Você está na página 1de 13

ANALISIS BUTIR SOAL

BY
DESI PRAWITA
8166176003
VALIDITAS
Uji Validitas adalah ketepatan antara data yang terkumpul dengan
data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Teknik uji
yang digunakan adalah teknik korelasi melalui koefisien korelasi
product moment.

n( XY ) ( X )( Y )
Rxy
{n X 2 ( X ) 2 }{n Y 2 ( Y ) 2 }

(Sugiyono, 2011:183)
Dasar pengambilan keputusan valid atau tidaknya pernyataan
dinyatakan oleh Sugiyono (2011:126) :
Jika r positif, serta r 0,30 maka item pernyataan tersebut valid

Jika r tidak positif, serta r 0,30 maka item pernyataan tersebut tidak valid.
Tabel 1.1 Kriteria Penafsiran Koefisien Validitas (Arikunto, 2007)
Koefisien Validitas Interpretasi Validitas

0,80 < r 1,00 Sangat tinggi


0,60 < r 0,80 Tinggi
0,40 < r 0,60 Sedang
0,20 < r 0,40 Rendah
0,00< r 0,20 Sangat rendah
rxy 0,00 Tidak valid
RELIABILITAS
Reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi tes yang
bersangkutan. Reabilitas tes dengan menggunakan rumus K-R 20

n S 2
pq
r11
n 1
2
S
(Arikunto, 2008:100)
r11 = Reliabilitas instrumen tes secara keseluruhan

p = Proporsi subjek yang menjawab item soal dengan benar

q = Proporsi subjek yang menjawab item soal dengan salah (q = 1 - p)

pq = Jumlah hasil perkalian antara p dan q

n = Banyaknya item soal

S = Standar deviasi dari tes


Jika menggunakan rumus Cronbachs Alpha:

(Arikunto, 2010: 239)

( x ) 2

x 2

n
2
n
2 = Varians
x = Jumlah skor

n = Jumlah Responden
Tabel 1.2 Klasifikasi Reliabilitas (Arikunto, 2007)
Koefisien Reliabilitas Interpretasi Reliabilitas

r 0,20 sangat rendah (SR)


0,20 < r 0,40 rendah (RD)
0,40 < r 0,60 sedang (SD)
0,60 < r 0,80 tinggi (TG)
0,80 < r 1,00 sangat tinggi (ST)
DAYA PEMBEDA
Daya pembeda adalah kemampuan suatu butir soal untuk
membedakan siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan
siswa yang kurang pandai (berkemampuannya rendah). Menghitung
daya pembeda tiap butir soal :
Daya pembeda DP = % WL % WH
Dimana:
WL
% WL = x 100%
n

WH
% WH = x 100%
n
Tabel 1.3 Kriteria Daya Pembeda

Indeks Daya Pembeda


Kriteria Daya Pembeda

0,00 0,19 Jelek

0,20 0,39 Cukup


0,40 0,69 Baik

0,70 1,00 Baik Sekali


DP < 0 Tidak baik sebaiknya dibuang

(Arikunto, 2008 :218)


Tingkat Kesukaran
Perhitungan tingkat kesukaran soal adalah pengukuran seberapa
besar derajat kesukaran suatu soal. Jika suatu soal memiliki tingkat
kesukaran seimbang (proporsional), maka dapat dikatakan bahwa soal
tersebut baik.

WL WH
TK 2n X 100%
Tabel 1.4 Kriteria Taraf Kesukaran

Indeks Tingkat Kesukaran Kriteria Taraf


Kesukaran

0,00 0,30 Sukar

0,31 0,70 Sedang

0,71 1,00 Mudah


Keefektifan Soal

A. Option Kunci
Frekuensi pilihan kelompok atas harus lebih besar dari frekuensi pilihan
kelompok bawah
Jumlah pemilihan kelompok atas dan kelompok bawah tidak kurang dari 25 %
dan tidak lebih dari 75 % maka option kunci efektif

R H + RL
Persentase Pemilih H + L = x 100%
2n
Option Pengecoh ( distractor )

Frekuensi pilihan kelompok atas harus lebih kecil dari frekuensi


pilihan kelompok bawah
Jumlah pemilihan kellompok atas dan bawah, minimal adalah 25%
kali satu per dua kali jumlah option pengecoh kali jumlah kelompok
atas ditambah kelompok bawah
1
Jumlah Pemilih H + L minimal = 25% x x (NH + NL )
2 x (p1)
p = jumlah option atau ( p-1 ) = jumlah pengecoh
NH = jumlah kelompok atas 25 % ; NL = jumlah kelompok bawah 25 %
R H + R L > H + L minimal maka option distractor efektif