Você está na página 1de 22

Tugas Ekologi

ALIRAN ENERGI PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG

OLEH:
M.YUSUF WEANDARA
P4600216004

PROGRAM MAGISTER PENGELOLAAN SUMBERDAYA


PESISIR TERPADU
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
Power Point
PENGERTIAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG
SEBARAN TERUMBU KARANG
TIPE-TIPE TERUMBU KARANG BERDASARKAN JENISNYA
TIPE-TIPE TERUMBU KARANG BERDASARKAN BENTUKNYA
ALIRAN ENERGI PADA TERUMBU KARANG
RANTAI MAKANAN PADA TERUMBU KARANG
BEBERAPA SPESIES TERUMBU KARANG DI INDONESIA DAN KLASIFIKASINYA
PENGERTIAN EKOSISTEM TERUMBU
KARANG
Terumbu karang adalah Diperkirakan terdapat lebih dari satu juta spesies mendiami
ekosistem bawah laut yang ekosistem ini. Meski terlihat kokoh seperti batuan karang,
terdiri dari sekelompok binatang ekosistem ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Suhu
karang yang membentuk struktur optimum bagi pertumbuhan terumbu karang berkisar 26-28C.1
kalisum karbonat, semacam batu Dengan toleransi suhu berkisar 17-34C.2 Perubahan suhu dalam
kapur. Ekosistem ini menjadi jangka waktu yang panjang bisa membunuh terumbu karang.
habitat hidup berbagai satwa Ekosistem ini juga memerlukan perairan yang jernih, sehingga
laut. Terumbu karang bersama- matahari bisa menembus hingga lapisan terdalamnya.
sama hutan mangrove
merupakan ekosistem penting
yang menjadi gudang
keanekaragaman hayati di laut.
Dari sisi keanekaragaman hayati,
terumbu karang disebut-sebut
sebagai hutan tropis di lautan.

Ekosistem terumbu karang merupakan habitat hidup sejumlah


spesies bintang laut, tempat pemijahan, peneluran dan
pembesaran anak-anak ikan. Dalam ekosistem initerdapat
banyak makanan bagi ikan-ikan kecil dan ikan-ikan kecil tersebut
merupakan mangsa bagi predator yang lebih besar.
ISTILAH TERUMBU KARANG
Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang
memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan
terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO3) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa
Inggris disebut coral reef.

Binatang karang terlihat seperti tanaman, padahal sebenarnya karang merupakan sekumpulan
hewan-hewan kecil yang bernama polip. Orang yang pertama kali mengklasifikasikan karang sebagai
binatang adalah J.A. de Peysonell, seorang ahli biologi dari Perancis pada tahun 1753. 3 Dalam
klasifikasi ilmiah, karang berada dalam filum Cnidaria,kelas Anthozoa.

Terdapat dua macam karang, yakni karang keras dan karang lunak. Karang keras hidup bersimbiosis
dengan alga bernama zooxanthellae. Karang jenis ini hidup di perairan dangkal dimana sinar
matahari bisa menembus dengan baik. Karena zooxanthellae memperoleh energi dengan proses
fotosintesis. Karang keras membentuk struktur terumbu dan memiliki tubuh yang keras seperti batu.
Karang lunak tidak bersimbiosis dengan alga, bentuknya seperti tanaman. Karang jenis ini bisa hidup
di perairan dangkal maupun perairan yang lebih dalam.

Polip merupakan binatang kecil yang menyerupai karung. Di bibir tubuhnya memiliki tentakel untuk
menarik dan menangkap mangsa. Makanan polip adalah plankton yang terbawa arus laut. Polip
menyerap kalsium karbonat dari air laut dan mengeluarkannya dalam bentuk struktur kapur yang
keras untuk melindungi tubuhnya yang lunak
SEBARAN TERUMBU KARANG
Secara global terumbu karang dapat ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Sebagian besar berada di
sekitar 30 arah utara dan selatan khatulistiwa.6 Sebarannya mencakup wilayah di 100 negara dengan luas
areal pada tahun 1990-an sekitar 600.000 km2. Saat ini diperkirakan 10 persen ekosistemnyadalam keadaan
rusak dan sebagian tidak bisa diperbaharui. Bila keadaan ini terus dibiarkan dalam 20 tahun kedepan
diperkirakan kerusakan akan meningkat hingga 30 persen.

Dari peta, sebaran terbesar berada diwilayah


indo-pasifik dan atlantik. Wilayah indo-pasifik
merupakan tempat terumbu karang terluas
dengan keanekaragaman paling banyak. Di
Great Barrier Reef Australia saja luasnya
mencapai 200.000 km2. Daerah-daerah lain
yang memiliki terumbu karang luas antara lain
perairan laut merah, bagian timur dan barat
Samudera Hindia, perairan Indonesia, Malaysia
dan Filipna, dan di kepulauan pasifik.

Dari peta, sebaran terbesar berada diwilayah indo-pasifik dan atlantik. Wilayah indo-pasifik merupakan
tempat terumbu karang terluas dengan keanekaragaman paling banyak. Di Great Barrier Reef Australia saja
luasnya mencapai 200.000 km2. Daerah-daerah lain yang memiliki terumbu karang luas antara lain perairan
laut merah, bagian timur dan barat Samudera Hindia, perairan Indonesia, Malaysia dan Filipna, dan di
kepulauan pasifik.
Sedangkan di wilayah atlantik luas terumbu karang hanya 1/20 dibanding di indo-
pasific. Dan keragamannya pun tidak terlalu tinggi. Titik-titiknya terdapat di sekitar
Bermuda dan Karibia, kemudia ada lagi di sekitar lepas pantai Brasil dan Afrika Barat.
TIPE-TIPE TERUMBU KARANG
BERDASARKAN JENISNYA

Terumbu karang keras (seperti brain coral dan elkhorn coral) merupakan
karang batu kapur yang keras yang membentuk terumbu karang. Karang
batu ini menjadi pembentuk utama ekosistem terumbu karang. Walaupun
terlihat sangat kuat dan kokoh, karang sebenarnya sangat rapuh, mudah
hancur dan sangat rentan terhadap perubahan lingkungan

Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan sea whips) tidak membentuk karang.
Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang yang tumbuh di sepanjang
pantai di continental shelf yang biasa disebut sebagai fringing reef, terumbu karang yang
tumbuh sejajar pantai tapi agak lebih jauh ke luar (biasanya dipisahkan oleh sebuah
laguna) yang biasa disebut sebagai barrier reef dan terumbu karang yang menyerupai
cincin di sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.
TIPE-TIPE TERUMBU KARANG
BERDASARKAN BENTUKNYA
1. Terumbu karang tepi (fringing reefs)
Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau
besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke
arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang
ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau.
Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken
(Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali)

2. Terumbu karang penghalang (barrier reefs)


Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km ke arah laut
lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon
(kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang
penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau
karang yang terputus-putus. Contoh: Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde (Sulawesi
Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).
Lanjutan

3. Terumbu karang cincin (atolls)


Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulaupulau vulkanik yang
tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.
4. Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)
Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini
tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu
pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal
dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu.
ALIRAN ENERGI
Energi yang masuk ke dalam suatu ekosistem secara umum, selain Energi di dalam ekosistem terumbu
dikonversi menjadi bahan organik, sebahagian besar mengalami karang diperoleh dari cahaya
degradasi dan keluar dari sistem sebagai energi panas dan matahari. Cahaya matahari diproses
sebagaian lainnya tersimpan didalam ekosistem. oleh Zooxantela yang merupakan
fitoplankton. Zooxantela ialah
fitoplankton yang bersimbiosis secara
mutualistik terhadap polip pada
terumbu karang. Peranan Zooxantela
sangat penting karena merupakan
pengonversi energi matahari menjadi
energi yang kemudian dimanfaatkan
oleh karang pembentuk terumbu
ataupun organisme lain di ekosistem
terumbu karang.

ZOOXANTEL ENERGI
PERTUMBUHAN POLIP
A PANAS
REPRODUKS
RESPIRASI
I
PERTUMBUHA
KARANG
N
ALIRAN ENERGI PADA RANTAI MAKANAN
TERUMBU KARANG
Secara garis besar tingkat trofik dalam jejaring makanan dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu kelompok produsen yang bersifat autotrof karena dapat
memanfaatkan energi matahari untuk mengubah bahan-bahan anorganik
menjadi karbohidrat dan oksigen yang diperlukan seluruh makhluk hidup, dan
kelompok konsumen yang tidak dapat mengasimilasi bahan makanan dan
oksigen secara mandiri (heterotrof).

Nybakken (1992) mengelompokkan produsen yang


terdapat pada jaring makanan karang adalah alga
koralin, alga hijau alga coklat dan zooxanthella. Dari
gambar di 7samping dapat diamati bahwa produser
dikonsumsi oleh sejumlah organisme avertebrata
seperti bintang laut raksasa ( Acanthaster planci )
dan invertebrata seperti ikan kepe-kepe
(Chaetodontidae). Terdapat juga organisme yang
memakan alga yang banyak terdapat di ekosistem
karang seperti ikan famili Acanthuridae. Tipe
pemangsaan yang ada adalah 50-70 % karnivora.
Goldman dan Talbot 1976 dalam Nybakken (1992)
menyatakan bahwa banyak dari ikan karnivora di
ekosistem terumbu karang adalah opurtunistik.
Mengambil apa saja yang berguna bagi mereka.
Mereka juga memakan mangsa yang berbeda pada
tingkatan yang berbeda dalam siklus kehidupan
mereka.
BEBERAPA SPESIES TERUMBU KARANG
DI INDONESIA DAN KLASIFIKASINYA
1. Acropora cervicornis
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora cervicornis
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni dapat terhampar sampai beberapa meter, Koloni arborescens, tersusun dari
cabang-
cabang yang silindris. Koralit berbentuk pipa. Aksial koralit dapat dibedakan.
Warna : Coklat muda.
Kemiripan : A. prolifera, A. formosa.
Distribusi : Perairan Indonesia, Jamaika, dan Kep. Cayman..
Habitat : Lereng karang bagian tengah dan atas, juga perairan lagun yang jernih
2. Acropora acuminata
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora acuminata

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni bercabang. Ujung cabangnya lancip. Koralit mempunyai 2 ukuran.
Warna : Biru muda atau coklat.
Kemiripan : A. hoeksemai, A abrotanoides.
Distribusi : Perairan Indonesia, Solomon, Australia, Papua New Guinea dan Philipina.
HabitaT : Pada bagian atas atau bawah lereng karang yang jernih atau pun keruh
3. Acropora micropthalma
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora micropthalma
Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni bisa mencapai 2 meter luasnya dan hanya terdiri dari satu spesies. Radial koralit
kecil,
berjumlah banyak dan ukurannya sama.
Warna : Abu-abu muda, kadang coklat muda atau krem.
Kemiripan : A. copiosa, A. Parilis, A. Horrida, A. Vaughani, dan A. exquisita.
Distribusi : Perairan Indonesia, Solomon, Australia, Papua New Guinea.
Habitat : Reef slope bagian atas, perairan keruh dan lagun berpasir.
4. Acropora millepora
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora millepora

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berupa korimbosa berbentuk bantalan dengan cabang pendek yang seragam.
Aksial koralit terpisah. Radial koralit tersusun rapat.
Warna : Umumnya berwarna hijau, orange, merah muda, dan biru.
Kemiripan : Sepintas karang ini mirip dengan A. convexa, A. prostrata, A. aspera dan A. pulchra.
Distribusi : Tersebar dari Perairan Indonesia, Philipina dan Australia.
Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di perairan yang dangkal.
5. Acropora palmate
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora palmate

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 5-20 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk cabang besar menyerupai tanduk rusa.
Warna : Umumnya berwarna coklat muda sampai coklat kekuningan.
Distribusi : Tersebar di Perairan Indonesia, Karibia, dan Bahama.
Habitat : Karang ini umumnya banyak hidup di perairan dangkal.
6. Acropora hyacinthus
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora hyacinthus

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 15-35 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk datar tipis dan struktur halus di permukaan.
Warna : Coklat, hijau, merah muda.
Distribusi : Perairan Indonesia, Indo-Pasifik.
Habitat : Umumnya di lereng karang.
7. Acropora echinata
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora echinata

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentik tabung bercabang yang menyerupai tentakel.
Warna : Coklat, kuning, putih.
Distribusi : Indo-Pasifik barat.
Habitat : Perairan dangkal yang hangat
8. Acropora humilis
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora humilis

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk jari-jari pipih bercabang.
Warna : Ungu, merah muda.
Distribusi : Perairan Indonesia, Indo-Pasifik.
Habitat : Perairan dangkal, ada juga di lereng karang.
9. Acropora cytherea
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Acroporidae
Genus : Acropora
Spesies : Acropora cytherea

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 3-15 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk meja datar dengan struktur yang padat halus.
Warna : Krem, coklat, biru.
Distribusi : Indo-Pasifik barat.
Habitat : Perairan tenang, atas dan bawah lereng karang.
10. Siderastrea sidereal
Kingdom : Animalia
Phylum : Cnidaria
Class : Anthozoa
Ordo : Scleractinia
Family : Siderastreidae
Genus : Siderastrea
Spesies : Siderastrea sidereal

Kedalaman : Karang ini banyak dijumpai hidup pada kedalaman 7-14 meter.
Ciri-ciri : Koloni berbentuk batu bulat besar.
Warna : Coklat keemasan, abu-abu.
Distribusi : Perairan Indonesia, Karibia.
Habitat : Perairan dangkal yang jernih.
SEKIAN