Você está na página 1de 18

VIII

GEOSTRATEGI INDONESIA

A. KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI


B. KONSEPSI DASAR KETAHANAN NASIONAL

1
KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI

KONSEP KETAHANAN NASIONAL


KETAHANAN NASIONAL bagi bangsa Indonesia disusun dan
dikembangkan berdasarkan WAWASAN NUSANTARA.
KETAHANAN NASIONAL merupakan:
KONDISI DINAMIK suatu bangsa berisi KEULETAN dan
KETANGGUHAN,
serta KEMAMPUAN mengembangkan KEKUATAN nasional,
dalam menghadapi dan mengatasi segala
ANCAMAN, TANTANGAN, HAMBATAN, dan GANGGUAN,
yang membahayakan INTEGRITAS, IDENTITAS, serta
kelangsungan hidup BANGSA dan NEGARA.
2
KETAHANAN NASIONAL

K
O
N L
KEU
D LANGSUNG
LETAN DARI DALAM
I
KEMAMPUAN A
S
MENGEM ANCAMAN
I dan
BANGKAN TANTANGAN
HAMBATAN
W
D KE
I GANGGUAN
TANG KEKUATAN
N GUH NASIONAL
A
DARI LUAR
A
AN TDK LANGSUNG
M
I
MEMBAHAYAKAN: N
INTEGRITAS dan IDENTITAS
K
BANGSA dan NEGARA
3
KONDISI DINAMIK
KONDISI suatu bangsa selalu berubah-ubah, dan ANCAMAN
yang dihadapi tidak selalu sama.
Oleh karena itu:
KETAHANAN NASIONAL harus selalu dibina dan ditingkatkan.
Ketahanan nasional merupakan:
Tingkat KEULETAN dan KETANGGUAN bangsa
dalam menghimpun dan mengembangkan segala KEKUATAN
menjadi KEKUATAN NASIONAL.

PENGERTIAN BEBERAPA ISTILAH


KEULETAN. Usaha giat menggunakan segala kemampuan
dan kecakapan untuk mencapai cita-cita.
KETANGGUHAN. Kekuatan menyebabkan seseorang mampu
bertahan, kuat menanggulangi beban.
4
INTEGRITAS. Kesatuan kehidupan nasional suatu bangsa baik
sosial maupun alamiah, potensial maupun fungsional.
IDENTITAS. Ciri khas bangsa dilihat secara keseluruhan
mencakup wilayah, rakyat, pemerintah, kedaulatan, dan tujuan.

ANCAMAN. Suatu hal bersifat mengubah kebijaksanaan yang


dilakukan secara konsepsional.
TANTANGAN. Suatu hal yang bertujuan atau bersifat
menggugah kemampuan.
HAMBATAN. Suatu hal berasal dari diri sendiri bersifat
melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
GANGGUAN. Suatu hal berasal dari luar bertujuan
melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
5
PENDEKATAN KETAHANAN NASIONAL
TANNAS melalui pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
KESEJAHTERAAN: Kemampuan bangsa dalam
menumbuhkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran.
KEAMANAN: Kemampuan bangsa dalam melindungi nilai-nilai
nasionalnya terhadap segala ancaman.
KESEJAHTERAAN dan KEAMANAN tidak dapat dipisahkan.
Penyelenggaraan KESEJAHTERAAN memerlukan tingkat
keamanan tertentu.
Penyelenggaraan KEAMANAN memerlukan tingkat
kesejahteraan tertentu juga.
KETAHANAN NASIONAL adalah:
SUATU KONSEPSI dalam penyelenggaraan serta pengaturan
KESEJAHTERAAN dan KEAMANAN dalam KEHIDUPAN NASIONAL.
6
KONSEP GEOSTRATEGI INDONESIA
Menyusun STRATEGI INDONESIA memperhitungkan faktor-
faktor tidak menguntungkan akibat POSISI SILANG
berlandaskan Pancasila.
GEOSTRATEGI adalah KEBIJAKSANAAN pelaksanaan
dalam menentukan TUJUAN dan SARANA-SARANA
serta CARA penggunaan SARANA-SARANA guna mencapai
TUJUAN NASIONAL
dengan memanfaatkan KONSTELASI geografis negara.
GEOPOLITIK dan GEOSTRATEGI akan bermanfaat,
jika bangsa Indonesia mampu mengembangkan KEAMANAN
dan KESEJAHTERAAN.
77
Posisi Silang KEHIDUPAN SOSIAL

Landasan GEPOLITIK dan GEOSTRATEGI, silang antara


UTARA dan SELATAN:
(a) DEMOGRAFI: Berpenduduk padat dan berpenduduk jarang.
(b) IDEOLOGI: Antara komunisme dan liberalisme.
(c) POLITIK: Demokrasi rakyat dan demokrasi parlementer.
(d) EKONOMI: Sistem ekonomi terpusat dan ekonomi liberal.
(e) SOSIAL: Antara sosialisme dan individualisme.
(f) BUDAYA: Kebudayaan timur dan kebudayaan barat.
(g) HANKAM: Pertahanan darat dan pertahanan maritim.

88
SIKAP BANGSA INDONESIA
Posisi silang dengan segala akibatnya, ada dua alternatif:
(a) Menjadi OBJEK LALU LINTAS kekuatan dan pengaruh
dari luar, menggantungkan pada kekuatan terbesar.
(b) Turut sebagai SUBJEK serta MENGATUR LALU LINTAS
kekuatan atau pengaruh dari luar.
Bangsa Indonesia memilih yang kedua, sehingga menuntut
kemampuan menciptakan KEKUATAN SENTRIFUGAL.
Yaitu:
KEMAMPUAN untuk MENGUBAH pengaruh dan kekuatan
dari luar
menjadi KEKUATAN NASIONAL yang DIKENDALIKAN
dan dapat DIGUNAKAN.
99
Maka perlu adanya
Konsepsi ketahanan nasional, berlandaskan pada SIFAT-
SIFAT KHAS dan KEPRIBADIAN BANGSA.
SIFAT-SIFAT KHAS dan KEPRIBADIAN BANGSA,
dirumuskan dalam bentuk cara pandang tentang diri dan
tanah airnya berdasar PANCASILA.
CARA PANDANG berdasarkan hal-hal tidak menguntungkan
pada POSISI SILANG atas dasar kepribadian bangsa
Indonesia, disebut:
GEOPOLITIK untuk melandasi konsep GEOSTRATEGI
INDONESIA.

10
Diagram KONSEP GEOSTRATEGI

S I FAT K HAS PENGARUH BURUK


dan akibat
KEPRIBADIAN BANGSA POSISI SILANG
Menimbulkan
Dirumuskan dalam bentuk
Cara pandang Bangsa Indonesia
berupa ANCAMAN
TANTANGAN
WAWASAN NUSANTARA HAMBATAN
sebagai GEOPOLITIK GANGGUAN
yang
melandasi Membahayakan
Menghadapi
GEOSTRATEGI INDONESIA

IDENTITAS dan INTEGRITAS


Kelangsungan Hidup BANGSA INDONESIA
11
KONSEPSI DASAR KETAHANAN NASIONAL

ASPEK IDEOLOGI DAN POLITIK


IDEOLOGI dan POLITIK mempunyai peranan sama besar
terhadap KESEJAHTERAAN dan KEAMANAN.

KETAHANAN ASPEK IDEOLOGI


IDEOLOGI terwujud dalam NILAI-NILAI yang berlaku:
Serangkaian NILAI yang disusun secara SISTEMATIK dan
merupakan kebulatan AJARAN atau DOKTRIN.
Pelaksanaan IDEOLOGI
MAKIN TINGGI kesadaran bangsa melaksanakan ideologinya
SEMAKIN TINGGI tingkat ketahanan di bidang ideologi
tersebut.
12
KETAHANAN ASPEK POLITIK
Sistem POLITIK
SISTEM POLITIK menentukan bagaimana pelaksanaan
kehidupan politik serta interaksi antara keluaran dan masukan.
Persoalan pokok dalam sistem politik ialah hubungan antara
INISIATIF PEMERINTAH dengan PARTISIPASI
MASYARAKAT.
Fungsi POLITIK
(1) MEMPERTAHANKAN POLA. Cenderung mempertahankan
norma yang berlaku.
(2) PENGATURAN DAN PENYELESAIAN KETEGANGAN.
Diciptakan cara penyelesaian ketegangan.
13
(3) PENYESUAIAN KEADAAN. Harus mampu menyesuaikan
diri dengan perubahan.
(4) PENCAPAIAN TUJUAN. Cara pencapaian tujuan negara
yang disepakati masyarakat.
(5) PENYATUAN SISTEM SOSIAL. Sistem politik harus
mengintegrasikan semua subsistem sosial.
Tingkat Ketahanan POLITIK
Kemampuan suatu SISTEM POLITIK di dalam menghadapi
kelima problema, menunjukkan TINGKAT KETAHANAN
POLITIK suatu bangsa dan negara.

14
ASPEK EKONOMI DAN SOS-BUD
EKONOMI dan SOSIAL BUDAYA berperanan lebih besar
KESEJAHTERAAN daripada KEAMANAN.

KETAHANAN ASPEK EKONOMI


Ekonomi dalam KENEGARAAN
Keseluruhan kegiatan PEMERINTAH dan MASYARAKAT
dalam PENGELOLAAN FAKTOR PRODUKSI demi
KESEJAHTERAAN RAKYAT.
Pembinaan aspek EKONOMI
Penentuan KEBIJAKSANAAN dan PEMBINAAN faktor produksi
serta pengolahannya di dalam PRODUKSI dan DISTRIBUSI
BARANG serta JASA.
15
KETAHANAN ASPEK SOS-BUD
SOSIAL BUDAYA dalam ilmu menunjuk KEMASYARAKATAN
dan KEBUDAYAAN.

KEMASYARAKATAN
Manusia harus kerja sama. Kerja sama dapat baik dalam
TERTIB SOSIAL BUDAYA dan WADAH ORGANISASI SOSIAL.
ORGANISASI SOSIAL merupakan wadah perwujudan dan
pertumbuhan KEBUDAYAAN.
Empat Unsur Eksistensi MASYARAKAT
STRUKTUR SOSIAL: Pengelompokan manusia dalam hidup
bersama untuk memudahkan pelaksanaan tugas.
PENGAWASAN SOSIAL: Sistem dan prosedur yang mengatur
kegiatan dan tindakan anggota masyarakat.
16
MEDIA SOSIAL: Alat komunikasi dan relasi antar anggota
masyarakat untuk memudahkan pelaksanaan tugas.
STANDAR SOSIAL: Ukuran atau norma untuk menilai tingkah
laku anggota masyarakat untuk mencapai tujuan.

KEBUDAYAAN
KEBUDAYAAN merupakan keseluruhan CARA HIDUP
masyarakat, perwujudannya tampak pada TINGKAH LAKU
para anggotanya.
Kebudayaan tercipta: (1) organ biologis manusia, (2)
lingkungan alam, (3) lingkungan psikologis, (4) lingkungan
sejarah.

17
ASPEK PETAHANAN KEAMANAN
PERTAHANAN KEAMANAN mempunyai peranan lebih besar
KEAMANAN daripada KESEJAHTERAAN.
KETAHANAN ASPEK HAN-KAM
Suatu UPAYA RAKYAT SEMESTA dengan TNI dan POLRI
sebagai intinya, tujuan:
Mencapai keamanan BANGSA dan NEGARA.
MENGERAHKAN dan MENGGERAKKAN semua POTENSI
dan KEKUATAN masyarakat dengan semangat KESATUAN
dan PERSATUAN.

18