Você está na página 1de 65

PERENCANAAN DAN

PENGANGGARAN SEKTOR
PUBLIK (PEMERINTAH
PUSAT/DAERAH)
Sumber:
Disarikan dari berbagai sumber lainnya.

Disarikan oleh:
Mirna Amirya

1
JENIS PERENCANAAN

ALUR PERENCANAAN Alur Perencanaan dan


RENCANA PEMBANGUNAN
Penganggaran
TAHUNAN

Pedoman Pedoman

Pemerintah
Renstra Renja - RKA- Rincian
KL KL KL APBN

Pusat
Pedoman Diacu
Pedoman
RPJP RPJM RPTN/ RAPBN APBN
Nasional Pedoman Nasional Dijabar RKP
kan
Diacu Diperhatikan Diserasikan melalui Musrenbang

Pedoman RPTD/
RPJP RPJM Dijabar Pedoman RAPBD APBD

Pemerintah
RKP
Daerah Daerah
Daerah

Daerah
-kan

Pedoman Diacu

Renstra Renja - Pedoman RKA - Rincian


SKPD SKPD SKPD APBD

UU SPPN UU KN
(UU NO.25/2004) (UU NO.17/2003)
2
Konsep Penganggaran Sektor Publik

Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif,


biasanya dalam unit moneter (Halim et al., 2000).
Mardiasmo (2002) memberikan definisi mengenai anggaran yakni
pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama
periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial.
Sedangkan penganggaran atau proses penyusunan anggaran adalah
proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam bentuk unit moneter, untuk kurun waktu tertentu
(Halim et al., 2000), jadi penganggaran adalah proses atau metoda
untuk mempersiapkan suatu anggaran.
Jenis-jenis Anggaran
1. Traditional Budgeting
Karakteristik:
Tujuan utamanya adalah untuk melakukan kontrol keuangan, sangat
berorientasi pada input organisasi, penetapannya melalui
pendekatan incremental (kenaikan bertahap) (Jones dan
Pendlebury, 1988). Selain itu juga bercirikan line item, yakni tidak
memungkinkan untuk menghilangkan item-item penerimaan
atau pengeluaran yang telah ada dalam struktur anggaran,
walaupun sebenarnya secara riil item tertentu sudah tidak
relevan lagi untuk digunakan pada periode sekarang
(Mardiasmo, 2009: 77).
Tidak jarang dalam prakteknya memakai kemampuan menghabiskan
atau menyerap anggaran sebagai salah satu indikator penting untuk
mengukur keberhasilan organisasi.
Kelemahan:
Masalah ketidakefisienan (mendorong pengeluaran daripada
penghematan)
Lanjutan...
Bentuk anggaran tradisional:

ANGGARAN PEMDA X
Belanja Gaji 10.000.000
Belanja Persediaan 15.000.000
Belanja Makanan 6.000.000
Belanja Perjalanan 5.600.000
Belanja Lain-lain 1.400.000
Jumlah 28.000.000
Lanjutan...
2. Planning Programing Budgeting System (PPBS)
Karakteristik:
Berusaha untuk merasionalkan proses pembuatan anggaran dengan cara
men-jabarkan rencana jangka panjang ke dalam program-program dan
kegiatan-kegiatan dan dilakukan analisis sistematis (misal analisis biaya-
manfaat, analisis sistem dan dan riset operasi).
Kelemahan:
Dianggap terlalu rasional dan mahal
Sulit membuat pernyataan yang bermakna dan eksplisit mengenari tujuan dan
sasaran pemerintah

3. Zero Based Budgeting


Karakteristik:
Setiap aktivitas atau program yang telah diadakan di tahun-tahun sebelumnya
tidak secara otomatis dapat dilanjutkan karena harus dievaluasi apakah
aktivitas tersebut memberikan kontribusi kepada tujuan organisasi
Kelemahan:
Memerlukan banyak sumber daya seperti dokumen-dokumen, menyita waktu dan
merepotkan karena harus mengidentifikasi dan membuat peringkat dari unit-unit
keputusan
Lanjutan...
4. Pendekatan Kinerja (Performance Budgeting)
Karakteristik:
Penekanan pada kinerja terukur dari aktivitas dan program kerja. Fokus utama adalah
pada tingkat efisiensi penyelenggaraan aktivitas.
Bentuk:

ANGGARAN SKPD ABC


1. Penyediaan ATK Anggaran Realisasi

Belanja ATK 10.000.000 9.500.000


Jumlah 10.000.000 9.500.000
2. Pendidikan dan
Pelatihan Aparatur

Belanja honorarium 7.000.000 7.000.000

Belanja ATK 2.500.000 2.500.000


Jumlah 9.500.000 9.500.000
Total 19.500.000 19.000.000
APBN

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya disebut


APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara
yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (UU No. 17 Tahun
2003, Pasal 1, Ayat 7)
Sesuai UUD 1945, APBN harus diwujudkan dalam bentuk
Undang-undang, dalam hal ini Presiden berkewajiban menyusun
dan mengajukan Rancangan APBN kepada DPR. RAPBN
memuat asumsi umum yang mendasari penyusunan APBN,
perkiraan penerimaan, pengeluaran, transfer, defisit/surplus,
pembiayaan defisit dan kebijakan pemerintah

8
Ruang Lingkup APBN

APBN mencakup seluruh penerimaan dan


pengeluaran yang ditampung dalam satu
rekening yang disebut rekening Bendaharawan
Umum Negara (BUN) di bank sentral (Bank
Indonesia). Pada dasarnya semua penerimaan
dan pengeluaran pemerintah harus dimasukkan
dalam rekening tersebut.
Perkiraan APBN

Perkiraan-perkiraan APBN terdiri dari:


penerimaan
pengeluaran
transfer
surplus/defisit dan
pembiayaan
Format APBN
A. Pendapatan dan Hibah
I. Penerimaan Dalam Negeri
1. Penerimaan Pajak
2. Penerimaan Bukan Pajak
II. Hibah
B. Belanja Negara
I. Anggaran Belanja Pemerintah Pusat
1. Pengeluaran Rutin
2. Pengeluaran Pembangunan
II. Dana Perimbangan
III. Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang
C. Keseimbangan Primer
D. Surplus/Defisit Anggaran (A-B)
E. Pembiayaan
I. Dalam Negeri
II. Luar Negeri
Perkiraan APBN
Belanja terdiri atas dua jenis:
Belanja Pemerintah Pusat, adalah belanja yang digunakan untuk membiayai
kegiatan pembangunan Pemerintah Pusat, baik yang dilaksanakan di pusat
maupun di daerah (dekonsentrasi dan tugas pembantuan). Belanja Pemerintah
Pusat dapat dikelompokkan menjadi: Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja
Modal, Pembiayaan Bunga Utang, Subsidi BBM dan Subsidi Non-BBM,
Belanja Hibah, Belanja Sosial (termasuk Penanggulangan Bencana), dan Belanja
Lainnya.
Belanja Daerah, adalah belanja yang dibagi-bagi ke Pemerintah Daerah, untuk
kemudian masuk dalam pendapatan APBD daerah yang bersangkutan. Belanja
Daerah meliputi:
Dana Bagi Hasil
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Data Otonomi Khusus
UUD 45
Ps. 5 ayat 2

UU 17 / 2003
UU 1 / 2004
UU 10 / 2004
UU 15 / 2004 PP 58 / 2005
UU 25 / 2004
UU 32 / 2004
Ps. 182
Ps. 194

UU 33 / 2004
Ps. 69
Ps. 86
Latar Belakang PP 58 / 2005

Timbulnya Hak & Kewajiban keuangan antara Pemerintah


Pusat dengan Pemerintah Daerah.
Pengelolaan keuangan negara dan daerah secara efektif &
efisien dengan berpilar kepada:

Transparansi Akuntabilitas Partisipatif


Pokok Pokok Muatan PP 58 / 2005

Perencanaan dan Penganggaran

Pelaksanaan dan Penatausahaan Keuangan Daerah

Pertanggungjawaban Keuangan Daerah


PRINSIP DASAR PENYEMPURNAAN
PENGANGGARAN DAERAH

Perubahan Urusan Daerah & Organisasi Perangkat


Daerah
Sinkronisasi dgn PP No 58/2005 & PP No 24/2005
Aspirasi daerah dan solusi permasalahan teknis
pengelolaan keuangan daerah
Simplifikasi dan kemudahan
Fleksibilitas

16
16
ANGGARAN KINERJA
Apakah Yang Dimaksud dengannya?

Suatu sistem anggaran yang mengutamakan upaya


pencapaian HASIL KERJA (OUTPUT) dari perencanaan
alokasi BIAYA (INPUT) yang ditetapkan.

Menurut PP 58/2005 Anggaran Kinerja =


PRESTASI KERJA
17
SISTEM MANAJEMEN KINERJA
TERINTEGRASI
PERUMUSAN
UMPAN BALIK (FEEDBACK) STRATEGI

PERENCANAAN Rencana Strategik:


STRATEGIK - Sasaran Strategik
- Ukuran Hasil (indikator kinerja)
- Target

PEMPROGRAMAN

PENGANGGARAN

IMPLEMENTASI
DAN MONITORING Pengukuran kinerja

PELAPORAN
KINERJA Pencapaian Hasil

EVALUASI
KINERJA Hasil Penilaian kinerja
18
PROGRAM

Program adalah: penjabaran kebijakan SKPD


dalam bentuk upaya yang berisi satu atau lebih
kegiatan dengan menggunakan sumber daya
yang disediakan untuk mencapai hasil yang
terukur sesuai dengan misi SKPD

19
KEGIATAN

Kegiatan adalah: bagian dari program yang


dilaksanakan oleh satu atau lebih unit kerja pada
SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur
pada suatu program dan terdiri dari sekumpulan
tindakan pengerahan sumber daya sebagai masukan
untuk menghasilkan output dalam bentuk barang/jasa

20
Indikator Kinerja
Input
Input adalah semua jenis sumber daya masukan yang digunakan dalam
suatu proses tertentu untuk menghasilkan output.
Contoh: bahan baku untuk proses, orang (tenaga, keahlian, dan
ketrampilan), infrastruktur seperti gedung dan peralatan, teknologi
(hardware dan sofware).
Pengukuran input dilakukan dengan cara mengukur sumber daya yang
dikonsumsi oleh suatu proses dalam rangka menghasilkan output. Proses
tersebut dapat berbentuk program atau aktivitas.

21
Output
Output adalah hasil langsung dari suatu proses.
ex. output adalah jumlah operasi yang dilakukan oleh dokter bedah,
jumlah lulusan perguruan tinggi, panjang jalan yang dibangun.
Pengukuran output dilakukan dengan mengukur keluaran langsung
suatu proses. Ukuran output menunjukkan hasil implementasi program
atau aktivitas.

22
Outcome
Outcome adalah hasil yang dicapai dari suatu program atau aktivitas
dibandingkan dengan hasil yang diharapkan.
Pengukuran outcome adalah pengukuran dampak sosial suatu aktivitas.
Pengukuran outcome tidak dapat dilakukan sebelum hasil yang
diharapkan dari suatu program atau aktivitas ditetapkan.

23
Benefit-Impact
Manfaat dan dampak merupakan efek langsung dan tidak langsung atau
konsekuensi yang diakibatkan dari pencapaian tujuan program.
Pengukuran impact dilakukan dengan cara membandingkan antara hasil
program dengan prakiraan keadaan yang akan terjadi apabila program
tersebut tidak ada.

24
Contoh Pengukuran Indikator Kinerja
Pengadaan Obat Generik (Dinas Kesehatan)

Input Sumber daya (dana, manusia, Jumlah dana (Rp)


peralatan/teknologi, material)

Proses Upaya yang dilakukan dalam 1. Ketaatan pada hukum


rangka mengolah input menjadi 2. Rata-rata waktu
output
Output Sesuatu yang diharapkan Jumlah obat generik yang tersedia
langsung dicapai dari suatu
kegiatan baik fisik/nonfisik
Outcome Hasil nyata yang diperoleh dari Kualitas pengobatan
adanya output
Benefit Manfaat yang diperoleh dari Tingkat kesembuhan
adanya indikator hasil
Dampak Pengaruh yang timbul dari Tingkat kesehatan masyarakat
manfaat hasil kegiatan secara
makro, regional

25
Contoh Pengukuran Indikator Kinerja

Program Job Training

Indikator input : Dana (anggaran) sebesar Rp100.000.000,-

Indikator output : Dilakukannya training setiap tahun dan bantuan


pencarian kerja

Indikator outcome : 40% dari peserta training memperoleh pekerjaan tiga bulan
setelah training.
Indikator Impact : Meningkatkan kesejahteraan alumni Job Training
tersebut, misalnya penghasilannya naik 20%
dibandingkan mereka yang tidak mengikuti training.

26
Lama (Permendagri 13/2006) Periode Baru (Permendagri 59/2007)
(Tahun)

RPJP Daerah (Perda) 20 RPJP Daerah (Perda)


RPJM Daerah (Perda) 5 RPJM Daerah (Perda)
Renstra SKPD 5 Renstra SKPD
Renja SKPD 1 Renja SKPD
RKPD (Perkada) 1 RKPD (Perkada)
KUA & PPA 1 KUA &PPAS
RKA-SKPD 1 RKA-SKPD & RKA-PPKD
RAPBD & P-APBD 1 RAPBD & P-APBD
DPA-SKPD 1 DPA-SKPD & DPA-PPKD
DPA-L 1 DPA-L
Anggaran Kas 1 Anggaran Kas

27
Siklus APBD
PERENCANAAN DAN
PENGANGGARAN

RPJP RPJMd RKPD

Dibahas
bersama
KUA/PPAS DPRD

NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN


DPRD DGN KDH

Pedoman

RKA TAPD

RAPBD

APBD
KUA DAN PPAS

KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA)


Kebijakan Umum APBD memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi
penyusunan APBD, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah,
kebijakan pembiayaan daerah, dan strategi pencapaiannya.
Strategi pencapaian memuat langkah-langkah kongkrit dalam pencapaian
target

PPAS
Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban daerah berupa
prioritas pembangunan daerah, SKPD yang melaksanakan dan program/kegiatan yang terkait.
Prioritas disusun berdasarkan rencana pendapatan dan pembiayaan.
Prioritas belanja diuraikan menurut prioritas pembangunan daerah, sasaran, SKPD yang
melaksanakan.
Plafon anggaran sementara diuraikan berdasarkan urusan dan SKPD, program dan kegiatan,
belanja tidak langsung (belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, belanja bagi hasil,
bantuan keuangan dan belanja tidak terduga).
FORMAT KUA DAN PPAS

KEBIJAKAN UMUM APBD (KUA)


Lama Baru
(Permendagri 13/2006) (Permendagri 59/2007)
I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN
II. GAMBARAN UMUM RKPD II. KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH
III. KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN III. ASUMSI-ASUMSI DASAR DLM PENYUSUNAN
IMPLIKASINYA PADA PENDANAAN RAPBD
IV. PENUTUP IV. KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA &
PEMBIAYAAN DAERAH
V. PENUTUP

PPAS
Lama Baru
(Permendagri 13/2006) (Permendagri 59/2007)

I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN
II. KUA TAHUN ANGGGARAN X II. RENCANA PENDAPATAN & PENERIMAAN
III. PROYEKSI PENDAPATAN, BELANJA & PEMBIAYAAN DAERAH
PEMBIAYAAN DAERAH III. PRIORITAS BELANJA DAERAH
IV. PRIORITAS PROGRAM DAN ANGGARAN IV. PLAFOND ANGG SEMENTARA BERDASARKAN
V. PLAFON ANGGARAN URUSAN PEMERINTAHAN & PROG/KEGIATAN
V. PENUTUP V. RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH
VI. PENUTUP
SURAT EDARAN KEPALA DAERAH
Tentang
Pedoman Penyusunan RKA-SKPD
(Permendagri Nomor 59/2007, Pasal 89)

Permendagri 13/2006 Permendagri 59/2007

a. PPA yang dialokasikan untuk setiap a. prioritas pembangunan daerah dan


program SKPD berikut rencana program/kegiatan yang terkait;
pendapatan dan pembiayaan;
b. sinkronisasi program dan kegiatan antar b. alokasi plafon anggaran sementara
SKPD dengan kinerja SKPD berkenaan untuk setiap program/kegiatan SKPD;
sesuai dengan standar pelayanan
minimal yang ditetapkan;
c. batas waktu penyampaian RKA-SKPD c. batas waktu penyampaian RKA-SKPD
kepada PPKD; kepada PPKD;
d. hal-hal lainnya yang perlu mendapatkan d. dihapus;
perhatian dari SKPD terkait dengan
prinsip-prinsip peningkatan efisiensi,
efektifitas, tranparansi dan akuntabilitas
penyusunan anggaran dalam rangka
pencapaian prestasi kerja; dan
e. dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, e. dokumen sebagai lampiran surat
PPA, kode rekening APBD, format RKA- edaran meliputi KUA, PPAS, analisis
SKPD, analisis standar belanja dan standar belanja dan standar satuan
standar satuan harga. harga. 31
PENJABARAN APBD
PERMENDAGRI 13/2006 PERMENDAGRI 59/2007

(1) Rancangan peraturan kepala daerah tentang (1) Rancangan peraturan kepala daerah tentang
penjabaran APBD sebagaimana dimaksud dalam penjabaran APBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal
Pasal 101 ayat (1) dilengkapi dengan lampiran yang 101 ayat (1) dilengkapi dengan lampiran yang terdiri
terdiri dari: atas:
a. ringkasan penjabaran APBD; a. ringkasan penjabaran APBD; dan
b. penjabaran APBD menurut urusan b. penjabaran APBD menurut urusan pemerintahan
pemerintahan daerah, organisasi, program, daerah, organisasi, program, kegiatan,
kegiatan, kelompok, jenis, obyek, kelompok, jenis, obyek, rincian obyek
rincian obyek pendapatan, belanja dan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
pembiayaan.

(2) Rancangan peraturan kepala daerah tentang (2) Rancangan peraturan kepala daerah tentang
penjabaran APBD wajib memuat penjelasan sebagai penjabaran APBD memuat penjelasan sebagai berikut:
berikut:
a. untuk pendapatan mencakup dasar hukum;
a. untuk pendapatan mencakup dasar hukum,
target/volume yang direncanakan, tarif
pungutan/harga;
b. untuk belanja mencakup dasar hukum, satuan b. untuk belanja mencakup lokasi kegiatan; dan
volume/tolok ukur, harga satuan, lokasi
kegiatan dan sumber pendanaan
kegiatan;
c. untuk pembiayaan mencakup dasar hukum, c. untuk pembiayaan mencakup dasar hukum dan
sasaran, sumber penerimaan pembiayaan dan sumber penerimaan pembiayaan untuk
tujuan pengeluaran pembiayaan. kelompok penerimaan pembiayaan dan tujuan
pengeluaran pembiayaan untuk
kelompok pengeluaran pembiayaan. 3
32
Bagan Alir Pengerjaan RKA-SKPD

Kode Nama Formulir

Ringkasan Anggaran
RKA-SKPD Pendapatan, Belanja dan
Pembiayaan SKPD
RKA-SKPD Rincian Anggaran
1 Pendapatan SKPD

RKA-SKPD Rincian Anggaran Belanja


2.1 Tidak Langsung SKPD
Rekapitulasi Rincian
Anggaran Belanja Langsung
RKA-SKPD
menurut
2.2
Program dan Kegiatan
SKPD
Rincian Anggaran Belanja
RKA-SKPD
Langsung menurut Program
2.2.1
dan Per Kegiatan SKPD

33
Bagan Alir RKA SKPKD selaku PPKD
(RKA-PPKD)

Kode Nama Formulir

Ringkasan Anggaran
RKA-PPKD Pendapatan, Belanja dan
Pembiayaan PPKD
Rincian Anggaran
RKA-PPKD.
Pendapatan PPKD selaku
1
BUD
Rincian Anggaran Belanja
RKA-SKPD
Tidak Langsung PPKD
2.1
selaku BUD

Rincian Penerimaan
RKA-SKPD
Pembiayaan Daerah PPKD
3.1
selaku BUD

Rincian Pengeluaran
RKA-SKPD
Pembiayaan Daerah PPKD
3.2
selaku BUD

34
Formulir RKA-SKPD 1 Pendapatan
Formulir RKA-SKPD 2.1 Belanja Tidak Langsung
Formulir RKA-SKPD 2.2 Rekapitulasi Belanja Langsung Berdasarkan Program
& Kegiatan
Formulir RKA-SKPD 2.2.1 Belanja Langsung Program & per Kegiatan
Formulir RKA-SKPD 3.1 Penerimaan Pembiayaan
Formulir RKA-SKPD 3.2 Pengeluaran Pembiayaan

35
Form RKA-SKPD 1
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RKA - SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota .
T ahun Anggaran
1
Urusan Pemerintahan : x. xx.
Organisasi : x. xx. xx.
Rincian Anggaran Pendapatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rincian Penghitungan Jumlah
Kode Uraian Tarif/ (Rp)
Volume Satuan
Rekening Harga
1 2 3 4 5 6 = (3 x 5)
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah

..,tanggal ..

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.
Keterangan :
T anggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama Nip Jabatan Tandatangan
1
2
dst
36
Form RKA-SKPD 2.1
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
Formulir
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
RKA SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota .
2.1
T ahun Anggaran
Urusan Pemerintahan : x. xx. .
Organisasi : x. xx. xx. .
Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kode Tahun n
Rekening
Uraian Harga Jumlah Tahun n+1
volume satuan
sat uan
(RP)
1 2 3 4 5 6=(3x5) 7
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah

..,tanggal ..

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.

Keterangan :
T anggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama NIP Jabatan Tandatangan
1 37
2
dst
Form RKA-SKPD 2.2
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RKA-SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota . 2.2
T ahun Anggaran
Urusan Pemerintahan : x. xx. ..
Organisasi : x. xx. xx. ...
Rekapitulasi Anggaran Belanja Langsung Berdasarkan Program dan Kegiatan
Kode Jumlah
Target
Lokasi Tahun n Tahun
Uraian Kegiatan
Kinerja
Program Kegiat an Belanja Barang n+1
(Kuantitatif) Modal Jumlah
Pegawai & Jasa
1 2 3 4 5 6 7 8 9=6+7+8 10

xx Program
xx Kegiatan .
xx Kegiatan .
xx dst .

xx Program
xx Kegiatan .
xx Kegiatan .
xx dst .

xx Program
xx Kegiatan .
xx Kegiatan .

xx dst .
xx dst .

Jumlah

..,tanggal ..

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP. 38
Form RKA-SKPD 2.2.1
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RKA - SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota .
T ahun Anggaran ... 2.2.1
UrusanPemerintahan: x. xx. .
Organisasi : x. xx xx. .
Program : x. xx xx. xx. .
Kegiatan : x. xx. xx. xx. xx. .
Lokasi kegiatan ..
Jumlah T ahun n-1 Rp ..(..)
Jumlah T ahun n Rp ..(..)
Jumlah T ahun n+1 Rp ..(..)
Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung
Indikator Tolok Ukur Kinerja Target Kinerja
Capaian Program
Masukan
Keluaran
Hasil

Kelompok Sasaran Kegiatan : .


Rincian Anggaran Belanja Langsung
menurut Program dan Per Kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah
Rincian Penghitungan
Kode Jumlah
Uraian Harga
Rekening Volume Satuan (Rp)
satuan

1 2 3 4 5 6=(3x5)
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah

..,tanggal ..

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.
Keterangan :
T anggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama Nip Jabatan Tandatangan
1 39
2
dst
Form RKA-PPKD 3.1
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir
PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN DAERAH RKA - SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota .
T ahun Anggaran ...
3.1
Urusan Pemerintahan : x. xx. .
Organisasi : x. xx. xx. .

Rincian Penerimaan Pembiayaan


Kode Jumlah
Uraian
Rekening (Rp)
1 2 3
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah Penerimaan

..,tanggal ..

Kepala SKPD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.
Keterangan :
T anggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama NIP Jabatan Tandatangan
1
2
dst
40
Form RKA-PPKD 3.2
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN Formulir
PEJABAT PENGELOLA KEUANGAN NEGARA RKA - SKPD
Provinsi/Kabupaten/Kota .
T ahun Anggaran ...
3.2
Urusan Pemerintahan : x. xx. .
Organisasi : x. xx. xx. .

Rincian Pengeluaran Pembiayaan


Kode Jumlah
Uraian
Rekening (Rp)
1 2 3
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
x x x xx xx
Jumlah Pengeluaran

..,tanggal ..

Kepala SKPKD

(tanda tangan)

(nama lengkap)
NIP.
Keterangan :
T anggal Pembahasan :
Catatan Hasil Pembahasan :
1.
2.
Dst
Tim Anggaran Pemerintah Daerah:
No Nama NIP Jabatan Tandatangan
1 41
2
dst
APBD

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya


disebut APBD, adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (UU NO. 17 Tahun 2003,
Pasal 1, Ayat 8).

42
STRUKTUR APBD BERDASARKAN
PERMENDAGRI NO. 13/2006
PENDAPATAN
- PENDAPATAN ASLI DAERAH xxx
- DANA PERIMBANGAN xxx
- LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH xxx XXX
BELANJA
- BELANJA LANGSUNG xxx
- BELANJA TIDAK LANGSUNG xxx XXX
SURPLUS/DEFISIT XXX
PEMBIAYAAN
- PENERIMAAN PEMBIAYAAN xxx
- PENGELUARAN PEMBIAYAAN xxx
PEMBIAYAAN NETO XXX
SiLPA XXX

43
STRUKTUR APBD

Klasifikasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah,


organisasi, program, kegiatan kelompok, jenis, obyek dan
rincian obyek belanja

Pemisahan kebutuhan belanja antara aparatur dengan


pelayanan publik tercermin dalam program & kegiatan

Belanja dikelompokkan dalam Belanja Langsung & Belanja


Tidak Langsung sehingga mendorong terciptanya efisiensi
mulai saat proses penganggaran
STRUKTUR PENDAPATAN
A. Pendapatan Asli Daerah:
1. Pajak Daerah
2. Retribusi Derah
3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
4. Lain-lain PAD yang sah

B. Dana Perimbangan :
1. Dana Bagi Hasil
2. Dana Alokasi Umum
3. Dana Alokasi Khusus

C. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah :


1. Bantuan Dana
2. Hibah
3. Dana Darurat
4. Dana Penyesuaian & Dana OTSUS
5. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya
Struktur Belanja

Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung


Belanja Pegawai Program
Belanja Bunga Kegiatan
Belanja Subsidi Belanja Pegawai
Belanja Hibah Belanja Barang & Jasa
Belanja Bantuan Sosial Belanja Modal
Belanja Bagi Hasil &
Bantuan Keu
Belanja Tak Terduga
STRUKTUR PEMBIAYAAN
A. Penerimaan Pembiayaan:
1. Selisih Lebih Perhitungan (SiLPA) Anggaran Tahun Sebelumnya
2. Pencairan Dana Cadangan
3. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
4. Penerimaan Pinjaman Daerah
5. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
6. Penerimaan Piutang Daerah

B. Pengeluaran Pembiayaan:
1. Pembentukan Dana Cadangan
2. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
3. Pembayaran Pokok Utang
4. Pemberian Pinjaman

Pembiayaan Neto (A B)
STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
(PP No. 24 Tahun 2005)

Belanja diklasifikasikan menurut:


Klasifikasi Ekonomi (Jenis Belanja)
Organisasi
Fungsi

48
Klasifikasi Ekonomi
(Jenis Belanja)
BELANJA OPERASI:
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Bunga
Subsidi
Hibah
Bantuan Sosial
BELANJA MODAL:
Belanja Aset Tetap
Belanja Aset Lainnya
BELANJA LAIN-LAIN/TAK TERDUGA
49
Klasifikasi
. Belanja Daerah Pasal 27 PP 58 / 2005
ORGANISASI FUNGSI PROGRAM &KEGIATAN JENIS BELANJA

Klasifikasi berdasarkan a. belanja pegawai;


disesuaikan urusan pemerintahan disesuaikan b. belanja barang &
dengan susunan diklasifikasikan dengan urusan jasa
organisasi menurut kewenangan pemerintahan
pemerintahan provinsi c. belanja modal;
pemerintahan dan kabupaten/kota yang menjadi d. bunga
daerah kewenangan
e. subsidi
Klasifikasi fungsi daerah
pengelolaan keuangan
f. hibah
DPRD, kepala daerah negara g. bantuan sosial
dan wakil kepala untuk keselarasan dan urusan yang h. belanja bagi hasil &
daerah, sekretariat keterpaduan pengelolaan bersifat wajib dan bantuan keuangan
daerah, sekretariat keuangan negara urusan bersifat
DPRD, dinas, i. belanja tdk terduga
kecamatan, lembaga pilihan yang
teknis daerah, dan menjadi
a. pelayanan umum kewenangan
kelurahan
b. Ketertiban & Penganggaran dalam
keamanan
pemerintahan
APBD untuk setiap
c. ekonomi provinsi dan
jenis belanja
d. lingkungan hidup pemerintahan
berdasarkan ketentuan
e. perumahan dan kabupaten/kota
fasilitas umum; perundang-undangan
f. kesehatan
g. pariwisata & budaya
h. agama
i. pendidikan
j. perlindungan sosial
BAGAN KODE REKENING
PERMENDAGRI NO. 13/2006
XXX XX XX XX X X XX XX XX

Kode Urusan

Kode Organisasi

Kode Program
Kode Kegiatan
Kode Akun (Pos)
Kode Kelompok
PASAL 76 Kode Rek. Jenis
Kode Rek. Obyek
Kode Rek.
Rincian Obyek
KODE REKENING URUSAN

XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

1 = URUSAN WAJIB
2 = URUSAN PILIHAN

LAMPIRAN A.I PERMENDAGRI No. 13 TAHUN 2006

53
KLASIFIKASI BELANJA MENURUT URUSAN

PERMENDAGRI 13/2006 PERMENDAGRI 59/2007

URUSAN WAJIB URUSAN WAJIB


1.04. PERUMAHAN RAKYAT 1.04. PERUMAHAN
1.11. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 1.11. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN &
1.14. TENAGA KERJA PERLINDUNGAN ANAK
1.20. PEMERINTAHAN UMUM 1.14. KETENAGAKERJAAN
1.21. KEPEGAWAIAN 1.20. OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN
UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN
DAERAH, PERANGKAT DAERAH,
KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN
1.21. KETAHANAN PANGAN
1.26. PERPUSTAKAAN
URUSAN PILIHAN
1.07. PERINDUSTRIAN URUSAN PILIHAN
1.08 TRANSMIGRASI 1.07. INDUSTRI
1.08 KETRANSMIGRASIAN
54
54
KESELARASAN FUNGSI & URUSAN PEMERINTAHAN (Lampiran A.VI.a)
PERMENDAGRI 13/2006 PERMENDAGRI 59/2007

01 FUNGSI PELAYANAN UMUM 01 FUNGSI PELAYANAN UMUM


01.1.06. PERENCANAAN PEMBANGUNAN 01.1.06. PERENCANAAN PEMBANGUNAN
01.1.20. PEMERINTAHAN UMUM 01.1.20. OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM,
ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT
01.1.21. KEPEGAWAIAN DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN
01.1.23. STATISTIK 01.1.23. STATISTIK
01.1.24. KEARSIPAN 01.1.24. KEARSIPAN

07 FUNGSI KESEHATAN
07.1.02. KESEHATAN
07 FUNGSI KESEHATAN 07.1.12. KELUARGA BERENCANA & KELUARGA SEJAHTERA
07.1.02. KESEHATAN
07.1.12. KELUARGA BERENCANA 10 FUNGSI PENDIDIKAN
10.1.01. PENDIDIKAN
10 FUNGSI PENDIDIKAN 10.1.18. PEMUDA DAN OLAHRAGA
10.1.01. PENDIDIKAN 10.1.26. PERPUSTAKAAN
10.1.18. PEMUDA DAN OLAHRAGA

11 FUNGSI PERLINDUNGAN SOSIAL


11 FUNGSI PERLINDUNGAN SOSIAL 11.1.10. KEPENDUDUKAN & CATATAN SIPIL
11.1.10. KEPENDUDUKAN & CATATAN SIPIL 11.1.11. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
11.1.11. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN 11.1.1. SOSIAL
11.1.12. KELUARGA SEJAHTERA
11.1.13. SOSIAL

55
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH FUNGSI KEUANGAN NEGARA
URUSAN WAJIB
Pendidikan
Kesehatan
Pekerjaan Umum
Perumahan
Pelayanan umum
Penataan Ruang
Perencanaan Pembangunan
Perhubungan Pertahanan *)
Lingkungan Hidup
Pertanahan
Kependudukan dan Catatan Sipil Ketertiban dan ketentraman
Pemberdayaan Perempuan
Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Sosial Ekonomi
Tenaga Kerja
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Penanaman Modal Lingkungan hidup
Kebudayaan
Pemuda dan Olah Raga
Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Perumahan dan fasilitas umum
Pemerintahan Umum
Kepegawaian
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kesehatan
Statistik
Kearsipan
Komunikasi dan Informatika Pariwisata dan budaya
URUSAN PILIHAN
Pertanian Agama *)
Kehutanan
Energi dan Sumberdaya Mineral
Pariwisata Pendidikan
Kelautan dan Perikanan
Perdagangan
Perindustrian Perlindungan sosial
Transmigrasi
KODE REKENING ORGANISASI

XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = DINAS PENDIDIKAN
02 = KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH
03 = DST

LAMPIRAN A.I PERMENDAGRI No. 13 TAHUN 2006

57
KODE PROGRAM
XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = PROGRAM 1
Program Pendidikan Anak Usia Dini
02 = PROGRAM 2
Program Wajib Pendidikan Dasar Sembilan
Tahun
03 = DST

LAMPIRAN A.VII PERMENDAGRI No. 13 TAHUN 2006

58
KODE KEGIATAN
XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH


02 = PENGADAAN PAKAIAN SERAGAM SISWA
03 = PEMELIHARAAN RUITN/BERKALA BANGUNAN
SEKOLAH
04 = PELATIHAN KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK
05 = DST..

LAMPIRAN A.VII PERMENDAGRI No. 13 TAHUN 2006

59
KODE AKUN (POS/BAGIAN)

XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

1 = ASET
2 = KEWAJIBAN
3 = EKUITAS DANA
4 = PENDAPATAN
5 = BELANJA
6 = PEMBIAYAAN

60
KODE KELOMPOK
XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

1 = BELANJA TIDAK LANGSUNG


2 = BELANJA LANGSUNG

61
KODE REKENING JENIS

XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = BELANJA PEGAWAI
02 = BELANJA BARANG DAN JASA
03 = BELANJA BUNGA
04 = BELANJA SUBSIDI
05 = BELANJA HIBAH
06 = BELANJA BANTUAN SOSIAL
07 = BELANJA BAGI HASIL
08 = BELANJA TIDAK TERDUGA
09 = BELANJA MODAL

62
KODE REKENING OBJEK
XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = BIAYA BAHAN/MATERIAL
02 = BIAYA JASA PIHAK KETIGA
03 = BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN
04 = BIAYA SEWA
05 = BIAYA MAKANAN DAN MINUMAN
06 = BIAYA PAKAIAN KERJA LAPANGAN
07 = BIAYA PERJALANAN DINAS

63
KODE REKENING RINCIAN OBJEK
XXX XX XX XX XX XX XX XX XX

01 = BIAYA SEWA TEMPAT


02 = BIAYA SEWA KENDARAAN/ALAT ANGKUTAN
03 = BIAYA SEWA PERLENGKAPAN
04 = BIAYA SEWA PERALATAN

64
SEKIAN
&
TERIMA KASIH

65