Você está na página 1de 32

AKUNTANSI

PERTANGGUNGJAWABAN
Asep Kurniawan, S.Pd., M.Pd

Organisasi Desentralisasi dan


Akuntansi Pertanggungjawaban
KebanyakanOrganisasi
Organisasidipecah
dipecah kedalam
kedalamunit,
unit,divisi,
divisi,
Kebanyakan
segmen,unit
unit bisnis,
bisnis,pusat
pusatkerja,
kerja,atau
ataudepartemen
departemenyang
yanglebih
lebihkecil
kecil
segmen,
yangmempunyai
mempunyaitanggungjawab
tanggungjawabtertentu
tertentu
yang
Kapankesesuaian
kesesuaiantujuan
tujuandicapai
dicapai??
Kapan
Ketikamanajer
manajersub
subunit
unitorganisasi
organisasimemiliki
memiliki
Ketika
doronganuntuk
untukmelaksanakan
melaksanakankepentingan
kepentingan
dorongan
bersamaorganisasi
organisasi
bersama
KESESUAIANPRILAKU
PRILAKU
KESESUAIAN
PenilaianKinerja
Kinerjadan
dansistem
sisteminsentive
insentivedirancang
dirancanguntuk
untuk
Penilaian
mendorongpegawai
pegawai untuk
untukmeyesuaikan
meyesuaikan tujuan
tujuan
mendorong
pribadinyadengan
dengantujuan
tujuanperusahaan.
perusahaan.
pribadinya

Desentralisasi Organisasi dan


Akuntansi Pertanggungjawban
KESESUAIAN
KESESUAIAN
TUJUAN
TUJUAN

KESESUAIAN
KESESUAIAN
PRILAKU
PRILAKU

AKUNTANSI
AKUNTANSI

PERTANGGUNGJAWABAN
PERTANGGUNGJAWABAN

Beberapa
Beberapakonsep
konsepdan
danalat
alatyang
yang
digunakan
untuk
mengukur
digunakan untuk mengukurKinerja
Kinerja
Pegawai
Pegawaidan
dandepartemen
departemenyang
yang
Bertujuan
Bertujuanuntuk
untukMencapai
MencapaiTujuan
Tujuan
atau
ataukesesuaian
kesesuaianPrilaku
Prilaku

Sentralisasi Vs.
Desentralisasi
Organisasiyang
yang
Organisasi

Centralized
Centralized

OrganisasiYang
Yang
Organisasi

Decentralized
Decentralized

Manfaat dan kerugian Organisasi


Sentralisasi dan Desentralisasi

Manfaat

Manajer sub unit adalah spesialis


Hak otonom dalam pembuatan
keputusan menjadi latihan
manajemen bagi manajer yg lebih
rendah
Manajer dengan otoritas yang
dimilikinya membentuk motifasi
yang lebih besar
Pendelegasian wewenang dapat
mengurangi kesibukan bagi manajer
tingkat atas
Memberdayakan pegawai
menggunakan pengetahuan dan
keahliannya untuk melaksanakan
operasi perusahaan
Pendelegasian wewenang bagi level
yang paling bawah memungkinkan
organisasi utk merespon kesempatan
dan problem yg meningkat

Kerugian

Manajer kadang kadang memilki


fokus hanya terhadap kinerja unit
the organizations overanya dari
pada tujuan organisasi secara
keseluruhan
Fokus yang sempit ini
menyebabkan manajer
mengabaikan konsekuensi
tindakannya terhadap sub unit
lain organisasi
Terjadi duplikasi yang tidak perlu
pada beberapa tugas atau
pelayanan

SISTEM AKUNTANSI
PERTANGGUNGJAWABAN
Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupakan
metode pengendalian biaya. Biaya dalam sistem
akuntansi pertanggungjawaban dihubungkan
dengan manajer yang memiliki wewenang untuk
mengkonsumsi sumber daya. Karena sumber
daya yang digunakan harus dinyatakan dalam
satuan uang dan itu merupakan biaya, maka
sistem
akuntansi
pertanggungjawaban
merupakan satu metode pengendalian biaya
yang
memungkinkan
manajemen
untuk
melakukan pengelolaan biaya.

Hariadi (2002), sistem akuntansi pertanggungjawaban adalah


sistem yang berkaitan dengan berbagai pusat pengambilan
keputusan
dalam
struktur
orang
untuk
memudahkan
pengendalian biaya dan penghasilan yang menjadi tanggung
jawab pusat-pusat pertanggungjawaban.
Hariadi
(2002),
sistem
akuntansi
pertanggungjawaban
merupakan sistem yang berusaha menciptakan kondisi agar
rencana yang disusun oleh manajemen dapat terealisir dan
mampu mendorong setiap pelaku orang untuk bekerja dengan
benar dan bertanggungjawab.
Simamora (1999), sistem akuntansi pertanggungjawaban
merupakan bagian dari informasi yang disediakan bagi para
manajer. Sistem ini merupakan sistem pengukuran keuangan
yang mencatat rencana-rencana dan kinerja menurut variabelvariabel keuangan, terhadapnya manajer bertanggungjawab.

Sistem
akuntansi
pertanggungjawaban
tradisional (traditional responcibility accounting)
yaitu
akuntansi
pertanggungjawaban
yang
mengfokuskan pengendalian terhadap konsumsi
sumber daya oleh responsibel manajer.
Activity-based responsibility accounting yaitu
activity-based
responsibilty
accounting
yang
memfokuskan pengedalian terhadap aktivitas yang
mengkonsumsi sumber daya.
Sistem biaya standar yaitu akuntansi manajemen
tradisional menekankan pengendalian terhadap
harga pokok penjualan (product cost).

Salah satu tanggung jawab


yang paling
penting dari akuntan manajemen adalah
memastikan akuntabilitas sumber daya
yang dioperasikan pada suatu perusahaan .
Karena itu akuntansi manajemen harus
memberikan suatu system akuntansi dan
pelaporan yang mengakumulasikan
dan
melaporkan
pendapatan,
biaya-biaya,
aktiva, utang yang sesuai, dan informasi
kuantitatif yang berhubungan
kepada
manajer. Manajer
kemudian mempunyai
pengendalian yang lebih baik atas unsurunsur tersebut.

Pengertian
Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem akuntansi
yang mengakui berbagai pusat pertanggungjawaban pada
keseluruhan perusahaan yang mencerminkan rencana dan
tindakan
setiap
pusat
pertanggungjawaban
dengan
menetapkan pendapatan dan biaya tertentu.
Akuntansi pertanggungjawaban adalah
bahwa seroang
manajer harus
bertanggung jawab atas permasalahan
tertentu dan hanya hal-hal tertentu saja divisi atau
segmennya
,
sehingga
manajer
dapat
melakukan
pengendalian pada tingkat signifikan.
Defisini
lain
dari
Akuntansi
pertanggungjawaban
(responsibility accounting) adalah suatu sistem
yang di
desain untuk mengakumulasi dan melaporkan baiya-biaya ,
menurut tingkat tanggung jawab individual pada suatu
perusahaan. Setiap area dan segmen penyeliaan dibebankan
hanya biaya yang merupakan tanggung jawabnya
dan
dibawah pengendaliaannya.

Pengertian
Akuntansi pertanggungjawaban bagian dari sistem
pengontrolan akunting yang merupakan salah-satu
faktor
yang
mendukung
implementasi
strategi,
sedangkan strategi itu sendiri merupakan rencana
pencapaian tujuan organisasi. Anthony & Govindarajan
(2004)
Hariadi (2002) Suatu sistem yang mengukur prestasi
dari
masing-masing
pusat
pertanggungjawaban
berdasarkan informasi yang disampaikan dalam
menjalankan pusat-pusat pertanggungjawaban.
Simamora (1999) Bentuk akuntansi khusus yang dipakai
untuk mengevaluasi kinerja keuangan segmen bisnis

PUSAT
PERTANGGUNGJAWABAN
Pusat
Pertanggung
jawaban
adalah
bagian
atau
unit
organisasi yang dipimpin oleh
seroang
manajer
yang
bertanggung jawab terhadap unit
yang dipimpinnya. Setiap pusat
pertanggung jawaban mempunyai
wewenang dan tanggung jawab
sesuai
peraturan
dan
kebijaksanaan yang ditetapkan
oleh perusahaan.

Desentralisasi
atau pendelegasian
wewenang
pimpinan
kepada
bawahannya,
umumnya
diberikan
dalam
suatu
organisasi
atau
perusahaan yang besar dan bersifat
pembagian tugas dan pusat tanggung
jawab bagi yang
diberi wewenang
untuk untuk melakukan tugas dan
kegiatan di unitnya atau segmen.
Desentralisasi
dilakukan
untuk
mempercepat
proses
pengambilan
keputusan
sesuai
dengan
wewenangnya.

Strutuktur organisasi adalah untuk


mendukung
pemisahan
tugas
dan
tanggung
jawab
dalam
suatu
perusahaan, dan umunya terdiri dari
tiga
bagian
yaitu
mereka
yang
menerima wewenang paling tinggi, dan
mereka yang menerima wewenang
ditingkat menengah dan di tingkat
bawahan yang melaksanakan tugas.

Perlu adanya
Pengendalian Manajemen
yaitu suatu proses di mana manajemen
dapat menjamin bahwa organisasi
telah
melaksanakan strateginya dengan efektif
dan efisien. Efektif diukur dengan antara
keluaran
pusat
pertanggungjawaban
dengan tujuan atau target yang ditetapkan
perusahaan, sedangkan efisiensi diukur
dengan perbandingan
antara keluaran
dengan
masukan
pusat
pertanggungjawaban.

Tiga Dasar Pemikiran Responasibily


Accoutning.

Biaya dapat dikelola atas dasar


tingkatan tanggung jawab manajemen.
Biaya yang diserahkan pengelolaannya
pada tingkat manajemen tertentu dapat
dikendalikan oleh manajer dari tngkatan
yang bersangkutan.
Data anggaran efektif dapat digunakan
sebagai dasar evaluasi atas kinerja.

Responsibility Accounting harus dapat


menyajikan laporan atau informasi
mengenai Input (masukan ) yang
diukur dengan uang atau biaya yang
dihasilkan oleh pusat pertanggung
jawaban, sedangkan output
( keluaran) diukur dengan satuan
uang yang disebut pendapatan.

Jenis-jenis
pusat pertanggungjawaban
1. Cost atau Expenses Center
2. Revenue Center
3. Profit Center
4.Investment Center

Cost Center
Adalah
suatu
segmen
usaha
yang
manajernya memiliki kendali atas biayabiaya tetapi tidak atas penerimaan atau
investasi.
Pusat Biaya ini merupakan yang terkecil
dari kegiatan dibidang kegiatan dimana
biaya diakumulasikan.
Suatu perusahaan memproduksi makanan,
memiliki
departemen
penelitian
dan
pengembangan ( R &D). Departemen R & D
ini diberi wewenang untuk menjual hasil R
& D, maka biaya yang dikeluarkannya
hanya utuk keperluan R & D saja Inilah
disebut Cost Center.

Cost Center

(Lanjutan)

Dalam Cost center dikenal Pusat Biaya


Diskresioneri yaitu Pusat Biaya yang
sebagian besar masukannya tidak
mempunyai hubungan yang jelas
dengan output (keluarannya). Pusat
biaya Diskresioneri ini sulit
dkuantitatifkan.
Contoh :
Departemen
keuangan,
Dep.Akuntansi, Dep.Personalia. dan
deparetemen
lainnya.
Kegiatan
departemen-departemen
ini
sulit
diukur
dengan
uang
dan
tidak

Revenue Center
Adalah pusat pertanggung jawaban yang
prestasi manajernya dinilai berdasarkan
pendapatan
(revenue)
dan
pusat
pertanggung jawabanan yang dipimpinnya.
Revenues Center ini juga merupakan Cost
Center, tetapi ukuran prestasinya yang paling
penting adalah pendapatan yang dihasilkan.
Departemen
Pemasaran
adalah
contoh
Revenue Center (diukur dengan hasil yang
dicapainya bagi perusahan ) dan juga Cost
Center Dikresionari karena diukur dengan
biaya yang dikeluarkannya, namun hal ini
tidak ada kaitannya dengan
pendapatan
yang dihasilkannya.

Profit Center
Adalah setiap segmen usaha yang manajernya
memiliki kendali atas biaya dan penerimaan.
Dengan demikian Profit Center adalah
merupakan pusat pertanggung jawaban yang
masukan (input) dan Output (keluarannya)
diukur dengan menghitung selisih antara
pendapatan dengan biaya.
Profit Center
terdapat dalam organsasi
perusahaan pada divisional yang menghasilkan
laba dari suatu produk dan jasa tertentu.
Setiap divisi yang menghasilkan laba disebut
Profit Center, seperti SBU di PT.Garuda
Indonesia,
Garuda
Maintenance
Facility
(GMF)00, Garuda Sentra Medika (GSM) dan
lainnya.

Investment Center
Adalah setiap segmen dari suatu
organisasi yang manajernya memiliki
kendali atas biaya, penerimaan dan
investasi
dalam
mengoperasikan
aktiva-aktiva.
Prestasi manajer diukur dengan
perbandingan
antara
laba
yang
dihasilkan
dengan
investasi
yang
ditanamkan
pada
pusat
pertanggungjawaban
yang
menjadi
tanggung jawabnya.
Contoh : Ada dua proyek, kalau rasio
laba investasi proyek A 30% dan proyek
B 25%, walaupun jumlah investasi di

Contoh : Divisi Kulit dari PT. Bata tingkat


labanya adalah 5% saat ini dari penjualan
sebesar $ 1,2 juta dan untuk mendanai
penjualan itu dibutuhkan Net Investment
$ 400.000. Divisi kulit ini sedang dalam
analisis bagian tertentu (Divisi R & D)
untuk meningkatkan kinerjanya; karena
laba yang diraih kurang memuaskan
manajemen. Untuk mengukur kinerja
pertanggung jawaban dari investment
center ini adalah tingkat pengembalian.

Manajemen mempertimbangkan dua


alternative yang diajukan oleh Divisi R
&D dan Pimpinan Proyek, bahwa
volume penjualan dapat meningkat
200% dengan upaya promosi sangat
agresif, tetapi menurunkan laba 4%
dari penjualan.. Untuk maksud ini
dibutuhkan tambahan Dana Inestment
sebesar $ 100.000. Pimpinan Proyek
mengusulkan agar produk yang tidak
produktif ( Divisi Kulit)
dan merugi
dihentikan saja dan manajemen segera
meningkatkan
investasi
dalam
menambah peralatan barang modal
(Capital budgeting) sebesar. nilai $

Diminta :
Buatlah schedule untuk
menghitung tingkat pengembalian
investasi di dalam divisi kulit.
Tingkat pengembalian yang
diharapkan yang akan diperoleh
dari alternative usul yang
dikemukakan oleh Divisi R &D dan
Poryek .

Jawab :
ROI = Pendapatan terkendali atau laba
investasi.
Laba
Pendapatan
terkendali
Terkendali
Rumus : ROI = ------------------- x
--------------------Pendapatan
Aktiva
= Laba terkendali
Aktiva

a. ROI saat ini.

60.000
ROI = --------- x

1.200.000

1.200.000
------------- =
400.000

= 69.000/ 400.000 =0,15


=15%

b. ROI yang diproyeksikan Divisi


R&D adalah :

96.000

(c)

= ------------x

2.400.000 (a)

2.400.000
---------500.000

= 96.000/ 500.000 = 19,20%

(a)

=
(b)

c. ROI yang diproyeksikan oleh


Pimpinan Proyek, adalah :

tambahan dana investasi $


200.000.

75.600 (f)
1.080.000 (d)

------------ x
1.080.000

(d)

--------------600.000

75.600/600.000 = 12,60%

(e)

Catatan :
(a). Penjualan ganda = $ 1.200.000 x 1 = $ 2.4
juta,
(b) Investati tambahan $ 400.000 + 100.000 =
$ 500.000,
Laba bersih baru 4% x $ 2,400.000 = $
96.000.
(d) Volume penjualan turun 10% (1.200.000x
0,90) =$ 10.080.000.
(e) INvestasi tambahan kedua $ 400.000 +
200.000 = $ 600.000.
(f) Laba bersih baru 7% x 1.080.000= $ 75.600

Terima kasih