Você está na página 1de 16

Audit Plan, Audit Program, Audit

Procedures, Audit Teknik, Resiko


Audit dan Materialitas

KELOMPOK 8
FAHRUL KHUSAINI
B.211.15 0112
ARTHA HARVIA A.C
B.211.15.0113
AMALINA PUTRI T B.211.15.0118
MEIDA DEWI N.F
B.211.15.0121

AUDIT PLAN
AUDIT PROGRAM
AUDIT PROCEDURES DAN AUDIT
TEHNIK
RESIKO AUDIT DAN MATREALITAS

Perencanaan Audit
(Audit Plan)
Standar pekerjaan lapangan pertama berbunyi : Pekerjaan
harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten
harus disupervisi dengan semestinya
Meliputi Pengembangan strategi yang menyeluruh terhadap
pelaksanaan dan lingkup audit yg diharapkan. Sifat, luas dan
saat perencanaan bervariasi dg ukuran kompleksitas badan
usaha, pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis usaha.
Agar dapat membuat perencanaan audit dengan sebaikbaiknya, auditor harus memahami bisnis klien dengan sebaikbaiknya (understanding client business), termasuk sifat dan
jenis usaha klien, struktur organisasinya, struktur permodalan,
metode produksi, pemasaran, distribusi dll.

Isi dari Audit Plan :


Hal-Hal Mengenai Klien
Hal-hal yang mempengaruhi klien
Rencana Kerja Auditor

Hal-hal mengenai klien


Bidang usaha klien, alamat, telp, fax, email dll.
Status hukum perusahaan (nama pemilik,
permodalan)
Accounting policy
Neraca dan L/R komparatif
Client contact (pres dir, controller, kabag
akuntansi)
Accounting, auditing, tax problem

Hal-hal yang mempengaruhi klien


Bisa didapat di majalah-majalah
ekonomi/suratkabar, antara lain : Business
News, Ekonomi Keuangan Indonesia.

Rencana kerja auditor


Staffing (nama partner, manager,
supervisor, senior dan asisten)
Waktu pemeriksaan (kapan mulai, berapa
lama dan berakhir)
Jenis jasa yang diberikan (general audit,
special audit, perpajakan dll)
Time schedule
Bantuan tambahan

Audit Program :
Membantu Auditor dalam memberikan perintah
kepada asisten mengenai pekerjaan yg harus
dilaksanakan, audit program yg baik harus
mencantumkan :

Tujuan Pemeriksaan
Audit Prosedur yang harus
dilaksanakan
Kesimpulan pemeriksaan

Audit Procedures :
Adalah langkah-langkah yg harus
dijalankan auditor dalam melaksanakan
pemeriksaannya dan sangat diperlukan
oleh asisten agar tidak melakukan
penyimpangan dan dapat bekerja secara
efektif dan efisien

Audit Procedures dilakukan dalam


rangka mendapatkan bukti-bukti
audit (audit evidence). Untuk itu
diperlukan AUDIT TEKNIK, yaitu
cara-cara untuk memperoleh bukti
audit seperti Konfirmasi, observasi,
inspeksi, tanya jawab dll.

RISIKO AUDIT DAN


MATERIALITAS
Risiko Audit : risiko yang timbul karena auditor
tanpa disadari tidak memodifikasikan
pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu
L/K yang mengandung salah saji material.
Pernyataan menyajikan secara wajar, dalam
semua hal yang material, sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
menunjukkan keyakinan auditor bahwa L/K
secara keseluruhan tidak mengandung salah
saji material.

Salah saji dapat terjadi sebagai akibat dari


kekeliruan atau kecurangan.
Kekeliruan berarti salah saji atau
penghilangan yang tidak disengaja jumlah
atau pengungkapan dalam L/K
Faktor utama yang membedakan
kecurangan dengan kekeliruan adalah
apakah tindakan yang mendasarinya yang
berakibat pada salah saji dalam L/K
merupakan tindakan yang disengaja atau
tidak disengaja.

Materialitas adalah besarnya informasi


akuntansi yang apabila terjadi penghilangan
atau salah saji, dilihat dari keadaan yang
melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau
mempengaruhi pertimbangan orang yang
memberikan kepercayaan atas informasi
tersebut.
Auditor harus mempertimbangkan risiko audit
dan materialitas dalam merencanakan audit
guna memperoleh bukti audit yang kompeten
dan mengevaluasi apakah L/K secara
keseluruhan disajikan secara wajar.

Jenis-jenis risiko
Risiko bawaan : kerentanan suatu saldo akun atau golongan
transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi
bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait.
Risiko pengendalian : risiko bahwa suatu slah saji material
yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau
dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.
Risiko deteksi : risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi
salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi. Risiko ini
timbul sebagian karena ketidakpastian yang ada pada waktu
auditor tidak memeriksa 100% saldo akun atau golongan
transaksi, dan sebagian lagi karena ketidakpastian lain yang
ada, walaupun saldo akun atau golongan transaksi tersebut
diperiksa 100%.

Terimakasih