Você está na página 1de 21

ABORTUS

Abortus
Abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin
dapat hidup di luar kandungan yaitu berat badan kurang dari 500
gram atau usia kehamilan kurang dari (ACOG memberi batasan 20
minggu, FIGO memberi batasan 22 minggu, Hanretty memberikan
batasan 24 minggu, WHO memberi batasan 28 minggu).

DeCherney, et al., 2003; Hadijanto, 2010; Hanretty, 2003, WHO, 1999


ETIOLOGI

Gangguan Kelainan Kelainan


Genetik
metabolik uterus endokrin

Penyakit Kelainan Kelainan


Inflamasi
metabolik hematologi imunologi

Penyakit
Infeksi Trauma
kronik

Hadijanto, 2010
KLASIFIKASI ABORTUS
Abortus imminens
Abortus insipiens
Abortus inkomplit
Abortus komplit
Abortus septik
Missed abortion
DIAGNOSIS
Diagnosis Gejala Pemeriksaan fisik Pemeriksaan
banding penunjang
Abortus - perdarahan dari - TFU sesuai dengan - tes kehamilan urin
iminens uterus pada umur kehamilan masih positif
kehamilan sebelum - Dilatasi serviks (-) - USG : gestasional sac
20 minggu berupa (+), fetal plate (+),
flek-flek fetal movement (+),
- nyeri perut ringan fetal heart movement
- keluar jaringan (-) (+)
Abortus - perdarahan banyak - TFU sesuai dengan - tes kehamilan urin
insipien dari uterus pada umur kehamilan masih positif
kehamilan sebelum - Dilatasi serviks (+) - USG : gestasional sac
20 minggu (+), fetal plate (+),
- nyeri perut berat fetal movement (+/-),
- keluar jaringan (-) fetal heart movement
(+/-)
Abortus - perdarahan banyak / - TFU kurang dari - tes kehamilan urin
inkomplit sedang dari uterus umur kehamilan masih positif
pada kehamilan - Dilatasi serviks (+) - USG : terdapat sisa
sebelum 20 minggu - teraba jaringan dari hasil konsepsi (+)
- nyeri perut ringan cavum uteri atau
- keluar jaringan masih menonjol pada
sebagian (+) osteum uteri
eksternum
Abortus - perdarahan (-) - TFU kurang dari - tes kehamilan urin
komplit - nyeri perut (-) umur kehamilan masih positif
- keluar jaringan (+) - Dilatasi serviks (-) bila terjadi 7-10 hari
setelah abortus.
USG : sisa hasil
konsepsi (-)
Missed - perdarahan (-) - TFU kurang dari - tes kehamilan urin
abortion - nyeri perut (-) umur kehamilan negatif setelah 1
- biasanya tidak - Dilatasi serviks (-) minggu dari
merasakan keluhan terhentinya
apapun kecuali pertumbuhan
merasakan kehamilan.
pertumbuhan - USG : gestasional sac
kehamilannya tidak (+), fetal plate (+),
seperti yang fetal movement (-),
diharapkan. Bila fetal heart movement
kehamilannya > 14 (-)
minggu sampai 20
minggu penderita
merasakan rahimnya
semakin mengecil,
tanda-tanda
kehamilan sekunder
pada payudara mulai
menghilang.
Mola - Tanda kehamilan (+) - TFU lebih dari umur - tes kehamilan urin
hidatidosa - Terdapat banyak atau kehamilan masih positif
sedikit gelembung - Terdapat banyak atau (Kadar HCG lebih dari
mola sedikit gelembung 100,000 mIU/mL)
- Perdarahan banyak / mola - USG : adanya
sedikit - DJJ (-) pola badai salju

Cunnigham (2010), Mochtar (2012)


Abortus Imminens

Definisi abortus immines


Pendarahan dari uterus pada kehamilan kurang dari 20 minggu,
hasil konsepsi masih di dalam uterus dan tidak ada dilatasi
serviks (SPM POGI, 2006; Sarwono, 2000)

Diagnosis
Pada pemeriksaan obstetrik dijumpai tes kehamilan positif dan
serviks belum membuka. Pada inspekulo dijumpai bercak
darah di sekitar dinding vagina, porsio tertutup, tidak
ditemukan jaringan.
Abortus Imminens
Penatalaksanaan
Tirah baring tidak memberikan hasil lebih baik namun dianjurkan
untuk membatasi aktivitas agar meminimalkan kemungkinan
rangsangan prostaglandin.
Tidak dianjurkan terapi dengan hormon estrogen dan progesteron.
Meta analisis menunjukkan bahwa tatalaksana abortus imminens
dengan preparat progesteron dengan plasebo menunjukkan hasil
yang hampir sama (RR 0,53; 95CI 0,35-0,79).
Terapi dydrogesteron dipertimbangkan dengan asumsi
farmakodinamik untuk menyokong pertumbuhan uterus. Akan
tetapi, penelitian menunjukkan bahwa perbandingan abortus
antara kelompok yang menerima dydrogesteron dengan kelompok
kontrol tidak menunjukkan hasil yang berbeda (p<0,001) dengan
konsentrasi progesteron yang hampir sama.
Abortus Imminens
Hindari campur terlebih dahulu karena dapat terjadi
kolonisasi bakteri pada kavum uteri di mana bakteri dapat
lanjut menginvasi membran fetus, plasenta, cairan amnion
yang meningkatkan risiko abortus. Selain itu, cairan semen
dari laki-laki dapat merangsang kontraksi uterus dan
pengeluaran oksitosin.
Vitamin diberkan dengan asumsi fungsi antioksidan untuk
mengatasi penyebab stres oksidatif pada kasus abortus.
Penelitian Rumbold, et al. (2005) pada 35353 kehamilan
menunjukkan bahwa pemberian vitamin A gagal menunjukkan
penurunan angka abortus tetapi pemberian vitamin C dan E
meunjukkan hasil sebaliknya.
Abortus Insipiens

Definisi abortus immines


Perdarahan kurang dari 20 minggu karena dilatasi serviks uteri
meningkat dan hasil konsepsi masih dalam uterus(SPM POGI,
2006; Sarwono, 2000)

Diagnosis
Pada inspekulo, ditemukan darah segar di sekitar dinding
vagina, porsio terbuka, tidak ditemukan jaringan.
Abortus Insipiens
Definisi: Perdarahan kurang dari 20 minggu karena dilatasi
serviks uteri meningkat dan hasil konsepsi masih dalam
uterus(SPM POGI, 2006; Sarwono, 2000).

Diagnosis: pada inspekulo, ditemukan darah segar di sekitar


dinding vagina, porsio terbuka, tidak ditemukan jaringan.

Penatalaksanaan: infus oksitosin kuretase.


Abortus Inkomplit

Backos, et al. 2006


Definisi abortus spontan inkomplit.
Pengeluaran sebagian hasil konsepsi dari uterus yang
terjadi secara alami/tidak disengaja pada usia kehamilan <
20 minggu, dengan sisa yang tertinggal dalam uterus (SPM
POGI, 2006; Sarwono, 2000)

Diagnosis
Kanalis servikalis terbuka, teraba, jaringan dapat teraba
dalam kavum uteri/ menonjol dari OUE, perdarahan bisa
banyak sekali, tak akan berhenti sebelum sisa konsepsi
dikeluarkan syok.
Penatalaksanaan
Non
farmakologi
Rawat
ekspektatif

Farmakologi

Perbaiki KU
Progesteron
Vitamin
Operatif
Aspirasi vakum
Kuretase cito

Sur, et al. (2009), Reynolds, et al. (2005); Fawcus , et al. (2005); Chow, et al. (1977), Seeras, et al.
(1989), Xhang, et al. (2005), Heath, et al. (2000)
Abortus Kompletus

Definisi abortus spontan komplit: Pengeluaran seluruh hasil


konsepsi dari uterus yang terjadi secara alami/spontan pada usia
kehamilan < 20 minggu (SPM POGI, 2006; Sarwono, 2000)

Diagnosis: Perdarahan sedikit, ostium uteri eksternum terutup,


uterus mengecil.

Penatalaksanaa: perbaiki KU, kendalikan infeksi, evakuasi hasil


konsepsi.
Missed abortion
Definisi: kematian embrio atau fetus dalam kandungan >8
minggu sebelum minggu ke-20 (SPM POGI, 2006; Sarwono,
2000).
Diagnosis: pada anamnesis akan ditemukan uterus
berkembang lebih rendah dibanding usia kehamilannya, bisa
tidak ditemukan pendarahan atau hanya bercak-bercak, tidak
ada riwayat keluarnya jaringan dari jalan lahir. Pada inspekulo
bisa ditemukan bercak darah di sekitar dinding vagina, portio
tertutup, tidak ditemukan jaringan.
Penatalaksanaa: Bila gestasional <12 minggu, bisa langsung
dilakukan dilatasi dan kuretase jika seviks memungkinkan. Bila
gestasional >12 minggu / <20 minggu, dilakukan induksi
(untuk mengeluarkan janin) & diberi Invus (iv) cairan oksitosin
(untuk profilaksis retensi cairan).
Abortus rekuren

Definisi abortus spontan komplit


Abortus spontan sebanyak 3x/ lebih berturut-turut. (SPM
POGI, 2006; Sarwono, 2000)

Diagnosis
Pada anamnesis akan dijumpai satu atau lebih tanda-tanda
abortus di atas, riwayat menggunakan IUD atau percobaan
aborsi sendiri, dan adanya demam.
Abortus septik
Definisi: penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh atau
peritonium (SPM POGI, 2006; Sarwono, 2000)
Diagnosis: hasil diagnosis ditemukan: panas, lemah, takikardia,
sekret yang bau dari vagina, uterus besar dan ada nyeri tekan
dan bila sampai sepsis dan syok.
Penatalaksanaan : Kuretase dilakukan setelah 6 jam diberikan
antibiotika yang adekuat. Pada infeksi berat, diberikan
ampisilin intravena 2 g setiap 6 jam, gentamisin 5 mg/kgBB
intravena selama 24 jam, dan metronidazole 500 mg intravena
setiap 8 jam. Pada infeksi ringan, cukup diberikan amoxicillin
oral 3 kali sehari selama 5 hari, metronidazole oral 400 mg 3
kali sehari selama 5 hari, dan gentamisin intravena 5 mg/kgBB
bila perlu.
Blighted ovum
Definisi: suatu keadaan di mana embrio tidak terbentuk tetapi
terdapat kantung gestasi (SPM POGI, 2006; Sarwono, 2000)
Diagnosis: konfirmasi tidak ada embrio pada kantung gestasi
(diameter minimal 25 mm) dengan USG.
Penatalaksanaa: dilatasi dan kuretase secara selektif.
REFERENSI
Williams obstetric
SPM POGI
The Impact of Dydrogesterone Supplementation on Hormonal Profile and
Progesterone-induced Blocking Factor Concentrations in Women with
Threatened.
El-Zibdeh MY. Dydrogesterone in the reduction of recurrent spontaneous
abortion. J Steroid Biochem Mol Biol 2005; 97:431-4
Omar MH, Mashita MK, Lim PS, Jamil MA. Dydrogesterone in threatened
abortion: pregnancy outcome. J Steroid Biochem Mol Biol 2005; 97:421-5
Yost NP, Owen J, Berghella V, et al. Effect of coitus on recurrent preterm
birth. Obstet Gynecol 2006; 107:793-7
Rumbold A, Middleton P, Crowther CA. Vitamin supplementation for
preventing miscarriage. Cochrane Database Syst Rev 2005; CD004073
Qureshi NS, Edi-Osagie EC, Ogbo V, Ray S, Hopkins RE. First trimester
threatened miscarriage treatment with human chorionic gonadotrophins:
a randomised controlled trial. BJOG 2005; 112:1536-41.
TERIMA KASIH