Você está na página 1de 35

SIRKUMSISI

Preseptor
dr. Saut Hutagalung, Sp. U
Oleh
Belinda apriannanti.B.
Miranda Rades
Seulanga Rachmani Mira.H.
Prianggara.R.
KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH
RS. ABDOEL MOELEK PROVINSI LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2015

I. BATASAN
Sirkumsisi

adalah suatu operasi membuang


prepusium penis sehingga gland penis menjadi
terbuka.

Tujuan

:
A. Religius
B. Medis

II. ANATOMI

Gambar : Anatomi Penis

Gambar : Anatomi Penis

III. INDIKASI
-

Phymosis
- Paraphymosis
- Balanitis rekuren
- Kondiloma akuminota
- Karcinoma squamosa pada prepusium
- Zipper injury
- Alasan agama

IV. KONTRA INDIKASI


-

Hipospadia
Epispodia
Kordae
Megalo uretra
Webbed penis
Hemophili

V. PERSIAPAN OPERASI
Persiapan penderita :
membersihkan kemaluan dan sekitarnya
cukur rambut pubis (dewasa)
inform consent
Persiapan alat :
kain / duk lubang
cairan desinfektans
kassa steril
spuite, lindocain
sirkumsisi set

VI. POSISI PENDERITA


Penderita

dalam posisi
supine/telentang

VII. TEHNIK OPERASI


Disinfeksi

lapangan operasi dengan


povidane iodone
Prepusium ditarik dan dibersihkan
sebelum draping
Pada anak yang lebih besar/ dewasa
pembiusan dengan lokal anastesi.
Bila terdapat phymosis dilakukan
dilatasi dengan klem.Kemudian
prepusium dibebas kan dari
perlekatannya dengan glan penis.
Glan penis dibersihkan dari smegma.

Gambar Anestesi secara


infiltrasi

Gambar Dilatasi dan higiene


prepusium

Memotong

prepusium penis dengan


berbagai macam teknik, a.l :
1. Teknik diseksi prepusium atau
sleeve
2. Teknik guilotin
3. Teknik dorsal slit
4. Mempergunakan alat plastibel atau
Gamco

1. Tehnik diseksi prepusium atau


sleeve
Prepusium

ditarik ke proximal
Kemudian dibuat 2 buah incisi yang
masing-masing melingkar dan saling
sejajar pada kulit prepusium
Incisi pertama 1 cm dari sulkus
koronaria dan incisi kedua beberapa
cm proximal dari incisi pertama.
Kedua incisi ini dihubungkan dengan
incisi longitudinal dan selanjutnya kulit
prepusium dipisahkan dari jaringan
sub kutan hingga terlepas.

Gambar : Teknik Diseksi


prepusium

2. Teknik Guilotin
Prepusium

ditegangkan pada sebelah


ventral dan dorsal dengan klem kecil
Setelah itu dilakukan penjepitan kulit
prepusium memakai klem yang lebih
besar dengan batas proximal berada
di sebelah distal dari glan penis.
Kemudian dilakukan pemotongan kulit
prepusium memakai pisau hingga kulit
terlepas

Gambar : Teknik Gulotin

3. Dorsal Slit
Kulit

prepusium di sebelah kiri dan


kanan ditegangkan ke lateral dengan
klem kecil.
Setelah itu prepusium di sebelah dorsal
dipotong memakai gunting pada
midline dari ujung distal kearah
proximal sampai sulkus koronaria
Kemudian dilakukan pemotongan
secara melingkar hingga kulit
prepusium terlepas
Setelah kulit prepusium terlepas,
dilakukan hestasis untuk merawat
perdarahan.

Kulit proximal dan distal bekas incisi / guntingan


didekatkan dengan penjahitan memakai benang
yang cepat diserap.

Gambar Teknik Dorsal Slit

4. Teknik Gomco Clamp


- Dilakukan dorsal slit
- Setelah itu alat Gomco bel dengan ukuran
yang sesuai ditempatkan di atas glan penis
dan prepusium ditarik di atas bel
- Kemudian clamp ditempatkan di atas bel dan
prepusium sedikit di atas sulkus koronaria dan
menekan prepusium serapat mungkin.
- Klem dibiarkan selama 5 menit
- Kelebihan prepusium di excisi secara tajam
dan klem diangkat.
- Tidak diperlukan penjahitan dari luka operasi .

Gambar : Teknik Gomco Clamp

5. Teknik Plastibel
- Tandai lokasi sulcus carona dengan spidol
dilakukan dorsal slit 1 cm
- Plastibel ukuran yang sesuai ditempatkan
diatas glan penis
- Prepusium ditarik ke atas secara gentle dan
diikat di atas prepusium yang bermarker
tepat pada sulcus plastibel
- Perhatikan dengan jelas penempatan dari
ikatan sebelum diikat mati.
- Kemudian dilakukan excisi pada prepusium
distal dari ikatan.

Gambar : Teknik Plastibel

VIII.PERAWATAN PASCA BEDAH


- Luka operasi diolesi dengan antibiotik salep
dan ditutup kassa steril
- Kassa dilepas biasanya setelah 48 jam
- Antibiotik salep diteruskan 7 10 hari
- Orang tua disarankan menjaga kebersihan
penis dan sekitarnya.

IX. KOMPLIKASI OPERASI


- Perdarahan
- Infeksi
- Pengangkatan kulit penis yang kurang
adekuat atau kulit yang terangkat terlalu
banyak.
- Terjadi amputasi pada glan penis
- Fistula uretrokutan
- Nekrosis pada penis karena ishemia karena
infeksi, perban pembungkus yang terlalu
ketat
- Septicemia

Meatal stenosis sering terjadi pada anak


mungkin karena meatisis
- Meatal ulcur
- Urinary refension, ini sering terjadi pada
anak yang sering menahan kencing karena
rasa sakit.

X. TERAPI KOMPLIKASI
- Pada perdarahan :
Bila sumber perdarahan dari pembuluh
darah
yang terpotong dapat dilakukan
pemngikatan / ligasi pembuluh darah
Bila sumber perdarahan rembesan dari
bukan irisan dapat dilakukan, kompres
dengan kassa ; hemostasis dengan
contersasi atau resuturing
- Infeksi
Dapat diberikan antibiotik sesuai dengan
hasil kultur dan perawatan luka yang baik.

XI. PEMBAHASAN DAN KOMENTAR


Sirkumsisi

dapat dilakukan pada semua usia


baik karena alasan medis, agama, sosial
ataupun kultur.
Di Kanada laki-laki yang menjalani sirkumsisi
mencapai 48 %.
Di United States menurut National Centre For
Health Statistic (NCHS) selama tahun 1995
mencapai 64,1%.
Dalam sebuah studi dikatakan bahwa
terdapat penurunan higiene yang signifikan
antara laki-laki yang non sirkumsisi
dibanding dengan yang sirkumsisi.

Swafford

tahun 1985 dalam studinya tentang


kanker penis di Denmark, didapatkan
terjadinya kanker penis pada laki-laki non
sirkumsisi adalah 1 dari 909 kasus.

Sebuah

studi di United States mengatakan


bahwa insiden kanker penis pada laki non
sirkumsisi lebih besar daripada yang
sirkumsisi.

Parker

& Co Workers dalam studinya


terhadap 1350 orang laki-laki pada tahun
1953 menyatakan :

Insiden

terjadinya herpes genetal atau


gonorhea pada laki-laki non sirkumsisi 2 X
lebih besar dibandingkan dengan laki-laki
sirkumsisi, dan 5 X lebih besar terjadinya
infeksi jamur atau sifilis.

Master

& Johnson mengatakan tidak ada


perbedaan yang signifikan pada
exteroceptive dan light tactile discrimination
pada permukaan ventral dan dorsal dari glan
penis antara laki-laki sirkumsisi dan laki-laki
non sirkumsisi.

Komplikasi

sirkumsisi di United States tahun


1988, 1,5 % - 5 % dan pada tahun 1999,
0,2% - 0,6%. Komplikasi tersering adalah
perdarahan dan infeksi.

Indonesia

dengan penduduk muslim yang


dominan , sirkumsisi dikerjakan pada semua
anak-anak muslim , belum ada data yang
baik tentang hal ini, kesan umum sirkumsisi
dikerjakan paling sering antara umur 9-14
tahun.

- Sirkumsisi di Indonesia dikerjakan oleh


banyak
profesi, mulai dari dukun sunat (calak), para
medis,
dokter, dan dokter spesialis.
- Belum ada data tentang pelaku yang
mengerjakan sirkumsisi.
- Karena banyak profesi maka, perlu dipikirkan
untuk mengadakan pelatihan khususnya
dukun calak agar dapat melakukan
sirkumsisi secara benar.

XII. KESIMPULAN
-

Sirkumsisi merupakan tindakan medis yang


penting dan banyak dikerjakan kaum pria
khususnya
di Indonesia.

- Sirkumsisi dikerjakan oleh banyak macam


profesi.
- Perlu diadakan survey tentang sirkumsisi ini
untuk data dasar.

TERIMA KASIH