Você está na página 1de 32

Keracunan pada Anak

dr. Novia R Gunawan


DEFINISI
Racun (poison): zat kimia yg dapat merusak /
membahayakan fungsi tubuh.
Natural / alami

Buatan manusia

Bisa (venom): zat yg dihasilkan oleh hewan, dikeluarkan


oleh satu species ke species lainnya.

Toxin: racun yg diproduksi oleh sel hidup organisme


maupun mikroorganisme.
Endotoxin

Exotoxin
DEFINISI
Paparan racun: tertelannya / adanya kontak dg zat yg
menghasilkan efek beracun.

Keracunan: paparan racun yg menghasilkan bahaya


bagi tubuh.

Apapun yg dapat termakan, minum, hirup, masuk ke


dalam mata / kulit yg dapat menyebabkan sakit /
kematian.

Dapat berbentuk padat, cair, gas, atau aerosol.

unintentional poisonings.

intentional poisonings.
EPIDEMIOLOGI

Hampir 90% terjadi di rumah


Insidensi: 25% <5 tahun,
50% 5 30,
sisanya > 30 tahun
< 6 tahun unintentional
Dewasa intentional & unintentional.
+50% merupakan usaha bunuh diri
EPIDEMIOLOGI

Anak-anak < 6 tahun:


Unintentional ingestions

Kesalahan medikasi
Paparan lingkungan
Gigitan / sengatan
CONTOH RACUN
Produk produk rumah tangga
Sampo / sabun mandi
Sabun cuci
Pewarna rambut Minyak tanah
Pasta gigi Rokok
Pembersih toilet Terpentin
Pestisida Thinner cat
Tanaman
Cat kayu (furnitur)
Obat2an Alkohol
obat yg diresepkan Gas & Uap
obat warung CO
Tipe Keracunan

Akut
Tidak sengaja tertelan oleh anak-anak
Percobaan bunuh diri oleh dewasa
Kronik
Paparan pestisida setiap hari pada penduduk di
daerah pertanian
Paparan zat kimia setiap hari pada buruh pabrik
Pemeriksaan Klinis
Anamnesis:
riwayat tertelannya racun Where / how
Jika diketahui: zat, waktu, volume, efek segera
Adakah orang lain dg gejala yg sama
Botol / wadah obat yg erbuka, bau yg tidak biasa
Kegemaran anggota keluarga, paparan industri
Penyakit / pengobatan yg sedang dialami pasien
Pemeriksaan Fisik:
TTV (KU, TD, N, R, S)
Perhatikan pemeriksaan neuro
Pupil
Refleks & bentuk tubuh
Status mental
Bising usus
Membran mucosa & kelembaban /keadaan kulit
Bau bauan khas
Epistaksis, bekas jarum, bula / blister
Koma pastikan penyebab lain
Clinical pattern Poisons

Narcosis/sedative syndrome
coma, reduced consciousness, benzodiazepines, barbiturates, ethanol,
purposeful response to pain, tricyclics, phenothiazines, opiates,
flaccidity, reduced reflexes antihistamines, chloral hydrate

Anticholinergic syndrome
coma, hyperreflexia, twitching, anticholinergics, tricyclics,
agitation, hallucinations, phenothiazines, antihistamines
seizures, dilated pupils, tachycardia

Ventricular tachycardia/hypotensive syndrome


coma, hypotension, ventricular tachycardia, tricyclics, chloral hydrate, quinidine,
ventricular fibrillation anticholinergics, antihistamines, phenothiazines

Sympathomimetic syndrome
seizures, hypertonia, theophylline, MAOI*, phencyclidine, cocaine
hyperreflexia, pyrexia, amphetamines (e.g., amphetamine,
hypokalaemia, hyperglycaemia, methamphetamine, para-methoxyamphetamine
metabolic acidosis 3,4-methylenedioxyamphetamine
3,4-methylenedioxymethamphetamine)
Cholinergic syndrome
bradycardia, diaphoresis, bronchorrhoea, organophosphates
diarrhoea, seizures, coma, pinpoint pupils
Pemeriksaan penunjang
Laboraturium
EKG
Rontgen
Penatalaksanaan

Prinsip Umum :
1.Perawatan suportif
2.Mencegah atau mengurangi absorpsi lebih
lanjut
3.Meningkatkan pengeluaran racun
4.Pemberian antidotum spesifik
1. Perawatan suportif
Langkah ABC, resusitasi segera!!
2. Mencegah absorbsi racun lebih lanjut
DEKONTAMINASI
Mata dan Kulit :
Basuh dgn air mengalir / normal salin
Jangan beri antidotum kimia
Terinhalasi : Jauhkan dari sumber racun
Gigitan ular :
Pasang Tornikuet
Kompres dingin
Imobilisasi
Tertelan :
Pengosongan lambung(rangsang muntah, bilas lambung)
Activated charcoal
Katartik
Perangsangan muntah dan bilas lambung
Kontraindikasi :
Anak < 6 bulan
Keracunan zat korosif
Keracunan hidrokarbon
Tak sadar/refleks muntah(-)
Kejang
Indikasi :
Anak sadar dan kooperatif
Menelan racun < 4 jam
Racun sangat toksis, membahayakan
Preparat : sirup pekak, dosis 15 ml,
20-30(anak<1 th : 10 ml)
RANGSANG MEKANIK :
GASTRIC TUBE Normal Salin (NaCl, RL)
Activated charcoal (karbon
aktif)
Diberikan setelah pengosongan
lambung
Dosis: 1-2 g/kgBB/dosis/
oral/pipa nasogastric
bersama susu &/ putih telur
bisa diulang tiap 4 6 jam dg
dosis awal

Kontraindikasi anak dg
kesadaran & jalan nafas yg
terganggu, risiko perforasi /
ileus, racun hidrokarbon.
Katartik
Indikasi :
- Rangsang muntah/bilas lambung kontraindikasi
- Menelan preparat lepas lambat/tab. salut selaput
Kontraindikasi:
- Menelan zat korosif
- Bising usus (-)
- Disfungsi ginjal/ggn. elektrolit
- Neonatus/anak kecil
Preparat :
- Mg/Na-sulfat 250 mg/kgBB/dosis atau
- Mg. Sitrat 4 ml/kgBB/dosis, oral
- sorbitol / manitol
3. Meningkatkan pengeluaran racun:
EKSKRESI Rangsang diuresis
Peritoneal dialisis
Hemodialisis / hemoperfusi pilihan terakhir
Pengawasan pediatrik
nefrologis
4. Antidotum spesifik
Hanya sebagian kecil,
efek toksis serius
Dibatasi pada keracunan berat,
jenis racun telah diketahui
10% KASUS KERACUNAN
Antidotum spesifik
Toxin Antidote
Benzodiazepines Flumazenil
b blockers Adrenaline infusion, glucagon
Carbon monoxide Oxygen
Carbon tetrachloride N-acetylcysteine
Digoxin Digoxin antibodies
Iron Desferrioxamine
Isoniazid Pyridoxine, sodium bicarbonate
Lithium Sodium replacement, low dose dopamine
Methaemoglobinaemia Methylene blue
Methanol Ethanol, alcohol dehydrogenase inhibitor (fomepizole)
Ethylene glycol

Metoclopramide Procyclidine
Opiates Naloxone
Organophosphate insecticides Atropine, pralidoxime
Paracetamol N-acetylcysteine
Thyroxine Propanolol
Perawatan lanjutan :
Antisipasi, identifikasi dan penanganan komplikasi

Pencegahan :

Penyimpanan obat / zat toksik yang aman


KERACUNAN INSEKTISIDA
ETIOLOGI
1. FOSFAT ORGANIK
malation, paration, Baygon

Gejala klinik :

Gejala SSP : sakit kepala, ataksia, kejang, koma


Tanda-tanda nikotinik : muscle twitching, tremor
kelemahan otot dan paralisis
Tanda-tanda muskarinik : salivasi, lakrimasi, urinasi,
defekasi, kramp gastroinestinal,
emesis, (SLUDGE), berkeringat, miosis,
bradikardia, bronkorhea, bronkhospasme
Terapi:
Kegawatan: Perbaiki KU
Observasi 6-8 jam untuk menyingkirkan gejala lambat
Spesifik: Atropin sulfat 0,05-0,1 mg/kgBB, IV
diulang tiap 10 menit sampai terjadi atropinisasi
Pada keadaan berat ditambah dengan
Pralidoksim 25-50 mg/kgBB
dalam 250 ml NaCl fisiologis selama 30 menit,
diikuti infus kontinyu 10-15 mg/kgBB/jam
larutan 1-2%
Dekontaminasi:

Pre RS : arang aktif


RS : arang aktif dan katartik
2. CHLORINATED HYDROCARBON (DDT)

aldrin, endrin, DDT


Gejala klinik
Mual, muntah
Kebingungan, tremor, koma, kejang, depresi pernapasan
Komplikasi
Kejang berulang
Aritmia
kerusakan hati atau kerusakan ginjal
Terapi
Kegawatan : perbaiki KU dan atasi penyulit
observasi minimal 6-8 jam, monitor EKG
Dekontaminasi :
Pre RS : arang aktif
RS : arang aktif, katartik, bilas lambung
Meningkatkan pengeluaran racun :
arang aktif ulang atau kolestiramin
KERACUNAN MINYAK TANAH

Etiologi : senyawa hidrokarbon gol. alifatik


Gejala klinik :
Gejala awal aspirasi : batuk, rasa tercekik, takikardi, takipne
Setelah 6 jam : grunting, PCH, retraksi, wheezing
Akibat tertelan : mual, muntah, diare, nyeri perut
Gejala SSP : somnolen, sakit kepala, kebingungan
Komplikasi
Pneumonia aspirasi, edema paru akuta, ARDS
Gangguan keseimbangan asam basa
Terapi
Perbaiki KU
Monitor dan pertahankan tanda vital
Penderita tanpa kelainan klinis maupun radiologis observasi
minimal 4 jam, apabila toraks foto ulangan normal
penderita boleh pulang
Apabila kelainan paru berat, rawat di PICU
KERACUNAN JENGKOL
Etiologi : asam jengkolat
Gejala klinik :
Sakit perut, muntah, nyeri supra pubis, disuria
Udara pernapasan dan urin berbau jengkol
Hematuria (mikro/makroskopik)
Oliguria atau anuria
Komplikasi
Gagal ginjal akut (GGA)
Hidronefrosis
Asidosis metabolik
Terapi
Ringan : Banyak minum
Na Bikarbonat 1 mg/kgBB/hari / 1 - 2 gr/hari oral
Berat : Tangani sebagai GGA
Retensi urin : kateterisasi
Oliguria : infus Dekstrose 5 % + NaCl 0,9% 3:1
Anuria : Dekstrose 5%
Na Bikarbonat 2 - 5 mEq/kgBB, dalam 4-6 jam
Diuretika
Bila perlu peritoneal dialisis
KERACUNAN SINGKONG
Etiologi : asam sianida (HCN)
Gejala klinik :
Timbul beberapa jam setelah makan singkong
Sakit kepala, mual, sesak napas, sianosis
Berat : kejang, koma, kolaps kardiovaskular
Komplikasi: Asidosis metabolik, Sekuele neurologik
Terapi
Kegawatan: Perbaiki KU, Monitor tanda-tanda vital & EKG
Spesifik: Na Nitrit 3% 0,3 ml/kgBB, IV pelan-pelan
Na Tiosulfat 25% 1 ml/kgBB, IV
Dekontaminasi : Pre RS : arang aktif
RS : bilas lambung, arang aktif, katartik
KERACUNAN TEMPE BONGKREK

Etiologi : Terkontaminasinya tempe bongkrek oleh


Klostridium botulinum dan/atau Bakterium
kokovenans sehingga gliserin diubah
menjadi racun toksoflavin

Gejala klinik: Timbul 18 -36 jam setelah makan bongkrek


Gejala awal : sakit tenggorokan, bibir kering,
keluhan gastrointestinal
Gejal lanjut : diplopia, ptosis, disatria,
kelemahan saraf kranialis lain dan
paralisis desendens yang progresif,
henti napas
Dilatasi pupil, refleks cahaya negatif/normal
EMG : konduksi normal, potensial aksi motor menurun
Diagnosis banding
Myastenia gavis
Guillain Barre Syndrome
Terapi
Kegawatan : Perbaiki KU
Observasi ketat tanda-tanda kelemahan
otot pernapasan
Spesifik : Antitoksin botulisme
Guainidin hidroklorid 15-35 mg/kgBB/hari
(menghilangkan blokade neuromuskular)
Dekontaminasi :
Pre RS : perangsangan muntah
RS : bilas lambung, arang aktif, katartik