Você está na página 1de 41

STRUMA

Rusdawati
0910070100079
Wilga Habibburahman
0910070100171
Farida Ayu
0910070100140

SMF ILMU PENYAKIT


DALAM
RSUD DR. PIRNGADI
MEDAN
2014

PENDAHULUAN
Deep Vein Trombosis (Trombosis Vena Dalam) adalah suatu
pembentukan bekuan darah (trombus) pada vena dalam. Trombus dapat
terjadi pada vena-vena profunda pada tungkai. Trombosis vena dalam
dapat terjadi pada vena lainnya (sinus cerebral, vena pada lengan, retina
dan mesenterika).
Trombus terjadi karena perlambatan dari aliran darah, kelainan
dinding pembuluh darah, atau gangguan pembekuan darah yang sering
dinamakan dengan trias Virchow. Beberapa faktor inilah yang
menyebabkan tingginya insiden trombus vena dalam

ANATOMI FISIOLOGI
VENA

Vena merupakan pembuluh darah


yang dilewati sirkulasi darah kembali
menuju jantung sehingga disebut juga
pembuluh darah balik.
Sistem vena khususnya pada
ekstremitas bawah terbagi menjadi 3
subsistem :
Subsistem vena permukaan
Subsistem vena dalam
Subsistem penghubung (saling
berhubungan)

Pada struktur anatomi vena di dapatkan katu-katup semilunaris


satu arah yang tersebar di seluruh sistem vena. Katup-katup
tersebut adalah lipatan dari lapisan intima yang terdiri dari
lapisan endotel dan kolagen, berfungsi unutk mencegah
terjadinya aliran balik, mengarahkan aliran ke arah proksimal
dan sistem permukaan melalui penghubung. Kemampuan
katup untuk menjalankan fungsinya merupakan factor yang
sangat penting, sebab aliran darah dari ekstremitas menuju
jantung berjalan melawan gravitasi.

DEFINISI

Trombosis vena dalam adalah suatu


keadaan terjadinya gumpalan darah
(trombus) pada pembuluh darah balik
(vena) dalam . Trombus dapat terjadi pada
vena-vena profunda pada tungkai.
Trombosis vena dalam dapat terjadi pada
vena lainnya (sinus cerebral, vena pada
lengan, retina dan mesenterika).

FAKTOR RESIKO
Defisiensi Anti Trombin III, protein C, protein S
dan alfa 1 anti tripsin
Tindakan operatif
Kehamilan dan persalinan
Infark miokard dan payah jantung
Immobilisasi yang lama dan paralisis ekstremitas
Obat-obatan kontrasepsi oral
Obesitas dan varices
Proses keganasan

Ada 3 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya


trombosis vena dalam, yaitu :
Cedera pada pembuluh darah balik..
Peningkatan kecenderungan terjadinya pembekuan
darah.
Melambatnya aliran darah pada pembuluh darah balik.

E
T
I
O
L
O
G
I

PATOGENESIS

GEJALA KLINIS
Keluhan dan gejala
trombosis vena dalam dapat
berupa :
Nyeri pada tungkai
Pembengkakan
Tungkai mudah lelah
Rasa panas pada tungkai
Perubahan warna kulit

D
I
A
G
N
O
S
I
S

1. Anamnesis
nyeri lokal, bengkak, perubahan warna dan fungsi berkurang.

2. Pemeriksaan Fisik
- edema ,eritema, peningkatan suhu lokal tempat yang
terkena, pembuluh darah vena teraba.
- Tes Homan (Homans test) yakni dengan melakukan
dorsoflexi pada kaki maka akan didapatkan peningkatan
rasa nyeri pada bes belakang.

Wells Score digunakan untuk stratifikasi, Clinical pre-test


probability (PTP) menjadi kelompok resiko ringan, sedang atau
tinggi.
Interpretasi skor dari Wells adalah jika didapat minimal 2 point
maka mengarah DVT dan disarankan dengan pemeriksaan
penunjang radiologis. Apabila skornya kurang dari 2 belum tentu
DVT, dipertimbangkan dengan pemeriksaan D-Dimer untuk
meniadakan diagnosa DVT.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan
Laboratorium
Pencitraan
Venograf
Ultrasonograf
MRI
Flestimograf
D& CT Scan

P
E
N
A
T
A
L
A
k
S
A
N
A
A
N

Tujuan pengobatan thrombosis vena adalah:


1. Mencegahnya meluasnya thrombosis dan timbulnya
emboli paru.
2. Mengurangi morbiditasi pada serangan akut.
3. Mengurangi keluhan pos flebitis.
4. Mengobati hipertensi pulmonal yang terjadi karena
proses tromboembeli

1. Non-Farmakologis
-. Pencegahan
profilaksis, bedrest, stocking kompresi
-. Pembedahan
ligasi
vena,
trombektomi,
Femorofmoral
grafis
,
Saphenopopliteal by pass

2. Farmakologis
Heparin standart (80 IU/KgBB) atau
LWMH, Warfarin, Streptokinase

KOMPLIKASI

EMBOLI
PARU

PERDARAHA
N

SINDROMA
POSTTROMBOTIK

P
R
O
G
N
O
S
I
S

Semua pasien dengan thrombosis vena dalam pada masa


yang lama mempunyai resiko terjadinya insufisiensi vena
kronik.
Kira-kira 20% pasien dengan DVT yang ditangani dapat
berkembang menjadi emboli paru, dan 10-20% dapat
menyebabkan kematian. Dengan antikoagulan terapi angka
kematian dapat menurun hingga 5 sampai 10 kali.

STATUS
PASIEN

ANAMNESIS PRIBADI

Nama : Suparno
Umur : 75 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Status Perkawinan : menikah
Pekerjaan : Pensiunan
Agama : Islam
Alamat : Jl. KL Yos Sudarso Lk XVI
Tanggal Masuk : 25/04/2014
MR : 92.10.77

Keluhan Utama
: Tungkai Kanan membengkak
Telaah
:
Hal ini dialami os + 2 bulan ini. Awalnya timbul rasa nyeri pada betis
kanan.Kemudian lama kelamaan membengkak dan meluas ke kaki dan paha
kanan. Disertai Nyeri dan panas pada tungkai kanan. Bengkak pada kaki kiri
(+) sejak 1 bulan ini.
Benjolan pada perut (+) disadari os sejak + 2 bulan ini, awalnya pada perut
kanan bawah dan semakin membesar dalam + 1 bulan terakhir.perut juga
dirasakan mengeras.Nyeri perut (-).
Lemas (+) dirasakan os + 1 bulan ini.Nafsu makan menurun (+).Mual (-)
Mutah (-).
Riwayat merokok (+) > 15 tahun, frekuensi 1 bungkus /hari.
Riwayat HT dan DM (-)
BAK (+) Normal .BAB (+) Normal.Riwayat BAB berdarah,perubahan pola
BAB (-).Riwayat BAK berpasir ,berdarah,tersendat (-)
RPT : Prostat
RPO : Operasi prostat tahun 1980-an (keluarga tidak ingat)

Status Praesens
Sensorium : Compos mentis Anemis (-)
Tekanan Darah : 140/70 mmHgIkterik (-)
Nadi : 96 x/i, reg, T/V cukup Dyspnoe (-)
Pernapasan
: 28 x/i Cyanosis (-)
Suhu
: 36,8 C Oedem (+)

KU/KP/KG
: Sedang/ Sedang/ Sedang
Pancaran wajah : Lemah BB : 50 kg
Sikap paksa
: (-) TB : 165 cm
Refleks fsiologis
: (+)/(+) IMT : 18.3 kg/m2
Refleks patologis
: (-)/(-)
Kesan
:Normoweight

Pemeriksaan Fisik
Kepala
Mata

: Konj.palp.inf.pucat (-), Sklera ikterik (-), RC (+/+), pupil


isokor 3mm
Telinga/Hidung
: Dalam batas normal
Mulut
: Dalam batas normal
Leher
: TVJ R-2cmH2O, pembesaran KGB (-), trakea medial.

Thorax Depan
Inspeksi : Simetris fusiformis
Palpasi : SF ka= ki kesan kedua lapangan paru normal
Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi
: SP : Vesikuler

ST : Jantung : HR 96 x / menit, reguler, desah (-), murmur (-)


Bunyi jantung : M1>M2, A2>A1, P2>P1, A2>P2

Thorax Belakang
Inspeksi : simetris fusiformis
Palpasi : SF ka= ki kesan kedua lapangan paru normal
Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi : SP : Vesikuler

ST : (-)
Abdomen
Inspeksi : Simetris membesar
Palpasi : Soepel,H/L/R tidak teraba.Teraba massa regio
inguinal dextra hingga lateral umbilical sinistra, konsistensi
keras.Nyeri (+)
Perkusi : Tympani
Auskultasi : Peristaltik usus (+) normal

Pinggang
Tapping pain : (-/-)
Ballotement : (-)
Genitalia
: Laki-laki
Ekstremitas
Superior : Edema (-)
Inferior
: dextra :swelling, rubor o/t cruris dextra
Sinistra :oedem (+)
RT (rectal toucher)
Perineum :biasa
Spinchter ani :ketat
Mukosa
: licin

Kesan : massa padat keras pada arah


jarum jam 9 ukuran sdn
Ampula recti : feces (+)
Sarung tangan
: feces (+) darah (-) lendir (-)

Hasil Pemeriksaan Laboratorium 24 April


2014

Darah Rutin

Hasil

Nilai Normal

WBC

7.800/uL

4000-11000/uL

RBC

4,06x 106 uL

4,50-6,50 x 106 uL

HGB

12,9gr/dl

13-16 gr/dl

HCT

37,8%

39-54%

MCV

93,1/fl

80-97/fl

MCH

31,8/pg

26,5-33,5/pg

MCHC

34,1/dl

31,5-35,0/dl

PLT

212.000/uL

150000-450000/uL

Kimia Klinik

Hasil

Nilai Normal

KGD
AdRandom
SGOT

79

< 126 mg/dl

38

0-40 U/I

SGPT

27

0-40 U/I

Alkaline
Phosphatase
Total Bilirubin

53

30-142 U/I

1,07

0,00-1,20 md/dl

Direct Bilirubin 0,12

0,05-0,3 mg/dl

Ureum

56

15-50 mg/dl

Creatinine

1.03

0,6-1,2 mg/dl

Uric Acid

6,7

3,5-7,0 mg/dl

Elektrolit

Hasil

Nilai Normal

Na

131

136-155 mol

4,7

3,5-5,5

Cl

101

95-103

DIAGNOSIS BANDING
- DVT o/t cruris dextra
+ Tumor Abdomen
- tumor colon
prostat
- Obstruksi Limfatik o/t cruris dextra
- Selulitis
- Elephantiasis dextra

dd: - Limfoma maligna


- tumor

DIAGNOSIS KERJA
DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen dd limfoma maligna

PENATALAKSANAAN
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Kateter terpasang
USUL
HST/D-Dimer
Foto thorax PA
Foto BNO

FOLLOW UP
Follow up pasien tanggal 25-27 April 2014
S : tungkai kanan membengkak (+) kiri (+) nyeri (+) panas (+)
: benjolan perut kanan (+) keras (+)
O : Vital Sign
Sensorium
: Compos mentis
Tekanan Darah :110-130 / 60-70 mmhg
Heart Rate : 88-80 x/I
Respiration Rate : 20-24 x/I
Temperature: 36,4-37 0c
A : DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen ec limfoma maligna
P :
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Kateter terpasang

Hasil Laboratorium 26 April 2014


Faal Hemostasis
Waktu Protrombin
INR
APTT
D-Dimer

Hasil

Nilai Normal

14,1 C: 14,0
1,1

1-1,3

24,5 C: 34,0
1800

< 500 ng/ml

Foto Thoraks PA 26 April 2014


Kesan : Cardiomegali

Follow up pasien tanggal 28-30 April 2014


S : tungkai kanan membengkak (+) kiri (+) nyeri (+) panas (+)
: benjolan perut kanan (+) keras (+)
O : Vital Sign
Sensorium: Compos mentis
Tekanan Darah
:120-130 / 70-80 mmhg Heart Rate : 92-84 x/i
Respiration Rate : 20-24 x/I Temperature: 36,9-37 0c
A : DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen dengan Ascites
P :
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Inj.Dexamethasone 1 amp/24jam

Anjuran
Darah Rutin
Albumin,Globuln,Total Protein
Lipid profle
Venography
USG Abdomen

Follow up pasien tanggal 1-3 Mei 2014


S : tungkai kanan membengkak (+) kiri (+) nyeri (+) panas (+)
: benjolan perut kanan (+) keras (+)
O: Vital Sign
Sensorium : Compos mentis
Tekanan Darah :130-140 / 70-80 mmhg Heart Rate: 80-98 x/i
Respiration Rate: 22-24 x/I
T: 37,1-37,7 0c
A : DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen denga ascites
P:
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Inj.Dexamethasone 1 amp/24 jam
Paracetamol 3x 500 mg

Hasil lab. Tanggal 01 Mei 2014

Darah Rutin
WBC
RBC
HGB
HCT
MCV
MCH
MCHC
PLT

Hasil
11.800/uL
4,13x 106 uL
10,9gr/dl
39,8%
91,1/fl
29,7/pg
32,3/dl
233.000/uL

Nilai Normal
4000-11000/uL
4,50-6,50 x 106 uL
13-16 gr/dl
39-54%
80-97/fl
26,5-33,5/pg
31,5-35,0/dl
150000-450000/uL

Lipid Profile

Hasil

Nilai Normal

Kolesterol total

208

< 220 mg/dL

Trigliserida

134

50-170 mg/dL

Kolesterol HDL

38

>55 mg/dL

Kolesterol LDL

188

< 190 mg/dL

Albumin / Globulin
Globulin
5,63
Albumin
1,47
Total protein
7,1
Hasil USG Abomen tanggal 2 Mei 2014
Kesan : Ascites

Follow up pasien tanggal 4-6 Mei 2014


S : tungkai kanan membengkak (+) kiri (+) nyeri (+) panas (+)
: benjolan perut kanan (+) keras (+) demam (+)
O: Vital Sign
Sensorium : Compos mentis
Tekanan Darah :120-140 / 70-80 mmhg Heart Rate : 90-102 x/i
Respiration Rate : 24-28 x/I Temperature: 36,9-37,8 0c
A : DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen dengan Ascites
P:
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Inj.Dexamethasone 1 amp/24 jam
Paracetamol 3x 500 mg

Follow up pasien tanggal 7-9 Mei 2014


S : tungkai kanan membengkak (+) kiri (+) nyeri (+) panas (+)
: benjolan perut kanan (+) keras (+) demam (+)
O: Vital Sign
Sensorium : Somnolen Sopor
Tekanan Darah :100-110 / 60 - 70 mmhg Heart Rate: 90-102 x/I
Respiration Rate : 26-30 x/I Temperature: 37,8-39,1 0c
A : DVT o/t cruris dextra + Tumor Abdomen dengan Ascites
P:
Tirah baring
Diet MB TKTP
IVFD RL 30 gtt/I makro
Inj Cefotaxime 1 gr/8 jam
Inj.Heparin 2 x 5000 IU (sc)
Inj.Ranitidin 150 mg/12jam
Inj.Dexamethasone 1 amp/24 jam
Paracetamol 3x 500 mg
Inj.Novaldo 1 amp

Anjuran
- Darah rutin
- Elektrolit
- RFT/LFT
- AGDA
- Konsul Anastesi untuk perawatan ICU
Hasil Pemeriksaan Laboratorium 07 Mei 2014

Darah Rutin

Hasil

Nilai Normal

WBC
RBC
HGB
HCT
MCV
MCH
MCHC
PLT

17200/uL
1,90x 106 uL
9,5gr/dl
21,2%
111,6/fl
39,5/pg
35,4/dl
241.000/uL

4000-11000/uL
4,50-6,50 x 106 uL
13-16 gr/dl
39-54%
80-97/fl
26,5-33,5/pg
31,5-35,0/dl
150000-450000/uL

Kimia Klinik

Hasil

Nilai Normal

KGD AdRandom

82

< 126 mg/dl

SGOT

33

0-40 U/I

SGPT

27

0-40 U/I

Alkaline Phosphatase

50

30-142 U/I

Total Bilirubin

1,07

0,00-1,20 md/dl

Direct Bilirubin

0,12

0,05-0,3 mg/dl

Ureum

58

15-50 mg/dl

Creatinine

1.03

0,6-1,2 mg/dl

Uric Acid

6,2

3,5-7,0 mg/dl

Elektrolit

Hasil

Nilai Normal

Na

135

136-155 mol

5,3

3,5-5,5

Cl

102

95-103

Hasil Laboratorium 9 Mei


2014
Analisa Gas Darah
Hasil

Nilai Normal
Arteri
Vena
7,35 7,457 7,31 7,417

pH

7,470

PCO2

24,7

PO2

85,5

TCO2

18,9

HCO3

18,3

Base Excess

-5,7

35 45
41 51
mmHg
mmHg
80 100
30 50
mmHg
mmHg
23 27
24 29
mmol/L
mmol/L
22 26
23 28
mmol/L
mmol/L
-2 - +2 mmol/L

O2 Saturasi

96,2

95 98 %

95 98%

Tanggal 10 Mei 2014 Pasien EXITUS jam 23.00 WIB

THANK
YOU