Você está na página 1de 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

KLIEN PTCA

KELOMPOK 5-A
Sondang Nainggolan Welda Serevina
Sri Mariana Manullang Windah Sitorus
Suryani Siburian Yaaman Zega
Titi D Situmorang Yolanda Harefa
Veronika Venti Juniarti Yuslinar Manao
Pengertian PTCA

PTCA adalah usaha untuk memperbaiki


aliran darah arteri koroner dengan
memecah plak atau ateroma yang telah
tertimbun dan mengganggu aliran
darah ke jantung.
Indikasi PTCA Kontraindikasi PTCA
a. Penyakit jantung Pasien dengan oklusi arteri
koroner kiri utama yang
koroner tidak menunjukkanaliran
b. Angina tidak stabil. kolateral ke arteri
sirkumflexa dan desendens
c. Infark miokard anterior.
dengan hemodinamik Yang mengalami stenosis di
memburuk. daerah arteria koroner
kanan dan aorta.
d. Kelainan Katub Yang arteri koronernya
dengan CAD. menunjukkan aneurisma
proksimal atau
e. Primary PTCA pada distalstenosis..
IMA. Fungsi ventrikel kirinya
sudah tidak jelas.
Prosedur Tindakan PTCA dan Stent
Sebelum dilakukan tindakan PTCA dan stent dilakukan
pemeriksaankoroner angiografi untuk mengidentifikasi letak dan
prosentase sumbatan arterikoroner. Setelah pasien diletakkan di
meja khusus di ruang tindakan,dokter akanmenyuntikkan anestesi
lokal pada pangkal paha dan menusukkan jarum dan
seathintroduser dan kemudian memasukkan balon kateter melalui
arteri femoralishingga ke arteri koroner yang tersumbat. Kemudian
balon dikembangkanbeberapa kali dengan tekanan tertentu,dengan
selalu memonitor proses pelebaransumbatan dan keadaan
pasiennya. Pengisian balon akan menekan plaque dindingarteri
sekaligus membuka dan melebarkan sumbatan. Pada pemasangan
stent maka dilakukan pengembangan balon beberapa kali didaerah
sumbatan,kemudian stent ditanam atau dipasang untuk
mempertahankann pembukaan arteri koroner yang cenderung
restenosis.
lanjutan
PTCA dilaksanakan di laboraotorium kateterisasi jantung.Lesi
ditentukanlokasi, panjang dan kalsifikasinya sebelum kawat
penunjuk dimasukkan melaluiarteri yang dituju.Kemudian
kateter berujung balon yang bisa dikembangkan dimasukkan
melalui kawat penunjuk dan dipasang sesuai letak lesi. Balon
diisidengan larutan kontras bertekanan selama kurang lebih 30
sampai 60 detik,kemudian akan memecah atau menekan lesi
arteriosklerosik jika kateter berujungbalon telah dipasang pada
posisi yang benar. Tunika media dan adventisia arteriakoroner
juga ikut teregang.Pengembangan mungkin diperlukan sampai
beberapakali untuk menghasilkan efek yang diinginkan.Biasanya
ditentukan denganpeningkatan lebar lumen arteri sebanyak 20
% atau lebih. Cara lain untukmengukur keberhasilan PTCA adalah
bila stenosis yang tersisa kurang dari 50%atau perbedaan
tekanan darah dari sisi yang mengalami lesi ke sisi yang
lainnyakurang dari 20 mmHg dan tidak ada tanda klinis trauma
arteri. (Suzanne danBrenda(2002).
Komplikasi PTCA
Angina
Pemeriksaan Penunjang
Aritmia pemeriksaan EKG
Perdarahan
Spasme mendadak dari laboratorium darah
pembuluh darah pemeriksaan dengan
koroner.
Hipotensi echocardiograf
Reoklusi pemeriksaan photo
Iskemia tungkat
Infark miokard
thorax
Kematian
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Pengkajian prabedah 4. Sistem perkemihan
Pengkajian fisik Haluaran urine, berat jenis urine,
dan osmolaritas, edema perifer.
1. Sistem pernafasan
5. Sistem muskoloskeletal
Gerakan dada, suara nafas, frekuensi Tingkat aktivitas klien, kekuatan
nafas otot.
2. Sistem kardiovaskular 6. Sistem integumen
Frekuensi dan irama jantung, suara Warna kulit, turgor, suhu, keutuhan.
jantung, tekanan darah, denyut
nadi perifer. Pengkajian psikologis
3. Sistem pencernaan. Observasi emosi klien, tingkat
kecemasan klien.
Status nutrisi dan cairan, berat dan
tinggi badan.
Sistem pernafasan
Observasi gerakan dada, suara nafas,
frekuensi nafas.
Sistem kardiovaskuler.
Observasi tekanan darah, nadi perifer,
Pengkajian irama jantung.
Sistem neurologi
intrabedah. Observasi tingkat kesadaran klien.
Sistem pencernaan
Observasi status cairan dan elektrolit.
Sistem perkemihan.
Observasi haluaran urine.
Sistem muskoloskeletal
Observasi aktivitas klien, posisi
intraoperatif.
Sistem integumen.
Warna kulit, turgor, suhu dan kelembapan
Diagnosa Keperawatan Post PTCA

1. Risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload

NOC : setelah melakukan tindakan perawatan selama 3 X 24 jam diharapkan klien


menunjukan curah jantung adekuat, dengen kriteria hasil :
Tekanan darah dalam batas normal
Toleransi terhadap aktifitas
Nadi perifer kuat
Tidak ada distensi vena jugularis

NIC :
Evaluasi adanya nyeri dada (intensitas, lokasi,radiasi, durasi, dn faktor pencetus
nyeri).
Observasi ttv
Catat adanya tanda dan gejala penurunan curah jantung.
Instrusikan klien dan keluarga untuk pembatasan aktifitas
Anjurkan klien untuk menggurangi stress
2.Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik ditandai dengan
perubahan pada parameter fisiologis
NOC:setelah melakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam klien
dapat menggontrol nyeri, dengan criteria hasil :
1. Kontrol nyeri :
Mengenali kapan nyeri terjadi
Melaporkan gejala yang tidak terkontrol pada professional
kesehatan
Mengenali apa yang terkait dengan gejala nyeri
Melaporkan nyeri yang terkontrol

NIC:
1. manajemen nyeri :
Kaji nyeri secera komprehensif
Berikan analgetik sesuai instruksi
Evaluasi efektifitas tindakan mengontrol nyeri yang telah digunakan
Tingkatkan tidur atau istirahat yang cukup.
3. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ditandai
dengan kurang pengetahuan
NOC:setelah melakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam klien dapat
menggontrol nyeri, dengan criteria hasil :
Manajemen Diri :
Patuhi pengobatan yang direkomendasikan
Menyeimbangkan aktivitas dan tidur
Monitor perubahan pada penyakit
Menggunakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan

NIC :
Pendidikan Kesehatan :
Tentukan pengetahuan kesehatan dan gaya hidup perilaku saat ini pada
individu dan keluarga
Bantu individu dan keluarga untuk memperjelas keyakina dan nilai-nilai
kesehatan
Tekankan manfaat kesehatan yang positif
Libatkan invidu dan keluarga dalam perencanaan gaya hidup sehat
Post Tindakan pada Arteri Radialis
Tindakan Perawat Post PTCA
1. Menjelaskan dan meminta pasien Pasien bedrest selama 2 2,5 jam
untuk memberitahu akan adanya Perhatikan tekanan fiksasi
tanda-tanda/gejala bengkak dan
Instruksikan pergelangan tangan
perdarahan pada daerah puncti.
2. Menjelaskan bahwa kaki tempat jangan ditekuk selama } 2 3 jam
tusukan tidak boleh ditekuk selama 12 Cek pulse radial
jam.
3. Cek tanda-tanda vital setiap 15
menit sampai 12 jam berikutnya Post Tindakan pada Arteri Brachialis
sampai stabil. Pasien bedrest selama 3 4 jam
4. Cek area tusukan blooding atau
tidak sesudah tusukan dicabut berikan Perhatikan tekanan verban
bantal pasirselama 46 jam. jangan terlalu ketat
5. Ada pulsasi atau tidak pada daerah Instruksikan tangan jangan
distal.
6. Minum banyak 23 liter selama 6 8
dibengkokkan selama 3 jam
jam I, makan sesuai diet. Cek pulse radialis dan ulnaris
Post Tindakan pada Percutan Arteri Femoralis
Pasien bedrest selama 6 12 jam
Letakkan bantal pasir di atas tempat punchisselama 4 6 jam
Instruksikan untuk tidak membengkokkan kaki yang dipuncti
selama 12 jam