Você está na página 1de 23

ASKEP CKD

CAD adalah kondisi patologis arteri koroner


(arterosklerosis koroner) yang menyebabkan
perubahan struktur dan fungsi arteri serta
penurunan aliran darah ke jantung (Smetzer
and Bare, 2002)
PATHWAY
Aterosklerosis atau spasme pembuluh darah coroner
Penyempitan pembuluh darah koroner
Iskemik pada arteri koroner
Hipoksia otot jantung
Metabolisme anaerob
Asam laktat meningkat
Fungsi ventrikel :
Kontraksi miokardium berkurang
Serabut-serabut memendek
Daya dan kecepatan kontraksi berkurang
Gerakan dinding miokardium abnormal
asidosis
Perubahan hemodinamik( TD dan nadi meningkat)

Tekanan pada paru-paru


SESAK NAFAS
CURAH JANTUNG
ANSIETAS
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
Diagnosa keperawatan yang bisa muncul yang muncul
diantaranya:
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik
2. Ketidakefektifan pola nafasberhubungan dengan
Kecemasan,Hiperventilasi
3. Risiko Penurunan cardiac out put berhubungan
dengan Gangguan stroke volume (preload, afterload,
kontraktilitas)
4. Intoleransi aktivitas b/d fatigue
5. Kurang pengetahuan tentang penyakit b/d
kurangnya informasi
Hari/Tanggal : Senin, 15 Mei 2017 Jam 09.00 WIB
Ruang : ICCU RSUD Dr. Soedirman Kebumen

IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. T
Umur : 65Th
Agama : Islam
Alamat : Bumirejo, Kebumen
Pekerjaan : Pensiunan Guru
Jenis kelamin : Laki - laki
Dx. Medis : CAD ( coronary arteri desease )
Tanggal masuk : 15 Mei 2017 Jam 09.00 WIB
No. RM : 247675
KELUHAN UTAMA
Klien mengeluh nyeri dada di bagian kiri

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Munculnya keluhan
Tanggal munculnya keluhan : 15 Mei 2017 Jam 08.00 WIB
Waktu munculnya keluhan : tiba tiba
Karakteristik nyeri
Kualitas : Seperti tertimpa brnda
berat
Kuantitas : Skala nyeri 7
Lokasi : Dada sebelah kiri
Timing : Terus menerus
Hal yang meningkatkan keluhan : Stress, aktifitas
Hal yang mengurangi keluhan : Istirahat
Masalah sejak muncul keluhan
Insiden : Serangan mendadak
Perkembangan : Nyeri terus-menerus
Keluhan saat di IGD :Pasien kiriman dari RS PKU
Muhammadiyah Petanahan ke RSUD Dr.
Soedirman Kebumen, datang jam 09.00 WIB
tanggal 15 Mei 2017 dengan keluhan nyeri dada
sejak 1 jam sebelum masuk RS (08.00) setelah
makan pagi. Nyeri dirasakan seperti tertimpa
benda berat dan terus-menerus dengan skala 7.
TTV, TD :121/64 mmHg, Nadi: 60 x/mnt, RR:
20x/mnt, Suhu: 36,7C. Pasien mendapat therapy
O2 3 l/mnt, posisi tidur duduk, pasang inf.
Maltose 500 cc/24jam. Dilakukan EKG dengan
hasil bacaan RBB, ST depresi di I,II,AVL,V4,V5 dan
di AVR dengan kesimpulan: T inverted di III, AVF.
Pasien disarankan masuk ICCU.
Saat dikaji : Saat dikaji di Ruang ICCU RSUD Dr.
Soedirman, Pasien terlihat lemas, pasien
mengatakan nyeri namun ketika dikaji nyeri
dirasakan kadang-kadang dan dirasakan kadang
pagi hari. Pasien mengatakan tidak sesak
nafas.Makan dan minum pasien tidak ada
keluhan, pasien menghabiskan porsi makan yang
diberikan RS.BAK pasien tidak ada keluhan,
pasien tidak terpasang DC karena ketika dipasang
pasien merasa kesakitan sehingga minta
dilepas.Semenjak masuk RS pasien belum
BAB.TTV : TD: 132/71mmHg, Nadi: 57x/menit,
RR: 18x/mnt, Suhu: 36C, MAP : 100, pasien
terpasang O2 4l/mnt.
RIWAYAT MASA LAMPAU
Klien mengatakan belum pernah dirawat di Rumah Sakit, ini
merupakan kali pertama pasien dirawat di Rumah Sakit dan
keluhan tersebut juga merupakan keluhan pertama kali
yang dialami pasien. Pasien hanya kadang-kadang merasa
lelah atau deg-degan jika pasien kecapean, namun akan
hilang jika pasien beristirahat 1-2 jam yaitu dengan tidur.
Klien mengatakan memiliki riwayat kencing manis ( DM )
sejak tahun 2005, telah berobat teratur di RS, dengan gula
darah rata-rata 100 gr/dl, riwayat hipertensi juga dengan
rata-rata TD 140/90 mmhg,klien punya riwayat merokok,
bisa menghabiskan 1 bungkus rokok/hari. Setiap pasien
merasa tidak enak badan, pasien periksa ke Puskesmas .
Alergi pasien tidak mempunyai riwayat alergi baik
makanan maupun lingkungan.
RIWAYAT KELUARGA
Klien mengatakan keluarganya tidak ada yang
menderita penyakit menular.
Klien mengatakan keluarganya ada yang
menderita penyakit menurun yaitu adik dan
kakak pasien terkena Hipertensi dan
mengalami stroke. Dan ayah pasien
mempunyai riwayat penyakit diabetes. Kakak
ipar pasien juga mempunyai riwayat diabetes.
Klien mengatakan keluarganya tidak ada yang
menderita penyakit yang sama dengan klien.
RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Klien adalah seorang bapak dari 4 orang anak,
klien tinggal bersama istri.Kadang anak
terakhir pasien setiap siang menjenguk klien
dan jika sore pulang kerumah.Hubungan antar
keluarga dan lingkungan sekitar terjalin baik
PENGKAJIAN PRIMER
PENGKAJIAN PRIMER
Keadaan umum : Compos mentis
Sistem tubuh :
Breath ( pernapasan )
Respiration rate : 18 x/mnt
Sound breath : Vesikuler
Oksigenasi : Binasal kanul 4L/m
Saturasi oksigen : 98
Bentuk dada : Simetris, tidak ada otot bantu pernafasan
Blood ( kardiovaskuler )
Nadi : 57 x/mnt
Bunyi jantung : S1>S2, mur-mur (-), reguler
EKG : 1. Tanggal 15 Mei 2017 jam 09.00 WIB
Kelainan : ST depresi di I,II,AVL,V4,V5, RBB
Kesimpulan : T inverted di III,AVF
2. Tanggal 15 Mei 2017 jam 09.00 WIB
Kesimpulan : Iskemik inferior

Brain (Persyarafan)
Tingkat kesadaran :
GCS : E4, M6, V5
Bentuk kepala : Mesochepal
Mata : Ada reflek cahaya, pupil
isokor diameter 2mm
Bladder ( perkemihan )
Kandung kemih: Tidak teraba
Urin : Warna kuning, tidak pekat
Alat bantu :Terpasang Dower Cateter,
UT : 400/7jam
Bowel ( Pencernaan )
Mulut : Mukosa lembab
Bunyi usus : Peristaltik normal 15x/menit
BAB : Belum BAB
Alat bantu : Pasien meminum obat laxadin sy
1x10 cc
Ascites : Tidak ada
Bone ( musculoskeletal )
ROM : Aktif, kekuatan otot 5 5
Deformitas ekstremitas : Tidak ada masalah 5 5
Mobilisasi : Terbatas karena lemas,
terpasang binasal kanul.Pasien hanya miring kanan dan
kiri, kadang duduk.
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadarane4,m6,v5 cm,ttdv,bb/tb
PEMERIKSAAN FISIK
Kepala : Bentuk mesochepal, rambut lurus berwarna hitam
dan beruban, tidak terdapat lesi.
Telinga : Simetris, fungsi pendengaran baik, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran, tidak ada serumen.
Mata : Fungsi penglihatan baik dan tidak menggunakan alat
bantu penglihatan, konjungtiva tidak anemis, sclera un ikterik.
Hidung : Simetris, tidak ada polip, tidak ada gangguan
penciuman.
Mulut : Mukosa bibir lembab, tidak terdapat stomatitis, gigi
tampak sedikit kotor.
Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid, tidak
ada peningkatan JVP.
Dada :
Jantung :
Inspkesi : Ictus cordis di ics 5 midclavikula sinistra tidak tampak.
Palpasi : Ictus cordis di ics 5 midclavikula sinistra tidak teraba.
Perkusi : Redup
Auskultasi : Bunyi S1>S2, Reguler.
Paru paru
Inspeksi : Tidak terdapat retraksi dinding dada.
Palpasi : Pengembangan paru kanan dan kiri sama.
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Ronkhi (-), Wheezing (-)
Abdomen :
Inspeksi : Supel, simetris
Auskultasi : Bising usus 15x/mnt
Palpasi : Nyeri tekan (-), lunak
Perkusi : Timpani.
Ekstremitas :
Ekstremitas atas : Tidak terdapat oedem, tidak
ada lesi, pada tangan kiri terpasang infuse
Maltose 500cc/24 jam, dengan infuse pump.
Ekstremitas bawah : Tidak terdapat oedem, tidak
ada lesi.
Genital : Laki-laki, tidak ada kelainan pada
genetalia,terpasang DC
Anus : Tidak ada pembesaran vena
Integumen : Kulit tampak lembab, turgor kulit
elastis, < 2dtk.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nyeri Akut berhubungan dengan agen cedera
biologis
Resiko penurunan perfusi jaringan jantung
berhubungan dengan terjadinya
arterosklerosis
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan
fatigue
Nyeri acut b/d agen cedera biologis
Noc(kriteria hasil)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam, nyeri klien berkurang, dengan
kriteria :
Mampu mengontrol nyeri ( mengetahui penyebab nyeri, mampu menggunakan teknik non
farmakologi untuk mengurangi nyeri )
Awal 2
Akhir 4
Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajement nyeri.
Awal1
Akhir4
Mampu mengenali nyeri ( skala, intensitas, dan tanda nyeri )
Awal1
Akhir4
Tanda vital dalam rentang normal
Awal2
Akhir4
Ket :
1:Tidak pernah menunjukan
2:Jarang menunjukan
4: Sering menunjukan
Nic (intervensi)
Pain Management
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif ( lokasi, karakteristic,
durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi )
Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan
Gunukan tehnik komunikasi terapetik untuk mengetahui
pengalaman nyeri klien
Evaluasi pengalaman nyeri masa lalu
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan, kebisingan.
Ajarkan tentang tehnik pernafasan / relaksasi dengan posisi headup
30 dan hipnoterapi dengan merilekkan pikiran klien
Resiko penurunan perfusi jaringan jantung b/d
terjadinya arterosklerosis
NIC
keperawatan selama 1x24 jam diharapkan
tidak terjadi penurunan jaringan cardiac,
dengan kriteria hasil :
MUAL awl 1,akhir 4
Tdsistolik awal 2,akhir 4
Td diastolik awal 2,akhir 4
Nilai rata rat td
Enzim jantung
Noc
Evaluasi nyeri dada
Monitor EKG sesuai keluhan nyeri pasien, apakah ada
perubahan di EKG tersebut yang mendukung kondisi
pasien
Monitor irama jantung dan kecepatan denyut jantung
Monitor efektifitas terapi oksigen, apakah berepngaruh
pada pasien atau tidak
Secara teori Asuhan Keperawatan pada pasien dengan gangguan
sistem Kardiovaskuler CAD muncul 5 Diagnosa keperawatan yaitu :
Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis
Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan kecemasan,
Hiperventilasi
Resiko penurunan cardiac output berhubungan dengan Gangguan
stroke volume ( preload, afterload, kontraktilitas )
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan fatique
Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan
kurangnya informasi
Pada kasus yang penulis susun hanya muncul dua masalah
keperawatan, yaitu :
Nyeri aku berhubungan dengan agen cedera biologis
Resiko penurunan perfusi jaringan jantung berhubungan dengan
terjadinya arterisklerosis
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan fatique