Você está na página 1de 46

DIAGNOSIS

PENYAKIT KULIT AKIBAT KERJA


PENDAHULUAN

Penyakit Akibat Kerja (PAK):


berbagai faktor di tempat kerja kulit, mata,
saluran nafas,
telinga,
infeksi dll

Penyakit Kulit Akibat Kerja (PKAK):


peradangan kulit yang terjadi akibat terpapar berbagai
faktor yg berhubungan dengan pekerjaan

kimia
mekanik
biologik
fisik
PKAK

Angka kejadian berbeda disetiap negara

Lesi pada daerah terpapar wajah dan


leher , 80-90% daerah tangan

>80% dermatitis kontak dan sebagian besar


adalah DKI
VARIASI KLINIS PKAK

DERMATITIS
Dermatitis kontak alergi & iritan
Urtikaria kontak

NON DERMATITIS
Chloracne
Miliaria, folikulitis
Kerusakan pigmen
Infeksi: bakteri, jamur, virus
Keganasan
DERMATITIS

DKI
DKA

DKA DKI
NON DERMATITIS

Gangguan pigmen Folikulitis


NON DERMATITIS

chloracne Tinea pedis

Tinea manus
DERMATITIS

Dermatitis merupakan peradangan pada kulit sebagai


respon terhadap berbagai faktor eksternal dan atau
internal pada seseorang yang mempunyai kulit yang
rentan
DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA)
Tidak semua orang

Sudah tersensitisasi

Kontak berulang

Proses imunologik

Dermatitis Akut, sub akut, kronik


DERMATITIS KONTAK IRITAN (DKI)

Akut Kumulatif
Bahan kontak dg kulit Perlu beberapa kali
kontak langsung Atopi

Semua orang
PERBEDAAN DKI DAN DKA

DKI DKA
SETIAP ORG BISA HANYA ORG
KENA TERTENTU
ONSET 0 2 HR ONSET 7 21 HR
TERGANTUNG DOSIS TIDAK TGT DOSIS
KELUHAN : PANAS / KELUHAN : GATAL
SAKIT KEL KLINIS KULIT :
KEL KLINIS KULIT : POLIMORF
MONOMORF
PENDEKATAN DIAGNOSIS

Anamnesis

Pemeriksaan klinis

Uji tempel

Kunjungan tempat kerja

Analisis bahan kimia


ANAMNESIS

TEMPAT KERJA

Mengetahui jenis industri

Mengenal jenis pekerjaan


ANAMNESIS
Mengetahui proses kerja

Mengetahui bahan-bahan kimia yang terpapar

Alat pelindung
ANAMNESIS

LAMA BEKERJA
Mengetahui hubungan penyakit dg pekerjaan
Menentukan faktor predisposisi

LOKASI LESI
mengetahui bahan kontaktan
mengetahui penyebaran melalui udara
membuktikan bukan penyakit
akibat kerja
ANAMNESIS
LESI KULIT

Kapan timbulnya lesi kulit, berapa lama

Keluhan gatal, panas atau nyeri

Lokasi awal dan penyebarannya

Apakah mengganggu saat bekerja


ANAMNESIS

CUTI DAN HARI LIBUR


Menentukan faktor pekerjaan perbaikan

TEMAN KERJA DGN PENYAKIT YANG SAMA


Mengetahui angka kejadian
ANAMNESIS

PENGGUNAAN BAHAN KIMIA

menentukan penyebab dermatitis

indikasi uji tempel

memastikan konsentrasi uji tempel


ANAMNESIS

KRIM PELINDUNG DAN SKIN CLEANSER


Mungkin penyebab dermatitis

SARUNG TANGAN DAN SEPATU BOOT


Mungkin penyebab dermatitis
ANAMNESIS

KERJA PARUH WAKTU

Mengetahui faktor yang memperburuk

Mengetahui penyebab penyakit yang lain


ANAMNESIS

RIWAYAT PENGOBATAN

obat sendiri

obat dari perawat

obat dari dokter


ANAMNESIS

RIWAYAT ALERGI
pekerjaan sebelumnya
hobi

HOBI & PEKERJAAN RUMAH TANGGA


penyebab dermatitis
PEMERIKSAAN KLINIS

Pasien diperiksa lengkap baik yang terpapar maupun


tidak
Distribusi dan morfologi lesi sesuai dengan yang
terpapar bahan/kontaktan
Akibat kerja atau bukan akibat kerja
Dermatitis? DKA/DKI?
UJI TEMPEL

Bila ditemukan bahan yang dicurigai uji tempel

48 jam
KRITERIA DIAGNOSIS PKAK
(Mathias)

Dengan jawaban 4 ya dari 7 pertanyaan yang ada:

1. Apakah klinis sesuai dengan dermatitis kontak?

2. Apakah bahan kimia potensial iritan atau alergen?

3. Apakah kelainan klinis kulit ( distribusi erupsi ) sesuai


dengan paparan kerja?

4. Apakah hubungan waktu antara paparan dan awitan


sesuai dengan dermatitis kontak?
5. Apakah paparan non pekerjaan bukan sebagai
penyebab?

6. Apakah ada perbaikan dermatitis apabila tidak


bersentuhan dgn bahan iritan atau alergen?

7. Apakah uji tempel menunjukkan kemungkinan


penyebab alergi?
KUNJUNGAN TEMPAT KERJA

FAKTOR PENTNG YG HARUS DICATAT


Keluhan penyakit serupa
Bahan-bahan yg digunakan dicatat
Mintalah data bahan disertai MSDS
Kandungan bahan utama yg dicurigai
Kandungan bahan lainnya

k/p minta contoh untuk analisis


Untuk keperluan uji tempel
TEMPAT KERJA
TEMPAT KERJA

Pengamatan kondisi tempat kerja dan lingkungan


Kelembaban
Suhu
Penyinaran tempat kerja, penggunaan sinar UV
Kebersihan lingkungan kerja, debu/tumpahan bahan
Penyimpanan/ tempat bahan berisiko
PENATALAKSANAAN

Dasar Penatalaksanaan:

penyebab dan bentuk klinis


diagnosis yang tepat dan akurat
berat ringan PKAK
PENATALAKSANAAN

Pekerja dengan dermatosis berat


segera hindari bahan penyebab:
Cuti.
Masuk Rumah Sakit
PENATALAKSANAAN

Pekerja dengan dermatosis


sedang
tetap bekerja
gunakan alat pelindung yang tepat
lakukan kebiasaan bekerja yang benar .
PENATALAKSANAAN

Kondisi lesi:
Dermatosis Akut:
Kompres basah dengan Normal Saline atau
PK 1/10000
Steroid sistemik
Pada kondisi sub-akut diberikan steroid topikal
PENATALAKSANAAN

Dermatosis Khronis:
Dermatitis
Kortikosteroid potensi lemah sampai sedang
Kortikosteroid potensi kuat :
dihindari
jangka pendek.
Antibiotik diberikan bila terjadi infeksi
Pemakaian antihistamin
Non dermatitis obati sesuai penyakitnya.
PENATALAKSANAAN
Penyebab Khronis
Pekerja masih terkena bahan penyebab, karena
belum diketahuinya bahan tersebut.
Dermatitis parah berulang, sehingga dibutuhkan
waktu yang lama untuk menyembuhkan karena
fungsi pelindung kulit sudah rusak.
Komplikasi terapi, misalnya alergi terhadap obat
yang dipakai.
Infeksi sekunder yang tidak diobati.
Penderita dermatitis atopik.
Problem mediko-legal, pekerja sengaja tidak mau
sembuh untuk mendapatkan ganti rugi karena
kondisi sakitnya.
PENCEGAHAN

primer:
untuk menghentikan/menyembuhkan pasien.
sekunder:
untuk mencegah terjadinya kekambuhan
tertier:
untuk mencegah parahnya penyakit yang dapat
mempengaruhi kualitas hidup.
PENCEGAHAN

Alat Pelindung Diri (APD)


Personal Protective Equipment (PPE)
alat yang dipakai pekerja untuk
melindungi diri dari bahan berbahaya

pekerja tidak langsung kontak


dengan bahan berbahaya
PENCEGAHAN
Jenis APD /PPE
respirator
sarung tangan
apron
helm,
kacamata
sepatu
krim pelindung
dan lain lain
SARUNG TANGAN

Sarung tangan mencegah


trauma, terbakar, getaran dan kontak dengan
bahan kimia berbahaya.

Pemilihan sarung tangan harus tepat didasarkan


pada jenis bahan kimia yang dipakai di tempat
kerja dan proses pekerjaan.
SARUNG TANGAN

Sarung tangan katun tidak dipakai untuk


melindungi dari bahan kimia berbahaya,
karena akan menyerap bahan kimia seperti
solven, sehingga meningkatkan kontak

Sarung tangan yang terbuat dari nitril,


polyvynyl chloride, karet atau kulit lebih
melindungi pekerja dari bahan kimia
SARUNG TANGAN

Pemakaian sepanjang waktu kerja dan pada


area berbahaya
Panjang sarung tangan yang dipilih harus
sesuai dengan bidang pekerjaan.
Sarung tangan harus dipakai dengan benar dan
pas, kalau longgar maka penggunaannya tidak
efektif.
Setelah dipakai sarung tangan harus dilepas
dengan benar dan dibersihkan serta dilihat
apakah tidak rusak dan bisa dipakai lagi.
Sarung tangan yang sobek harus diganti
PERAWATAN KULIT

Sabun
deterjen
bahan pembersih non-alergen
air hangat
shower
handuk lembut
dan emolien/pelembab.
PERAWATAN KULIT

Tersedianya alat pembersih dan pengering


ditempat kerja, mendorong untuk para pekerja
lebih sering menggunakannya, sehingga bisa
menimbulkan PKAK.

Pembersih yang tepat harus disediakan, karena


bahan pembersih seperti deterjen abrasif dan
cairan pelarut dapat menyebabkan reaksi alergi
atau malah iritasi.
REHABILITASI

Hal utama dalam rehabilitasi untuk pekerja


dengan PKAK:
segera mengembalikan mereka untuk bekerja
lagi dan menghindari kekambuhan.
Pekerja dianjurkan sementara pindah/ganti
pekerjaan,
sebaiknya pindah/ganti pekerjaan tidak
dilakukan permanen.
Pelatihan PAK 18-19 Nop 2010