Você está na página 1de 21

K A B U PAT E N C I A N J U R 2 015

GAMBARAN GIZI BURUK CANJUR


2016

31 KASUS DI 11 KASUS
84 KASUS
RAWAT RS MENINGGAL
GIZI BURUK
(BB/TB
SANGAT 53 KASUS 64 KASUS
DILAPORKAN
KURUS) RAWAT JALAN PETUGAS
DI PKM 20
KASUS
???
0
12

4
6
8
10
14
16

2
Agrabinta
Bojonglarang
Campaka
Campakamulya
Cibaregbeg
Cidaun
Cijagang
Cijedil
Cikadu

?
Cikondang
Cipendawa
Girijaya
Gunungbitung
Kademangan
Naringgul
Pagelaran

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Takokak
Cibinong
Cipeuyeum
Kadupandak
Pusakasari
Sukaluyu
Sukamahi

1 1 1 1 1 1 1
Sukanagalih
Bojongpicung
Cibeber
Ciherang
JANUARI s.d APRIL 2016

Cijati
Cugenang
Gekbrong
Muka
Sindangkerta
2 2 2 2 2 2 2 2 2

Sukanagara
Cikalongkulon
UPDATE DATA : 11 APRIL 2016

Karangtengah
Mande
Nagrak
3 3 3 3 3

Sindangbarang
Sukasari
4 4

Warungkondang
JUMLAH KASUS GIZI BURUK (BB/TB SANGAT KURUS) MENURUT PUSKESMAS

Cianjur Kota
Ciranjang
5 5 5

Tanggeung
TOTAL : 84 KASUS (28 PUSKESMAS)

Sukaresmi
Cipanas
14
JUMLAH KASUS GIZI BURUK DI RAWAT DI RS
JANUARI s.d APRIL 2016
3.5

3 3 3 3
3

TOTAL : 31 KASUS
2.5

2 2 2
2

1.5

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
1

0.5

UPDATE DATA : 11 APRIL 2016


JUMLAH KASUS GIZI BURUK MENINGGAL
JANUARI s.d APRIL 2016
3.5
3
3 TOTAL : 11 KASUS

2.5

1.5
1 1 1 1 1 1 1 1
1

0.5

UPDATE DATA : 11 APRIL 2016


KELENGKAPAN LAPORAN GIZI BURUK
Laporan Lengkap Laporan Tidak Lengkap Belum Laporan

Bj Picung Ciherang Cikalongkulon


Cianjur Kota Ciranjang Muka
Cibeber Karang Tengah Pusakasari
Cibinong Sindangkerta Sukamahi
Cijati Sukaresmi
Cipanas Tanggeung
Cipeuyeum Warungkondang
Cugenang
Gekbrong
Kadupandak
Mande
Nagrak
Sindangbarang
Sukaluyu
Sukanagalih
Sukanagara
Sukasari UPDATE DATA : 11 APRIL 2016
MASALAH :
Pencatatan di Tk Posyandu tidak Tertib
Laporan kasus gizi buruk sebagian puskesmas tidak melaporkan
Surveilance blm berjalan dst
RENCANA TINDAK LANJUT
Harus diketahui dan di ttd ka pusk
KERANGKA PIKIR PENYEBAB MASALAH GIZI

Penanganan masalah gizi merupakan upaya lintas sektor untuk


mengatasi penyebab langsung, tidak langsung, dan akar masalah
9
melalui upaya intervensi spesifik dan intervensi sensitif
PELACAKAN DAN VALIDASI
KASUS GIZI BURUK
Edaran Menteri Kesehatan RI
Nomor 1209/Menkes/X/1998
Tanggal 19 Oktober 1998

Memperlakukan kasus kurang gizi berat


sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),
sehingga setiap kasus baru harus
dilaporkan dalam 1x24 jam.

Memperlakukan KLB
BUKAN
Menyatakan KLB
MEMPERLAKUKAN KASUS
GIZI BURUK SEBAGAI KLB

1.Pelaporan Kasus Gizi Buruk 1x24


Jam
2.Penanganan Kasus Gizi Buruk
(Rawat Inap atau Rawat Jalan)

3.Penyelidikan Lanjut (Pelacakan


Kasus Gizi Buruk)
KLB Gizi Buruk
Edaran Menteri Kesehatan RI
Nomor 347/Menkes/IV/2008
Tanggal 10 April 2008

Dinyatakan sebagai KLB gizi buruk apabila


di wilayah Kabupaten/Kota:
Ada peningkatan jumlah balita dengan berat
badan dibawah garis merah (BGM) pada KMS
sebanyak 50% atau jumlah balita gizi buruk
meningkat 2 kali lipat pada 4 bulan sebelumnya.
Ada perubahan pola konsumsi makanan pokok
yang biasa dikonsumsi masyarakat, baik jenis,
jumlah maupun frekwensi makan.
Bagan Laporan Kasus / Suspek Gizi Buruk
Pelacakan
Kasus Gizi Hasil pemeriksaan di fasilitas
Kesehatan
Hasil Penimbangan di
Posyandu
Hasil laporan masyarakat

Buruk Konfirmasi status gizi dgn BB/TB


Pemeriksaan fisik

BB/TB < -3 SD, BB/TB -3 SD, BB/TB < -3 SD, BB/TB -3 SD S.D <-2 SD,
Gejala klinis (+) Gejala klinis (+) Gejala klinis (-) Gejala klinis (-)

GIZI BURUK GIZI KURANG

PERLAKUAN KLB PMT PEMULIHAN

PELAPORAN PENANGANAN PENYELIDIKAN KASUS

Pengisian Form W1 GIZI BURUK GIZI BURUK


Dengan Komplikasi Tanpa Komplikasi 1. Pengisian formulir penyelidikan kasus gizi buruk
2. Analisa data SKDN 4 bulan terakhir di desa untuk
Dinkes Kab/Kota melihat kecenderungan BGM
Rawat di pusk Rawat jalan dan
3. Melakukan penjaringan balita dengan pita LILA
Perawatan/TFC/RS PPGM/Pendampingan

Tidak sembuh Sembuh Meninggal LILA < 11.5 LILA 11.5 12.5

GIZI BURUK GIZI KURANG

Di rujuk Penanganan PMT PEMULIHAN


Dibuat peta
PELAPORAN KASUS GIZI BURUK
dalam 1x24 jam

menggunakan Formulir W1
ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

Pos, Fax, dll

SMS Gateway
HP, real time
BAGAN PROSES PENEMUAN DAN PENANGANAN BALITA GIZI BURUK RAWAT
JALAN

PENIMBANGAN BALITA

FASILITAS KESEHATAN :
PENEMUAN AKTIF KASUS / PUSKESMAS POSYANDU
SCREENING / LiLA POSKESDES
POLINDES

BB TIDAK NORMAL :
BB NORMAL Balita 2 T, Kurus sekali,
BGM, edema, Sakit,
Anemia

Konfirmasi ke Puskesmas

GIZI KURANG : GIZI BURUK


Intervensi :
MPASI, PMT
Pemulihan , Konseling

Catatan : RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP


LiLA < 11,5 cm = Gizi Buruk PENDAMPINGAN (Gibur tanpa PUSKESMAS RI/TFC
LiLA 11,5 12,5 cm = Gizi Kurang komplikasi dan Gejala klinis ) RS
Pemeriksaan Klinis, BB/PB, LiLA
di Poskesdes/Pustu/Polindes/Puskesmas

Anak dengan satu atau lebih tanda berikut: Anak dengan satu atau lebih tanda berikut:
Terlihat sangat kurus Terlihat sangat kurus
Edema minimal, pada kedua punggung BB/PB atau BB/TB <-3SD
tangan/kaki LILA <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
BB/PB atau BB/TB <-3SD dan
LILA <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan) Nafsu makan baik
dan Tanpa komplikasi medis
Nafsu makan baik
Tanpa komplikasi medis

Gizi buruk
Tanpa
Komplikasi

Rawat Jalan di
Rumah
KONSEP PENANGANAN ANAK GIZI BURUK
RAWAT JALAN
Tujuan :
Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi
buruk
Target:
Balita Gizi Buruk Tanpa Komplikasi
Keluarga Balita Gizi Buruk
Kegiatan :
Pemberian Makanan Pemulihan
Pelayanan di rumah
Kunjungan rumah
TEMPAT PEMBERIAN
SARANA FASILITAS KESEHATAN (RUMAH SAKIT,
PUSKESMAS, PUSKESMAS
PEMBANTU (PUSTU), POLINDES/POSKESDES, BALAI
PENGOBATAN,
PRAKTEK DOKTER/BIDAN SWASTA)
POSYANDU
SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK, POS PAUD
TERMASUK KELOMPOK
BERMAIN, TEMPAT PENITIPAN ANAK, DLL