Você está na página 1de 20

PENGANTAR

1. Mentakrifkan Biofarmasetika, Farmakokinetika,


Kemobiokinetika dan Farmakokinetik Klinik
2. Menyebutkan hubungan Biofarmasetika dan
Farmakokinetika
3. Menjelaskan Fase Farmasetik, Fase
Farmakokinetik, Fase Farmakodinamik dari
obat digunakan Respons
4. Lingkup Ilmu Penunjang Farmakokinetika
5. Kegunaan Farmakokinetika
SIGNIFICANT FIGURES Data eksperimen
1. 13,2764 13,28
s.f. 13,2744 13,27
53 2
530,0 4 2. 442,75 442,8
0,00053 2 58,4 58,4
5,0030 5 2,680 2,7
5,3 . 10-2 2 503,9
5,30 . 102 3
3. 2,67 x 3,2 = 8,544

8,5

Presisi , akurasi
LOGARITMA & EKSPONENSIAL

103 = 1000 log 1000 = 3


101 = 10 log 10 = 1
100 = 1 log 1 = 0

10-1 = 0,1 log 0,1 = -1


10-2 = 0,01 log 0,01 = -2
10-3 = 0,001 log 0,001 = -3

2,303 log N = In N
Log ab = log a + log b
Log a/b = log a log b
Log ax = x log a
- log a/b = log b/a

Mis : log 35 = log 3,5 x 10 = log 3,5 + log 10


log 0,028 = log (2,8 x 10-2) = log 2,8 + log 10-2
GRAFIK : KURVA, PLOT

1. Data - variabel bebas (sumbu X)


- variabel tergantung (sumbu Y)
menghasilkan ukuran/parameter arti/manfaat

2. Gambar hubungan var bebas dan var tergantung


Hubungan fungsi matematik
Y=.x(?)

3. Data Vs Kurva ?
Data Vs model konsep matematik untuk proses yang terjadi

a. cocok betul ? Cara uji kebenaran


b. tidak cocok ? Data Vs model matematik

CURVE FITTING
1. KERTAS GRAFIK
a. Cartensian, Rectangular
b. Semi Logaritma
c. Log log
d. Probit log

2. SLOPE, KOEF ARAH, tg (sudut)


tg > 0, = 0, < 0

3. INTERSEP
200
-
Klirens kreatinin (ml/mm)
-
100 -
-
-
-
-
- o>
-
- o+
-
-
20 -
-
-
-
10 -
-
-
-
-
-
2
-
-
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
0,1 0,2 Konsentrasi
1 serum kreatinin
10 (mg/100 ml) 50

o+ Clcr = antilog (1,8883 1,20 log Ccr)


o> Clcr = antilog (2,0080 1,19 log Ccr)
KINETIKA ?

Kinesis : Perpindahan/gerakan dari waktu t


ke waktu t !

Farmakon : - Obat
- Racun/bahan kimia/pollutant
(Chemobiokinetics 1976 WHO)
Ada hubungan perubahan obat
invivo kegunaan dalam terapi ?

(Clinical Pharmacokinetics 1976


WHO)
KINETIKA

FUNGSI / TERAPAN :
1. Stability & Incopatibility
Inaktivasi dekomposisi bentuk sediaan
2. Disolusi dx/dt = PA/l (C1 C2)
3. Proses ADME
4. Aksi obat pada tingkat molekuler
BIOFARMASETIKA FARMAKOKINETIKA

PENGARUH LADME
Formulasi absorpsi Perjalanan/keberadaan
obat dalam tubuh
(invivo) kinetik
Sifat Kimia Fisika

1. Bahan baku obat L : Lepasnya obat dari


sediaan
2. Bentuk sediaan A : Absorpsi
3. Pabrikasi D : Distribusi
4. Rute pemakaian M : Metabolisme
5. Komposisi formula E : Eliminasi/Ekskresi
(buffer, pH)
L A II DM EFEK
LEPASNYA OBAT DALAM K1 OBAT DALAM
OBAT / LRT Ka SALURAN K2 JARINGAN KLINIK/
I DARAH/TUBUH TITIK TANGKAP FARMAKOLOGIK

K E

ELIMINASI

REAKSI KINETIK : A B C

I. FASE FARMASETIK / BIOFAR & FORMULASI


II. FASE FARMAKOKINETIK
III. FASE FARMAKODINAMIK / TERAPETIK
?
OBAT EFEK TERAPI

- FARMAKODINAMIK
- FARMAKOKINETIK

FARMASETIK

OBAT EFEK

OR

EFEK / RESPON

L : LEPAS DARI SEDIAAN : SIAP DIABSORPSI DARAH


A : CEPAT ABSORP : CEPAT DALAM SIRKULASI
D : DISTRIBUSI CEPAT : CEPAT BEKERJA
M : METABOLISME : MERUBAH OBAT YANG TAK TERPAKAI
E : ELIMINASI : AKUMULASI ?
KEGUNAAN FARMAKOKINETIKA

1. MERANCANG FORMULASI BARU/


MEMPERBAIKI FORMULASI
2. EVALUASI MUTU INVIVO
3. MERANCANG OBAT BARU
4. TERAPI :
DOSIS
PENYAKIT Vs KEBERADAAN OBAT
KEAMANAN DAN KEEFEKTIFAN OBAT
LADME OBAT BARU
DOSE SIZE (BESARAN DOSIS)

c c

D D
Linier Non Linier
1. Order satu 1. Jenuh (saturasi
dosis kadar 2. M M
3. t 0,693/k 3. dosis c
4. t f dosis
Catatan :
Saturasi dapat terjadi pada :
1. Abs (carier/pembawa)
2. Dist (reaksi c protein plasma)
3. Metab (enzim)
4. Eliminasi (sekr. Aktif tubuler)
REAKSI NON LINIER MICHAELIS MENTEN

k1 k3
E + S ES P + E
k2 k4

Kecepatan pembentukan produk ( V ) dapat diwakili oleh


Tetapan MM Vmaks dan Km

Vmaks : Kec. Metabolisme maksimum ~ E tot E


Km : tetapan disosiasi dari kompleks ES

V = Vmaks a : 2,3 mg/kg BB


c b : 4,7 mg/kg BB
b c : 7,9 mg/kg BB
a

Perbedaan eliminasi dosis rendah


dan dosis tinggi pada fenitoin
KINETIKA NON LINIER
Hubungan peningkatan kadar obat dalam darah
dan dosis tidak sebanding
Eliminasi obat berubah oleh pengaruh
perubahan dosis
Setiap individu mempunyai kapasitas
kejenuhan enzim yang berbeda-beda
Reaksi kejenuhan enzim dapat dipengaruhi
oleh induksi enzim dan inhibitor, misalnya pada
pemakaian obat yang lama atau interaksi obat