Você está na página 1de 26

BAB 8

BADAN USAHA
DALAM
PEREKONOMIAN
INDONESIA
m e n y u m b a n g k e u n tu n g a n
t e r d ir i a t a s f u n g s i s o s ia l
BUMN
p e n c ip t a a n la p a n g a n k e r ja
p e r a n d a la m
Badan U saha
p e r e k o n o m ia n t e r d ir i a t a s m e m b u k a k e s e m p a t a n k e r ja
S w a s ta
m e n in g k a t k a n / m e n a m b a h
k o p e ra s i
d ib e d a k a n b e r d a s a r k a n la p a n g a n u s a h a
E k s t r a k t if
d ib e d a k a n
b e rd a s a rk a n Badan U saha A g r a r is
m odal P e rs e o ra n g a n
P e r s e k u tu a n F ir m a M a n u fa k tu r
BUMN
P e rs e k u tu a n P e rd a g a n g a n
B a d a n U s a h a t e r d ir i a t a s K o m a n d it e r ( C V )
S w a s ta P e rs e ro a n Jasa
T e rb a ta s (P T )
B adan U saha
C a m p u ra n Y ayasan

BUMD K o p e ra s i
Pengertian Badan Usaha

Badan usaha ialah kesatuan organisasi yang terdiri dari


modal dan tenaga kerja yang bertujuan untuk mencari
keuntungan, atau kesatuan yuridis dan ekonomi yang
bertujuan mencapai laba.

Untuk dapat mencapai tujuannya (mendapatkan laba),


badan usaha harus mempunyai perusahaan.

Secara garis besar, badan usaha dapat digolongkan


menurut kriteria sebagai berikut :
1. Kepemilikan modal
2. Lapangan usaha
Kepemilikan Modal. Jika dilihat dari kepemilikan
modal maka badan usaha dapat dibedakan menjadi sebagai
berikut.

1.Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Struktur


modal pada BUMN baik secara keseluruhan atau sebagian di
miliki oleh negara. BUMN antara lain terdiri dari Perusahaan
Jawatan (Perjan), Perusahaan Umum (Perum), Perusahaan
Negara Perseroan (Persero).
2.Badan Usaha Swasta. Seluruh modal pada badan
usaha swasta, baik dari seseorang maupun kelompok.
3.Badan Usaha Campuran. Sebagai modal pada badan
usaha campuran berasal dari pihak swasta, dan sebagian
lagi berasal dari pemerintah.
4.Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Modal BUMD
berasal dari kekayaan daerah yang disisihkan.
Lapangan Usaha. Jika dilihat dari lapangan usaha maka
dapat dibedakan menjadi :

1.Badan Usaha Ekstraktif. Badan usaha ekstraktif


bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam yang telah
tersedia tanpa mengubah sifatnya.
2.Badan Usaha Agraris. Badan usaha agraris bergerak
dalam bidang pengolahan tanah, antara lain usaha pertanian,
usaha perkebunan, dan usaha perikanan.
3.Badan Usaha Manufaktur. Badan usaha industri
bergerak dalam bidang pengolahan bahan baku menjadi barang
jadi, atau bahan setengah jadi menjadi barang jadi.
4.Badan Usaha Perdagangan. Badan usaha
perdagangan melakukan kegiatan membeli barang untuk dijual
kembali tanpa merubah bentuknya.
5.Badan Usaha Jasa. Badan usaha jasa melakukan kegiatan
memberi pelayanan jasa kepada masyarakat umum.
Badan Usaha Swasta
Jenis Badan Usaha :

1.Badan Usaha Perseorangan. Badan usaha


perseorangan merupakan tipe paling dasar dari sebuah
badan usaha, sekaligus merupakan bentuk usaha yang
paling tua dan paling umum. Badan usaha perseorangan
dimiliki oleh satu orang saja, sehingga tanggung jawab dan
pelaksanannya dipikul oleh satu orang tersebut, sebagai
pemiliknya. Contoh : pemilik wartel, warung, dan lain-lain.

Kelebihan dan kekurangan badan usaha perseorangan


(Klik di sini)
2. Persekutuan Firma (Fa). Persekutuan firma atau biasa disebut
firma adalah suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau
lebih, dan menjalankan usahanya menggunakan nama bersama.
Tanggung jawab anggota firma tidak terbatas. Laba yang diperoleh akan
dibagi kepada seluruh anggota firma berdasarkan besar kecilnya modal
yang disertakan.
Kelebihan dan kekurangan badan usaha perseorangan
(Klik di sini)

3. Persekutuan Komanditer (CV). CV adalah badan usaha yang


didirikan oleh dua orang atau lebih. Yang membedakan CV dengan Firma
adalah perbedaan tanggung jawab dan keikutsertaan anggotanya.
CV mempunyai 2 jenis anggota yaitu anggota aktif dan anggota pasif.
Anggota aktif merupakan anggota yang bertindak sebagai pengelola
perusahaan. Sedangkan anggota pasif berperan sebagai penanam
modal CV.
4.Perseroan Terbatas (PT). Perseroan terbatas adalah badan
usaha yang berbadan hukum, didirikan oleh beberapa orang, dan
modalnya terdiri dari saham-saham (surat sero).
Tanggung jawab pemegang saham terbatas. Kekuasaan tertinggi dalam
PT terletak pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan
ketentuan 1 lembar saham memiliki satu suara.
Jadi pemegang saham paling banyak akan memiliki hak suara terbanyak.
Pendirian PT harus dengan akta notaris dan meminta persetujuan kepada
menteri kehakiman dan dipimpin oleh seorang direksi (direktur)

Kelebihan dan kekurangan badan usaha perseorangan


(Klik di sini)
5.Yayasan. Yayasan adalah badan usaha yang dibentuk untuk
menyediakan jasa di bidang sosial, pendidikan, agama dan jasa non
bisnis lainnya. Jadi pentingnya sebuah yayasan adalah pelayanan
masyarakat, bukan keuntungan.

6.Koperasi. Sesuai dengan UU RI No. 25 Tahun 1992, koperasi adalah


badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum
koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas
kekeluargaan.
PT memiliki macam-macam bentuk sebagai berikut :

1.PT Terbuka. Saham PT terbuka bebas dimiliki oleh


masyarakat umum. Transaksi jual beli saham dilakukan
melalui pasar modal (bursa saham).
2.PT Tertutup. Saham-saham pada PT tertutup hanya boleh
dimiliki oleh orang-orang tertentu saja, atau dengan kata
lain, saham ini tidak dijual secara umum.
3.PT Kosong. Pada PT Kosong, aktivitas perusahaan sudah
tidak berjalan lagi (tinggal namanya saja). PT Kosong bisa
diperjualbelikan dengan pertimbangan dapat menghemat
biaya pendirian.
4.PT Negara (Persero). Persero adalah PT yang
sahamnya dimiliki oleh negara.
Supaya dapat terus berkembang, suatu PT akan
membangun pabrik baru, membeli mesin lebih banyak,
menyewa lebih banyak tenaga kerja, dsbnya.
Tidak semua PT memiliki dana sendiri yang cukup besar
untuk membangun hal-hal tersebut. Apabila suatu PT
membutuhkan dana untuk mengembangkan
perusahaannya, ia dapat mengeluarkan saham yang dapat
dibeli oleh masyarakat umum.
Saham (stock) adalah surat bukti atau tanda peyertaan
bagian modal pada suatu perseroan terbatas.
Untuk dapat menerbitkan saham melalui pasar modal,
perusahaan tersebut haruslah mendapat izin dari Bapepam
(Badan Pelaksana Pasar Modal).
Saham dapat dibedakan menjadi saham biasa (common
stock) dan saham preferen (preferred stock).
Perbedaan Antara Saham Biasa dan Saham
Saham Biasa Preferen
Saham Preferen (Preferred
(Common Stock) Stock)
a. Dividen dibayarkan a. Memiliki hak paling dahulu
sepanjang perusahaan memperoleh dividen.
memperoleh laba. b. Tidak memiliki hak suara.
b. Memiliki hak suara. c. Dapat mempengaruhi
c. Hak memperoleh manajemen perusahaan
pembagian kekayaan terutama dalam pencalonan
perusahaan apabila pengurus.
bangkrut. Namun, d. Memiliki hak pembayaran
setelah semua maksimum sebesar nilai
kewajiban perusahaan nominal saham, apabila
dilunasi. perusahaan dilikuidasi , namun
setelah kewajiban (hutang)
dilunasi.
e. Kemungkinan dapat
memperoleh tambahan dari
pembagian laba perusahaan, di
samping penghasilan yang
Peran Badan Usaha Swasta dalam
Perekonomian Indonesia
Swasta memainkan peranan penting dalam perekonomian
Indonesia. Ini dikarenakan pemerintah tidak dapat sendirian
membangun perekonomian. Pihak swasta lebih fleksibel dalam
hal birokrasi, memiliki dana berlebih, dan mungkin memahami
pasar daripada pemerintah, dapat bergerak dengan mudah.

Peranan badan usaha swasta dalam perekonomian Indonesia,


antara lain :
1.Membantu membuka kesempatan kerja. Kesempatan kerja
adalah kesempatan yang tersedia bagi masyarakat untuk
melakukan kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan
bagi yang melakukannya. Tersedianya kesempatan kerja akan
meningkatkan pendapatan masyarakat.
2.Membantu meningkatkan atau menambah pendapatan
negara. Melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak swasta,
banyak sekali barang dan jasa yang dihasilkan, sehingga akan
menambah produksi nasional.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Pada Pasal 33 UUD 1945 disampaikan bahwa pelaku kegiatan


perekonomian Indonesia adalah pemerintah dan swasta. Itulah
mengapa BUMN memiliki peranan penting dalam perekonomian di
Indonesia.

BUMN adalah badan usaha dengna struktur modal baik secara


keseluruhan atau sebagian dimiliki oleh negara. BUMN bergerak dalam
bidang usaha untuk melayani kepentingan masyarakat (public service)
dan dipimpin oleh seorang direksi yang bertanggung jawab kepada
menteri.

Pegawai BUMN diangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah.


Bentuk-bentuk BUMN
Perusahaan Negara Jawatan (Perjan) . Perjan disebut juga
dengan departement agency. Pada perjan, modal serta
penyelenggaraan setiap tahun ditetapkan oleh APBN. Seluruh modal
Perjan berasal dari pemerintah dan merupakan kekayaan negara yang
tidak dipisahkan serta tidak terbagi atas saham-saham.

Perjan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :


1. Pengabdian atau pelayanan kepada masyarakat.
2. Suatu bagian atau Departemen/ Dirjen/ Direktorat/ Pemerintah Daerah.
3. Dipimpin oleh seorang kepala (yang merupakan bawahan suatu bagian
atau Departemen/ Dirjen/ Direktorat/ Pemerintah Daerah).
4. Memperoleh fasilitas negara.
5. Status pegawai Perjan adalah pegawai negeri.
6. Pengawasan dilakukan baik secara hierarki maupun secara fungsional
seperti bagian-bagian dari suatu Departemen/ Pemerintah Daerah.

Contoh : RSCM, RRI, TVRI


Perusahaan Negara Umum
(Perum)

Perum disebut juga public corporation. Pada perum,


modal berasal dari kekayaan negara yang telah
dipisahkan. Perum bergerak di bidang usaha yang
dianggap vital, karena swasta belum mampu
menjalankannya, atau karena sifatnya sangat rahasia
sehingga tidak boleh dimiliki oleh swasta.

Contoh : Perum Percetakan Uang Negara, Perum


Pegadaian, Perum Jasa Tirta, dll.
Perusahaan Negara Umum
(Perum).
Perum memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Melayani kepentingan umum.
2. Memupuk keuntungan.
3. Berstatus badan hukum.
4. Umumnya bergerak di bidang jasa vital (public utilities).
5. Mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan
bergerak seperti perusahaan swasta.
6. Hubungan hukum diatur secara perdata.
7. Seluruh modal dimiliki oleh negara berasal dari kekayaan
negara yang dipisahkan.
8. Dipimpin oleh suatu direksi.
9. Status pegawai adalah pegawai pemerintah negara.
10.Laporan tahunan perusahaan disampaikan kepada pemerintah.
Perusahaan Negara Perseroan (Persero).

Persero disebut juga public state company. Struktur


modal Persero terdiri dari saham-saham yang berasal
dari kekayaan negara yang telah dipisahkan. Status
hukum Persero diatur menurut Kitab Undang-undang
Hukum Dagang.

Contoh : PT. Sucifindo, PT. Asuransi Jiwasraya, PT.


Jamsostek,PT. Kimia Farma, dll.
Perusahaan Negara Perseroan
(Persero) .
Persero memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Memupuk keuntungan.
2. Sebagai badan hukum perdata (berbentuk perseroan
terbatas).
3. Hubungan usaha diatur menurut hukum perdata.
4. Seluruh atau sebagian modal merupakan kekayaan negara
yang dipisahkan (kemungkinan joint atau mixed enterprise
dengan swasta nasional atau asing)
5. Tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara.
6. Dipimpin oleh suatu direksi.
7. Status pegawai adalah pegawai perusahaan swasta.
8. Peranan pemerintah sebagai pemegang saham.
Peran BUMN dalam
Secara
Perekonomian
keseluruhan, perusahaan-perusahaan negara memainkan
peranan penting dalam perekonomian. Secara global di negara-
negara berkembang, BUMN menyumbang sekitar 7-15% dari GDP.
Namun, selain mendukung peningkatan total output serta
pembentukan modal nasional, perusahaan-perusahaan juga banyak
menghabiskan sumber-sumber daya, dan dalam beberapa kasus
mereka bahkan menjadi beban fiskal bagi pemerintah.
BUMN yang efisien, mendatangkan devisa dan pajak lebih banyaak
bagi negara sehingga pada akhirnya mendatangkan kesempatan
kerja. Namun tidak semua BUMN bisa bekerja dengan efektif dan
menghasilkan keuntungan yang besar bagi negara.
Pada tahun 2003, sebanyak 10 BUMN mendominasi total kerugian
yang dialami oleh perusahaan-perusahaan milik negara yang berada
di bawah koordinasi Kementrian Negara BUMN.
Sepuluh BUMN yang mendominasi total
kerugian pada tahun 2003
Nama BUMN Total Kerugian
PLN Rp. 3,558 miliar
Perusahaan Perdagangan Rp. 418,224 miliar
Indonesia
Pelni Rp. 382,336 miliar
PANN Multifinance Rp. 152,258 miliar
Indofarma Rp. 129,570 miliar
Industri Sandang Nusantara Rp. 114,772 miliar
Kertas Kraft Aceh Rp. 108,442 miliar
PT Perkebunan Nusantara II Rp. 96,166 miliar
Inhutani I Rp. 90,972 miliar
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Rp. 81,221 miliar
(Prognosa)
Terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan buruknya kinerja
perusahaan-perusahaan negara dipandang dari segi probabilitas dan
efisiensi. Barangkali, faktor penyebab paling penting adalah fakta
bahwa hakekat BUMN berbeda dengan badan usaha swasta.

Alasan-alasan lain yang membuat BUMN seringkali rugi


adalah :
1. Selain diharapkan menghasilkan keuntungan, BUMN diwajibkan
melaksanakan fungsi sosial. BUMN seringkali dipaksa menerapkan
harga di bawah harga produksi untuk memberi subsidi kepada
masyarakat.
2. Banyak BUMN yang harus menerima tambahan pekerja hanya untuk
memenuhi sasaran penciptaan lapangan kerja atau mengurangi
pengangguran. Hal ini bisa mengurangi laba dan efisiensi BUMN
tersebut.
3. Seringkali keputusan penting diambil oleh pemerintah, sehingga
manajer atau pengelola BUMN tidak bisa berbuat banyak.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
BUMD atau sering disebut perusahaan daerah adalah badan
usaha yang diatur melalui Peraturan Daerah untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat.
Modal BUMD merupakan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Tujuan dari BUMD adalah melaksanakan pembangunan ekonomi
nasional pada umumnya dan pembangunan ekonomi daerah
pada khususnya.
Kegiatan BUMD antara daerah yang satu dengan daerah yang
lain mungkin berbeda, sesuai dengan kebutuhan masing-
masing daerah, dan disahkan oleh instansi atasannya.
Mengingat sifat, maksud, dan tujuan pendirian BUMD hampir
serupa dengan BUMN, maka antara BUMN dan BUMD memiliki
kebaikan atau pun kelemahan yang hampir serupa.
Kelemahan dan Kebaikan BUMD
Kebaikan Kelemahan
1. Melayani kepentingan umum 1. Pegawai kurang disiplin
(public service) karena banyak mendapat
2. Kelangsungan hidup terjamin. fasilitas negara.
3. Tidak mengalami kesulitan modal 2. Birokrasi pemerintah yang
karena modal berasal dari panjang membuat BUMN
kekayaan negara atau daerah dan BUMD tidak efisien
yang dipisahkan. dalam melakukan tugas.
4. Status pegawai diatur oleh 3. Keterbatasan kemampuan
Peraturan Pemerintah atau dan keahlian dalam
Daerah sehingga menimbulkan mengelola BUMN dan
rasa aman bagi para karyawan. BUMD, sehingga sering
5. Jika menderita kerugian, yang menderita kerugian.
menanggung adalah pemerintah.
6. Menjalankan usaha vital yang
jarang digarap oleh pihak swasta.
7. Pengawasan disalurkan terhadap
semua anggota organisasi secara
berjenjang dn berkesinambungan
sehingga tujuan BUMN dan BUMD
akan dapat berwujud.
Pendirian Usaha
Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
mendirikan badan usaha, antara lain :
1.Bentuk hukum badan usaha yang akan dipilih .
Pemilihan badan usaha sangat penting karena berkaitan dengan
masalah tanggung jawab pemilik terhadap resiko yang terjadi dalam
badan usaha.
2.Jenis jasa yang akan dijalankan badan usaha . Jenis
usaha yang dipilih tentu berdasarkan berbagai pertimbangan mana
yang paling banyak memberikan keuntungan.
3.Sarana produksi (faktor-faktor produksi) . Faktor
produksi diperlukan untuk menghasilkan barang.
4.Kemungkinan pemasaran hasil produksi. Pemasaran
barang merupakan kegiatan penting bagi sebuah badan usaha, karena
barang-barang yang telah dibuat harus dijual.
5.Lokasi badan usaha. Supaya kegiatan badan usaha bisa
berjalan dengan lancar, maka lokasi badan usaha harus strategis.
Pemilihan Lokasi Badan Usaha
Pertimbangan faktor-faktor sebagai berikut pada saat menentukan
lokasi badan usaha.
1.Pertimbangan alam (faktor alam). Jika badan usaha bergerak
di bidang ekstraktif maka letak badan usaha harus terletak berada di
sekitar sumber alam tersebut. Contoh : pertambangan minyak bumi.
2.Pertimbangan sejarah (faktor sejarah). Jika badan usaha
bergerak di bidang yang sifat usahanya turun temurun maka harus
dicari daerah yang sudah menjadi trademark bagi masyarakat.
Contoh : usaha ukir jepara, usaha batik pekalongan.
3.Pertimbangan ketetapan pemerintah (faktor pemerintah).
Untuk usaha-usaha tertentu letak perusahaan ditentukan oleh
pemerintah. Hal ini dilakukan oleh pemerintah adalah demi
keamanan masyarakat. Contoh : pabrik senjata.
4.Pertimbangan ekonomi (faktor ekonomi). Supaya barang-
barang yang dihasilkan harganya murah dan terjangkau oleh
masyarakat, maka letak badan usaha diusahakan dekat dengan
bahan bakar, tenaga kerja, dan pasar sehingga biaya produksi
rendah.