDAMPINGI MINIMAL


BERJUMLAH 2 (DUA) ORANG

Kriteria Petugas Pendamping :


Sudah mendapat pelatihan Basic Life Support
(BLS) Bantuan Hidup Dasar
Sudah mendapat pelatihan Infection control
Mengetahui permasalahan pasien yg akan
dirujuk
Petugas tetap memakai APD lengkap

Kriteria Pasien Yang Dirujuk


Pasien yang perlu dirujuk adalah pasien yang
diduga menderita flu burung atau yang perlu
diobservasi lebih lanjut di
RS rujukan setelah menjalani
pemeriksaan awal oleh tim verifikasi KLB
atau tim medis RSU

KONDISI PASIEN
HARUS DIJAGA KEADAAN :

AIRWAY
A,B,C,D
BREATHING
CIRCULATION
DISABILITY
EXPOSURE & ENVIRONMENT
GASTRO INTESTINAL
Dll

Transport Pasien AI
Dalam memindahkan (merujuk) pasien AI
dari satu tempat ke tempat lain harus tetap
mengikuti prinsip-prinsip isolasi sebagai
berikut :
Pasang masker pada pasien
Petugas memakai APD lengkap
Menjaga kontak seminimal mungkin
dengan pasien
Mencuci tangan dengan baik dan benar
Desinfeksi alat transpor dan peralatan lain

ALAT TRANSPORTASI
Dapat didesinfeksi
Tersedia alat-alat medis & obat
untuk Bantuan Hidup Dasar.
Tersedia radio komunikasi
Ambulans RS ? 118 ?
Jangan pakai taksi / umum

KEADAAN TRANSPORTASI

Perhitungkan berapa lama di jalan


Apakah ada titik-titik kemacetan
Cari jalan yang paling pendek
Dan lain-lain

KOMUNIKASI
DENGAN PASIEN DAN KELUARGA
Mengapa perlu dirujuk
Kapan dirujuk
Cara transportasi
Risiko waktu transportasi
Yang akan dilakukan di RS Rujukan
Kemungkinan survival
Biaya Perawatan di RS Rujukan
Dan lain-lain

KOMUNIKASI
DENGAN RS RUJUKAN
Diagnosis dan Diagnosis Banding
Keadaan pasien ;
- Kesadaran, RR, saturasi oksigen ?
- Gagal napas ?
- Perlu pemasangan ETT ?
- Kelaikan transportasi ?
Ketersediaan ruang rawat
Situasi di RS rujukan yang lain ? Dll

Setelah diperoleh KEPASTIAN ada


indikasi, tersedia tempat, serta pasien
layak untuk dirujuk

PASIEN DIRUJUK
RS rujukan PERLU mempersiapkan
segala sesuatu dalam rangka penerimaan
pasien tersebut.

Rujukan Laboratorium
Untuk pemeriksaan laboratorium diagnostik
etiologi terhadap flu burung, RSU dapat
mengambil sampel berupa saluran napas atas
(usap/bilasan nasofaring atau usap orofaring),
sampel darah/serum atau lainnya bila
diperlukan.
Cara pengambilan dan pengiriman sampel
mengacu kepada Buku Pedoman Pengambilan dan
Pengiriman Spesimen yang Berhubungan dengan Flu
Burung yang dikeluarkan oleh
Badan Litbangkes

Alamat Pengiriman
Kepada
Kepala Puslitbang Pemberantasan Penyakit
Badan Litbang Kesehatan
Jl. Percetakan Negara No.29, Jkt 10560
Tel. 021-426-1088 ext.134 / 021-425-9860
Fax : 021-425-5389
Kp3m@litbang.depkes.go.id
selitbnag@libang.depkes.go.id

Terima Kasih