Você está na página 1de 117

Fundamental Safe Work Practices

Selamat Pagi
dan
Selamat Datang

2 5 Work
permit LOTO

1 4 7
Access
Control SOP / JSA
House
keeping

Our goal
Achieve Safe Operation
3 6 PPE MSDS

1
AGENDA
TOPIK WAKTU FACILITATOR
Renungan Keselamatan 08:00 08:10 10
Pembukaan 08:10 08:20 10
Pre-Test 08:20 08:40 20
Pendahuluan 08:40 09:10 30
Prosess Access Control 09:10 09:40 30
Prosess General Work Permit 09:40 10:10 30
Rehat 10:10 10:20 10
Proses PPE 10:20 10:40 20
Proses SOP/JSA 10:40 11:00 20
Proses LOTO 11:00 11:20 20
Proses MSDS 11:20 11:40 20
Proses Housekeeping 11:40 12:00 20
Rehat / Makan Siang 12:00 13:00 60
Proses Konsekuensi dan Akuntabilitas 13:00 13:30 30
Post-Test 13:30 13:50 20
Diskusi Hasil Post Test and Plus /Delta 13:50 14:20 30 All
Penutup 14:20 14:30 10 2
Renungan Keselamatan
(HES Moment)

3
PRE-TEST

Petunjuk Test
Test ini merupakan ukuran pengetahuan anda tentang FSWP
Tulis nama anda dengan jelas di Lembar Jawaban
Pilih jawaban yang paling benar
Beri tanda silang (X) jawaban yang paling benar di Lembar Jawaban
Waktu 20 menit

4
KENAPA HARUS SAFETY

Datang Sehat, Kerja Giat, Pulang Selamat


Access Control
Work Permit
SOP/JSA
Masa Depan Cerah PPE Keuntungan yang besar
Sehat Jasmani Lock Out Tag Out Perusahaan Yang Dihargai
Sehat Rohani MSDS Diperhitungkan didunia bisnis
Cukup Materi
Housekeeping

5
TRAINING RESULTS
FSWP TRAINING RESULT
100

75
S c o re

50

25

0
DLTs TMs TLs Members BPs

Pre test Post Test Passing Grade

Total Total Did not


Job Title Pass Fail
Candidate Participant show up
DLTs 6 4 4 2
TMs 31 26 26 5
TLs 245 238 237 1 7
Members 147 146 145 1 1
BPs 185 168 159 9 17
Total 614 582 571 11 32
6
PELAKSANAAN WORKSHOP
Aturan Dasar

Komitmen untuk menghadiri dengan penuh waktu

Matikan nada dering handphone Anda

Dengarkan dengan seksama

Berdialog aktif untuk mendapatkan pemahaman yang sama

Hindari memonopoli diskusi

Hindari berbicara menyimpang dari topik bahasan

Hindari terlibat ke dalam side conversation

Memberikan masukan dengan cara yang baik


7
OPENING

Pesan dari Vice President Duri OU

Safe and Incident Free Operation (SIFO)

SIFO diterapkan pada semua jenis pekerjaan


dan kepada semua orang yang terlibat

Setiap orang dari kita berkeinginan untuk


menyelesaikan pekerjaan kita tanpa terjadi
kecelakaan
David L. Madison

Setiap pekerja bertanggung-jawab dan


bertanggung-gugat (accountable) terhadap
kebiasaan dan praktek kerja yang selamat.

Partisipasi anda untuk menunjukkan kepatuhan


terhadap fundamental safety

Visi OE untuk tempat kerja yang bebas dari


kecelakaan. 8
PESAN VICE PRESIDENT SUMATRA LIGHT OPERATIONS
Pegawai Sumatra Light Operations dan Mitra Kerja,

Safe Operation adalah salah satu elemen dari Operational Excellence (OE) yang
merupakan cara kerja yang selamat. Safe Operation di terapkan pada semua jenis
pekerjaan yang di lakukan di lapangan Sumatra Light Operations dan kepada semua
pegawai yang terlibat dalam melakukan semua jenis pekerjaan. Tujuannya sudah jelas
yaitu setiap orang, termasuk kita, berkeinginan untuk menyelesaikan pekerjaan masing-
masing tanpa terjadi kecelakaan yang menimpa rekan-rekan sekerja ataupun kepada diri
kita sendiri.

Team Fundamental Safe Work Practices (FSWP) telah membuat buku saku panduan
keselamatan kerja di lapangan (tempat kerja ) yang merupakan petunjuk praktis untuk
pegawai beserta mitra kerja dalam melaksanakan prinsip dasar keselamatan yang
berhubungan dengan tugasnya sehari-hari. Buku saku ini di dukung oleh suatu komitmen
dari jajaran Pimpinan Sumatra Light Operations untuk mengembangkan kompetensi
pegawai dan menetapkan suatu lingkungan kerja dimana setiap pekerja bertanggung
jawab (responsible) dan bertanggung gugat (accountable) terhadap kebiasaan dan
praktek kerja yang selamat.

Terima kasih atas partisipasi dan untuk menunjukkan kepatuhan terhadap prinsip dasar
keselamatan dalam mencapai visi OE yaitu nihil kecelakaan, nihil tumpahan minyak, dan
nihil down time.

Hormat saya,

/S/ Suwito Anggoro


VP. Sumatra Light Operation
21 April 2004 9
PENDAHULUAN
Mengapa kita di sini?

Hasil assessment, inspeksi serta kunjungan lapangan oleh


Management IBU beberapa waktu yang lalu menunjukkan
bahwa pelaksanaan HES perlu diperbaiki khususnya dalam
hal Fundamental Safety antara lain: Access Control,
General Work Permit, LOTO, PPE, SOP/JSA, MSDS dan
Housekeeping

Kita belum memenuhi salah satu harapan dari elemen Safe


Operations (Elemen no. 3) dari Operational Excellence yaitu:
Proses pelaksanaan keselamatan yang komprehensif harus
ada disetiap lokasi/fasilitas.

10
PENDAHULUAN
Mengapa kita di sini?

Proses benar, hasil bagus


Perilaku selamat(sesuai proses), hasil selamat (bagus)
HIGH
ACHIEVEMENT

LUCKY
OPERATIONAL
EXCELLENCE

UNACCEPTED NEED
OPERATION IMPROVEMENT
LOW

BAD GOOD
PROCESSES

11
PENDAHULUAN
CPDEP FOR CHANGE Roadmap
Feb 03 Mar 03 May 03 Dec 03 Dec 04
Phase 1 Phase 2 Phase 3 Phase 4 Phase 5
Identify & Assess Opportunity Generate & Select Alternatives Develop Preferred Alternative Execute Operate & Evaluate
Endorser/DE: DLM Endorser/DE: DLM Endorser/DE: DLM Endorser/DE: DLM Endorser/DE: ???
Decision Review Board: ABMS, Decision Review Board: Decision Review Board: ABMS, RJD, HHD, Decision Review Board: ABMS, Decision Review Board:???
RJD, HHD, EKO, PAUL ABMS, RJD, HHD, EKO, PAUL EKO, PAUL, ATNM RJD, HHD, EKO, PAUL, ATNM
Have Are
Improve processes Proceed with Feedback Is changes
Proceed with implementation
to ensure FS is implemented alternatives on draft implementation Sustained by
selected metrics
effectively and consistently development implementation Plan / funding the organization
Alternative Been achieved
? plan Approved ?
? ?
?

Alternatives Considered Draft Implementation Implementation Plan Sustained Change
Project Frame Refined Business Case/ Progress /Result
Evaluation Criteria Plan Result Metrics
Project Roadmap Funding Metrics
Preferred Alternative Lessons Learned
Business Case
Draft Implementation
Strategy

Project Leader: Eddy Setyowarno Project Leader: Eddy Setyowarno Project Leader: Eddy Setyowarno Project Leader: Eddy Setyowarno Project Grand Champion: ?????
Team Members: Agus Paminto, Atmadi, Nurdin Team Members: Agus Paminto, Atmadi, Nurdin Team Members: Agus Paminto, Atmadi, Nurdin BS, Irwan Munir, Team Members: Agus Paminto, Atmadi, Nurdin Area North Champion and members: ???
BS, Irwan Munir, Yoyong Suhendar, Kamsuri, BS, Irwan Munir, Yoyong Suhendar, Kamsuri, Yoyong Suhendar, Kamsuri, Wahyu Hidayat, Azwir Geneng, RD BS, Irwan Munir, Yoyong Suhendar, Kamsuri, Area South Champion and members: ????
Wahyu Hidayat, Azwir Geneng, RD Setyawan, Wahyu Hidayat, Azwir Geneng, RD Setyawan, Setyawan, Rusli Yanuar, Syaludin, Dasril Zainudin, Nasrul Wahyu Hidayat, Azwir Geneng, RD Setyawan,
Rusli Yanuar, Syaludin, Dasril Zainudin, Nasrul Rusli Yanuar, Syaludin, Dasril Zainudin, Nasrul Zulkarnain, Djoko Santoso, Irlinus Yunir, Untung TS, Hermansyah, Rusli Yanuar, Syaludin, Dasril Zainudin, Nasrul
Zulkarnain, Djoko Santoso, Irlinus Yunir, Untung Zulkarnain, Djoko Santoso, Irlinus Yunir, Untung Aljufri Tahar, Edward Hutahaean Zulkarnain, Djoko Santoso, Irlinus Yunir, Untung
TS, Hermansyah, Aljufri Tahar, Edward TS, Hermansyah, Aljufri Tahar, Edward Hutahaean TS, Hermansyah, Aljufri Tahar, Edward
Hutahaean Hutahaean

FOCUS ITEMS: FOCUS ITEMS: FOCUS ITEMS: FOCUS ITEMS: FOCUS ITEMS:
Assess the project Develop evaluation criteria Draft implementation plan Develop supporting materials for Execute the operating plan for
Frame the project Develop alternatives Test draft implementation plan by engaging implementation long-term sustainability
Define the project Deploy initial communication plan stakeholders Engage stakeholders in executing Evaluate implementation
Conduct the Mid-Phase 3 DRB Meeting as implementation plans success
Secure sponsorship Test alternatives through inquiry
needed Monitor progress and results Sunset/disband the project
Conduct stakeholder analysis Refine stakeholder analysis
Complete implementation plan, estimate Update plans based upon team
Conduct preliminary gap analysis Refine alternatives based on
resources progress & results measures Monitor and evaluate on an
Conduct Phase 1 DEQ inquiry result
Draft the operating plan for sustainability Finalize operating plan for long- ongoing basis
Assessment Refine project plan
Update cost estimate & business case with term sustainability Conduct the 1-year business
Conduct Phase 1 DRB Meeting Conduct Phase 2 DEQ look back
financial analysis Conduct Phase 4 DEQ
Assessment
Conduct Phase 3 DEQ Assessment Assessment
Conduct Phase 2 DRB Meeting
Conduct Phase 3 DRB Meeting Conduct Phase 4 DRB Meeting

12
PENDAHULUAN
Proses Keunggulan Operasi (OE Process)

Terdiri dari 5 komponen:

1. Tujuan, Ruang Lingkup dan Objektif

2. Prosedur

3. Sumber Daya dan Tanggung Jawab

4. Pengukuran dan Verifikasi

5. Perbaikan Berkesinanbungan

13
PENDAHULUAN

Proses FSWP

General
Access Control PPE SOP/JSA LOTO MSDS Housekeeping
Work Permit

1. Tujuan dan ruang lingkup


2. Prosedur
3. Infrastruktur
Infra yang dibutuhkan
Dokumentasi
4. Pelaksanaan
Training
Kompetensi
5. Pengukuran dan Verifikasi
Observasi Perilaku
Penilaian Hasil / Kinerja
14
PENDAHULUAN
Apa yang Anda dapatkan dari kelas ini?

Pemahaman tentang proses pelaksanaan FSWP


Pemahaman tentang observasi pelaksanaan FSWP
Pemahaman tentang penilaian kinerja FSWP
Pemahaman tentang proses konsekuensi

15
KONTROL MASUK
(ACCESS CONTROL)

16
ACCESS CONTROL

Tujuan

Memastikan bahwa hanya orang yang berhak saja yang


dapat masuk/bekerja di dalam fasilitas.

Berwenang
Punya alasan yang absah
Terkait dengan operasi dan punya kepentingan bisnis
Memahami dan memenuhi persyaratan memasuki dan
bekerja di dalam fasilitas

Menjaga keselamatan dan keamanan orang, serta fasilitas


yang ada di dalamnya.

17
ACCESS CONTROL

Ruang Lingkup

Berlaku bagi semua fasilitas operasi di dalam area Indonesia


Business Unit (IBU) seperti:

o Gathering Stations
o Steam Stations
o Test Stations
o Rig / Well sites

Berlaku bagi semua orang yang terlibat sebagai pelaksanaan


proses FSWP

18
ACCESS CONTROL
Definisi

1. Security /Petugas Piket


Petugas yang ditunjuk untuk menjaga keamanan fasilitas

2. Persyaratan Masuk Fasilitas


Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengunjung yang
akan masuk ke dalam fasilitas

3. Pengunjung
Orang yang mempunyai alasan yang absah dan kepentingan
bisnis untuk masuk ke dalam fasilitas.

4. Log book
Buku yang digunakan untuk mencatat lalu lintas orang dan
kendaraan yang memasuki/meninggalkan fasilitas

19
Proses Pelaksanaan Access Control
Petugas Penanggung
Pengunjung Tim Pendukung Pengoperasian Jawab Operasi
Security
(ST) Fasilitas (FOD) Fasilitas (FO)

Mensyaratkan untuk mengisi log


Start book dan Memberi penerangan
perihal fasilitas dan persyaratan/aturannya

Periksa ketaatan pengunjung


Isi log book, tukar tanda pengenal dan
terhadap syarat
-syarat
lengkapi syarat
-syarat memasuki fasilitas
memasuki fasilitas

Meneruskan aktifitas sesuai keperluan

Memasuki fasilitas

Proses Proses
FSWP FSWP
yang lain yang lain

Mengembalikan tanda pengenal dan mencatat jam


keluar

Periksa pengunjung dan kendaraannya


untk keamanan Stop

20
INFRASTRUKTUR

INFRASTRUKTUR

Persyaratan Masuk
Badge Pengunjung (Visitor Pass)
Log Book dan Media Pencatat lainnya
Papan Informasi dan Peringatan
Pagar Pengaman Fasilitas
Dokumentasi:
Log Book
Hasil Penilaian Kinerja FSWP / Assessment Data

21
INFRASTRUKTUR

Persyaratan Masuk
Semua pengunjung diharuskan:
Mengisi log book, menukar badge anda dengan visitor pass dan
mengembalikan ketika hendak meninggalkan fasilitas.
Menggunakan topi keselamatan, kaca mata keselamatan dan sepatu
keselamatan termasuk alat pelindung diri lain yang diperlukan sepanjang
waktu ketika berada di lingkungan fasilitas.
Tidak merokok dan membuat api di dalam fasilitas.
Menjaga kebersihan dan kerapian fasilitas
Menuju sesegera mungkin ke lokasi evakuasi ketika terjadi keadaan darurat
Mematuhi semua peraturan keselamatan.
Pengunjung harus memahami dan mematuhi semua peraturan diatas.Jika tidak
mematuhi peraturan tersebut akan mengakibatkan penghentian pekerjaan
yang sedang berlangsung dan diminta untuk menginggalkan tempat bekerja.
Semua pelanggaran akan ditindak lanjuti dengan tindakan disiplin sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Persyaratan di atas adalah minimum. FO bisa mengembangkan
sesuai dengan kebutuhan fasilitasnya.
22
INFRASTRUKTUR
Visitor Pass

VISITOR PASS
Name of
Facility
CGS-1

GUEST
Visitor Purpose:

CPI
1. Guest
2. Operator
3. Supporting
Team
CPI / BP
Visitor Name. Color
Coding
NAMA # BADGE
Handwritten using
Non-Permanent (Red
Marker CPI, Blue
BP)

23
INFRASTRUKTUR
Log Book dan Media Pencatat Lainnya

Untuk mencatat arus lalu lintas pengunjung dan kendaraan


dari dan ke dalam fasilitas

Media pencatat lainnya mungkin diperlukan untuk menentukan


jumlah pasti dari pengunjung dan kendaraannya setiap saat

Berguna demi keamanan dan kemudahan evakuasi keadaan


darurat

24
INFRASTRUKTUR
Papan Informasi dan Peringatan

Papan Peringatan
Untuk mengingatkan pengunjung tentang
persyaratan/aturan masuk dan di dalam fasilitas

Papan Informasi
Berisi denah fasilitas termasuk rute menuju lokasi kumpul
(muster location) dalam keadaan darurat

25
INFRASTRUKTUR
Pagar Pengaman Fasilitas

Fasilitas hendaknya mempunyai pagar pengaman fasilitas


sedemikian sehingga arus lalu lintas orang dan kendaraan dapat
dikontrol

26
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO Security Pengunjung

1 Memahami proses pelaksanaan Access Control V V V

2 Memahami peraturan keselamatan yang berlaku di fasilitas V V V


termasuk bahaya bahan kimia, keadaan darurat dan alat
pelindung diri (PPE)
3 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V

4 Memahami operasi fasilitas secara umum V V

5 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari hasil V V


rekomendasi penilaian
6 Mampu bersikap tegas, disiplin, ramah dan komunikatif. V V

27
IJIN KERJA UMUM
(GENERAL WORK PERMIT)

28
GENERAL WORK PERMIT
TUJUAN

Membentuk komunikasi di antara kelompok kerja lintas fungsi


di suatu tempat kerja dalam melakukan pekerjaan tidak
rutin.

Mengingatkan pekerja akan bahaya yang akan timbul.

Memastikan bahwa pekerjaan tersebut selamat untuk


dilakukan.

General Work Permit merupakan sarana di mana Facility


Owner (Penanggung Jawab Fasilitas) memberikan izin kepada
petugas untuk melakukan pekerjaan tidak rutin di suatu
tempat kerja

29
GENERAL WORK PERMIT
Ruang Lingkup

Berlaku untuk semua tim dan mitra kerja di daerah operasi


IBU dalam melakukan semua pekerjaan tidak rutin

Proses ini menjelaskan peran & tanggung jawab, prosedur


dan persyaratan mendapatkan general work permit dan
infrastruktur yang diperlukan

Tidak menjelaskan secara detail proses perizinan khusus lain


yang diperlukan (hot work, confined space, hot line, dsb.).
Proses-proses ini dapat dilihat di peraturan IBU lainnya.

30
GENERAL WORK PERMIT
Definisi Khusus

Penanggung Jawab Fasilitas (Facility Owner/FO)


Orang yang memelihara, mengawasi, mengkontrol fasilitas dan bertanggung
jawab terhadap operasi fasilitas (CGS TL, Wellwork Rep.,etc)

Petugas Fasilitas Yang Ditunjuk (Facility Owner Designate/FOD)


Orang yang bertugas membantu FO atau membantu persiapan tempat atau
mengawasi pekerjaan (Process Specialist, Sr.Operator, Tool Pusher,etc.)

Penanggung Jawab Pelaksana (Person In Charge/PIC)


Orang CPI atau yang ditunjuk untuk mewakili CPI yang bertanggung jawab
terhadap pekerjaan atau proyek ( TL Maintenance, Constr.TL,etc.)

Penanggung Jawab Kerja Lapangan (Work Responsible Person/WRP)


Orang CPI atau BP yang bertanggung jawab memimpin pelaksanaan fisik
pekerjaan.

Petugas Yang Berwenang (Authorized Worker/AW)


Petugas yang berwenang untuk bekerja di tempat tersebut. Bagian dari General
Work Permit apabila pekerjaan resiko tinggi akan dilakukan (Welder, Fire
Watcher)
31
GENERAL WORK PERMIT
Hubungan fungsional pelaku proses General Work Permit dapat
digambarkan sebagai berikut:

Penanggung
Jawab Fasilitas
(FO)

Petugas Fasilitas
Yang Ditunjuk
(FOD)
Penanggung
Jawab
Pelaksana (PIC)
Penanggung
Jawab Kerja
Lapangan (WRP)
Petugas Yang
Berwenang (AW)

32
GENERAL WORK PERMIT
Menentukan Pekerjaan Rutin atau Tidak Rutin
Mulai

Ya
Apakah pekerjaan dilaksanakan oleh pegawai yang tidak
biasa mengoperasikan fasilitas tersebut?
Tidak
Ya
Apakah pekerjaan jarang dilakukan dan mempunyai resiko
tinggi?
Tidak
Ya
Apakah Kerja Panas, Masuk Ruang Tertutup , Kerja di
ketinggian atau kerja beresiko termasuk di dalamnya ? PERLU
Tidak
GENERAL
Ya WORK
Apakah ada kegiatan yang tercantum dalam hal. 46 (GWP
Guideline) termasuk dalam pekerjaan tersebut ? PERMIT
Tidak
Ya
Apakah pekerjaan di area lapangan baru (lihat butir 3.3. dan
4.7 GWP Guideline) ?
Tidak
Ya
Apakah pekerjaan melibatkan resiko yang tidak rutin / tidak
biasa ?
Tidak

Kerja Rutin 33
GENERAL WORK PERMIT

HES Guideline OS 15 (Butir 3.4)

Merupakan tanggung-jawab Penanggung Jawab Fasilitas (FO)


bersama Penanggung Jawab Pelaksana (PIC) untuk mengkaji
lingkup pekerjaan tidak rutin yang akan dilaksanakan dan
memastikan bahwa prosedur MOC telah dipenuhi, izin-izin
tambahan yang diperlukan telah diidentifikasi, dan persyaratan
lainnya yang diperlukan untuk melengkapi Izin Kerja Umum
tersebut.

34
GWP PROCESS REVISIONS

35
GENERAL WORK PERMIT
Informasi Penting

Apabila terjadi penundaan pekerjaan lebih dari satu minggu setelah


dikeluarkam ijin, maka perlu ijin baru.

Apabila terjadi, kecelakaan, spill atau gangguan yang membahayakan


pekerja, maka pekerjaan harus dihentikan sampai dinyatakan aman oleh PIC
dan FO.

Setelah disetujui, salinan Ijin Kerja Umum disimpan di ruang operator agar
petugas dapat mengkajinya.

Ijin Kerja Umum harus disimpan dalam berkas tersendiri selama satu tahun di
ruang operator.

Satu salinan Ijin dilampirkan dalam laporan kecelakaan apabila terjadi


kecelakaan.

Pelanggaran terhadap prosedur ini, dianggap sebagai serius near-miss, dan


dilakukan pemeriksaan dan bisa diberikan tindakan disiplin atau penilaian
yang kerja jelek.
36
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Yang Diperlukan
1. Formulir General Work Permit dan Permit Lainnya

2. Persyaratan Persiapan Tempat Kerja, antara lain:


JSA
PPE
Lock and Tag
Ventilasi Mekanis
Penghalang Jalan
Ijin Ijin khusus lain seperti: Ijin Penggalian, Ijin Kerja Panas, dsb.

3. Dokumentasi
Salinan Ijin Kerja dan Ijin Kerja yang sudah terlaksana
Laporan Kecelakaan
Hasil Penilaian Kinerja FSWP
Pelanggaran terhadap izin kerja
Tindakan disiplin
Catatan training

37
SOP/JSA (onsite )s
GWP FORM
SOP/JSA ditempat
Safety Equipment & Personal Protective Equipment Required:
Alat Keselamatan & Pelindung Diri yang diperlukan:

Safety Hat Permission Requested by/Izin dimintakan:


Safety Shoes Sepatu Safety Glasses
Topi Keselamatan (name of group/nama kelompok)
Keselamatan Kaca mata Keselamatan

Safety Ear Plug Others/Lain-lain: ____________


________________please
Name:______________ specify
Phone Number:___________
Pelindung Telinga

Working Under or Near Overhead Power Lines Permit Izin


Bekerja di Bawah atau di Dekat Listrik Bertegangan Tinggi

Sign. &
Name
/T.Tangan
& Nama

1 2 3

38
INFRASTRUKTUR

Persyaratan Persiapan Tempat Kerja

Beberapa contoh Testing Apparatus untuk pekerjaan


tertentu:

Oksigen Tester untuk ruang tertutup (confined space)


Gas Tester untuk Kerja Panas dan ruangan tertutup (hot
Work dan Confined Space)
H2S Tester untuk Kerja Panas (hot work)
Thermometer untuk ruang tertutup (confined space)
Electric Cable detector untuk penggalian (excavation)
Metal detector untuk penggalian (excavation)
NORM (Naturally Occurring Radioactive Material) Tester
untuk ruang tertutup (confined space)

39
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO FOD PIC WRP AW
1 Memahami proses pelaksanaan general work permit V V V V

2 Memahami persyaratan permit, keselamatan, PPE V V V V


dan tindakan keselamatan yang diperlukan
3 Mengetahui kapan permit diperlukan (perbedaan V V V V
kerja rutin dan tidak rutin)
4 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V V
terhadap jalannya proses work pemit
5 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari V V V
hasil rekomendasi penilaian
6 Memahami lingkup pekerjaan dan mampu V V
mengarahkan pekerja yang berwenang
7 Mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan termasuk
tindakan keselamatan dan alat alat keselamatan V
yang berkaitan.

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang General Work Permit, dengan durasi
setengah hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment
40
REHAT

41
ALAT PELINDUNG DIRI
(PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT)

42
PPE
Tujuan

Untuk memastikan bahwa:

PPE telah dipilih dengan benar sesuai dengan bahaya yang


ada dan mengacu kepada standard.
Pegawai dan mitra kerja mendapatkan pelatihan yang
sesuai.
Pegawai dan mitra kerja memakai PPE yang tepat dengan
benar untuk pekerjaan yang memerlukannya

43
PPE
Definisi
Personal Protective Equipment ( PPE ):
Alat bantu sebagai pertahanan terakhir untuk mengurangi
resiko akibat dari suatu kecelakaan.
Evaluasi Bahaya:
Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui jenis atau komposisi
besarnya bahaya.
T
H
Lack of Basic Immediate R
Control Causes Causes Incident E Loss
S
H
O
Inadequate Personal Substandard Event L Unintended
D
Factor Acts/Practices Harm or
System
Damage
Job/System Substandard L
Standards
Factor Conditions I
Compliance M
TI

Loss Causation Model


Sebelum di sini - PPE
44
PPE
Ruang Lingkup

Berlaku untuk semua pegawai, mitra kerja, dan tamu di


daerah operasi IBU.

Proses ini menjelaskan peran , tanggung jawab, proses


pelaksanaan, dan infrastruktur yang diperlukan

PPE (personal protective equipment) mencakup semua alat pelindung diri dari
kecelakaan dan penyakit akibat kerja seperti:

1. Alat pelindung kepala


2. Alat pelindung mata (kacamata, lensa pelindung, eye wash)
3. Alat pelindung telinga (ear muffler, ear plug)
4. Alat pelindung tangan (sarung tangan karet, kulit, katun)
5. Alat pelindung kaki (safety shoes, rubber boot)
6. Alat bantu Pernapasan
7. Alat perlindungan bekerja di ketinggian

45
Proses Pelaksanaan PPE

Pegawai/ Pengunjung HES Penanggung J awab Operasi


Fasilitas (FO)

Evaluasi

Lakukan evaluasi keadaan


Start berbahaya

Training
Pastikan
Pegawai/Pengunjung
Pilih PPE yang sesuai sudah terlatih dalam
menggunakan PPE yang
benar

Sediakan & pastikan PPE


Gunakan dan rawat PPE
yang benar cukup
dengan benar
tersedia

Pastikan pegawai dan


pengunjung
menggunakan PPE
dengan benar

Inspection

Melakukan
Inspeksi
Stop

46
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Yang Diperlukan
Formulir Evaluasi Bahaya dan Pemilihan PPE

PPE

Papan Peringatan dan Informasi tentang Penggunaan PPE

Dokumentasi

47
INFRASTRUKTUR
Formulir Evaluasi Bahaya dan Pemilihan PPE

Evaluasi bahaya dilakukan sebagai bagian awal dari/persyaratan


kegiatan lain seperti work permit, LOTO, bekerja dengan bahan kimia
sebelum melanjutkan kepada pemilihan PPE yang tepat.
NO JENIS BAHAYA YANG PENILAIAN BAHAYA SUMBER ALAT
2
MEMBUTUHKAN YANG ADA BAHAYA PELINDUNG
ALAT PELINDUNG DIRI YANG
DIRI 1 DIBUTUHKAN
RENDAH TINGGI

CATATAN: 1. Kolom JENIS BAHAYA YANG MEMBUTUHKAN ALAT PELINDUNG DIRI harap diisi sesuai dengan bahaya
yang terdapat di tempat kerja seperti BAHAN KIMIA, PANAS, DINGIN, ATMOSFIR BERBAHAYA, DEBU/PARTIKEL,
LISTRIK, BENDA JATUH, BENDA TAJAM, BENDA BERAT BERGERAK, RADIASI SAAT MENGELAS, BISING, DLL.

2. Penilaian harus diindikasikan dengan RENDAH ( Di bawah N.A.B) dan TINGGI ( Di atas N.A.B)

NAMA FASILITAS: LOKASI: SBU:

Nama :____________________#________ Tanda Tangan :___________________

Tanggal :________________
Disetujui oleh

OE/HES Compliance Coordinator

48
INFRASTRUKTUR
PPE

PPE yang diperlukan untuk semua pekerjaan yang berlangsung di


fasilitas harus disediakan secara lengkap.

FO perlu mencadangkan PPE dalam jumlah mamadai untuk


keperluan tamu.

PPE yang dipilih harus didesain untuk memenuhi persyaratan


standar atau peraturan.

Lihat di HES Guideline IH.02 Personal Protective Equipment


untuk pemilihan PPE yang lebih detail.

49
INFRASTRUKTUR
Papan Peringatan dan Informasi tentang
Penggunaan PPE
Perlu dipasang untuk memperingatkan pengunjung dan pekerja
tentang pentingnya penggunaan PPE dan memberikan informasi
tentang PPE yang diperlukan untuk daerah kerja tertentu.

Repro Texaco BE SAFE

50
Repro Texaco BE SAFE
INFRASTRUKTUR
Dokumentasi

Lembar Evaluasi Bahaya


Laporan Penyelidikan Kecelakaan yang terkait dengan PPE
Hasil Penilaian Kinerja FSWP
Pelanggaran terhadap persyaratan PPE
Tindakan disiplin terhadap pegawai
Hasil inspeksi yang terkait dengan PPE
Catatan training
Lain-lain (daftar kebutuhan PPE, daftar pemakaian PPE, dsb.)

51
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO FOD PIC Visitor HES
Team
1 Memahami proses pelaksanaan PPE V V V V V
2 Memahami cara evaluasi bahaya V V V V
3 Mengetahui kebutuhan PPE di fasilitasnya V V V

4 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V V

5 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari V V V


hasil rekomendasi penilaian
6 Memahami cara pemilihan PPE V V V V
7 Mampu memberikan pelatihan yang dibutuhkan V
pegawai tentang penggunaan PPE
7 Memahami bahaya yang ada difasilitas dan PPE V V V V V
yang diperlukan
8 Memahami dan perawatan PPE V V V V V

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang PPE dengan durasi minimu satu hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment
52
SOP/JSA
(Standard Operating Procedures /
Job Safety Analysis)

53
SOP/JSA
Tujuan

Memastikan bahwa:

Setiap pekerjaan mempunyai SOP dan JSA yang diperlukan

Setiap pekerja melakukan pekerjaan dengan mengacu


kepada SOP dan JSA yang diperlukan.

54
SOP/JSA
Ruang Lingkup

Berlaku bagi semua pekerjaan yang dilakukan di semua


fasilitas di IBU, baik oleh CPI atau mitra kerja.

Proses ini menjelaskan peran masing masing dalam


proses pelaksanaan, dan infratruktur yang diperlukan.

55
SOP/JSA
Definisi

SWP adalah langkah-langkah kerja tertulis yang terfokus kepada


pelaksanaan pekerjaan untuk mengurangi resiko kerugian dan
mempertahankan kehandalan.

Dalam SOP biasanya terdapat batasan operasi peralatan dan


keselamatan, prosedur menghidupkan, mengoperasikan,
danmematikan peralatan.

JSA adalah suatu pendekatan struktural untuk mengidentifikasi


potensi bahaya dalam suatu pekerjaan dan memberikan langkah-
langkah perbaikan.

JSA biasanya dibuat dengan cara membagi pekerjaan dalam langkah-


langkah pekerjaan, selanjutnya menganalisa bahaya yang ada pada
tiap langkah kerja tersebut, memberikan langlah-langkah perbaikan,
hingga akhirnya didapati suatu urutan pekerjaan yang selamat.

56
SOP/JSA Flow Process
NEW

57
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Yang Diperlukan
Form Standar SOP/JSA
Form SOP: Standar Pembuatan dan Perubahan SOP Duri Produce
Form JSA: JSA Guideline (OS.34)

Dokumentasi
Salinan SOP/JSA
Laporan penyelidikan kecelakaan yang terkait
Hasil Penilaian Kinerja FSWP
Catatan pelanggaran terhadap SOP/JSA yang dianggap sebagai
tindakan near-miss.
Tindakan disiplin
Hasil inspeksi yang terkait dengan SOP/JSA
Catatan training

Catatan:
SOP harus ditinjau ulang kalau ada kecelakaan atau sudah dua tahun dipakai. JSA
harus difilekan secara rapi untuk dipakai untuk pekerjaan serupa berikutnya
atau untuk bahan pembuatan SOP
58
INFRASTRUKTUR
Formulir JSA
JOB DESCRIPTION (And Number) DATE : NEW
Duri SBU Page : of JSA No : REVISED

PLANT/LOCATION TITLE PERSON WHO EXECUTES JOB ANALYZED BY :


JOB SAFETY ANALYSIS
TEAM UNIT TEAM LEADER REVIEWED BY :

REQUIRE/RECOMMENDED PPE : APPROVED BY :

BASIC SEQUENCES OF JOB STEPS POTENTIAL HAZARD RECOMMENDED ACTIONS OR PROCEDURES

59
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO FOD PIC HES
Team
1 Memahami proses pelaksanaan SOP/JSA V V V V

2 Memahami lingkup pekerjaan dan mampu mengarahkan V V V


pekerja yang berwenang

3 Memahami perbedaan SOP/JSA dan cara pembuatan V V V V


SOP/JSA

4 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V V

5 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari hasil V V V V


rekomendasi penilaian

6 Memahami praktek kerja selamat yang diperlukan untuk V V V V


menghidari bahaya

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang SOP/JSA dengan durasi minimu
setengah hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment

60
Lockout/Tagout

INSTRUCTOR GUIDE
OR-OSHA 204
9906
Presented by
The Training Section
Oregon Occupational
Safety and Health
Division (OR-OSHA)
LOTO
Tujuan

Mencegah timbulnya energi yang tiba-tiba dan tidak diharapkan


(karena salah pengoperasian atau dihidupkan sebelum
waktunya) dari mesin, peralatan listrik dan fasilitas proses
produksi yang sedang diperbaiki, dioperasikan atau dilakukan
kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan peralatan atau
proses tersebut, yang dapat mencederai seseorang atau
merusak peralatan.

NBS/PEN/23 62
LOTO
Ruang Lingkup

Proses LOTO merupakan persyaratan minimum yang harus


diterapkan pada seluruh fasilitas IBU, apabila pegawai IBU dan
mitra kerja melakukan pekerjaan pada tempat kerja di mana
pelepasan energi berbahaya sangat mungkin terjadi, seperti pada
situasi berikut:

Mesin/peralatan proses baru yang hendak dipasang


Peralatan yang ada sedang diperbaiki, direnovasi, atau diganti
Alat pengisolasi energi sedang diperbaiki atau sedang
dibuatkan/ditambhakan pada suatu peralatan.

NBS/PEN/23 63
LOTO
Definisi

Pegawai berwenang : Pegawai yang mengunci /memblok


/memasang label pada mesin/peralatan untjuk melakukan
perbaikan/modifikasi pada peralatan tersebut
Berenergi: Berhubungan dengan sumber energi atau mengandung
energi sisa atau tersimpan
Alat pengisolasi energi: Alat mekanis yang secara fisik dapat
mencegah perpindahan atau pelepasan energi
Sumber energi: Setiap sumber energi listrik, mekanik hidrolik,
pneumatik, kimia panas dll
Penguncian (Lock Out):Pemasangan gembok pada alat pengisolasi
energi
Alat pengunci: Suatu alat yang dapat mengunci (gembok & anak
kunci, kunci kombinasi, dll)
Pemasangan label (Tag Out): Memasang label pada alat
pengisolasian energi
Memblok: Memasang suatu alat untuk mencegah gerakan energi,
mesin atau peralatan
NBS/PEN/25 64
NEW LO/TO Flow Process

65
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Yang Diperlukan

Label (Tag)
Label harus dibuat berwarna standar untuk
menunjukkan siapa yang memasang. Pemasang
harus menandatanganinya.

Biru : Mekanik
Merah Muda: Instrument dan Electrician
Kuning : Operator
Putih : Untuk pekerjaan confined space.

Pengunci (Lock)
Alat pengunci harus tidak dapat dibuka. Gembok dan
anak kuncinya harus dimiliki masing-masing orang,
dan tidak berfungsi sebagai kunci master. Pemasang
harus memegang anak kuncinya.

Facility Owner perlu memastikan ketersediaan dan


kemudahan mendapatkan kunci.

66
Lock Out Tag
Out
Petugas Listrik atau Instrument Operator

DANGER BAHAYA DANGER BAHAYA

PETUNJUK
PETUNJUK INSTRUCTTION
DO NOT OPERATE
DO NOT OPERATE INSTRUCTTION
DO NOT REMOVE THIS TAG
DO NOT REMOVE THIS TAG

JANGAN DIJALANKAN
JANGAN DIJALANKAN LABEL INI JANGAN DILEPAS
LABEL INI JANGAN DILEPAS

SIGNED BY : ________ # ________


SIGNED BY : ________ # ________ SEE OTHER SIDE
SEE OTHER SIDE LIHAT SEBELAH
LIHAT SEBELAH DEPT :_________ DATE :_____
DEPT :_________ DATE :_____

Confined Space

DANGER BAHAYA DANGER BAHAYA

PETUNJUK

Mekanik
- DO NOT OPERATE - PETUNJUK DO NOT OPERATE INSTRUCTTION
DO NOT REMOVE THIS TAG
- DO NOT REMOVE THIS TAG - INSTRUCTION

JANGAN DIJALANKAN
LABEL INI JANGAN DILEPAS

SEE OTHER SIDE SIGNED BY : ________ # ________


LIHAT SEBELAH
DEPT :_________ DATE :_____

67
INFRASTRUKTUR

Perangkat Keras Bantu Lainnya seperti: Penghalang, yellow tape,


barricade, skillet, rantai, blind flange, dsb.

Checklist Pemasangan dan Pelepasan Kunci dan Label


Harus diisi oleh pegawai yang berwenang, dan ditandatangani oleh
FOD.
Buat tanda
DAFTAR PERIKSA PENCABUTAN KUNCI DAN LABEL X
(Diisi oleh pegawai berwenang) Jika Ya

1 PERIKSA MESIN / PERALATAN DAN KEADAAN SEKITAR


Apakah mesin dan peralatan bebas dari pekerja & perkakas, dan apakah
komponen mesin sudah pada posisi yang benar?

2 HUBUNGI OPERATOR
Apakah operator sudah diberitahu bahwa pekerjaan perbaikan telah
selesai atau diperlukan pengujian yang mana kunci & label akan dicabut?

3 PASTIKAN KESIAPAN PENGOPERASIAN


Apakah operator menyatakan sudah siap untuk mengoperasikan
peralatan / fasilitas?

4 CABUT KUNCI DAN LABEL BERI ENERGI KE MESIN / PERALATAN


Apakah kunci dan label siap untuk dicabut?

5 KEMBALIKAN MESIN / PERALATAN KE KEADAAN SEMULA


Apakah pengoperasian berjalan lancar?

68
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO FOD AW
1 Memahami proses pelaksanaan LOTO V V V
2 Memahami cara mengisolasi energi dan melepas energi yang V V V
tersimpan
3 Memahami cara menghentikan dan menghidupkan peralatan secara V
normal
4 Memahami cara pengisian check list pemasangan dan pelepasan V V
lock dan tag
5 Mampu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak yang V
terkait dengan LOTO
6 Mengetahui infra struktur yang diperlukan untuk LOTO V V V
7 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V
8 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari hasil V
rekomendasi penilaian

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang LOTO dengan durasi minimum
setengah hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment

69
MSDS
(Material Safety Data Sheet)

70
MSDS

Tujuan
Menjamin bahwa bahaya bahan kimia yang ada di
tempat kerja, dan cara penanganannya
dikomunikasikan secara baik sehingga pegawai dan
mitra kerja dapat bekerja dengan selamat dalam
menggunakan bahan tersebut

Ruang Lingkup
Diterapkan untuk pegawai di CPI dan mitra kerja yang
melakukan kerja berhubungan dengan bahan kimia
berbahaya.
Menjelaskan peran masing masing dalam pelaksanaan
proses, proses pelaksanaan, dan infrastruktur yang
diperlukan

71
MSDS
Definisi

MSDS (Material Safety Data Sheet): Lembaran data mengenai


suatu bahan kimia berbahaya yang memberikan informasi
mengenai bahaya potensial dan cara penanganan yang selamat
atas bahan yang digunakan

Informasi yang terdapat di dalamnya:


Identifikasi
Unsur Berbahaya
Data Bahaya Api dan Ledakan
Data Fisik.
Data Bahaya Untuk Kesehatan
Informasi Pelindung Khusus
Prosedur Penanganan Tumpahan atau Kebocoran dan Tindakan
Pencegahan Khusus.

72
MSDS

73
Proses Pelaksanaan MSDS

Penanggung J awab Pengadaan Barang


Operasi HES
(Procurement)
Fasilitas (FO)

Start
Bahan Baru Buat Permintaan Mengeluarkan Perintah
Pembelian Pembelian

Inventory
Bahan yang
sudah ada
Melakukan Inventori Minta ke Vendor untuk
Bahan Berbahaya menyediakan MSDS
Gunakan Chemical
Inventory
MSDS Log Sheet
Appendix 1 IH.01-13

FO perlu menunjuk Kirim MSDS ke FO dan


orang yang HES MSDS
bertanggung jawab
memelihara dan Memeriksa MSDS
memperbarui
inventori Melengkapi dan
Mendokumentasikan
MSDS

Training
Termasuk,
training, Training, dan
pemasangan, Komunikasi MSDS Stop
dan pelabelan

74
INFRASTRUKTUR

Infrastruktur Yang Dibutuhkan

Lembar Inventori Bahan Berbahaya


MSDS
Informasi Pengaruh pada Kesehatan.
Label.
Safety Shower/Eye Wash
PPE Spesifik
Identifikasi Area Bahan Kimia Berbahaya
Tanda-tanda Peringatan dan Informasi
Dokumentasi

75
INFRASTRUKTUR
Lembar Inventori Bahan Berbahaya

SBU _________________________ Chemical Inventory


UNIT _________________________ MSDS Log Sheet
LOCATION/LOKASI _________________________ WORK LOCATION Inventarisasi Bahan Kimia
AREA _________________________ LOKASI KERJA __________________________
FIELD _________________________ Catatan Lembar Data Bahan Berbahaya
M Issue Start End
S Date Date Date PHY A Q P
Substance Name Manufacturer's Name D Tgl Tgl mulai Tgl tdk FRM P T K Function
Nama Bahan Nama Pabrik S keluaran dipakai dipakai lagi P Y G USG Fungsi
/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /

/ / / / / /
Limit : 25 characters Limit : 25 characters Y/N dd/mm/yy dd/mm/yy dd/mm/yy Use codes below Limit : 25 Characters
Batas: 25 huruf Batas: 25 huruf Ya/Tdk hr/bln/thn hr/bln/thn hr/bln/thn Gunakan kode dibawah ini Batas : 25 huruf
PHY FRM-Physical Form/Bentuk fisik APP - Application/Pemakaian QTY - Quantity Used/Month PKG - Packaging/Kemasan USG - Usage/Pemakaian
Jumlah terpakai/bulan B = Bulk/Vol terbesar (Pipeline,
SP = Powder LQ = Liquid R= Raw Material C = Catalyst/Katalisator A = <10 lb/pon or < 1 gallon Tank car/Tangker,Tote Bin/ OP = Operations
Tepung Cairan Bahan Mentah W = Waste (to Disposal) wadah yang dipikul, dll ) Operasi
SG = Granule LG = Liquid Gas I = Intermediate Limbah (Pembuangan) B = 10-100 lb/pon or 1-10 gallon L = Large Package/Kemasan MN = Maintenance
Butiran Gas Cair Bahan Antara S = Consumable Supply besar,Drum,Bag/Kantong> Pemeliharaan
SF = Flake LS = Slurry A= Additive Bahan yg dikonsumsi C = 100-1000 lb/pon or 10-100 gallon 10 lb/pon 5 gallon pail/ LA = Laboratory/Laboratorium.
Serpihan Campuran lembek Bahan Penambah O = Other/Lain-lain ember, dll) Additional Codes defined
SO = Other Solid GS = Gas P = Product/Produk D = >1000 lb/pon or >100 gallon S = Small Package/Kemasan locally/Kode tambahan yang
Bahan padat lainnya. or By-Product/Produk sampingan kecil (Bottle/Botol, Can/ diartikan secara lokal

76
kaleng, carton/Dos, dll)
INFRASTRUKTUR

MSDS

MSDS harus didapat untuk setiap bahan kimia/produk yang


terdapat dalam inventory dari pabriknya,

Usahakan agar MSDS tersebut tersedia di tempat kerja


(dipasang di dekat tempat penyimpanan dan penggunaan)

MSDS untuk beberapa bahan kimia dapat diperoleh di Kantor


HES atau di intranet: http://
www.ptcpi.com/hes/msds/Main/main.htm

Contoh MSDS dapat dilihat di HES Guideline Volume II, IH.01


Hazard Communication, Appendix 3

77
INFRASTRUKTUR
Informasi Pengaruh pada Kesehatan

Berisi informasi pengaruh kesehatan, pertolongan pertama dan


tindakan pencegahan terhadap bahaya yang sangat serius dan
potensial dari bahan kimia

Dapat dilihat di HES Guideline Volume II, IH.01 Hazard


Communication, Appendix 2

78
INFRASTRUKTUR
Label

FO perlu memberi label pada setiap wadah bahan kimia/material.


Semua drum dan wadah bahan berbahaya harus mempunyai label
yang diperlihatkan secara mencolok

Kategori Label:

Label tangki besar mamakai nama dari bahan kimianya dan sifat
bahayanya
Drum/kaleng mempunyai label dari pabrik. Jika label tersebut lepas,
pasang label baru sejenis yang berisi nama dagang dan tanda NFPA
nya
Botol sampel memakai nama dari bahan kimia
Wadah sementara memakai nama bahan kimianya
Botol laboratorium mempunyai label dari pabrik. Jika label tersebut
lepas, pasang label baru berisikan nama bahan kimianya

79
INFRASTRUCTURE
Types of Labels PLAQUE

HMIS
NFPA

HEALTH
FLAMMABILITY

4
HEALTH
FLAMMABILITY
OXIDIZER FLAMMABLE
POISON
REACTIVITY
REACTIVITY
3 SPECIFIC
2 SPECIFIC
HAZARD HAZARD
W
HEALTH FLAMMABILITY REACTIVITY SPECIFIC HAZARD
Death : even the slightest exposure to this
4 substance would be life threatening. Only
4
Flash Point Below 73F and Boiling Point
Below 100F: this substance is very 4
May Detonate: substances that are readily
capable of detonation or explosion at
Specific Hazard
specialized protective clothing, for these normal temperatures and pressures.
flammable, volatile or explosive depending
materials, should be worn. Evacuate area if exposed to heat or fire.
on its state. Extreme caution should be
Extreme Danger: serious injury would used in handling or storing of these OXY -- Oxidizer
3 result from exposure to this substance. Do materials.
3
Explosive: substances that are readily
capable of detonation or explosion by a ACID -- Acid
not expose any body surface to these
Flash Point Below 100F: flammable, strong initiating source, such as heat,
materials. Full protective measures should
be taken. 3 volatile or explosive under almost all shock or water. Monitor from behind ALK -- Alkali
normal temperature conditions. Exercise explosion-resistant barriers
Dangerous: exposure to this substance great caution in storage or handling of COR -- Corrosive
2 would be hazardous to health. Protective these materials.
2
Unstable: violent chemical changes are
possible at normal or elevated
measures are indicated. W -- Use No Water
Flash Point Below 200F: moderately temperatures and pressures. Potentially
Slight Hazard: irritation or minor injury 2 heated conditions may ignite this violent or explosive reaction may occur
1 would result from exposure to this substance. Caution procedures should be
employed in handling
when mixed with water. Monitor from a
safe distance.
-- Radiation Hazard
substance. Protective measures are
indicated
Flash Point Above 200F: this substance Normally stable: substances that may
No Hazard: exposure to this substance 1 must be preheated to ignite. Most 1 become unstable at elevated
0 offers no significant risk to health. combustible solids would be in this
category.
temperatures and pressures or when
mixed with water. Approach with caution.

Will Not Burn: substances that will not Stable: substances which will remain
0 burn. 0 stable when exposed to heat, pressure or
water.

80
INFRA STRUKTUR
Contoh Penerapan Label

Repro Texaco BE SAFE Repro Texaco BE SAFE

Repro Texaco BE SAFE

81
INFRASTRUKTUR
Safety Shower/Eye Wash

Perlu disediakan jika terdapat potensi pemaparan bahan kimia yang


berbahaya
Harus diletakkan antara 10-50 feet dari bahaya, dan diberi tanda
identifikasi yang jelas.
Lihat di HES Guideline OS.11 Safety in Design Section 10 untuk
penjelasan rinci tentang persyaratan, lokasi dan desain, dan tanda
identifikasi

82
INFRASTRUKTUR
PPE Spesifik
FO perlu menyediakan PPE yang spesifik untuk penanganan bahan
kimia seperti baju perlindungan bahan kinia, kacamata, pelindung
muka, sarung tangan, dan sepatu khusus

Identifikasi Area Bahan Kimia Berbahaya


Area bahan berbahaya bahan kimia wajib diidentifikasi dengan garis-
garis kuning

Tanda-tanda Peringatan dan Informasi


Perlu dipasang untuk memperingatkan pegawai akan bahaya,
persyaratan yang diperlukan dan informasi bahan kimia

Dokumentasi
Daftar inventori bahan kimia berbahaya
Laporan penyelidikan kecelakaan yang terkait dengan MSDS
Hasil penilaian Kineja FSWP
Pelanggaran terhadap persyaratan MSDS
Tindakan disiplin
Catatan training
83
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO Proc. HES
Team Team
1 Memahami proses pelaksanaan MSDS V V V
2 Memahami cara inventori bahan kimia / matrial berbahaya V
3 Mengetahui infra struktur yang diperlukan untuk MSDS V
4 Memahami bahaya bahaya bahan kimia dan material berbahaya, V V
pengaruh kesehatan dan tindakan pencegahan yang diperlukan
5 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V
6 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari hasil V V
rekomendasi penilaian
7 Memahami standard MSDS V V V
8 Mampu melakukan review terhadap MSDS V V

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang LOTO dengan durasi minimum satu
hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment

84
HOUSEKEEPING
(Kebersihan)

85
HOUSEKEEPING
Tujuan

Memastikan fasilitas operasi berada dalam keadaan bersih dan


teratur.

Keadaan tersebut memberikan manfaat sebagai berikut:


Menghilangkan kemungkinan cedera dan kebakaran
Mencegah pemborosan energi
Mengoptimalkan pemanfaatan ruangan
Membantu pengendalian limbah dan kerusakan aset
Menjamin kerapian tempat kerja
Mendorong kebiasaan kerja yang lebih baik
Mencermin tempat kerja yang dikelola baik

86
HOUSEKEEPING
Ruang Lingkup

Proses housekeeping hendaknya diterapkan pada semua


fasilitas operasi di area IBU, dan dilakukan baik oleh pemilik
fasilitas maupun tim yang bekerja di fasilitas itu.

Proses housekeeping menjelaskan peran dari masing-masing


pelaksana proses, memberikan prosedur pelaksanaan
housekeeping, dan infrastruktur yang diperlukan agar proses
dapat dilaksanakan

87
HOUSEKEEPING
Definisi

Housekeeping
Kegiatan yang dilakukan untuk membuat suatu daerah/fasilitas
menjadi bersih dan teratur.

Teratur
Suatu tempat dalam keadaan teratur jika tidak terdapat
barang-barang yang tidak perlu disana-sini, dan jika semua
barang-barang yang diperlukan terletak pada tempat yang
semestinya dan disusun dengan rapi.

88
Proses Pelaksanaan Housekeeping

Petugas Pengoperasian Tim Pendukung Penanggung J awab Operasi


Fasilitas (FOD) (ST) Fasilitas (FO)

Housekeeping
Rating

Melakukan penilaian Proses


Start housekeeping Pengangkutan
Limbah

Melakukan housekeeping.
J ika diperlukan siapkan Perintah Kerja Disetujui
perintah kerja (WO)

Melaksanakan Perintah Kerja

Apakah perintah
kerja sudah Belum
selesai & sesuai
dengan yang
diinginkan ?
(Nilai Tingkat
Housekeeping)
Housekeeping
Sudah Rating

Menutup Perintah Kerja Stop

89
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Yang Diperlukan

Formulir Housekeeping Rating


Peralatan Penanganan Limbah
Infrastruktur Lain
Dokumentasi

90
INFRASTRUKTUR

Formulir Housekeeping Rating

Digunakan untuk menilai keadaan suatu fasilitas (kebersihan dan


keteraturan)
Inspection-02 PENILAIAN HOUSEKEEPING
LOKASI TANGGAL INSPEKSI DIINSPEKSI OLEH
Suatu tempat dalam keadaan baik jika :
NILAI BAGIAN

Sangat buruk
Not aplicable

Sangat bagus
1. Tidak terdapat benda-benda yang tidak penting;
2. Semua benda-benda yang penting tersebut berada pada tempatnya

Sedang

Bagus
Buruk

Nilai
yang benar
3. Sesuai kepada aturan yang berlaku
MESIN DAN PERALATAN
a. Harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang tidak diperlukan
b. Harus bebas dari tetesan minyak atau minyak gemuk yang tidak diperlukan.
c. Harus mempunyai pelindung yang benar dan dalam kondisi yang baik.
PERSEDIAAN BARANG DAN BAHAN
a. Harus ditumpuk dengan cara yang benar dan disusun rapi.
c. Harus dimuat dengan selamat dan rapi pada tempatnya, mobil dan truk.
PERKAKAS
a. Harus disimpan dengan cara yang benar.
b. Harus bebas dari minyak dan gemuk bila disimpan.
c. Harus dalam kondisi kerja yang selamat/baik.
LORONG/GANG
a. Harus disediakan ruangan yang cukup untuk pekerjaan membawa racun
api, selimut kebakaran dan tandu.
b. Harus dalam keadaaan selamat dan bebas dari halangan.
c. Harus diberi tanda yang jelas.
LANTAI
a. Harus mempunyai permukaan yang selamat dan cocok untuk bekerja.
b. Harus bersih, kering dan bebas sampah, bahan yang tidak penting,
minyak, dan minyak gemuk.
c. Harus mempunyai jumlah tempat sampah yang cukup disediakan.
BANGUNAN
a. Harus mempunyai dinding dan jendela yang bersih untuk operasi di daerah
tersebut dan bebas dari benda-benda yang bergantungan yang tidak diperlukan.
b. Harus mempunyai sistim penerangan yang terpelihara kebersihan dan dirawat
secara effisien.
c. Harus mempunyai tangga yang bersih, bebas dari barang, diberi penerangan
yang cukup, dilengkapi dengan rel pegangan yang cukup,
dan anak tangganya dengan kondisi baik.
d. Harus mempunyai platform/anjungan, bebas dari bahan-bahan yang
tidak berguna dan diberi penerangan yang baik.
KOLONG
a. Harus bersih dan bebas dari barang-barang yang tidak berguna

Rekomendasi : ________________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________

91
INFRASTRUKTUR
Peralatan Penanganan Limbah

Limbah yang dihasilkan dari fasilitas baik limbah domestik


maupun limbah industri hendaknya ditangani dengan baik.
Wadah penampungan terpisah sementara.
Sarana pengangkutan limbah ke tempat yang ditentukan

92
INFRASTRUKTUR
Infrastruktur Lain

Guards
Tempat penyimpanan peralatan
Gang akses ke peralatan, pemadam api
Papan peringatan, tanda-tanda, penanda, label nama dan
jenis peralatan/instrumen/perpipaan
Sistem pencahayaan yang sesuai dengan Safety in Design
Platform, stairway, atau tangga untuk akses ke
peralatan/instrument yang memenuhi standar Safety in
Design
Peralatan lain yang diperlukan untuk melakukan kegiatan
pembersihan
Fasilitas parkir kendaraan

93
INFRASTRUKTUR
Dokumentasi

Hasil penilaian Housekeeping Rating


Laporan penyelidikan kecelakaan yang terkait dengan
housekeeping
Hasil penilaian Kinerja FSWP
Pelanggaran terhadap persyaratan housekeeping
Tindakan disiplin
Hasil inspeksi
Catatan training

94
PELAKSANAAN
Kompetensi Yang Diperlukan
No Kompetensi FO FOD Supp.
Team

1 Memahami proses pelaksanaan Housekeeping V V V


2 Memahami cara penilaian housekeeping dengan menggunakan V V
housekeeping rating
3 Mengetahui persyaratan housekeeping dan infrastruktur yang V V
diperlukan
4 Memahami konsekuensi dari ketidakpatuhan V V V
5 Mampu melakukan penilaian, analisa, perbaikan dari hasil V V
rekomendasi penilaian
6 Memahami kriteria housekeeping yang baik V V V

Kebutuhan Training
Semua pelaksana proses harus mendapatkan training tentang Housekeeping dengan durasi minimum
satu hari
Training Matrix ( HES Guideline Volume III/TR-01) harus dipenuhi
FO hendaknya pernah mengikuti HES assesment

95
REHAT /MAKAN SIANG

96
KONSEKUENSI

Behavior is perfectly aligned with consequences

97
KONSEKUENSI

Setiap proses pelaksanaan FSWP terhubung dengan


Proses Konsekuensi

Proses Pelaksanaan FSWP Proses Pelaksanaan Konsekuensi


Pegawai/ Pengunjung HES Penanggung J awab Operasi
Fasilitas (FO) Observer/ Assessor Pemimpin Pelaku Proses Team HR

Evaluasi

Lakukan evaluasi keadaan


Start berbahaya Lakukan
Start Observasi dan Assessment
Training
Pastikan
Pegawai/Pengunjung
Pilih PPE yang sesuai sudah terlatih dalam
menggunakan PPE yang
benar Ya Berikan penghargaan
Apakah kepada pelaku proses
pelaku proses (lihat recognition table untuk
melaksanakan proses CPI dan peraturan tersendiri
Sediakan & pastikan PPE (perilaku selamat)? untuk BP)
Catat di
Gunakan dan rawat PPE personal file
yang benar cukup
dengan benar (Charisma
tersedia
untuk CPI,
administrasi
Tidak tersendiri
Stop
Pastikan pegawai dan untuk BP dan
Berikan CC ke CPI
pengunjung
Disciplinary Action kepada User)
menggunakan PPE
pelaku proses
dengan benar (lihat DA table untuk CPI dan
peraturan tersendiri untuk BP)
Inspection

Melakukan
Inspeksi
Stop

Setiap pelaksana proses harus memahami konsekuensi


dari ketidakpatuhan

98
KONSEKUENSI

Proses konsekuensi bertujuan untuk meningkatkan kinerja


pegawai, dengan cara memastikan bahwa setiap pegawai
melaksanakan dan mengikuti prosedur keselamatan yang
ditetapkan oleh perusahaan dengan benar.

Jenis Konsekuensi:
Konsekuensi Positif
Konsekuensi Negatif (tindakan disiplin)

Dasar bagi penetapan konsekuensi:


1. Hasil Observasi
2. Hasil penilaian Kinerja FSWP

99
Proses Pelaksanaan Konsekuensi

Observer/ Assessor Pemimpin Pelaku Proses Team HR

Lakukan
Start Observasi dan Assessment

Ya Berikan penghargaan
Apakah kepada pelaku proses
pelaku proses (lihat recognition table untuk
melaksanakan proses CPI dan peraturan tersendiri
(perilaku selamat)? untuk BP)
Catat di
personal file
(Charisma
untuk CPI,
administrasi
Tidak tersendiri
Stop
untuk BP dan
Berikan CC ke CPI
Disciplinary Action kepada User)
pelaku proses
(lihat DA table untuk CPI dan
peraturan tersendiri untuk BP)

100
KONSEKUENSI
Accountability

Setiap orang accountable terhadap keselamatan dirinya

Facility Owner accountable terhadap keselamatan operasi


fasilitas dan orang-orang yang bekerja di dalamnya

Nyatakan dalam Persetujuan Kinerja Anda (PMP) untuk


mengikat Anda accountable

101
KONSEKUENSI
SUGGESTED RECOGNITION TABLE
Level Criteria for a team under TM Menu of Recognition
Average safe behaviors > 95% for one month. Recognition Letter from TM
1 Assessment result > 4 for one month.
No incident for one month
Average safe behaviors > 95% for 3 months Recognition Letter from
2 Assessment result > 4 for 3 months. Manager
No incident for 3 months Lunch

Average safe behaviors > 95% for 6 months. Recognition Letter from VP
3 Assessment result > 4 for 6 months. Lunch
No incident for 6 months
Average safe behaviors > 95% for 9 months. Recognition Letter from Sr.
4 Assessment result > 4 for 9 months. VP
No incident for 9 months Lunch

Average safe behaviors > 95% for one year Recognition Letter from MD
5 Assessment result > 4 for one year Lunch
No incident for one year Put in Caltex News
102
KONSEKUENSI
DISCIPLINARY ACTION TABLE CP21-031)(F145-New03/03)

Violation
Violation Disciplinary Action
Disciplinary Action Validity
Validity Consequences
Consequences

Violation 1st Counsel & Advice

Violation 2nd Oral Reprimand


Violation 3rd 1st Written Warning 3 months Deferment MI /Promotion 6 months
Violation 4th 2nd Written Warning 6 months Deferment MI /Promotion 9 months
Violation 5th 3rd Written Warning 9 months Deferment MI /Promotion 12 months
Violation 6th Last Written Warning 12 months Salary/Position Downgrading
Violation 7th Termination

Model Keselamatan dasar berdasarkan prilaku


Bagan alir perubahan perilaku
Jenis Intervensi Tingkatan Pelaku

Ya
Ya
Apakah Apakah Ya
Tidak Apakah perilaku
perilaku Tidak
perilaku selamat
selamat
selamat yang diinginkan
yang diinginkan
yang diinginkan Sering
dimengerti
dilakukan terjadi
Tidak

Intervensi
Intervensi Motivasi Intervensi
Pengarahan (Activator Dukungan
(Activator) & (konsekuensi)
Konsekuensi)
Akibat
Akibat

Perilaku beresiko Perilaku beresiko Perilaku selamat


tanpa sadar dengan sadar tanpa sadar
(tidak tahu) (tidak bertanggung (kebiasaan selamat)
jawab)
103
KONSEKUENSI
Intervesi Pengarahan
Pegawai tidak mengerti apakah perilakunya beresiko, tetapi berkeinginan untuk merubahnya,
diperlukan intervensi pengarahan
Contoh intervensi pengarahan (penggerak):
Pelatihan
Memasang tanda tanda keselamatan ditempat yang strategis
Masukan langsung

Intervesi Motivasi
Pegawai tahu bagaimana melakukan tugas dengan selamat, tetapi mereka tidak melakukannya.
Mereka mengambil resiko yang diperhitungkan. Pegawai ini membutuhkan intervensi motivasi untuk
mengembangkan perilaku selamat untuk membantu mengurangi perilaku mereka yang beresiko.
Contoh intervensi motivasi (penggerak):
Program perangsang/hadiah untuk mengembangkan perilaku selamat
Memberlakukan kebijakan hukuman untuk yang tidak menjalankannya
Contoh konsekuensi:
Feedback dari teman sekerja
Sikap peduli secara aktif

Intervesi dukungan
Pegawai tahu apa yang diharapkan dari mereka dan mempraktekkan secara sadar prilaku selamat ,
mereka hanya memerlukan intervensi dukungan untuk memelihara prilaku selamat agar tetap
berkelanjutan.
Contoh konsekuensi:
Penghargaan atau penekanan positif seperti: senyum, terimakasih dan
penghargaan khusus. 104
PENGUKURAN FSWP

You cant control if you dont measure

What measured is what gets done!

105
PENGUKURAN FSWP
Bagaimana Kita Mengukurnya?

Pengukuran Pelaksanaan FSWP Weekly Observation (Proses)

Mengobservasi perilaku orang orang yang menjalankan proses FSWP


Tool Lembaran Observasi (FSWP Observation Sheet)
Hasil Observasi Safe Behavior atau At-Risk/Unsafe Behavior.
Ukuran Sukses Persentase Safe Behavior (>90%)
Observer Leaders/FHES Reps

Pengukuran Kinerja FSWP Monthly Assessment (Hasil)

Menilai (Assess) kinerja FSWP


Tool Lembaran Penilaian Kinerja FSWP (FSWP Performance Assessment
Sheet)
Hasil Penilaian Level Kinerja FSWP (FSWP Performance Level):Skala 1 5
Penilai (Assessor) Leaders / FHES Reps.

Penilaian PMP Yearly Closing PMP (Proses +Hasil)

106
PENGUKURAN FSWP

107
OBSERVATION RESULTS (Show Case)
Trends of Safe Behaviors by Pilot Facility
CGS-01 SS-A5
100% 100%

S a fe B e h a v i o r s
S a fe B e h a v io rs

75% 75%

50% 50%

25% 25%

0% 0%
31- 7- 14- 21- 11- 18- 25- 9- 16- 23- 1-14 15- 1-14 25- Avrg 31- 7- 14- 21- 11- 18- 25- 9- 16- 23- 1-14 15- 1-14 25- Avr g
Jul Aug Aug Aug Se p Se p Se p Oct Oct Oct Nov 28 De c 28 Jul Aug Aug Aug Sep Se p Se p Oct Oct Oct Nov 28 De c 28
Nov De c Nov De c
Tim e of Obs e rvation
Time of Observation

TS-7SW
100%
S a fe B e h a v io r s

75%

50%

25%

0%
31- 7- 14- 21- 11- 18- 25- 9- 16- 23- 1-14 15- 1-14 25- Avrg
Jul Aug Aug Aug Se p Se p Se p Oct Oct Oct Nov 28 De c 28
Nov De c

Time of Observa tion

108
PENGUKURAN FSWP
Incident Ratio Pyramid (Piramida Perbandingan Kecelakaan)
Source: Heinrich is the originator of the incident pyramid concept. Incident ratios vary with industry.

Fatality Fatality
0.1 0.025

LTI LTI
1 0.25

TRI TRI
10 2.5

Near Miss Near Miss


100 25

At-Risk Behavior At-Risk Behavior


40 % (1000) 10% (250)

Before FSWP After FSWP


109
PENGUKURAN FSWP
Penilaian Kinerja FSWP (FSWP Performance Assessment)

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan telah dilihat di akhir


presentasi masing-masing elemen.

Setiap pertanyaan memerlukan bukti-bukti nyata (diperoleh


lewat wawancara, kunjungan ke lapangan, dan pemeriksaan
dokumentasi)

Temuan-temuan kemudian diukur kesesuaiannya dengan


rating yang telah ditetapkan.

110
TINGKAT KINERJA FSWP
KOMPONEN Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Proses tertulis;
Proses ada tetapi Proses tertulis, Proses dikaji secara
Proses tidak ada dikomunikasikan
tidak resmi, tidak sering periodik dan
PROSES yang sedang secara luas,
komunikasi dikomunikasikan, dimodifikasi sesuai
dikembangkan. dimengerti dan
terbatas tidak menyeluruh. kebutuhan.
menyeluruh

Sarana pendukung Sarana pendukung


Sarana pendukung Sarana pendukung
cukup tetapi sangat memadai
Sarana tidak ada kurang, tidak memadai, tersedia
pemeliharaan diseluruh fasilitas,
INFRASTRUKTUR untuk mendukung standard, berfungsi dengan mudah,
kurang, tidak memenuhi standard
pelaksanaan. atau tidak dalam memenuhi
semua memenuhi dan dalam kondisi
kondisi baik. standard.
standard. baik.

Pelaksanaan
Pelaksanaan dan
Pelaksanaan, hasil menyeluruh; hasil
hasil cukup, tidak
dan dokumentasi bagus proses Pelaksanaan
mengikuti semua
buruk, training standard diikuti; menyeluruh; hasil
Pelaksanaan tidak proses/standard;
PELAKSANAAN kurang dari yang didokumentasikan berkelanjutan dan
ada. inspeksi
dibutuhkan dan dengan baik, semakin baik paling
jarang/tidak teratur;
tidak ada diperiksa rutin; sedikit 2 tahun.
dokumentasi
pemeriksaan rutin. training
cukup.
dilaksanakan.

Komitment
Kepimpinan yang Komitment sesuai,
kepemimpinan Kepemimpinan yang
nyata lemah; penekanan kuat;
Tidak ada lemah, penekanan kuat dan nyata;
konsekuensi jelas konsekuensi
kepemimpinan terhadap tertanam dan
KEPEMIMPINAN tetapi tidak ada dijalankan secara
yang kuat dan pelaksanaan menyatu didalam
penekanan; konsisten, menjadi
nyata. rendah dan kebiasaan
akuntabilitas bagian dari
konsekuensi tidak pemimpin.
jelas.
kurang. akuntabilitas leader. 111
ASSESSMENT RESULTS (Show Case)
Trends of FSWP Performance Level by Pilot Facility
CGS - 01 CPI - 103
5
5
4
4
S core

S co re
3
2
2
1
1
0
B. Line Se p-03 Oct-03 Nov-03 Dec-03 Jan-04 0
Fe b 03 Se p-03 Oct-03 Nov-03 Dec-03 Jan-04
Time of Assessmnet Time of Assessment

SPA - 03 SS - A5
5 5

4 4
S core

S co re
3 3

2 2
1 1

0 0
B. Line Se p-03 Oct-03 Nov-03 De c-03 Jan-04 B. Line Sep-03 Oct-03 Nov-03 De c-03 Jan-04
Fe b 03 Fe b 03
Time of Assessment Time of Assessment

TS - 7SW
5

4
S co re

0
B. Line Sep-03 Oct-03 Nov-03 Dec-03 Jan-04
Feb 03
Time of Assessment
112
Hasil Penilaian Kinerja FSWP (Baseline)
FSWP Performance Level 10 Mar 2004
FSWP Element
BN 9 SPA 6 DPC 2 AU 6 Rig Average
Access Control 1.5 1.7 1.7 1.2 1.5
Work Permit 2.2 1.0 1.7 1.9 1.7
PPE 2.3 1.7 2.3 1.9 2.1
SOP / JSA 2.7 1.7 1.7 2.2 2.1
LOTO 1.8 1.3 1.7 1.5 1.6
MSDS 1.7 1.7 1.3 1.3 1.5
Housekeeping 3.0 1.7 2.0 2.0 2.2
Leadership 3.0 2.0 2.0 2.7 2.4
FSWP Perf. Level 2.3 1.6 1.8 1.8 1.9
FSWP Performance Level for Rig at SLN Wellwork = 1.9
The lowest Level is Access Control and MSDS = 1.5
The highest Level is Leadership = 2.4

113
SISTIM PELAKSANAAN FSWP
TRAINING PROCESS ACCOUNTABILITY PROCESS

Weekly
Observe
Start Key Behaviors

Review Apply Record


Pre-Training Observation Result Consequences At Dbase
Assessment

Monthly
Assess
Train
Performance
Employees

Review Apply Record


Post-Training Performance Result Consequences At Dbase
Assessment
Yearly
No Review
Final PMP
Meet
Requirement?
Apply Consequences
(RPC Rating)
Yes

Stop
Implement At Work

114
POST-TEST
Petunjuk Test
Test ini merupakan ukuran pengetahuan anda setelah
mendapatkan FSWP Training.
Pilihan Berganda (Multiple Choices)
Jawablah di Lembar Jawaban terpisah
Tulis nama Anda dengan jelas
Waktu 20 menit
Ukuran Kelulusan (Passing Grade): >70 (18 dari 25)
Jika tidak lulus, anda diperbolehkan test satu kali lagi.
Jika lulus, anda berhak mendapatkan GOLDEN AWARD.

115
PENUTUP

Selamat atas keberhasilan anda menyelesaikan training ini.


Kembali ke fasilitas anda dengan rencana tindakan yang nyata:

menerapkan
fundamental safe work practices

Hubungi Fasilitator atau Trainer FSWP jika anda mengalami


kesulitan dan mempunyai pertanyaan.

116
Terima kasih
dan
Selamat Bekerja

117