Você está na página 1de 20

AVNRT & AVRT

(ATRIOVENTRICULAR NODAL REENTRANT TACHYCARDIA & ATRIOVENTRICULAR REENTRANT TACHYCARDIA )

IQLIMA LUTHFIYA - 1610211114


Supraventrikular Takikardi
Supraventrikular takikardi adalah seluruh bentuk takikardi yang muncul
dari berkas HIS maupun di atas bifurkasi berkas HIS. Pada umumnya gejala
yang timbul berupa palpitasi, kepala terasa ringan, pusing, kehilangan
kesadaran, nyeri dada, dan nafas pendek. Gejala-gejala tersebut muncul
secara tiba-tiba (sudden onset) dan berhenti secara tiba-tiba (abrupt onset).

Supraventrikular takikardi memiliki interval R-R kurang dari 600ms, serta


memiliki frekuensi eksitasi lebih dari 100x/menit.
Klasifikasi
SVT
AVRT
(ATRIOVENTRICULAR REENTRANT TACHYCARDIA )
AVRT
AVRT disebabkan oleh jalur tambahan dalam sistem konduksi antara atrium dan
ventrikel (Wolf-Parkinson-White syndrome ). Dalam AVRT, koneksi tambahan, yang sering
disebut accessoris pathway berada diantara ruang atrium dan ventrikel.

Wolff-Parkinson-White syndrome (WPW) adalah salah satu gangguan


beberapa sistem konduksi dari jantung yang sering disebut sebagai sindrom pra-eksitasi.
WPW disebabkan oleh adanya keabnormal pada jalur konduksi listrik
aksesori antara atrium dan ventrikel . Sinyal listrik yang merambat ini dikenal sebagai
Bundel Of Kent, dapat merangsang ventrikel berkontraksi sebelum waktunya
AVNRT
(ATRIOVENTRICULAR NODAL REENTRANT TACHYCARDIA)
AVNRT
Atrioventricular Nodal Reentry Tachycardia atau disingkat AVNRT
merupakan salah satu bentuk Supraventricular Tachycardia akibat adanya small re-
entrant loop (Reentry) pada AV Node.

AVNRT merupakan penyebab palpitasi terbanyak pada orang yang tanpa


ada kelainan struktural pada jantung dan merupakan penyebab SVT yang tersering
( > 50 % kasus)

Heart rate pada AVNRT biasanya berkisar antara 100 250 x / menit
In the United States, AVNRT occurs in 60% of patients (with a female predominance)
presenting with paroxysmal SVT.
AVNRT may occur in persons of any age. It is common in young adults, but some
patients do not present until their seventh or eighth decade or later.
Palpitations
Nervousness
Anxiety
Lightheadedness
Neck pounding [4]
Neck and chest discomfort
Dyspnea
Polyuria - Can occur after termination of an episode (due to the release of atrial natriuretic
factor)

PalpitasiNervousnessKegelisahanRingan kepalaBenjolan leher [4]Leher dan dada tidak


nyamanDispneaPoliuria - Dapat terjadi setelah penghentian episode (karena pelepasan
faktor natriuretik atrial)
Typical AVNRT
(Slow-Fast)

Klasifikasi Atypical AVNRT


AVNRT (Fast-Slow)

Atypical AVNRT
(Slow-Slow)
Typical AVNRT (Slow-Fast)
Merupakan bentuk AVNRT yang paling sering ( 80 - 90 % )

Terjadi Reentry dengan Konduksi Anterograde yang mengaktivasi


ventrikel via Slow Pathway ( Alpha Pathway ) dan Konduksi Retrograde
yang mengaktivasi atrium via Fast Pathway ( Beta Pathway )

SVT dengan heart rate 130 - 250 bpm yang biasanya sudden onset

Inteval PR Panjang ( Short RP Interval)


Terdapat Retrograde gelombang P di dalam kompleks QRS
atau di akhir gelombang QRS sebagai pseudo R.
Terdapat Irama Takikardi ( HR = 140 bpm ) dengan gelombang QRS yang sempit tanpa disertai
gelombang P ( SVT )

Tampak Gelombang P retrograde di Akhir gelombang QRS yang seperti Pseudo R'

Interval PR Panjang / Short RP Interval


Atypical AVNRT
(Fast-Slow)
10 % dari bentuk AVNRT

Terjadi Reentry dengan Konduksi Anterograde yang


mengaktivasi ventrikel via Fast Pathway ( Beta Pathway )
dan Konduksi Retrograde yang mengaktivasi atrium via
Slow Pathway ( Alpha Pathway )

Dari EKG terdapat gelombang P


retrograde setelah gelombang QRS (biasa
terdapat di antara gelombang QRS dan
gelombang T)
Terdapat Irama Takikardi ( HR = 140 bpm ) dengan gelombang QRS yang sempit
tanpa disertai gelombang P ( SVT )

Tampak Gelombang P retrograde setelah gelombang QRS dan sebelum


gelombang T pada V2 dan V3
Atypical AVNRT (Slow-Slow)
5 % dari bentuk AVNRT

Terdapat anterograde dan retrograde konduksi melalu Slow Pathway ( Alpha


Pathway )

Dari EKG gelombang P retrograde terdapat sebelum gelombang QRS.