Você está na página 1de 53

ERGONOMI

RATNA Y
PENGERTIAN ERGONOMI
MERUPAKAN PENERAPAN ILMU-ILMU
BIOLOGIS TTG MANUSIA BERSAMA-SAMA
DGN ILMU TEKNIK DAN TEKNOLOGI
UNTUK MENCAPAI PENYESUAIAN SATU
SAMA LAIN SCR OPTIMAL DARI MANUSIA
THD PEKERJAANNYA YANG MANFAATNYA
DIUKUR DENGAN EFISIENSI DAN
KESEJAHTERAAN KERJA
CONTOH PENERAPAN ERGONOMI ADA
PADA PEKERJAAN MENGETIK KOMPUTER,
MENGANGKAT BEBAN BERAT, DLL
APLIKASI ILMU
ERGONOMI
1. Masalah kekuatan/kontraksi otot
2. Kebutuhan energi
3. Sikap kerja
4. Interaksi manusia-mesin/peralatan
kerja
APLIKASI ILMU
ERGONOMI
Tujuan Penerapan Ergonomi

1. MENINGKATKAN KESELAMATAN
KERJA
2. MENGURANGI KELELAHAN /
STRESS AKIBAT PEKERJAAN
3. MENGURANGI CUTI SAKIT
AKIBAT PENYAKIT
MUSKULOSKELETAL
4. MENINGKATKAN KEPUASAN
KERJA KARYAWAN
5. MEMPERBAIKI KUALITAS HIDUP
ANTROPOMETRI
ADL ILMU YG BERHUB DGN PENGUKURAN DIMENSI
DAN KARAKTERISTIK TUBUH MANUSIA LAINNYA SPT
VOLUME, PUSAT GRAVITASI, MASA SEGMEN TUBUH
MANUSIA.
UKURAN TUBUH MANUSIA SANGAT BERVARIASI TGT :
1. UMUR, BERKURANG 4 CM PADA USIA 45 65 TH
2. JENIS KELAMIN, DIMENSI TUBUH LAKI > WANITA,
KECUALI LEBAR PINGGUL
3. RAS
4. PEKERJAAN, UKURAN PROPORSIONAL BERDASAR
PEKERJAAN
5. DIET DAN GAYA HIDUP
KORELASI TB DAN BB DGN
BERTAMBAHNYA UMUR

0 10 20 30 4 50 60 70 80
0
PENGUKURAN DIMENSI
TUBUH
PENGUKURAN DIMENSI TUBUH DIBAGI MJD
2 JENIS : STATIS DAN DINAMIS
DIMENSI STATIS ADL PENGUKURAN YG
DILAKSANAKAN PADA SAAT TUBUH MANUSIA
DLM SIKAP STATIS ( POSISI DIAM DI TEMPAT )
ADA 2 DIMENSI STATIS : BERDIRI & DUDUK
DIMENSI DINAMIS ADL PENGUKURAN TUBUH
DLM POSISI MENGERJAKAN BEBERAPA
AKTIFITAS FISIK
APLIKASI DIMENSI STATIS
ANTROPOMETRI
3 METODE UNTUK MENGAPLIKASIKAN PRINSIP
ERGONOMI
PADA SITUASI YG BERBEDA
1. DESAIN UNTUK INDIVIDU YG EKSTREM
UNTUK UKURAN
TB DAN BB YG EKSTREM PERLU MODIFIKASI
PERALATAN
YG SESUAI , MISAL : TINGGI PINTU,
KEKUATAN ALAT,
TANGGA, DLL
2. DESAIN UNTUK PERALATAN / PRODUK YG
DAPAT
DISESUAIKAN, MISAL PEKERJAAN YG
MEMERLUKAN
UKURAN ANTROPOMETRIS STATIS
BERDIRI
1) TINGGI BADAN BERDIRI
3) TINGGI BAHU
4) TINGGI SIKU
5) TINGGI PINGGUL
32) PANJANG DEPA
34) JANGKAUAN VERTIKAL BERDIRI
DUDUK
8) TINGGI DUDUK
11) TINGGI SIKU
23) PANJANG LENGAN BAWAH DAN TANGAN
15) TINGGI LUTUT
17) LEBAR BAHU
JENIS UKURAN
ANTROPOMETRIS
JENIS UKURAN
ANTROPOMETRIS
JENIS UKURAN
ANTROPOMETRIS
JENIS UKURAN
ANTROPOMETRIS
TINGGI BADAN BERDIRI
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN
TINGGI MINIMAL DESAIN PRODUK DIATAS KEPALA,
MISALNYA TINGGI PINTU, TINGGI LAMPU GANTUNG,
DLL
TINGGI BAHU
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK REFERENSI PUSAT
ROTASI LENGAN DARI ATAS LANTAI, YG DIGUNAKAN
UNTUK MENDESAIN TINGGI MAKSIMAL
PENGGUNAAN TOMBOL-TOMBOL KONTROL
TINGGI MATA
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN
TINGGI MAKSIMAL SESUAI UNTUK LOKASI MONITOR
PANJANG LENGAN BAWAH &
TANGAN
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MEMPERKIRAKAN JARAK JANGKAUAN
LENGAN BAWAH PADA DESAIN TEMPAT
KERJA
PANJANG DEPA
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
REFERENSI TITIK PUSAT ROTASI LENGAN
MENJANGKAU BENDA SEUKURAN
PANJANG DEPA
TINGGI SIKU
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MEMPERKIRAKAN TINGGI MEJA KERJA DARI
ATAS LANTAI. MEJA KERJA YG LETAKNYA LEBIH
TINGGI DARI DIMENSI INI AKAN MENYEBABKAN
PEKERJA AKAN MENGANGKAT / MNGGANTUNG
LENGANNYA UNTUK JANGKA WAKTU YG LAMA
PADA SAAT BEKERJA
TINGGI PINGGUL
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK REFERENSI
TITIK PUSAT ROTASI SENDI PANGKAL PAHA YG
DIBUTUHKAN UNTUK MENENTUKAN PANJANG
FUNGSIONAL TUNGKAI BAWAH
JANGKAUAN VERTIKAL BERDIRI
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN TINGGI MAKSIMAL POSISI
TOMBOL-TOMBOL KONTROL DIATAS
KEPALA PADA SIKAP BERDIRI STANDAR,
SHG INDIVIDU YG PENDEK DAPAT
MENJANGKAU TOMBOL TERSEBUT
JENIS UKURAN
ANTROPOMETRIS
TINGGI SIKU
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MEMPERKIRAKANTINGGI DESIGN PENOPANG
SIKU DAN PERMUKAAN MEJA KERJA PADA
PEKERJA DGN POSISI DUDUK

TINGGI DUDUK
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN TINGGI DESAIN ATAP SUATU
KENDARAAN DENGAN MENYEDIAKAN JARAK
PUNCAK KEPALA DENGAN ATAP KENDARAAN
SESUAI DENGAN YG DIINGINKAN
PANJANG SIKU UJUNG JARI
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN JARAK JANGKAUAN
LENGAN BAWAH PADA DESIGN TEMPAT
KERJA YG NYAMAN
TINGGI LUTUT
UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN JARAK DASAR PERMUKAAN
MEJA KERJA DAN PERMUKAAN KURSI

LEBAR BAHU DELTOID


UKURAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN LEBAR MINIMUM
KORIDOR, LORONG SEMPIT SHG
INDIVIDU TIDAK BERPAPASAN HARUS
BERJALAN MIRING
4. STANDAR UKURAN MEJA
BAGI
PEKERJAAN
A. Pada pekerjaan tangan ( manual ) yg
dilakukan dgn cara berdiri, tinggi meja kerja
sebaiknya 5 10 cm di bawah tinggi siku ;
B. Apabila meja dan jika dataran tinggi siku
dinyatakan sbg dataran 0, maka bidang
kerja :
i. Untuk pekerjaan memerlukan ketelitian 0 + (5-
10 ) cm ;
ii. Untuk pekerjaan ringan 0 ( 5 10 ) cm ;
iii. Untuk bekerja berat yg perlu mengangkat
barang berat dan memerlukan bekerjanya otot
punggung 0 (10 20 ) cm.
STANDAR MEJA
STANDAR MEJA KERJA
IDEAL
5. POSISI DUDUK
Dari segi otot, posisi duduk yg
paling baik adalah sedikit
membungkuk, sedangkan dari
aspek tulang yg terbaik adalah
duduk yang tegak, agar punggung
tidak bungkuk dan otot perut tidak
berada pada keadaan yg lemas.
Jalan keluar dianjurkan
menggunakan posisi duduk yg
tegak dgn diselingi istirahat dlm
bentuk sedikit membungkuk.
POSISI DUDUK
6. TEMPAT DUDUK
Yang memenuhi persyaratan :
a. Tinggi dataran duduk dapat diatur dgn papan
injakan kaki shg sesuai dgn tinggi lutut,
sedangkan paha berada dlm keadaan datar ;
b. Tinggi papan sandaran punggung dapat
diatur dan menekan dgn baik kpd
punggung ;
c. Lebar alas duduk tidak kurang dari lebar
terbesar ukuran antropometri pinggul
misalnya lebih dari 40 cm ;
d. Tinggi meja kerja mrpk ukuran dasar sesuai
dgn pedoman 4b.
7. Pekerjaan berdiri sedapat mungkin
dirubah mjd pekerjaan yg dilakukan dgn
posisi duduk. Untuk pekerjaan yg
dilakukan sambil berdiri, bagi tenaga
kerja disediakan tempat duduk dan
diberi kesempatan untuk duduk
8. Arah penglihatan untuk pekerjaan
berdiri adalah 23 37 derajat ke bawah,
sedangkan untuk pekerjaan duduk 32
44 derajat kebawah
ARAH PENGLIHATAN
j) POSISI BERDIRI k) POSISI DUDUK

30
30

+ + 0,3
7
9. Apabila seorang tenker ( dgn atau tanpa
beban ) harus berjalan pada jalan
menanjak atau naik tangga, maka derajat
tanjakan optimum kurang lebih sbb :
- Jalan menanjak 10 derajat
- Tangga rumah 30 derajat
- Tangga 70 derajat
( dengan anak tangga yg berukuran berkisar
antara 20 30 cm tgt beban kerja ).
10. Kemampuan seseorang bekerja seharian
adl 8 10 jam, lebih dari itu efisiensi dan
kualitas kerja serta keselamatan, kesehatan
dan kepuasan kerja sangat menurun.
MANUAL MATERIAL
HANDLING
JENIS MANUAL MATERIAL HANDLING :
MENGANGKAT, MENURUNKAN, MENDORONG,
MENARIK, MELEMPAR, MENYOKONG,
MEMINDAHKAN BEBAN ATAU MEMUTAR
PEKERJAAN INI SERING MENIMBULKAN LOW
BACK PAIN ( LBP ) PADA 50 % MENGANGKAT
BEBAN. 9 % KARENA MENDORONG DAN
,MENARIK BEBAN, SERTA 6 % DISEBABKAN
MENAHAN, MEMUTAR, MELEMPAR
PEKERJA DGN MANUAL HANDLING
PEKERJA DI SEKTOR KONSTRUKSI, GUDANG,
PERAWAT, DLL
MANUAL MATERIAL
HANDLING
ANATOMI FISIOLOGI TULANG
BELAKANG
BATANG TUBUH ( KOLUMNA VERTBRALIS )
BERBENTUK S, TERDIRI DARI : VERTEBRA,
DIPISAHKAN OLEH DISKUS INTERVERTEBRALIS
BENTUK S, CEKUNG DI PUNGGUNG DAN
CEMBUNG DI PINGGANG MEMUNGKINKAN
TIMBULNYA ELASTISITAS BATANG TUBUH
UNTUK MENYERAP GAYA TEKANAN KE BAWAH
PADA SAAT MELONCAT DAN MENGANGKAT
BEBAN
DISKUS INTERVERTEBRALIS ( CAKRAM ANTAR
RUAS ) TERBENTUK DI C2 C3 DAN L5 S1,
KESELURUHAN ADA 23 CAKRAM
ANATOMI FISIOLOGI
TULANG BELAKANG
FAKTOR STRES FISIK PADA
MANUAL MATERIAL HANDLING
ADA BEBERAPA FAKTOR YG
MEMPENGARUHI STRES FISIK
AKIBAT MENGANGKAT BEBAN :
1. PERBEDAAN JENIS KELAMIN
2. METODE MENGANGKAT BEBAN
DGN BENAR
3. KARAKTERISTIK BEBAN YG
DIANGKAT
FAKTOR JENIS KELAMIN
PADA MANUAL MATERIAL
HANDLING
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
BERBEDA, OK. ANATOMI BERBEDA
PENYEBABNYA :
A. LEKUK SENDI PANGGUL PEREMPUAN
TERLETAK LEBIH SEDIKIT KE MUKA
DARI GARIK TEGAK LURUS,
DIBANDINGKAN LAKI-LAKI
B. TUNGKAI LAKI-LAKI RELATIF LEBIH
PANJANG DP WANITA
FAKTOR JENIS KELAMIN
PADA MANUAL MATERIAL
HANDLING
FAKTOR METODE
MENGANGKAT BEBAN
A. POSISI HORISONTAL BEBAN YG DIANGKAT,
SEMAKIN RAPAT SEMAKIN KECIL STRES
KOMPRESI
B. METODE MENGANGKAT BEBAN DARI LANTAI
- SQUAT LIFTING
- STOOP LIFTING
- SEMISQUAT LIFTING
C. MEMBAWA BEBAN DGN MELANGKAH KE
SAMPING, STRES KOMPRESI LEBIH BESAR
D. MENGANGKAT BEBAN SAMBIL DUDUK LEBIH
BESAR STRESS KOMPRESI PADA DISKUS
FAKTOR METODE KARATERISTIK
BEBAN YG DIANGKAT ( 2 )
PEGANGAN BEBAN, JIKA BEBAN
ADA PEGANGAN MENIMBULKAN
KOMPRESI YG LEBIH KECIL
TINGGINYA JARAK ANGKATAN DARI
LANTAI
JARAK EFISIEN MENGANGKAT
BEBAN 100 150 CM
BERAT, FREKUENSI MENGANGKAT
DAN JARAK MEMINDAHKAN BEBAN
FAKTOR METODE KARATERISTIK
BEBAN YG DIANGKAT
BESAR BEBAN YG DIANGKAT
KOMPRESI PADA DISKUS LEBIH BESAR PADA
BENDA VOLUME BESAR DP BENDA VOLUME
KECIL DGN BERAT YG SAMA
BENTUK DAN KARAKTERISTIK BENDA YG
DIANGKAT
BENDA YG BBENTUK LIAT ATAU MENGEMPIS
LEBIH MUDAH DIBANDINGKAN YG BENTUK
BOKS
DISTRIBUSI BEBAN DAN STABILITAS
BEBAN YG TIDAK TERISI PENUH AKAN
MENGURANGI NILAI AMBANG BATAS
MENGANGKAT BEBAN
PENCEGAHAN LBP AKIBAT MANUAL
HANDLING
1. KURANGI BERAT BEBAN YG DIANGKAT ( DIKEMAS DGN
KEMASAN YG LEBIH KECIL )
2. ANGKAT BEBAN BERSAMA UNTUK BEBAN YG BESAR
ATAU YG BERAT
3. GAYA ANGKAT BEBAN YG BENAR
4. UBAH METODE ANGKAT BEBAN ( MENARIK .
MENDORONG LEBIH RINGAN DP MEMBAWA )
5. KURANGI JARAK MEMBAWA BEBAN ( UBAHLAH MENJADI
BEBERAPA JARAK YG LEBIH DEKAT DP 1 KALI JARAK YG
JAUH )
6. TINGGI ANGKATAN TIDAK LEBIH DARI BAHU
7. BEBAN YG BERAT PADA TINGGI KEPALAN TANGAN
8. KURANGI FREKUENSI MENGANGKAT BEBAN
9. ROTASI TUGAS
10.BUAT KEMASAN MEMADAI
11.PENYEDIAAN ALAT BANTI MANUAL HANDLING
MEKANISASI
ADL PENGGANTIAN MANUSIA SBG SUMBER
TENAGA ( GAYA, KEKUATAN ) ATAU SBG
ALAT UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI
DALAM PENGATURAN PENGELOLAAN
SUATU OPERASI ATAU PROSES
MEKANISASI ADL SALAH SATU KOMPONEN
DARI OTOMATISASI
OTOMATISASI DILAKUKAN KARENA RELATIF
KECILNYA KEKUATAN MANUSIA
DIBANDINGKAN DGN SUMBER TENAGA
LAINNYA.
SISTIM MANUSIA DAN
PEKERJAAN
PENGARUH
LINGKUNGA
N
PROSES OUTPUT
INPUT ( KEG
PEKERJAAN ( HASIL
PERORANG
AN ) OBYEKTIF )
MANUSIA TEKNOLOGI

OTOMATISAS
I
PENGARUH OTOMATISASI DAN MEKANISASI
THD KECEPATAN DAN KETELITIAN

KECEPATAN

a KETELITIAN

a. KERJA
TANGAN
b. OTOMATISASI DAN
MEKANISASI
WAKTU KERJA
WAKTU KERJA
WAKTU KERJA BAGI SESEORANG
MENENTUKAN KESEHATAN, EFISIENSI,
EFEKTIFITAS DAN PRODUKTIFITAS KERJANYA
ASPEK DLM WAKTU KERJA YG DIPERHATIKAN
ADL :
1. LAMANYA SESEORANG MAMPU BEKERJA
DGN BAIK
2. HUBUNGAN ANTARA WAKTU KERJA DAN
ISTIRAHAT
3. WAKTU BEKERJA SESUAI SHIFT ( PAGI,
SORE, MALAM )
WAKTU KERJA
NORMAL 5 6 HARI
SEHARI 6 7 JAM ATAU 40 50 JAM
SEMINGGU
WAKTU ISTIRAHAT 4 JAM SETELAH
BEKERJA TERUS MENERUS DALAM
SUHU KAMAR
PENGATURAN RITME KERJA SESUAI
DGN NAB SUHU DAN TINGKAT
DERAJAT BEBAN KERJA
PERIODE WAKTU KERJA SHIFT
MALAM
BERIKUT BEBERAPA HAL TTG SHIFT
MALAM
1. IRAMA FAAL SEDIKIT TERGANGGU
2. GANGGUAN METABOLISME TUBUH DAN
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
3. METABOLISME YG TIDAK SERASI
MENYEBABKAN KELELAHAN SERING
TERJADI PADA MALAM HARI
4. WAKTU TIDUR KARYAWAN YG SHIFT
MALAM LEBIH SEDIKIT DIBANDINGKAN
SHIFT PAGI
PERIODE WAKTU KERJA SHIFT
MALAM ( 2 )
5. ALAT PENCERNAAN TIDAK BERFUNGSI
OPTIMAL PADA MALAM HARI, SHG ASUPAN
KALORI MENURUN PADA MALAM HARI
6. KURANG TIDUR DAN KURANG
BERFUNGSINYA ALAT PENCERNAAN
BERAKIBAT PENURUNAN BERAT BADAN
7. REAKSI PSIKOLOGIS MENGAKIBATKAN
KETIDAKSERASIAN BADAN DAN KEPALA
SHG TJD KELELAHAN MENTAL
8. MAKIN PANJANG JAM KERJA MALAM MAKIN
BESAR EFEK YG TIMBUL PADA KARYAWAN
SHIFT MALAM
SOLUSI SHIFT MALAM
1. KERJA MALAM HANYA DIPERUNTUKKAN
UNTUK YG MEMBUTUHKAN KERJA MALAM :
KESEHATAN, TELEKOMUNIKASI,
TRANSPORTASI, DLL
2. TIDAK BOLEH DITIADAKAN HARI LIBUR
( MINGGU, NASIONAL DLL )
3. SHIFT DENGAN 3 REGU LEBIH EFISIEN DARI
PADA 2 REGU
4. WAKTU GILIR KERJA PENDEK ( 2 HARI )
5. PEMERIKSAAN KESEHATAN KARYAWAN
6. MAKANAN EKSTRA SANGAT DIPERLUKAN
TERIMA KASIH