Você está na página 1de 22

ALAT UKUR RADIASI

PERORANGAN
ADPR

SIFAT ALAT UKUR RADIASI


PERORANGAN
Alat ukur radiasI perseorangan/dosimeter perorangan harus
bersifat :
ringan dan mudah untuk dibawa kemana-mana.
terbuat dari bahan yang cukup kuat agar dapat menahan
penggunaan seharihari,
dapat mendeteksi dan mencatat dosis radiasi yang kecil
maupun yang besar, secara konsisten dan tepat.
Pengaruh-pengaruh eksternal/lingkungan seperti:
temperatur yang tinggi, kelembaban, dan mechanical
shock tidak boleh mempengaruhi unjuk kerja alat ini.
Karena banyak Pekerja Radiasi (PR) yang diharuskan
menggunakan alat ini, secara ekonomis alat ini pun
semaksimal mungkin memiliki harga yang murah.

Ditinjau dari dari sudut pandang tingkat


sensitivitasnya, jenis alat monitor
perseorangan dikelompokkan lagi sesuai
dengan medan radiasi dan jenis radiasi di
lingkungan pekerjaan tempat Pekerja
Radiasi yang bersangkutan tersebut bekerja
dosimeter film emulsi, dikelompokkan menjadi :
(1). Dosimeter
memonitor
(2). Dosimeter
memonitor

film neutron, yang digunakan untuk


dosis radiasi neutron, dan
film gamma, yang digunakan untuk
dosis radiasi gamma.

TLD, ada yang didesain untuk memonitor radiasi


(elektron), radiasi sinar maupun campuran
berbagai jenis radiasi seperti: , n-, serta n-

Interpretasi dan evaluasi terhadap penerimaan


dosis radiasi yang telah diterima oleh pekerja
radiasi didasarkan pada hasil rekaman alat
monitor perorangan ini.
Evaluasi ini pada umumnya dilakukan secara
berkala, misalnya: setiap bulan atau kwartalan.
Sebagai penunjang pada saat melakukan
pekerjaan, pada umumnya pekerja radiasi
dilengkapi tidak hanya dengan satu jenis alat
monitor radiasi perorangan, yang memungkinkan
interpretasi/evaluasi dosis radiasi dapat
dilakukan secara cepat dan seketika setelah
selesai melakukan pekerjaan dengan radiasi.

Jenis Alat Ukur/Monitor Radiasi


Perorangan

1. DOSIMETER SAKU
Konstruksi dosimeter saku
berupa tabung silinder berisi
gas seperti ditunjukkan pada
Gambar VII.1
Dinding silinder pada
umumnya terbuat dari
alumunium atau plastik yang
permukaan bagian dalamnya
dilapisi dengan bahan
konduktor berfungsi sebagai
katoda bermuatan negatif,
sedangkan sumbu logam
dengan jarum quartz di
bagian bawahnya bermuatan
positif.

sebelum digunakan, dosimeter ini diberi


muatan menggunakan charger ,
Jarum quartz pada sumbu detektor akan
menyimpang karena adanya perbedaan
potensial
bila ada radiasi yang memasuki detektor maka
radiasi tersebut akan mengionisasi gas isian,
sehingga terbentuk ion-ion positif dan negatif.
Ion-ion ini akan bergerak menuju anoda atau
katoda sehingga mengurangi perbedaan
potensial antara jarum dan dinding detektor.
Perubahan perbedaan potensial ini
menyebabkan penyimpangan jarum berkurang.

Jumlah ion-ion yang dihasilkan di dalam


detektor sebanding dengan intensitas
radiasi yang memasukinya, sehingga
penyimpangan jarum juga sebanding
dengan intensitas radiasi yang telah
memasuki detektor. Skala dari
penyimpangan jarum tersebut kemudian
dikonversikan menjadi nilai dosis.

Keuntungan dosimeter saku :


dapat dibaca secara langsung dan tidak membutuhkan
peralatan tambahan untuk pembacaannya
Kelemahannya :
tidak menyimpan informasi dosis yang telah mengenainya
dalam waktu yang lama (sifat akumulasi kurang baik).
disebabkab oleh adanya kebocoran elektrostatik pada
detektor. Jadi, meskipun tidak sedang dikenai radiasi, nilai
yang ditunjukkan jarum akan berubah. Untuk menghindari
kebocoran yang seperti ini, diperlukan adanya sistem isolasi
yang bagus pada elektrodanya. Laju kebocoran dosimeter
yang normal untuk dosimeter saku yang baik harus kurang
dari 3 % dalam periode 48 jam. Dosimeter yang kebocorannya
lebih dari 5 % pembacaan skala penuh per hari tidak boleh
digunakan.

2. FILM BADGE
Film badge terdiri atas dua bagian,
yaitu: detektor film dan holder
Detektor jenis film dapat menyimpan
dosis radiasi yang telah mengenainya
secara akumulatif selama film itu belum
diproses
Holder film selain berfungsi sebagai
tempat film ketika digunakan, juga
berfungsi sebagai penyaring (filter)
energi radiasi

Film Badge
Prinsip: Penghitaman/densitas film. Emulsi
AgBr yang digunakan sebagai detektornya apabila
terkena radiasi akan terurai menjadi ion Ag + dan ion
Br dan setelah melalui tahapan proses
pengambangan dan pemantapan akan terjadi
bayangan laten pada film.
Tingkat kehitaman film sebanding dengan jumlah
dosis radiasi.
Holder film badge terdapat filter :Alumunium,
timah hitam dan tembaga atau seng yang gunanya
untuk membedakan jenis dan energi radiasi.
Pengukuran terbatas sampai dengan 300 rem.

FILM BADGE
Terdapat beberapa jenis filter yang digunakan,
seperti :
plastik dengan tebal 0,5 mm; 1,5 mm; dan 3
mm,
alumunium dengan tebal 0,6 mm,
tembaga dengan tebal 0,3 mm,
campuran antara Sn 0,8 mm dan Pb dengan
tebal 0,4 mm,
campuran antara Cd dengan tebal 0,8 dan
Pb dengan tebal 0,4 mm.

Film Badge

3. Dosimeter Thermoluminensi
(TLD)
menggunakan adalah kristal anorganik thermoluminensi
(misalnya bahan LiF)
Radiasi ionisasi yang memasuki detektor akan
berinteraksi dengan kristal termoluminensi, menyebabkan
elektron pada pita valensi berpindah ke pita konduksi.
Elektron-elektron ini tidak dapat kembali pada keadaan
semula, yaitu pada pita valensi karena elektron ini
sengaja dijebak oleh pita energi.
Apabila kristal dipanaskan, elektron akan kembali pada
pita valensi dengan melepaskan/memancarkan foton
cahaya. Jumlah elektron yang tereksitasi/berpindah dari
pita valensi ke pita konduksi sebanding dengan jumlah
dosis radiasi yang mengenai detektor.

Dosimeter Thermoluminensi (TLD)


untuk mengetahui jumlah dosis
radiasi dengan memanaskan kristal
TLD sampai dengan temperatur
tertentu, kemudian mendeteksi
percikan-percikan cahaya yang
dipancarkannya.
Alat yang digunakan untuk
memproses dosimeter ini adalah TLD
reader

Optically Stimulated Luminescence Dosimeter (OSLD)


terbuat dari bahan luminescent yang sama seperti yang
digunakan dalam TLD. Satu-satunya perbedaan adalah
sumber eksitasi dan teknik pembacaan yang digunakan.
Radio Photoluminescence Glass Dosimeter (RPLGD)
menggunakan senyawa kaca sebagai bahan luminescent
dan menggunakan metode eksitasi dan teknik pembacaan
yang berbeda. Prinsip dasar dari RPLND adalah bahwa
pusat-pusat warna terbentuk ketika ia bahan luminescent di
dalam kaca senyawa terkena radiasi dan fluoresensi
dipancarkan dari pusat warna setelah disinari dengan sinar
ultraviolet. Elektron tereksitasi yang dihasilkan dari pusatpusat warna kembali ke pusat warna asli setelah
memancarkan fluoresensi. Proses ini disebut fenomena
fotoluminesen radio. Karena elektron di pusat-pusat warna
kembali ke perangkap elektron setelah memancarkan
fluoresensi, dapat dibaca kembali

Perbandingan Beberapa Monitor


Perorangan
Pen
Dosimeter

Keuntungan
Dapat langsung
dibaca
Sebagai indikator
awal

Film Badge Mempunyai hard


record
Dapat dibaca ulang
Bersifat medico
legal
TLD
Mempunyai hard
record

Kerugian
Pengukuran
dosis
radiasi terbatas

Tidak dapat
digunakan ulang

Tidak dapat
dibaca

Bioassay Whole Body Counting


Sebelum bekerja di daerah yang keadaan
udara dan lingkungannya terkontaminasi,
seorang pekerja radiasi diharuskan untuk
mengkaji besarnya radiasi dan
kemungkinan tubuhnya terkena radiasi.
Bioassay adalah metode untuk menentukan
jenis, jumlah, dan tempat zat radiaoktif di
dalam tubuh manusia melalui pengukuran
langsung atau melalui analisis bahan-bahan
yang di-ekskresi-kan oleh tubuh manusia.

Bioassay Whole Body Counting


Pada umumnya whole body counting dikategorikan menjadi 3
jenis, yaitu:

1.jenis scanning
2.jenis kursi
3.Jenis stand-up
Jenis kursi :
sistem ini memiliki 3 detektor, satu untuk mengukur thyroid, satu untuk
mengukur paru-paru, dan satu untuk mengukur perut. Orang yang akan
diukur duduk di kursi, dan pengukuran dilakukan, dan hasil pengukuran
ditampilkan dalam spektrum yang terpisah. Seluruh data diproses
dengan menggunakan komputer. Setelah 5 menit pengukuran, pada
umumnya kitas sudah dapat mengetahui radionuklida dan menghitung
jumlahnya yang ada di thyroid, paru-paru, dan perut. Pada umumnya
hasil pengukuran dari whole body counting untuk menghitung dosis pada
jaringan tertentu, dan memasukan nilai tersebut dalam rekaman dosis.

Bioassay Whole Body Counting


Jenis stand-up.
Jenis stand-up pada umumnya
menggunakan detektor germanium
atau sodium iodide. Orang yang akan
diukur berdiri di depan detektor, dan
komputer akan menghitung dosisnya.