Você está na página 1de 19

Hipermetrop

ia
1. SUCI WULANDARI (08-135)
2. KENNI MARLIAN PUTRA (08-176)

Pembimbing :
Dr. Zaldi, Sp.M

Anamnesa Pribadi
Nama
: Rusli Saleh
Umur
: 71 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Suku
: Melayu
Pekerjaan
: Wiraswasta
Alamat
: Jl. Melati VI LK. VII No. 181
Nomor RM
: 89.80.01
Tanggal Masuk
: 17 Desember 2013

Anamnesa Penyakit
Keluhan Utama : Pandangan kabur saat membaca
Telaah
: Pandangan kabur saat membaca dialami OS
sejak 1 tahun yang lalu. Penglihatan kabur saat
membaca disertai perih pada mata, mata terasa panas,
dan keluar air mata. Keluhan ini hilang timbul dan
kadang disertai sakit kepala seperti berdenyut yang
lebih terasa dibagian depan kepala. OS merasa
penglihatan jauhnya tidak terganggu. Riwayat trauma
pada mata (-), penglihatan berawan (-), melihat bintikbintik (-), melihat dua bayangan pada satu benda (-).
RPT : Diabetes Mellitus (-), Hipertensi (-)
RPO: Tidak dijumpai

Status Presens
Sens : Compos Mentis
Tek. Darah : 130/70
mmHg
Frek. Nadi : 72 x/i
Frek. Nafas : 22 x/i
Suhu : 370C

Anemis : (-)
Ikterik
Sianosis : (-)
Dispnea : (-)
Edema : (-)

: (-)

Status Generalisata
Kepala
Mata : Pada status opthalmikus
Telinga : Tidak ada kelainan
Hidung : Tidak ada kelainan
Mulut : Tidak ada kelainan
Leher : Tidak ada kelainan
Toraks : Tidak ada kelainan
Abdomen : Tidak ada kelainan
Genitalia: Laki-laki, tidak ada kelainan
Ekstremitas : Tidak ada kelainan

Status Oftalmicus
PEMERIKSAAN

OCULI DEXTRA

OCULI SINISTRA

Visus

6/18 (PH:6/12)

6/18 (PH:6/12)

Posisi

Kor. Sph +1.00 menjadi 6/8


Orthoporia

Kor. Sph +1.00 menjadi 6/8


Orthoporia

Palpebra Superior

Dalam Batas Normal

Dalam Batas Normal

Palpebra Inferior

Dalam Batas Normal

Dalam Batas Normal

Conj. Tars. Superior

Dalam Batas Normal

Dalam Batas Normal

Conj. Tars. Inferior

Dalam Batas Normal

Dalam Batas Normal

Conj. Bulbi

Dalam Batas Normal

Dalam Batas Normal

Kornea

Clear

Clear

COA

Sedang

Sedang

Pupil

Bulat, 2-3 mm,RC (+)

Bulat, 2-3 mm,RC (+)

Iris

Cokelat, Reguler

Cokelat, Reguler

Lensa

Jernih

Jernih

Gambar

Diagnosa
Hipermetrophia
ODS +
Presbiopia

Terapi

Kacamata Spheris +1.00 pada mata


kanan dan +1.00 pada mata kiri
KMB +3.00 pada mata kanan dan +3.00
pada mata kiri

C. Lytheers ed 3 gtt I ODS

Edukasi

Menjaga kesehatan mata


Bila membaca atau menonton TV lama,
usahakan agar sesekali berhenti atau
mengistirahatkan mata
Hindari posisi membaca terlalu dekat atau
membungkuk atau sambil tiduran
Bila membaca dan bekerja, gunakan penerangan
yang baik
Gunakan kacamata
Periksakan mata secara berkala (kontrol teratur)

Prognosis
Dubia ad
bonam

Analisa
Kasus
Diagnosis hipermetropia ditegakkan
berdasarkan :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan oftalmologi

Dari anamnesis didapatkan adanya keluhan


berupa penglihatan kabur saat melihat dekat
(membaca), disertai mata perih terasa panas
dan keluar air mata saat melihat dekat serta
kadang disertai rasa sakit kepala
Hal ini sesuai dengan kepustakaan bahwa
hipermetropia merupakan keadaan gangguan
kekuatan pembiasan mata dimana sinar
sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga
titik fokusnya terletak dibelakang retina

Gejala-gejala ini muncul karena mata


berusaha memfokuskan bayangan yang
jatuh dibelakang retina agar jatuh tepat
diretina dengan cara berakomodasi.
Untuk melihat benda yang dekat, mata
harus berakomodasi lebih kuat lagi agar
bayangan tidak jatuh lebih jauh
dibelakang retina.

Karena adanya akomodasi yang berlebihan


itu, mata menjadi lelah atau timbul
astenopia akomodatif yang gejala-gejalanya
antara lain adalah penglihatan kabur saat
melihat dekat, mata terasa lelah, perih,
berat dan panas sampai keluar air mata.
Bila penderita tidak mengistirahatkan
matanya dan terus berakomodasi, maka
gejala yang timbul akan makin berat dan
menimbulkan sakit kepala.

Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan VOD


6/18 dan VOS 6/18. Setelah menggunakan
pin hole, visus mengalami kemajuan menjadi
VOD 6/12 dan VOS 6/12. Mata kanan di
koreksi dengan lensa spheris +1.00 maka
VOD menjadi 6/8, mata kiri dikoreksi dengan
lensa spheris +1.00 maka VOS menjadi 6/8.
Berdasarkan kepustakaan, hipermetropia
dapat dikoreksi dengan pemakaian lensa
spheris positif.

Penanganan hipermetropia yaitu dengan


memberikan lensa spheris positif
terbesar yang memberikan visus terbaik.
dimana penderita ini hasil koreksi yang
digunakan untuk oculi dekstra dan oculi
sinistra adalah menggunakan lensa S
+1.00

Selain penanganan dengan pemberian resep kaca


mata, penderita juga diberikan terapi simptomatis
untuk mengurangi gejala keletihan pada mata
setelah membaca lama dan menonton TV,
pemberian vitamin A dan zat-zat lain yang dapat
menguatkan mata.
Setelah diterapi, penderita dianjurkan untuk
memperbaiki kebiasaan yang dapat merugikan
kesehatan mata, seperti membaca lama dan
menonton TV lama tanpa beristirahat serta posisi
membaca yang salah (membungkuk atau sambil
tiduran).

Prognosis penderita ini Dubia ad bonam,


karena belum ditemukan adanya
komplikasi seperti glaukoma.

TERIMA
KASIIIHHHHH.......