Você está na página 1de 30

Anggota Kelompok:

1. Luluk Robiatul Adawiyah


(14010644003)
2. Riza Zahiyah Ithri
(14010644012)
3. Desy Puspita Sari
(14010644017)
4. Ike Desi Wulansari
(14010644029)
5. Vicky Arventianto
(14010644039)
A. PENGERTIAN ANAK
AUTIS.
Kata autisme berasal dari bahasa
Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu
1. aut yang berarti diri sendiri
2. ism yang secara tidak langsung
menyatakan orientasi atau arah
atau keadaan (state).

Sehingga autism dapat didefinisikan


sebagai kondisi seseorang yang luar
biasa asik dengan dirinya sendiri
(Reber, 1985 dalam Trevarthendkk,
1998).
CIRI-CIRI ANAK

Look a video
B. Ciri ciri anak Autis
1. Prilaku Sosial,
Mengabaikan (ignore) orang lain
Memperlihatkan masalah umum dalam bergaul dengan orang lain secara
sosial
Ekspresi sosial mereka terbatas pada ekspresi emosi-emosi yang ekstrim,
seperti menjerit, menangis atau tertawa yang sedalam-dalamnya .
Tidak menyukai perubahan sosial atau gangguan dalam rutinitas sehari-
hari dan lebih suka apabila dunia mereka tetap sama. Apabila terjadi
perubahan mereka akan lebih mudah marah,.
Anak-anak autis sering memperlihatkan perilaku yang merangsang dirinya
sendiri (self-stimulating) seperti mengepak-ngepakkan tangan (hand
flapping) mengayun-ayun tangan ke depan dan kebelakang, membuat
suara-suara yang tetap (ngoceh), atau menyakiti diri sendiri (self-inflicting
injuries) seperti menggaruk-garuk, kadang sampai terluka, menusuk-
nusuk. Perilaku ini lebih sering lagi terjadi pada saat anak autis ditinggal
sendiri atau sedang sendirian daripada waktu dia sibuk dengan tugas-
tugas yang harus dikerjakannya, dan berkurang setelah anak belajar
untuk berkomunikasi. (Carr & Durrand, 1985; dalam Kathleen Ann Quill,
1995).
2. Perilaku Komunikasi
mengabaikan orang lain (tidak merespon apabila
diajak berbicara)
Tidak dapat mengekspresikan emosi secara tepat
(tidak tertawa melihat yang lucu
Tidak memperlihatkan perasaan senang, takut, atau
sakit, dalam mimik mukanya), terobsesi dengan
kesamaan (kaku)
Tidak mampu mengungkapkan keinginannya secara
verbal atau mengkompensasikannya dalam gerakan
Sulit untuk memulai percakapan atau pembicaraan
Jarang melakukan tindakan yang komunikatif
Jarang menggunakan kata-kata yang menunjukkan
etika sosial, atau mengungkapkan perasaan atau
mengomentari sesuatu, echolalia (membeo)
Nada bicara monoton, salah menggunakan kata ganti
orang.
FAKTOR PENYEBAB
ANAK AUTIS
1. Faktor Keturunan
Dikarenakan gen tersebut mengalami mutasi dan
berkembang tidak sebagaimana mestinya. Jika dua
generasi sudah mengalami penyakit autisme maka,
kemungkinan generasi selanjutnya juga akan
mengalami resiko tinggi terkena autism. Selain itu,
jika ada anak kembar dan salah satunya mengalami
autism maka saudara yang satunya lagi
kemungkinan juga akan mengalami autism.
2. Faktor Kelahiran dan Masa Kandungan

Anak di dalam kandungan ibu


mungkin saja terpapar oleh zat-
zat tertentu yang dibawa oleh
asupan makanan yang dikonsumsi
oleh ibu.
Namun penelitian yang dilakukan
membuktikan bahwa anak yang
mengalami resiko tinggi terkena
autis dipicu oleh penyebab
tertentu seperti dengan
kelahiran prematurdan konsumsi
alkohol atau obat-obatan tertentu
selama anak masih di dalam
kandungan.
3. Faktor Neurologis
Para ilmuwan telah melakukan
penelitian dan ternyata pada
penyandang autism juga memilki
gangguan spesifik pada
perkembangan saraf otak dan sel
motorik. Jadi, saraf yang ada di
dalam otak ini memiliki kekacauan
sehingga tidak bisa berkembang
dengan baik. Sel di dalam otak bisa
saja berbentuk terlalu kasar atau
terlalu halus. Karena hal inilah
membuat koneksi kacau sehingga
anak yang mengidap autism akan
bereaksi berlebihan pada hal yang
sepele saja.
4. Faktor Psikologis
Belakangan ini sudah dilakukan sebuah penelitian yaitu theory
of mind yang memungkinkan terjadinya autism pada anak
dikarenakan adanya perbedaan pola pikir. Hal ini membuat
adanya kemungkinan bahwa ada pengaruh dari faktor
psikologis dengan gangguan autism. Teori ini mempelajari
faktor yang mempelajari psikologis manusia dan menyadari
bahwa setiap individu memiliki keinginan, emosi, hasrat dan
keyakinan yang berbeda-beda sehingga sangat mungkin
terjadi perbedaan kontrol emosi pada masing-masing individu.
5. Faktor Usia Ibu

Menurut beberapa penelitian


menemukan hasil yang cukup
mengejutkan bahwa resiko
anak akan mengidap autism
akan semakin tinggi jika sang
ibu mengandungpada usia
yang cukup tua, seperti
hamil diatas 35 tahun. Jadi
untuk para wanita sebaiknya
hamil pada usia yang masih
produktif saja ya?
Klasifikasi Anak Autis
Klasifikasi Anak Autis

1. Klasifikasi berdasarkan saat munculnya


kelainan
Autisme infantil
2. Klasifikasi berdasarkan
intelektual
1.
3. Klasifikasi berdasarkan interaksi
sosial
1
4. Klasifikasi berdasarkan prediksi
kemandirian
1
PANTANGAN
MAKANAN
UNTUK ANAK
AUTIS
1. Gluten
Gluten adalah protein yang
terkandung dalam gandum,
mi, roti, pasta,dan tepung
terigu. Gluten adalah jenis
protein yang susah dicerna
atau diurai oleh tubuh.
Hindari makanan tersebut
denganmembiarkan Si Kecil
mengonsumsi sumber
karbohidrat lain dari ubi,
singkong, jagung, atau bihun.
2. Kasein
Protein yang
ditemukan pada banyak
produk makanan. Semua
produk susu
mengandung kasein
termasuk keju, yogurt,
susu sapi, mentega, dan
es krim. Mengonsumsi
makanan yang
mengandung kasein bisa
menyebabkan gejala
sulit berkomunikasi dan
sulit melakukan kontak
sosial.
3. Gula dan makanan yang
berkadar gula tinggi
Termasuk juga karbohidrat seperti nasi putih yang
mengandung kadar gula tinggi. Kenaikan dan
penurunan kadar gula darah akan memicu anak autis
menjadi lebih hiperaktif dan agresif. Selain itu
mengonsumsi gula juga dapat memicu pertumbuhan
jamur di dalam saluran pencernaan. Jika
pertumbuhan jamur berlebih dapat menimbulkan
perilaku agresif, hiperaktif, dan sulit berkonsentrasi.
4. Ragi dan makanan hasil fermentasi

Dengan mengonsumsi
ragi dan makanan hasil
fermentasi juga dapat
memperparah saluran
pencernaan anak penderita
autis. Ragi biasanya
ditemukan dalam roti, tape,
tempe, dan kecap. Untuk
mengatasi penyakit ini,
anak autis disarankan
mengonsumsi minuman
probiotik yang di dalamnya
mengandung bakteri baik.
5. Zat aditif makanan

Zat aditif makanan juga perlu


dihindari oleh anak penyandang
autis. Yang termasuk zat aditif
adalah pengawet, pewarna,
pemanis, dan penyedap rasa.
Pada dasarnya zat aditif dibagi
menjadi dua macam yaitu zat
aditif buatan dan alami. Zat
aditif buatan inilah yang sering
dituduh sebagai penyebab
perilaku hiperaktif anak. Zat
aditif buatan biasanya sering
ditambahkan dalam makanan
kemasan.
PENANGANAN ANAK
TERAPI ANAK
1. Terapi Perilaku
Terapi perilaku (behavior theraphy) adalah terapi yang
dilaksanakan untuk mendidik dan mengembangkan
kemampuan perilaku anak yang terhambat dan untuk
mengurangi perilaku-perilaku yang tidak wajar dan
menggantikannya dengan perilaku yang bisa diterima
dalam masyarakat.
Terapi perilaku ini merupakan dasar bagi anak-anak autis
yang belum patuh (belum bisa kontak mata dan duduk
mandiri) karena program dasar/kunci terapi perilaku
adalah melatih kepatuhan, dan kepatuhan ini sangat
dibutuhkan saat anak-anak akan mengikuti terapi-terapi
lainnya seperti terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi,
karena tanpa kepatuhan ini, terapi yang diikuti tidak
akan pernah berhasil.
2. Terapi Wicara
Terapi wicara (speech therapy)
merupakan suatu keharusan, karena
anak autis mempunyai keterlambatan
bicara dan kesulitan berbahasa.
Tujuannya adalah untuk melancarkan
otot-otot mulut agar dapat berbicara
lebih baik. Hampir semua anak
dengan autisme mempunyai kesulitan
dalam bicara dan berbahasa.
3. Terapi okupasi
Terapi okupasi dilakukan untuk
membantu menguatkan,
memperbaiki koordinasi dan
keterampilan otot pada anak autis
dengan kata lain untuk melatih
motorik halus anak. Hampir semua
anak autis mempunyai
keterlambatan dalam perkembangan
motorik halus.
4. Terapi Fisik
Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris
akan sangat banyak menolong untuk
menguatkan otot-ototnya dan
memperbaiki keseimbangan tubuhnya.
Hydroterapi, merupakan salah satu
contoh terapi fisik yang dapat
membantu anak autistik untuk
melepaskan energi yang berlebihan
pada diri anak.
5. Terapi Sosial
Terapi Sosial, Kekurangan yang paling
mendasar bagi individu autisme adalah
dalam bidang komunikasi dan interaksi .
Banyak anak-anak ini membutuhkan
pertolongan dalam ketrampilan
berkomunikasi 2 arah, membuat teman dan
main bersama ditempat bermain. Seorang
terapis sosial membantu dengan memberikan
fasilitas pada mereka untuk bergaul dengan
teman-teman sebaya dan mengajari cara-
caranya.