Você está na página 1de 23

Faculty of

Diare
Medicine
Universitas Pembangunan
Nasional
Veteran
Jakarta

CLINICAL SCIENCE & TREATMENT


PANDU DIAN WICAKSONO (1510211031)
Definisi
Diare adalah BAB (defekasi) dengan tinja
berbentuk cair atau setengah cair (setengah
padat), kandungan air dalam tinja lebih
banyak dari biasanya lebih dari 200 gram
atau 200 ml/ 24 jam.
Buang air besar encer lebih dari 3 kali per
hari, dapat disertai/ tanpa lendir dan darah.
Etiologi
Diare Akut disebabkan oleh banyak penyebab,
antara lain infeksi (bakteri, parasite, virus),
keracunan makanan, efek obat dan lain lain.
Menurut World Gastroenterology Organisation
Global Guidelines 2005, etiologi diare akut dibagi
atas 4 penyebab: bakteri, virus, parasite dan
non-infeksi.
1. Infeksi
a.Enteral
. Bakteri: Shigella sp, E. coli pathogen, Salmonella sp, Vibrio cholera, Yersinia
enterocolytica, Campylobacter jejuni, V. parahaemoliticus, V. NAG.,
Staphylococcus aureus, Streptococcus, Klebsiella, Pseudomonas, Aeromonas,
Proteus dll.
. Virus: Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus, Norwalk like virus, Cytomegalovirus
(CMV), echovirus, virus HIV.
. Parasit: Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Cryptosporidium
parvum, Balantidium coli)
. Worm: A. lumbricoides, Cacing tambang, Trichuris trichura, S. stercoralis,
cestodiasis dll.
. Fungus: Kandida/ moniliasis
1. Infeksi
b.Parenteral
. Intoksikasi makanan: Makanan beracun, mengandung logam
berat, mengandung bakteri/ toksin: Clostridium perfringens,
B. cereus, S. aureus, Streptococcus anhaemolyticus dll.
. Alergi: susu sapi, makanan tertentu
. Malabsorbsi/ maldigesti: Karbohidrat: monosakarida,
disakarida; Lemak: rantai panjang trigliserida; Protein
intolerance, cows milk, vitamin & mineral
2. Immunodeficiency
Hipogamaglobulinemia, panhipogamaglobulinemia
(Bruton), penyakit granulomatose kronik, defisiensi
IgA, Imunodefisiensi IgA heavycomnbination.
3. Terapi obat
Antibiotik, kemoterapi, antacid dll.
4. Tindakan tertentu
Gastrektomi, gastroenterostomi, dosis tinggi terapi
radiasi
Keadaan Risiko dan Kelompok Risiko Tinggi
yang Mungkin Mengalami Diare Infeksi
1. Baru saja bepergian/ melancong
2. Makanan atau keadaan makanan yang tidak biasa:
makanan laut dan shell fish, terutama yang mentah.
Restoran di rumah makan cepat saji
3. Homoseksual, pekerja seks, penggunaan obat
intravena, risiko infeksi HIV, sindrom usus homoseks
(Gay Bowel Syndrome), AIDS
Epidemiologi
Di negara berkembang dilaporkan rata-rata
terjadi 3 kasus diare pada anak dengan usia
kurang dari 5 tahun, malnutrisi merupakan
factor risiko penting yang mempengaruhi
kejadian diare. Kematian anak akibat diare
telah mengalami penurunan dalam jumlahnya
selama 2 decade terakhir, setelah penyebaran
secara luas penggunaan larutan rehidrasi oral.
Rotavirus merupakan penyebab tersering dari
penyakit diare dan vaksin rotavirus diharapkan
berhasil mengurangi angka kejadian diare
yang disebabkan Karena infeksi rotavirus.
Klasifikasi
1.Lama Waktu Diare:
Diare Akut
Diare Kronis
2.Penyebab Infeksi:
Diare Infektif
Diare Non-Infektif

3.Mekanisme Patofisiologi
Diare Osmotik
Diare Sekretorik
Malabsorbsi Empedu
Gangguan permeabilitas usus
Inflamasi dinding usus
Motilitas dan waktu transit usus abnormal
Patogenesis
Yang beperan pada terjadinya diare akut
terutama karena infeksi, yaitu factor kausal
(agent) dan factor pejamu (host).
Ketidakseimbangan antara factor pejamu dan
factor kausal menjadi penentu terjadinya diare
pada pasien.
Diagnosis
1. Anamnesis
Pasien dengan diare akut datang dengan berbagai gejala klinis yang
bergantung pada penyebab penyakit dasar yang mendasarinya,
keluhannya berlangsung kurang dari 15 hari.
Pasien dengan diare akut infektif datang dengan keluhan khas yaitu
nausea, muntah, nyeri abdomen, demam dan sering BAB.
Dehidrasi dapat timbul jika diare berat dan asupan oral terbatas Karena
Tingkatan
nausea dan muntah,Dehidrasi:
terutama pada anak kecil dan lansia.
1. Dehidrasi Ringan (hilang cairan 2-
5% BB)
2. Dehidrasi Sedang (hilang cairan 5-
8% BB)
3. Dehidrasi Berat (hilang cairan 8-
10% BB)
Diagnosis
2.Pemeriksaan Fisik
Status volume dinilai dengan memperhatikan perubahan
ortostatik pada tekanan darah dan nadi, temperature tubuh
dan tanda toksisitas.
Pemeriksaan abdomen menjadi sangat penting dengan
memperhatikan adanya kualitas bunyi usus dan ada
tidaknya distensi abdomen dan nyeri tekan yang dapat
menjadi clue untuk penentuan etiologi
Diagnosis
3. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah tepi lengkap, kadar elektrolit serum,
ureum dan kreatinin, pemeriksaan feces dan pemeriksaan
ELISA, serta foto X-Ray Abdomen bila diperlukan
4. Penentuan Derajat Dehidrasi
Berat jenis plasma: pada dehidrasi BJ Plasma meningkat
a. Dehidrasi Berat: BJ Plasma 1,032 1,040
b. Dehidrasi Sedang: BJ Plasma 1,028 1,032
c. Dehidrasi Ringan: BJ Plasma 1,025 1,028
Penatalaksanaan
1. Rehidrasi
Untuk rehidrasi pada pasien perlu dinilai dahulu derajat dehidrasi yang
dialami. Prinsip menentukan jumlah cairan yang akan diberikan yaitu
sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari tubuh.
Macam-macam pemberian cairan:
a. BJ Plasma
Penatalaksanaan
b. Metode Pierce
Dehidrasi Ringan, Kebutuhan cairan = 5% x BB (kg)
Dehidrasi Sedang, Kebutuhan cairan = 8% x BB (kg)
Dehidrasi Berat, Kebutuhan cairan = 10% x BB (kg)
c. Metode Daldiyono
Rehidrasi
Rehidrasi Plan C
Rehidrasi
Bila dehidrasi sedang/ berat sebaiknya pasien diberikan cairan melalui infus
pembuluh darah. Sedangkan dehidrasi ringan/ sedang pada pasien masih dapat
diberikan cairan peroral atau selang nasogastric, kecuali bila ada kontraindikasi
khusus
Pemberian peroral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 29 gr
glukosa, 3.5 gr NaCl, 2.5 gr Natrium Bikarbonat dan 1.5 gr KCl tiap liter.
Pemberian Cairan:
1. Dua jam pertama (tahap rehidrasi inisial): jumlah total kebutuhan cairan menurut
rumus BJ plasma atau skor Daldiyono diberikan langsung dalam 2 jam agar
tercapai rehidrasi optimal secepat mungkin.
2. Satu jam berikutnya/ jam ke-3 (tahap kedua) pemberian diberikan berdasar
kehilangan cairan selama 2 jam pemberian cairan rehidrasi inisial sebelumnya.
3. Jam berikutnya pemberian cairan diberikan berdasarkan ehilangan cairan melalui
tinja dan IWL
Obat Antimikroba
Daftar Pustaka
BAIPD. Jilid I. Edisi IV. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta,
2006.
http://rehydrate.org/dehydration/treatment-plans.htm
https://www.aap.org/en-us/Documents/Module_6_Eng_FINAL_10182016.pdf