Você está na página 1de 16

AMEBIASIS

TIARA AYU PRATIWI


1310211201

Amebiasis adalah penyakit infeksi usus besar yang


disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica
Banyak terdapat di negara berkembang yang berada di
daerah tropis
Bisa disebabkan:
- faktor kepadatan penduduk
- higiene individu kurang
- sanitasi lingkungan hidup kurang baik
- Sosial ekonomi rendah

Ditularkan secara: fekal oral langsung (melalui tangan)


atau secara tidak langsung (melalui air minum dan
makanan yang tercemar, pupuk dari kotoran manusia)
Sumber penularan: bisa melalui tinja yang mengandung
kista amuba yang berasal dari carrier
Vektor: lalat dan kecoak

Etiologi

1.

2.

Entamoeba Histolytica merupakan protozoa komensial usus


besar yang pada kondisi tertentu dapat berubah menjadi
patogen.
Bentuk yang dapat menginfeksi:
Trofozoit patogen (>10mm) dapat dijumpai di intestinal
maupun ekstraintestinal, dapat mengakibatkan gejala
disentri.
Kista muda dan dewasa

Berdasarkan berat ringannya gejala

Klasifikasi

Carier
Tidak ada

Amebiasis Intestinal Ringan


Perut kembung, nyeri, diare 4-5 kali sehari berbau busuk terdapat darah dan lendir, demam (+/-) hepatomegali
(+/-) nyeri tekan (+/-)

Amebiasis Intestinal Sedang


Diare berbau busuk dan lendir, lemah, demam +, hepatomegali + nyeri tekan +

Amebiasis Intestinal Berat


Diare > 15 kali berbau busuk terdapat darah dan lendir yang banyak, mual muntah, anemia

Amebiasis Kronik
Mirip gejala ringan dan berulaang

Px Penunjang
1. Mikroskopik tinja -> Gold Standard
(+) ditemukan kista berbentuk bulat berkilau seperti mutiara
dan trofozoit bergerak aktif seperti keong menggunakan
pseudopodianya yang seperti kaca, adanya eritrosit didalamnya
2.
Prostoskopi, sigmoidoskopi, kolonoskopi
(+) terlihat adanya ulkus khas tepi menonjol tertutup eksudat
kekuningan mukosa antar ulkus normal
3. Biopsi jaringan usus
(+) trofozoit berisi eritrosit dikelilingi eosinophil
4. Uji serologi
(+) Amebiasis hati -> trofozoit menembus jaringan

Komplikasi

Komplikasi intestinal: perdarahan usus, perforasi,


ameboma
Komplikasi ekstraintestinal: amebiasis hati,
pleuropulmonal, otak, hati, limpa, kulit

Tatalaksana

Amebiasis berat: infus cairan elektrolit


bila perlu transfusi darah

Metronidazole
A : peroral baik
D : ke seluruh cairan dan jaringan tubuh
M : interaksi dengan inducer dan inhibitor enzim metabolisme di hati
E : urine

ESO : mual, muntah, nyeri epigastrium, kram perut, rasa logam, vertigo, parestesi
Amubisid Luminal
1.
.
.
.

DILOKSANID FUROAT
Indikasi : amubiasis intestinal
Pemberian p.o
ESO : ringan : flatulen, urtikaria, mulut kering

2. PAROMOMISIN
.
Trmsk aminoglikosid
.
Hampir tidak diabsorpsi
Menurunkan populasi flora intestinal
. Amubisid langsung : efek pd membran sel amuba
. ESO : ggn sal cerna
.


.
.

.
.

Nonfarmako:
Makan dan minum serta lingkungan yang bersih
Air minum harus dimasak hingga mendidih, makanan di
masak hingga matang
Cuci tangan sebelum makan
Carrier harus diobatai dan dilarang menjadi juru masak
selama di dalam tinjanya masih ada kista amoeba

Prognosis: baik jika belum ada komplikasi dan ditangani


dengan tepat

TERIMAKASIH