Você está na página 1de 15

Angka Penyabunan dan Angka

Iodium Lipid
Bilangin iodin merupakan salah satu
parameter penentuan mutu dari minyak
atau lemak.
Bilangan iodium adalah banyaknya gram
iodium yang diabsorbsi oleh 100 gram
lipid.
Bilangan penyabunan (satonifikasi) adalah
banyaknya (mg) KOH yang dipakai untuk
penyabunan sempurna 1 gram lemak/minyak
Penentuan angka penyabunan untuk :
- Mengetahui sifat lemak dan minyak
- Membedakan lemak satu dgn lemak lainnya.
- Mengetahui sifat fisik lemak atau minyak
Lemak jenuh

Lemak

Lemak tak jenuh


tunggal

Lemak tak jenuh

Lemak tak jenuh


ganda
Lemak jenuh adalah lemak yang sulit diuraikan menjadi unsur-
unsur lain.
Memiliki ikatan tunggal diantara atom-atom karbon
penysusunnya
Bersifat stabil
Contoh makanan mengandung lemak jenuh :
1. susu murni
2. Keju berlemak
3. cokelat
4. Daging
5. Kelapa
6. Mentega
7. Hati
8. Ayam
Lemak tak jenuh mudah bergabung dengan
unsur lain dan membentuk molekul yang
dibutuhkan tubuh, sehingga tidak terlalu
berbahaya.
Memiliki ikatan ganda diantara atom-ataom
karbonnya
Berbentuk cair atau lunak
Dapat menurunkan kadar kolesterol dalam
darah maupun kolesterol LDL.
Lemak tak jenuh terbagi menjadi 2,yaitu:
1. Lemak tak jenuh tunggal : zaitun, minyak kacang
tanah, almond, kacang mete.
2. Lemak tak jenuh ganda :
- Omega 3 : ikan salmon, makarel dan sarden.
- Omega 6 : bunga matahari, kedelai, minyak
jagung, walnut, almond, biji wijen.
Lemak jenuh memiliki :
1. Rantai pendek (butirat, kaproat)
2. Rantai sedang (kaprilat, kaprat)
3. Rantai panjang ( laurat, miristat,palmitrat,
stearat)
Lemak tak jenuh :
1. Tunggal(asam lemak omega 9/MUFA)
terdiri atas : Oleat yang memiliki 18 atom C.
2. Ganda (PUFA) terdiri atas :
- Omega 3 : Linoleat dan Arachidonat
- Omega 6 : Linoleat, EPA, DHA
Lipid : golongan senyawa hidrokarbon alfatik.
Tidak larut air, tapi larut(eter, alkohol,
kloroform)
Fungsi : - untuk menyimpan energi
- sebagai komponen struktural
membran.
Percobaan penentuan angka iodium
lipid
Alat-alat :
1. Gelas piala
2. Labu ukur
3. Pipet tetes
4. Neraca analitik
5. Buret
6. Gela ukur
7. Botol semprot
8. Corong saring
9. Labu erlenmeyer
Bahan-bahan :
1. Lipid powder
2. klorofom
3. larutan iodine hanus
4. Larutan Kl 15%
5. Larutan NaS2O3 0,1N
Larutan iodine hanus : larutkan 13,2 g
iodium dalam 1 liter asam asetat glasial
(99,3 %) + 3ml larutan bromin.
Prosedur
1. 0,25 gram lipid dimasukkan kedalam labu erlenmeyer + 10 ml
klorofom dan ditutup.
2. Larutan lipid tsb + 30 ml larutan iodine hanus (diamkan selama
30menit dan sesekali dikocok)
3. Tambahkan 10ml larutan Kl 15% kedalam erlenmeyer tsb, kocok
dengan kuat dan + 100ml air (air ini didihkan kemudian
didinginkan)
4. Titrasi iodine dengan larutan NaS2O3 0,1 N yang ada dalam
buret
5. Segera tambahkan 2ml larutan kanji 1% dan teruskan titrasi
sampai terbentuk wana biru
6. Jika titik akhir titrasi hampir tercapai tutup erlenmeyer,kocok
hingga semua tercampur,teruskan titrasi sampai titik akhir
tercapai
7. Buat blanko yang berisi semua dalam erlenmeyer kecuali lipid
Penentuan angka penyabunan lipid
Bahan-bahan :
1. Larutan glukosa
2. Larutan amilum 1 %, 0,1 %
3. Larutan NaCl 1 %, 0,1 %
4. Larutan Iodium
5. Larutan HCl 1N
Prosedur
1. 2,5 mg lemak/minyak ditempatkan dalam erlenmeyer 250
ml + 25 ml KOH alkaholis 10%.
2. Refluks campuran diatas penanganan uap (jangan sesekali
mengunakan api bebas), sampai penyabunan sempurna.
Cara menguji apakah penyabunan sudah sempurna sbb:
teteskan hasil refluk kedalam tabung yang berisi air. Bila
campuran ini bening berarti hanya satu fase maka
penyabunan yang dilakukan sudah sempurna ( proses ini
diperkirakan memerlukan waktu 30 menit)
3. Buat blanko sbb : refluks 25ml KOH alkaholis 10% dengan
cara seperti diatas.
4. Setelah campuran menjadi dingin, titrasi dengan HCl standar.
5. Gunakan 0,25ml phenolpthalein sbg indikator