Você está na página 1de 24

ASUHAN KEPERAWATAN

KEGANASAN PADA
SISTEM INTEGUMEN
OLEH:
GIA HIBATUL RAHMAN
BIMO PATO HARJANTO
NELI NAELUL INAYAH
OSI AWULAN
YOGA ADITYA
KANKER KULIT
1. DEFINISI
Kanker kulit ialah suatu penyakit yang ditandai
dengan pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak
terkendali, dapat merusak jaringan di sekitarnya
dan mampu menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Karena kulit terdiri atas beberapa jenis sel, maka
kanker kulit juga bermacam-macam sesuai dengan
jenis sel yang terkena. Akan tetapi yang paling
sering terdapat adalah karsinoma sel basal (KSB),
karsinoma sel skuamosa (KSS) dan melanoma
maligna (MM). (Ajoemedi soemardi, 2006
JENIS KANKER KULIT
1. Karsinoma sel basal
Karsinoma sel basal merupakan suatu kanker/tumor ganas kulit yang
berasal dari sel-sel epidermis sepanjang lapisan basal.
2. Karsinoma sel skuomosa
Merupakan neoplasma ganas dari keratinosit. Karsinoma ini terbentuk
dari sel-sel epidermis yang lebih berdiferensiasi (keratinosit), sedangkan
karsinoma selbasal timbul dari sel basal.
3. Melanon maligna
Melanoma maligna merupakan neoplasma maligna denga terdapatnya
melanosit (sel-sel pigmen) dan lapisan epidermis maupun dermis (dan
kadang-kadang sel subkutan). Melanoma maligna merupakan jenis kanker
kulit yang paling mematikan dan menyebabkan sekitar 3 % dari seluruh
kematian karena kanker.
`
2. ETIOLOGI
Penyebab pasti dari kanker kulit belum ditemukan
secara pasti, namun ada beberapa factor resiko
yang dapat menyebabkan timbulnya kanker kulit
yaitu :
1. Usia
2. Paparan Karsinogen
3. Genetik/Faktor Keturunan
3.tanda dan gejala
Gejala-gejala yang sering muncul akibat kanker kulit antara lain :
a. Benjolan kecil yang membesar
Benjolan terdapat diwajah, berwarna pucat seperti
lilin,permukaannya mengkilap, tidak terasa sakit atau gatal, dan yang
semula kecil makin lama makin membesar. Apabila diraba, benjolan
terasa keras kenyal.Kadang kadang benjolan menjadi hitam atau
kebiruan, bagian tengah mencekung dan tertutup kerak atau keropeng
yang mudah berdarah dila dangkat.
b. Benjolan yang permukaannya tidak rata dan mudah berdarah
Benjolan ini membasah dan tertutup keropeng, teraba keras kenyal,
dan mudah berdarah bila disentuh.
c. Tahi lalat yang berubah warna
Tahi lalat menjadi lebih hitam, gatal, sekitarnya berwarna kemerahan
dan mudah berdarah.Tahi lalat ini bertambah besar dan kadang-
kadang di sektarnya timbul bintik-bintik
d. Koreng atau borok dan luka yang tidak mau sembuh
Koreng dan luka yang sudah lama, tidak pernah sembuh
walaupun sudah diobati, koreng ini pinggirnya
meninggi dan teraba keras serta mudah berdarah, adanya
koreng karena terjadi benturan, bekas luka ang sudah
lama atau terinfeksi.
e. Bercak kecoklatan pada orang tua
Bercak ini banyak ditemukan pada muka dan lengan,
bercak ini makin lama permukaannya makin
kasar,bergerigi,tetapi tidak rapuh,tidak gatal, dan tidak
sakit.
f. Bercak hitam ysng menebal pada telapak kaki dan
tangan
Bercak ini ditemukan pada kulit yang berwarna pucat
4. PATOFISIOLOGI
Kanker kulit merupakan kanker yang paling nampak
gejalanya karena kanker kulit itu ada dibagian terluar dari
tubuh kita. Kanker kulit biasanya diawali dari sebuah bentol
atau tompel di bagian kulit tersebut. Kanker kulit pada
hakikatnya merupakan keganasan dari sel-sel yang
berkembang tak terkendali. Sel-sel tersebut akan merusak
jaringan-jaringan kulit. Selain itu, sel-sel kanker tersebut
tidak akan pernah mati meskipun telah memasuki usia
penghujung. Karena itu terjadi penumpukan di jaringan
kulit yang akhirnya menjadi suatu benjolan. Kanker kulit ini
sangat berbahaya karena bisa menyebar ke daerah atau
organ lainnya di dalam tubuh. Untuk mengatasi hal ini,
pengobatan konvensional dan terapi biologis bekerjasama
untuk saling mengobati kanker kulit tersebut.
5. MANIFESTASI KLINIS
1). Karsinoma sel basal
Ciri khas dari tumor karsinoma sel basal adalah berbentuk
nodula eritematosa, halus dan seperti mutiara. Karsinoma sel basal
biasanya di mulai sebagai nodul kecil dengan tepi yang tergulung,
transiusen dan mengkilat; pembuluh darah yang mengalami
telanglektasia. Dengan tumbuhnya karsinoma sel basal akan
terjadi laserasi pada bagian tengahnya dan kadang-kadang
pembentukan krusta. Tumor ini sering kali berdarah, menginvasi
dermis dan merusak jaringan normal. Tumor paling sering muncul
didaerah muka. Kanker sel basal jarang bermetastase, jika lesi
diabaikan dapat menyebabkan hilangnya hidung, telinga atau bibir.
2). Karsinoma sel skuomosa
Karsinoma sel skuomosa biasanya terjadi dengan nodula yang
menebal, bersisik dan berlaserasi serta kadang-kadang berdarah.
Nodula-nodula ini biasanya timbul pada kulit yang rusak karena
matahari didaerah muka, kulit kepala, telinga, leher, tangan, atau
lengan. Seringkali nodula-nodula ini dapat dikelilingi oleh keratosis
aktinik yg multiple yg tidak diobati dapat bergenerasi menjadi
kankeR sel skuomosa.
3). Melanoma maligna
Informasi ini sangat penting sekali bagi meraka yang memiliki
tahi lalat yang kemudian mengalami perubahan baik warna, ukuran
maupun bentuknya, Tahi lalat terkadang terasa gatal dan bila
digaruk mengeluarkan darah. Sel kanker ini tumbuh dari melanosit,
yaitu sel kulit yang berfungsi menghasilkan zat warna melanin
6. PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK
1). Karsinoma sel basal
Foto polos di daerah lesi untuk melihat infiltrasi, kalau perlu
dilakukan CT-scan.
Biopsi insisi/eksisi untuk menentukan diagnosis histopatologis
2). Karsinoma sel skuomosa
Radiologi: X-foto toraks, X-foto tulang di daerah lesi, dan CTScan/
MRI atas indikasi.
Biopsi untuk pemeriksaan histopatologi:
- Lesi <2 cm dilakukan biopsi eksisional
- Lesi > 2 cm dilakukan biopsi insisional.
3). Melanoma maligna
Radiologis : X-foto paru, USG Abdomen (hati dan KGB
para Aorta para Iliaca), rontgen tulang
Patologi:
Biopsi insisi (diambil sebagian) apabila tumor > 2 cm,
stadium lanjut, di daerah wajah (karena anatomi sulit).
Biopsi eksisi (diambil secara keseluruhan) apabila tumor
< 2 cm
7. PENATALAKSANAAN
a. Penatalaksanaan medis
Penatalaksanaan medis yang dapat dilakukan
yaitu pembedahan, kemoterapi dan terapi biologis.
1. Pembedahan
2. Kemoterapi
3. Terapi biologis
Penatalaksanaan karsinoma ini bergantung pada lokasi tumor,
tipe sel (lokasi dan kedalaman), sifat-sifat yang invasif atau tidak
anvasif dan ada tidaknya kelenjar limfe yang mengalami
metastase, tindakannya adalah:

Eksisi bedah : tujuannya untuk mengangkat keseluruhan tumor


Pembedahan mikrografik moh : merupakan metode untuk
mengangkat lesi kulit yang malignan.
Bedah elektro : merupakan tekhnik penghancuran atau
penghilangan jaringan dengan menggunakan energi listrik.
Bedah beku : tujuannya menghancurkan tumor dengan cara dee
freezing (alat jarumtermokopel). Dilakukan setelah
dikemoterapi.
Terapi radiasi : terapi ini sering dilakukan untuk kanker kelopak
mata, ujung hidung dan daerah didekat struktur yang vital.
Penatalaksanaan Perawat

Karena banyak kanker kulit yang diangkat


dengan tindakan eksisi, Peran perawat adalah:

Meredakan nyeri dan ketidak nyamanan.


Pemberian analgetik yang tepat.
Meredakan ansietas
Pendidikan pasien dan pertimbangan perawatan
dirumah
8. KOMPLIKASI
Kecacatan karena pembedahan terutama bila
kanker kulit tersebut kambuh ada wajah yang
membutuhkan reseksi ulang, atau jika eksisi luas
dibutuhkan seperti halnya ada melanoma. Selain
itu juga dapat terjadi metastase penyakit ke otak
biasanya fatal kecuali bila reseksi pembedahan
masih mungkin di lakukan.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a. Aktivitas Istirahat
Tanda : Keterbatasan mobilisasi/kehilangan pada bagian yang terkena (mungkin segera karena
nyeri, pembengkakkan setelah tindakan aksisi dan graft kulit).
b. Sirkulasi
Hipertensi (kadang-kadang terlihat sebagai rspon terhadap nyeri/ansietas), takikardia (respon
stress, hipovolemia), lesi cenderung sikuker dengan bagian luar yang tidak teratur
c. Neurosensori
perubahan oriental,efek,perilaku,laserasi korneal,Kerusakan,retinal,penurunan ketajaman Penglihatan,ruptur
membran timpani,paralisis.
d. Nyeri/Kenyamanan
Gejala : Nyeri berat saat tindakan eksisi dan grafh kulit (mungin terlokasi pada area lesi yang di
eksisi local yang luas dan pada grafh kulit)
e. Keamanan
Tanda : Lesi semakin menonjol, pendarahan lesi, perubahan local pada warna nodul (biasanya
relative licin serta berwarna biru hitam yang seragam, dapat meningkat/berubah secara bertahap),
serta nodul yang menebal, bersisik dan berulselasi.
f. Penyuluhan /Pembelajaran
Gejala : Lingkungan trauma, aktivitas perwatan dini dan tugas pemeliharaan/perwatan rumah.
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri berhubngan dengan
kompresi/destruksi jaringan saraf.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan
dengan hipermetabolik berkenaan dengan
karsinoma.
3. Ansietas berhubungan degan krisis situasi
(karsinoma).
4. Resiko gangguan integritas kulit ditandai
dengan perubahan status nutrisi.
5. Resiko terjadinya infeksi ditandai dengan
DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWAT
AN
1. Nyeri Melaporkan a. Mandiri : Informasi memberikan data
Tentukan riwayat nyeri misal; dasar untuk mengevaluasi
berhubungan penghilangan nyeri kebutuhan atau keefektifan
dengan yang maksimal. lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan
intervensi. Pengalaman nyeri
intensitas(skala 0-10 dan tindakan
kompresi/dest adalah individual yang
penghilang yang digunakan. digabungkan dengan baik
ruksi jaringan Mendemonstrasikan Berikan tindakan kenyamanan respon fisik dan emosional.
saraf. keterampilan dasar missal; reposisi, gosokan Meningkatkan relaksasi dan
relaksasi dan punggung dan aktivitas hiburan seperyi membantu memfokuskan
aktivitas hiburan televisi. kembali perhatian.
Evaluasi atau sadari terapi Ketidaknyamanan rentang luas
sesuai indikasi untuk adalah umum misalnya nyeri
situasi individu tertentu misalnya; pembedahan,
insisi, kulit terbakar, nyeri
radiasi, kemoterapi, bioterapi. Ajarkan punggung bawah, sakit kepala.
pasien atau orang terdekat apa yang Tergantung pada prosedur agen
diharapkaN yang digunakan.
rencana terorganisasi
b. Kolaborasi: mengembangkan untuk
kesempatan kontrol nyeri
terutama dengan nyeri kronis,
Kembangkan rencana
pasien atau orang terdekat
manegement nyeri dengan pasien dan harus aktif menjadi partisipan
dokter. dalam management nyeri di
Berikan analgesik sesuai indikasi rumah.
misal; bromptons cock-tail, morfin, nyeri adalah komplikasi sering
metadon atau campuran narkotik IV dari kanker, meskipun respon
khusus.berikan hanya untuk individual berbeda. Saat
memberikan analgesik dalam perubahan penyakit atau
DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATA
N
2. Nutrisi Mendemonstrasikan a. Mandiri : Mengidentifikasi kekuatan atau
defisiensi nutrisi.
kurang dari berat badan stabil, Pantau masukan makanan Membantu dalam identifikasi
kebutuhan penambahan berat setiap hari, biarkan pasien mal nutrisi protein kalori
berhubungan badan progresif menyimpan buku harian khususnya bila berat badan dan
dengan kearah tujuan tentang makanan sesuai pengukuran antropometrik
kurang dari normal.
hipermetabolik dengan normalisasi indikasi. Kebutuhan jaringan metabolik
berkenaan nilai laboratorium Ukur tinggi berat badan dan ditingkatkan begitu juga cairan
dengan dan bebas tanda ketebalan lipatan kulit trisep untuk menghilangkan produk
sisa. Suplemen dapat
karsinoma. mal nutrisi. atau pengukuran antropometrik memainkan peran penting
lain sesuai indikasi.pastikan dalam mempertahankan
jumlah penurunan berat badan masukan kalori dan protein
saat ini. Timbang berat badan adekuat.
setiap hari atau sesuai indikasi. Membantu mengidentifikasi
Dorong pasien untuk makan derajat ketidakseimbangan
diet tinggi kalori kaya nutrien, biokimia atau malnutrisi dan
mempengaruhi pilihan
dengan masukan cairan intervensi diet. Pengobatan anti
adekuat. Dorong penggunaan kanker dapat juga mengubah
suplemen dan makan sering pemeriksaan nutrisi sehingga
atau lebih sedikit yang dibagi- semua hasil harus diperbaiki
dengan status klinis pasien
bagi selama sehari. Memberikan rencana diet
khusus untuk memenuhi
b. Kolaborasi: kebutuhan individu dan
DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN
3.Ansietas Menunjukan a. Mandiri : Membantu dalam
berhubungan rentang yang Tinjau ulang pengalaman identifikasi rasa takut
degan krisis tepat dari pasien atau orang terdekat dan kesalahan konsep
situasi perasaan dan sebelumnya dengan kanker.
berdasarkan pada
(karsinoma). berkurangnya Tentukan apakah dokter telah
rasa takut. mengatakan pada pasien dan
pengalaman dengan
Tampak relaks apakah kesimpulan pasien kanker.
dalam telah dicapai. Memberikan
melaporkan Dorong pasien untuk kesempatan untuk
ansietas mengungkapkan pikiran dan memeriksa rasa takut
berkurang pada perasaan realistis serta kesalahan
tingkat dapat Berikan lingkungan terbuka konsep tentang
diatasi. dimana pasien merasa aman diagnosis.
untuk mendiskusikan
Membantu pasien
perasaan atau menolak untu
bicara. untuk merasa diterima
pada adanya kondisi
tanpa perasaan
dihakimi dan
meningkatkan rasa
terhormat dan
terkontrol
DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATAN
4.Resiko Berpartisipasi a. Mandiri : Efek kemerahan dan kulit
samak(reaksi radiasi) dapat
gangguan dalam teknik Kaji kulit dengan sering terhadap efek terjadi dalam area radiasi.
integritas kulit untuk mencegah samping terapi kanker. Perhatikan Deskuamasi kering(kekeringan
ditandai dengan komplikasi dan kerusakan atau perlambatan dan pruritus), deskuamasi
perubahan meningkatkan penyembuhan luka. Tekankan pentingnya lembab(lepuh), userasi,
melaporkan area terbuka pada pemberian kehilangan rambut, kehilangan
status nutrisi. penyembuhan perawatan. dermis dan kelenjar keringat
cepat. Mandikan dengan air hangat dengan juga daoat terlihat. Selain itu
sabun ringan. reaksi kulit misalnya ruam
Dorong pasien untuk menghindari alergik, hiperpigmentasi,
menggaruk dan menepuk kulit yang kering pruritus dan alopesia dapat
dari pada menggaruk. terjadi pada beberapa agen
Balikan atau ubah posisi dengan sering. kemoterapi.
b. Kolaborasi: Mempertahankan kebersihan
Berikan anti dot yang tepat bila terjadi tanpa mengiritasi kulit
eksaserbasi (mengurangi kerusakan Membantu mencegah friksi
jaringan lokal) misal; atau trauma kulit
DMSO topical Meningkatkan sirkulasi dan
Hialunoridase(wydase) mencegah tekanan pada kulit
NaHCO3 atau jaringan yang tidak perlu.
Tiosulfat Mungkin bermanfaat untuk
mitomisin,
doksorubisin(adriamysin) atau
daunorubisin. Injeksi benadril
dapat menghilangkan gejala
kemerahan vena.
Diinjeksi secara subkutan untuk
infiltrasi finkristin.
DX TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
KEPERAWATA
N
5.Resiko Mengidentifikasi a. Mandiri : Lindungi pasien dari sumber-
sumber infeksi seperti
terjadinya dan Tingkatkan prosedur mencuci pengunjung dan staff yang
infeksi ditandai berpartisipasi tangan yang baik dengan staff mengalami ISK.
dengan dalam inetrvensi dengan pengunjung. Batasi Membantu potensial sumber
imunosupresi. untuk pengunjung yang mengalami infeksi atau pertumbuhan
sekunder
mencegah atau infeksi. Tempatkan pada isolasi Peningkatan suhu terjadi bila
mengurangi sesuai indikasi. tidak tertutup oleh obat
rsiko infeksi. Tekankan personal higiene. kortikosteroid atau antiinflamasi
karena berbagai faktor misalnya
Tetap tidak Pantau suhu. efek samping kemoterapi proses
demam dan Kaji semua sistem misal; kulit, penyakit atau infeksi.
mencapai pernapasan, genitourinaria Identifikasi dini proses infeksi
pemulihan tepat terhadap tanda dan gejala memungkinkan terapi yang
tepat untuk dimulai dengan
pada waktunya. infeksi secara kontinu. segera.
b. Kolaborasi: Pengenalan dini dan intervensi
Pantau JDL dengan SDP segera dapat mencegah
progresi pada situasi atau sepsis
diferensial dan jumlah granulosit yang lebih serius.
dan trombosit sesuai indikasi. Aktifitas sum-sum tulang
Dapatkan kultur sesuai indikasi. dihambat oleh efek kemoterapi
Berikan antiobiotik sesuai status penyakit atau terapi
radiasi. Pemantauan status
indikasi. mielosupresi penting untuk
mencegah komplikasi lanjut
misalnya infeksi anemia atau
TERMAKASIH