Você está na página 1de 20

ANALGETIK NON

OPIOID
(NSAID)

ANNISA WULANSARI

(201351140)

FARHAN HI KMATI AR

(201351164)

R I Z K Y F E B R I YAN T I

(201351201)

RYSA JUNAENAH

(201351206)

SYIFA NABILAH

(201351222)

YANU AR P UNG KY N

(201351225)

ANALGETIK
Analgetik atau obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi
atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (perbedaan
dengan anestetika umum). (Tjay, 2007).
Obat analgetik dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Obat Golongan Opoid
dan NSAID. Golongan Opioid bekerja pada system syaraf pusat sedangkan
golongan NSAID bekerja di reseptor syaraf perifer dan dan system syaraf
pusat.

ANALGETIKA

ANALGETIKA OPIOID

ANALGETIKA
NON OPIOID

ANALGETIKA NON OPIOID

LETS
GO

ANALGETIKA NON OPIOD (NSAID)


Obat-obatan dalam kelompok ini memiliki target aksi pada enzim, yaitu
enzim siklooksigenase (COX). COX berperan dalam sintesis mediator nyeri,
salah satunya adalah prostaglandin.
Mekanisme umum dari analgetik jenis ini adalah mengeblok pembentukan
prostaglandin dengan jalan menginhibisi enzim COX pada daerah yang
terluka dengan demikian mengurangi pembentukan mediator nyeri .
Mekanismenya tidak berbeda dengan NSAID dan COX-2 inhibitors.

ANALGETIK NON-OPIOID ATAU


NSAID/OAINS
Obat AINS dikelompokkan sebagai berikut:
1. Derivat Asam Salisilat, contoh Aspirin
2. Derivat Paraaminofenol, contoh Paracetamol
3. Derivat Asam Propionat, contoh Ibuprofen, Ketoprofen, Naproksen.
4. Derivat Asam Fenamat, contoh Asam Mefenamat
5. Derivat Asam Asetat Indol, contoh Indometasin
6. Derivat Pirazolon, contoh Fenilbutazon dan Oksifenbutazon
7. Derivat Oksikam, contoh Piroksikam dan Meloksikam

DERIVAT ASAM SALISILAT


- ASPIRIN
Rumus Molekul : C9H8O4
Berat molekul : 180,16
Nama kimia : Asam asetil salisilat
Pemerian : Hablur putih, umumnya seperti jarum atau lempengan tersusun,
atau serbuk hablur putih, tidak barbau atau barbau lemah. Stabil diudara
kering, didalam udara lembab secara bertahap terhidrolisa menjadi asam
salisilat dan asam asetat.
Kelarutan : Sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol, larut dalam
kloroform, dan dalam eter, agak sukar larut dalam eter mutlak (Ditjen
POM,1995)

ASPIRIN ( ASAM ASETILSALISILAT ATAU


ASETOSAL )
- Mempunyai efek analgetik, anitipiretik, dan antiinflamasi.
- Efek samping utama : Perpanjangan masa pendarahan, hepatotoksik (dosis
besar) dan iritasi lambung.
- Diindikasi pada demam, nyeri tidak spesifik seperti sakit kepala, nyeri otot
dan sendi (artritis rematoid)
- Aspirin juga digunakan untuk pencegahan terjadinya thrombus (bekuan
darah) pada pembuluh darah coroner jantung dan pembuluh darah otak

DERIVAT PARAAMINOFENOL
- PARACETAMOL
Menurut Dirjen POM. (1995), sifat-sifat Parasetamol adalah sebagai berikut
Sinonim : 4-Hidroksiasetanilida
Berat Molekul : 151.16
Rumus Empiris : C8H9NO2
Pemerian : Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit.
Kelarutan : larut dalam air mendidih dan dalam NaOH 1N; mudah larut
dalam etanol.
Jarak lebur : Antara 168 dan 172 .

ASETAMINOFEN (PARACETAMOL)
Merupakan penghambat prostaglandin yang lemah.
Parasetamol mempunyai efek analgetik dan antipiretik, tetapi kemampuan
antiinflamasinya sangat lemah.
Intoksikasi akut parasetamol adalah N-asetilsistein, yang harus diberikan dalam 24
jam sejak intake paracetamol.
Acetaminophen (Tylenol) adalah metabolit dari fenasetin.
Obat ini menghambat prostaglandin yang lemah pada jaringan perifer dan tidak
memiliki efek anti-inflamasi yang bermakna. Obat ini berguna untuk nyeri ringan
sampai sedang seperti nyeri kepala, mialgia, nyeri pasca persalinan dan keadaan lain.
Efek samping kadang-kadang timbul peningkatan ringan enzim hati. Pada dosis besar
dapat menimbulkan pusing,mudah terangsang, dan disorientasi.

DERIVAT ASAM PROPIONAT


- IBUPROFEN
Ibuprofen atau asam 2-(-4-Isobutilfenil) propionat dengan rumus molekul C 13H18O2
dan bobot molekul 206.28, rumus bangun dari ibuprofen adalah sebagai berikut :

Ibuprofen berupa serbuk hablur putih hingga hampir putih, berbau khas lemah
dan tidak berasa dengan titik lebur 75.0 77.5C.
Ibuprofen praktis tidak larut dalam air, sangat mudah larut dalam etanol, dalam
metanol, dalam aseton dan dalam chloroform serta sukar larut dalam etil asetat
(Ditjen POM, 1995).

IBUPROFEN
Mempunyai efek analgetik, antipiretik, dan antiinflamasi, namun untuk
antiinflamasi diperlukan dosis yang lebih besar.
Ibuprofen merupakan obat anti radang non steroid, turunan asam arilasetat
yang mempunyai aktivitas antiradang dan analgesik yang tinggi, terutama
digunakan untuk mengurangi rasa nyeri akibat peradangan pada berbagai
kondisi rematik dan arthritis. Ibuprofen dapat menimbulkan efek samping
iritasi saluran cerna, diabsorpsi cepat dalam saluran cerna, kadar serum
tertinggi terjadi dalam 1-2 jam setelah pemberian oral, dengan waktu paruh
1.8-2 jam, dosis: 400 mg 3-4 dd (Katzung, B.G., 2002; Siswandono dan
Soekardjo, B., 2000).

DERIVAT ASAM FENAMAT


- ASAM MEFENAMAT
Rumus Molekul : C15H15NO2
Berat Molekul : 241,29
Nama Kimia : Asam N-2,3-xililantranilat [61-68-7]
Pemeriaan : Serbuk hablur, putih atau hampir putih; melebur pada suhu lebih
kurang 2300 disertai peruraian
Kelarutan : Larut dalam larutan alkali hidroksida; agak sukar larut dalam
kloroform; sukar larut dalam etanol dan methanol,praktis tidak larut dalam air.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
(Depkes RI,1995).

ASAM MEFENAMAT
Asam mefenamat adalah salah satu obat dari golongan AINS (Anti Inflamasi
Non Steroid) yang merupakan turunan dari asam Nphenylanthranilic. Asam
mefenamat bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase
sehingga konversi asam arakidonat menjadi prostaglandin terganggu
(Gilman, et al., 1996).
Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik dan sebagai antiinflamasi,
asam mefenamat kurang efektif dibandingkan aspirin. Asam mefenamat
terikat sangat kuat pada protein plasma. Dengan demikian interaksi
terhadap obat antikoagulan harus diperhatikan (Wilmana dan Gan, 2007).

DERIVAT ASAM ASETAT INDOL


- INDOMETASIN
Rumus molekul : C19H16ClNO4
Berat molekul : 357.79
Nama kimia : Asam 1-(p-klorobenzoil)-5-metoksi-2-metilindola- 3-asetat [53-86-1]
Pemerian : serbuk hablur, polimorf kuning pucat hingga kuning kecoklatan; tidak
berbau atau hampir tidak berbau. Peka terhadap cahaya; meleleh pada suhu lebih
kurang 162o
Kelarutan : praktis tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol, dalam
kloroform dan dalam eter.
pKa

: 4.5

INDOMETASIN
Indometasin merupakan salah satu dari obat- obat AINS turunan indol
metilat dengan efek lebih kuat dibanding aspirin (Daniel, 2006). Semua
OAINS merupakan iritan terhadap mukosa lambung, walaupun ada perbedaan
gradasi diantara obat-obat ini (Yodhian, 1994). Oleh karena itu, banyak
penelitian yang sudah dilakukan untuk mengatasi atau memperkecil efek
iritasi yang disebabkan oleh obat- obat AINS tersebut.

DERIVAT PIRAZOLON
- FENILBUTAZON
Nama Kimia : 4-Butil-1,2-difenil-3,5-pirazolodinadion
Rumus Empiris : C19H20N2O2
Berat Molekul : 308,38
Pemerian : Serbuk hablur, putih atau agak putih, tidak berbau
Kelarutan : Sangat sukar larut dalam air; mudah larut dalam aseton dan
dalam eter; larut dalam etanol
(Ditjen POM, 1995)

FENILBUTAZON
Fenilbutazon merupakan turunan dari pirazolon yang mempunyai efek
analgesik dan inflamasi. Fenilbutazon digunakan untuk mengobati
rheumatoid arthritis dan sejenisnya. Penggunaan fenilbutazon yang banyak
akan mengakibatkan efek negatif yang berakibat fatal, seperti anemia
aplastik, agranulositosis, dan pendarahan lambung.
Oleh karena itu pemakaian fenilbutazon harus dibatasi. Efek toksik
fenilbutazon lebih berat pada penderita di atas umur 60 tahun sehingga
pemakaiannya untuk golongan ini tidak disarankan. Fenilbutazon berupa
serbuk putih atau agak putih, tidak berbau, sangat sukar larut dalam air,
mudah larut dalam aseton dan dalam eter, serta larut dalam etanol (Ditjen
POM, 1995).

DERIVAT OKSIKAM
- PIROKSIKAM
Piroksikam merupakan salah satu obat analgesik yang mempunyai waktu
paruh yang panjang. Piroksikam mempunyai rumus kimia C15H13N3O4S
dengan nama 4 Hidroksi - 2-metil-N-2-piridil-2H-1,2-benzoyiazin-3karboksamida1,1-dioksida. Piroksikam mengandung tidak kurang dari
97,0% dan tidak lebih dari 103,0% C15H13N3O4S (Ditjen POM,1995).
Pemerian serbuk hampir putih atau coklat terang atau kuning terang, tidak
berbau, bentuk monohidrad berwarna kuning. Sangat sukar larut dalam air,
dalam asam asam encer dan sebagian besar pelarut organik. Sukar larut
dalam etanol dan dalam larutan alkali mengandung air. Edentifikasi
spektrum serapan ultraviolet larutan (1 dalam 100.000) dalam asam
klorida metanol menunjukkan maksimum dan minimum pada panjang
gelombang yang sama seperti pada piroksikam BPFI (Ditjen POM,1995).

PIROKSIKAM
Piroksikam mempunyai aktivitas analgesik, antirematik dan antiradang
yang kurang lebih sama dengan indometasin, dengan masa kerja yang
cukup panjang. Piroksikam diserap dengan baik dalam saluran cerna, 99%
obat terikat oleh protein plasma (Siswondo dan Soekardjo, 2002).
Efek samping piroksikam yaitu tukak lambung, eritema kulit, sakit kepala,
gagal ginjal akut, dan nefritis interstitial akut. Piroksikam tidak dianjurkan
diberikan kepada wanita hamil dan pasien tukak lambung. Efek pada kulit
terjadi ruam pada pasien yang memakai piroksikam (Wilmana, 2007).

DAFTAR PUSTAKA
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28835/4/Chapter%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31341/4/Chapter%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17947/4/Chapter%20II.pdf
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/.../4/Chapter%20II.pdf
http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/6150/Lisa%20Dew
i%20Hartini%20-%
20081810301005.pdf;sequence=1
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/53939/4/Chapter%20II.pdf