Você está na página 1de 39

NYERI SENDI

PEMBIMBING :
NT U NG S U RA P AT I S P .PD
DR. U
N G YO D U Y ON O S P. P D
DR. UNTU
OLEH :
PUSPA NEGARA
DEFINISI NYERI SENDI
NYERI : PENGALAMAN PERASAAN EMOSIONAL YANG TIDAK MENYENANGKAN AKIBAT TERJADINYA
KERUSAKAN AKTUAL MAUPUN POTENSIAL, ATAU MENGGAMBARKAN KONDISI TERJADINYA KERUSAKAN

SENDI : PERTEMUAN ANTARA DUA TULANG ATAU LEBIH

NYERI SENDI : SUATU AKIBAT YANG DIBERIKAN TUBUH KARENA PENGAPURAN ATAU AKIBAT PENYAKIT LAIN
ETIOLOGI

1. MEKANISME IMUNITAS
2. FAKTOR METABOLIK
3. FAKTOR GENETIK DAN FAKTOR LINGKUNGAN
4. FAKTOR USIA
MANISFESTASI
MANIFESTASI DAPAT BERVARIASI :
SENSASI TIDAK NYAMAN KETIKA DISENTUH
PEMBEKAKAN
PERADANGAN
KEKAKUAN/ KETERBATASAN BERGERAK
- PENYAKIT AUTOIMUN
ARTRITIS REUMATOID
- DITANDAI DGN INFLAMASI KONIK DAN PROGRESIF TARGET UTAMA SENDI
- DAPAT MENGAKIBATKAN KERUSAKAN DAN DEFORMITAS SENDI BAHKAN DISABILITAS DAN KEMATIAN
ETIOLOGI

ETIOLOGI YANG SEBENARNYA BELUM DAPAT DIKETAHU DENGAN PASTI, ADA BEBERAPA FAKTOR YANG
DIPERKIRAKAN BERPERAN DALAM TIMBULNYA PENYAKIT INI SEPERTI :
1. HISTOKOMPATIBILITAS UTAMA KELAS II
2. FAKTOR INFEKSI SEPERTI VIRUS EPSTEIN BARR (EBV)
MANIFESTASI KLINIS
1. RADANG SENDI (MERAH, BENGKAK, NYERI) UMUMNYA MENYERANG SENDI2 KECIL LEBIH DARI 4 SENDI
(POLIARTIKULAR) DAN SIMETRIS
2. KAKU PADA PAGI HARU (BERLANGSUNG LEBIH DARI 1 JAM/ MEMBAIK DENGAN BERAKTIVITAS)
3. KELEMAHAN
4. KELELAHAN
5. ANOREKSIA
6. DEMAM RINGAN
PEMERIKSAAN FISIK
ARTIKULAR EKSTRA ARTIKULAR

1. Tanda kardinal inflamasi pada sendi, sendi yang 1. Nodul reumatoid


terkena umumnya adalah metakarpofalangeal 2. Skleritis, episkleritis
2. Deformitas sendi (deformitas leher angsa, 3. Kelainan pada pemeriksaan paru dan atau
deformitas boutonniere, deformitas kunci piano, jantung
deviasi ulna, deformitas Z-thumb, artritis 4. Splenomegali
mutilans,hallux valgus) 5. vaskulitis
3. Ankilosis tulang
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. DARAH PERIFER LENGKAP :ANEMIA, TROMBOSITOPENIA
2. RHEUMATOID FACTOR (RF), ANTI-CYCLIC CITRULLINATED PEPTIDE ANTIBODIES (ACPA/ANTI
CCP/ANTI-CMV)
3. LAJU ENDAP DARAH MENINGKAT
4. ANALISIS CAIRAN SENDI (PENINGKATAN LEUKOSIT > 2000/MM3)
5. PEMERIKSAAN RADIOLOGI (FOTO POLOS/SUSG DOPPLER) : GAMBARAN DINI BERUPA PEMBEKAKAN
JARINGAN LUNAK.
KRITERIA DIAGNOSIS RA BERDASARKAN ACR 2010
(PASIEN DENGAN SKOR >6/10 DIPERLUKAN UNTUK DIMASUKAN DALAM
KLASIFIKASI PASIEN YANG MEMILIKI RA

KETERLIBATAN SENDI SATU SENDI BESAR 0


2-10 SENDI BESAR 1
1-3 SENDI KECIL DENGAN ATAU
TANPA KETERLIBATAN SENDI BESAR
4-0 SENDI KECIL DENGAN ATAU 2
TANPA KETERLIBATAN SENDI BESAR
>10 SENDI, MINIMAL SATU SENDI
KECIL 3

SEROLOGI (MINIMAL 1 RF NEGATIF dan ACPA negatif 0


PEMERIKSAAN UNTUK DIMASUKAN RF positif lemah atau ACPA
DALAM KLASIFIKASI) positif lemah 2
RF positif kuat atau ACPA positif
kuat 3
Protein fase akut (minimal 1 CRP NORMAL DAN LED NORMAL 0
pemeriksaan dimasukan dalam CRP ABNORMAL ATAU LED
klasifikasi ABNORMAL 1

Lama gejala < 6 minggu 0


Kurang lebih 6 minggu 1
DIAGNOSIS BANDING
1. LUPUS ERIMATOSUS SISTEMIK
2. GOUT
3. OSTEOARTRITIS
4. SPONDILOARTROPATI
5. SERONEGATIF
TERAPI
Nama obat Dosis obat
metrotreksat Oral : 7.5-25 setiap minggu
Sulfasalazin Oral : 500 mg setiap hari lalu
dinaikan sampai maksimal 3 g
setiap hari
Anti malaria Hidroksikloroquin Oral : 400-600 mg/hari
Kloroquin sulfat Oral : 250 mg/hari
Pirimidin, synthesis inhibitors Leflunomide Dosis : 20 mg/hari;jika tidak dapat
Azatioprin Oral : 50-100
mentoleransi 10 mg/hari,
mg/hari sampai
maksimal 2.5 mg/kg/hari
Alkylating agents Siklosfosfamid Oral : 50-100 mg setiap hari lalu
naikan sampao max 2.5 mg/kg.hari
Siklosporin Oral : 2.5 mg/kg/hari
ARTRITIS GOUT

GOUT ADALAH PENYAKIT METABOLIK YANG SERING DITEMUKAN PADA LAKI-LAKI >40 TAHUN DAN
PEREMPUAN PASCA MENOPAUSE, KARENA PENUMPUKAN KRISTAL MONOSIDIUM URAT (MSU) PADA
JARINGAN AKIBAT DARI HIPERURISEMIA.
GOUT

Kadar urat
dalam Serangan Batu asam
Tofus
serum akut gout urat
meningkat
ETIOLOGI
Kelainan metabolik

Reaksi inflamasi jaringan


terhadap pembentukan
kristal monosodium urat
monohidrat
PATOFISIOLOGI GOUT
DIAGNOSIS
ANAMNESIS :
1. LOKASI GOUT AKUT PALING SERING MENGENAI TUNGKAI BAWAH 80-90% KASUS.
2. UMUMNYA SENDI METATARSOFALANGEAL I
3. SENDI YANG TERKENA MENGALAMI ERITEMA, HANGAT, BENGKAK, DAN NYERI TEKAN, SERTA BIASANYA
DISERTAI GEJALA SISTEMIK (DEMAM, MENGGIGIL, MALAISE)
4. SERANGAN AKUT ARTRITIS BERIKUTNYA DAPAT MENGENAI BEBERAPA SENDI, MENYEBAR KE TUNGKAI
ATAS TERUTAMA LENGAN
5. DEFORMITAS SENDI
6. RIWAYAT KELUARGA, RIW MINUMAN BERAKUHIL DAN OBAT OBATAN TERTENTU
PEMERIKSAAN FISIK :
EVALUASI TANDA-TANDA INFLAMASI SEPERTI ERITEMA, HANGAT, BENGKAK, DAN NYERI DADA, SERTA
DEFORMITAS SENDI DAN TOFI

SENDA YANG UMUMNYA TERKENA MTP I

FAKTOR LAIN YANG PERLU DICARI : TANDA2 ANEMIA, PEMBESARAN ORGAN LIMFOID, KEADAAN
KARDIOVASKULER, TD, DAN TANDA KELAINAN GINJAL
PEMERIKSAAN PENUNJANG

PEMERIKSAAN DARAH RUTIN, ASAM URAT, KREATININ


EKSRESI ASAM URAT URIN 24 JAM
BERSIHAN KREATININ
RADIOLOGIS SENDI (JIKA PERLU)
DIAGNOSIS Menurut criteria ACR ( American Collage of Rheumatology )
diagnosis dapat ditegakkan jika:
1.menemukan monosodium urat dalam cairan sinovial atau
2.ditemukan tofus yang mengandung kristal MSU atau
3.ditemukan 6 dari 12 kriteria dibawah ini:
1.inflamasi maksimal hari pertama
2.arthritis monoartikuler
3.kulit diatas sendi kemerahan
4.bengkak + nyeri
5.dicurigai tofi
6.hiperurisemia
7.pembengkakan sebuah sendi asimetrik pada foto
roentgen
8.kista subkortikal tanpa erosi pada foto roentgen
9.kultur cairan sendi selama serangan inflamasi negative
DIAGNOSIS BANDING

1. PSEUDOGOUT
2. ARTRITIS SEPTIK
3. ARTRITIS REUMATOID
4. PALINDROMIC RHEUMATISM
TATALAKSANA

1. NON-FARMAKOLOGI
- PENYULUHAN DIET RENDAH PURIN
Kolkisin

Akut
- HIDRASI YANG CUKUP
OAINS
- PENURUNAN BB (TARGET BB IDEAL)
Kortikosteroid
2.

Allopurinol

Kronis
OSTEOARTRITIS
OA PENYAKIT SENDI DEGENERATIF DAN INFLAMASI
YANG DITANDAI DENGAN PERUBAHAN PATOLOGIK
PADA SELURUH STRUKTUR SENDI.
KEADAAN PATOLOGIS :
HILANGNYA RAWAN SENDI HIALIN, DIIKUTI
PENEBALAN DAN SKLEROSIS TULANG
SUBKONDRIAL
PERTUMBUHAN OSTEOFIT PADA TEPI SENDI
TEREGANGNYA KAPSUL SENDI
FAKTOR RESIKO

FAKTOR GENETIK
FAKTOR KONSTITUSIONAL : USIA, JENIS
KELAMIN PEREMPUAN, OBESITAS
FAKTOR BIOMEDIK : JEJAS SENDI, PENGGUNAAN
PADA PEKERJAAN, BERKURANGNYA KEKUANTAN
OTOT
SENDI-SENDI YANG BISA TERKENA
BISA TERJADI
HAMPIR SEMUA
SENDI.
BIASA TERJADI PADA
SENDI BERBEBAN
BERAT DAN SERING
DIGUNAKAN:
LUTUT, PINGGUL,
PUNGGUNG /
TULANG
BELAKANG,
TANGAN DAN
KAKI.
MANIFESTASI KLINIS

KEBANYAKAN PASIEN YANG DATANG RELATIF GEMUK


GEJALA UTAMA ADALAH ADANYA NYERI SENDI :
SIFATNYA KRONIS, HILANG TIMBUL
TERUTAMA WAKTU MULAI BERGERAK.
HILANG WAKTU ISTIRAHAT
KESULITAN NAIK DAN TURUN TANGGA
SULIT BERDIRI SETELAH LAMA DUDUK ATAU JONGKOK
PEMBENGKAKAN SENDI :
SENDI TERASA HANGAT PADA PERABAAN
MANIFESTASI KLINIS

TERDAPAT HAMBATAN PADA PERGERAKAN SENDI


KAKU PAGI
KREPITASI
PEMBESARAN SENDI
PERUBAHAN GAYA BERJALAN.
LEBIH LANJUT LAGI NYERI BERTAMBAH, KREPITASI
YANG
JELAS, PEMBENGKAKKAN SENDI DAN PERUBAHAN BENTUK
SENDI
MANIFESTASI
PATOFISIOLOGI
KRITERIA DIAGNOSIS OA TANGAN BERDASARKAN KRITERIA
ACR
1. NYERI TANGAN ATAU KAKU, DAN
2. TIGA DARI EMPAT DARI KRITERIA BERIKUT :
-.PEMBESARANJARINGAN KERAS PADA KRG LEBIH 2 DARI 10 SENDI TANGAN TERTENTU (SENDI DIP II DAN
III, SENDI PIP II DAN III, SERTA SENDI CMC I PADA TANGAN KIRI DAN KANAN
-.PEMBESARAN JARINGAN KERAS PADA LEBIH DARI 2 SENDI DIP
-.PEMBEKAKAN PADA < 3 SENDI MCP
-.DEFORMITA
KRITERIA DIAGNOSIS OA PINGGUL BERDASARKAN
KRITERIA ACR

1. NYERI PINGGU, DAN


2. MINIMAL 2 DARI 3 KRITERIA BERIKUT :
-.LED KURANG DARI 20 MM/JAM
-.RADIOLOGI : TERDAPAT OSTEOSIT PADA FEMUR ATAU ESETABULUM
-.RADIOLOGI : TERDAPAT PENYEMPITAN CELAH SENDI (SUPERIOR,AKSIAL, DAN ATAU MEDIAL)
TATALAKSANA
NON FARMAKOLOGI :
HINDARI PEMBEBANAN BERLEBIHAN PADA SENDI
PENURUNAN BB
PEREGANGAN SENDI

FARMAKOLOGI :
NYERI : NSAID
SUPLEMEN: GLUCOSAMINE DAN CHONDROITIN
SUNTIKAN HYALURONATE KE DALAM SENDI