Você está na página 1de 22

Ainun Nisa

Fadhlan Al-Chusaini F
Syahrul Rakhmat I
APAKAH SHENANIGANS KEUANGAN?

Shenanigans keuangan adalah tindakan yang dirancang


untuk menyembunyikan atau mendistorsi kinerja
keuangan atau kondisi keuangan perusahaan yang
dilakukan oleh manajemen dengan tujuan menyesatkan
investor tentang kinerja keuangan perusahaan atau
kesehatan ekonomi. Akibatnya, investor sering tertipu
untuk percaya bahwa pendapatan perusahaan yang besar,
arus kas yang lebih kuat, dan kondisi neraca yang lebih
aman dari yang sebenarnya terjadi.
SHENANIGANS DIPANDANG PERLU
DISEBABKAN
Shenanigans merupakan ganjaran (faktor keserakahan).

Dapat meningkatkan kinerja yang berhubungan dengan bonus.

Dapat mencegah outcome negatif (fear factor).

Dapat membantu perusahaan mendapatkan pembiayaan.

Dapat menghilangkan persepsi pasar negatif.

Dapat membantu perjanjian pembiayaan perusahaan

Shenanigans sangat mudah untuk dilakukan.


JENIS-JENIS PERUSAHAAN YANG PALING
MEMUNGKINKAN MELAKUKAN SHENANIGANS

Perusahaan dengan lingkungan pengendalian yang lemah, dengan ciri:


•Tidak ada anggota independen
•Kurangnya auditor independen/ kompeten
•Fungsi audit internal yang tidak memadai
Manajemen menghadapi tekanan kompetitif yang ekstrim atau diketahui
atau diduga memiliki karakter yang dipertanyakan.

Perusahaan dengan pertumbuhan cepat tetapi kecil.

Perusahaan publik yang baru.

Perusahaan swasta.
SHENANIGANS MANIPULASI LABA

7 Shenanigans manipulasi laba (EM) menurut Scilit’s yang


mengakibatkan kekeliruan pendapatan perusahaan berkelanjutan.

Mengakui pendapatan terlalu dini

Mengakui pendapatan fiktif.

Meningkatkan pendapatan dengan gains

Mengalihkan beban ke periode sebelumnya atau ke periode yang akan datang

Tidak mencatat atau mengurangi utang secara tepat

Menahan pendapatan saat ini untuk periode masa depan

Mengalihkan beban yang akan datang ke periode sekarang


SHENANIGANS ARUS KAS

Banyaknya skandal pelaporan keuangan dan penyajian kembali laba dalam beberapa tahun
terakhir telah menimbulkan banyak pertanyaan pada investor, apakah laba yang dilaporkan
bisa bebas dari manipulasi manajemen. Investor telah memperluas fokus mereka untuk
menyertakan Laporan Arus Kas khususnya bagian yang menyoroti arus kas dari operasi
(CFFO).

4 Shenanigans Arus Kas (CF) berikut yang dapat mengakibatkan kekeliruan dari
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas dari operasinya:

Cash Flows
Cash Flows
Cash Flows Cash Flows Shenanigans No 3:
Shenanigans No. 4:
Shenanigans No 1: Shenanigans No 2: Menggembungkan
Meningkatkan Arus
Mengalihkan Mengalihkan Arus Operasi Arus Kas
Kas Operasi dengan
Pembiayaan Arus Kas keluar operasi dengan
menggunakan
Kas masuk pada normal untuk menggunakan
aktivitas yang tidak
Bagian Operasi. Bagian Investasi. Akuisisi atau
berkelanjutan.
Pelepasan.
KEY METRIK SHENANIGANS
Arus kas operasi, dapat ditinjau dengan:

Pengukuran kinerja operasi pada basis kas (laba bersih dilakukan pada
basis akrual). Hal ini dengan mengabaikan penjualan yang disebabkan
oleh tindak lanjut keberadaan uang. Selain itu juga dengan mengabaikan
beban atas kepemilikan asset.

Pengukuran quality of earnings, dengan membandingkan CFFO dengan


Net income. Jika Net Income positif, sedangkan CFFO negatif (tahun demi
tahun) maka bisa disimpulkan terdapat masalah. Begitu pula jika CFFO
lebih kecil dari Net income. Bagian ini merupakan perbandingan yang
penting dalam pembentukan perusahaan yang penjualan, piutang dan
persediaan umumnya tidak berfluktuasi dengan cepat.

Analisis arus kas dapat membantu dalam hal memprediksi kebangkrutan.


Mungkin melihat CFFO negatif selama bertahun-tahun sedangkan
pendapatan yang positif, mungkin hasil dari membludaknya piutang.
LANGKAH-LANGKAH TAMBAHAN DALAM
PENGUKURAN QUALITY OF EARNINGS

Quality Income = CFFO / Operating Income


Interest Coverage= CFFO before interest and taxes / Interest
Return on Assets = CFFO before interest and taxes / Assets
MENGGUNAKAN PENDEKATAN HOLISTIK
UNTUK MENDETEKSI SHENANIGANS

1. Pentingnya "Checks and Balances"

Jelas, tidak semua perusahaan menggunakan trik pelaporan kepada


investor. Memang, kami percaya bahwa sebagian besar perusahaan
melaporkan kondisi perusahaannya dengan jujur. Namun demikian,
investor harus selalu waspada dan aktif mencari tanda-tanda
peringatan dari masalah, karena shenanigans terjadi dengan frekuensi
yang cukup signifikan jika dibiarkan tidak terdeteksi.
MENGGUNAKAN PENDEKATAN HOLISTIK
UNTUK MENDETEKSI SHENANIGANS

2. Menjaga Segala Seuatu dalam Keseimbangan: Persediaan, Penjualan dan


Piutang

Tanda-tanda laporan keuangan yang menyesatkan yang mungkin muncul pada


neraca

1. Melebih-lebihkan aset atau menunjukkan saldo pada jumlah nilai realisasi bersih.
2. Pengecilan aset saat perusahaan mencoba untuk melancarkan penghasilan dengan
mengalihkan beban masa depan dalam tahun fiskal saat ini.
3. Pengecilan kewajiban, baik dengan tidak termasuk kewajiban sepenuhnya dari
neraca atau dengan mengakui perkiraan kewajiban yang konservatif di masa depan.
4. Pembesaran kewajiban, menggunakan cadangan untuk melancarkan penghasilan
dengan mengalihkan pendapatan tahun berjalan ke tahun yang akan datang.
5. Penghilangan ekuitas pemilik.
TANDA-TANDA PERINGATAN ATAS TIDAK
TERTAGIHNYA PIUTANG

Besarnya jumlah
piutang jatuh
tempo.

Piutang sebagian besar Peningkatan dalam jumlah


terdiri dari barang besar pada piutang dengan
pengembalian pelanggan. penjualan yang statis.

Perputaran Ketergantungan
piutang yang berlebihan pada satu
lambat. atau dua pelanggan.

Adanya piutang
pihak terkait.
TANDA-TANDA PERINGATAN ATAS
KETIDAKMEMADAINYA PERSEDIAAN

Perputaran persediaan yang lambat.

Peningkatan dalam jumlah besar pada saat penjualan yang statis.

Pemalsuan persediaan.

Adanya penjaminan atas persediaan.

Asuransi yang tidak mencukupi.

Perubahan metode penilaian persediaan perusahaan.


PROFITABILITY RATIO

 Gross Profit Margin = Gross Profit / Sales


 Operating Margin = Operating Profit / Sales
* (Untuk melihat Profitabilitas dari aktivitas operasi)
 Net Profit Margin = Net Income / Sales
* (Untuk menentukan laba dari setiap rupiah penjualan)
 ROA = Net Income / Asset
* (Untuk melihat pengembalian atas investasi antara pemegang saham dan pemberi kredit)
 ROE = Net Income / Equity
* (Untuk melihat pengembalian investasi pada pemegang saham)
 Earning Per Shares = Net Income / Number of Shares
* (Untuk melihat profitabilitas pemegang saham berdasarkan jumlah per lembar saham)
LIQUIDITY RATIO

 Current Ratio = Current Assets / Current Liabilities

 Working Capital = Current Assets – Current Liabilities

 Quick Ratio = (Current Assets – Inventory) / Current Liabilities

 Inventory to Net Working Capital = Inventory / (Current Assets – Current


Liabilities)
SOLVENCY RATIO

 Debt to Assets = Total Debt / Total Assets

 Debt to Equity = Total debt / Total Equity

 Long Term Debt to Equity = Long Term Debt / Total Equity

 Interest Coverage Ratio = Operating Income / Interest Expense


ACTIVITY RATIO

 Inventory Turnover = Cost of Sales / Average Inventory

 Account Receivable Turnover = Sales / Average Account


FRAUD (KECURANGAN)

Fraud dapat dilakukan oleh siapa saja, meskipun pelaku fraud adalah
orang yang dapat dipercaya. Kemungkinan besar suatu fraud terjadi
ketika lingkungan pekerjaan integritasnya lemah, pengendaliannya tidak
kuat, kehilangan akuntabilitas, atau mendapat tekanan yang besar, maka
tidak dapat dipungkiri seseorang akan melakukan ketidakjujuran
PELAKU KECURANGAN

Pihak manajemen
• melakukan kecurangan biasanya untuk kepentingan perusahaan,
contoh kecurangan yang dilakukan oleh manajemen yaitu salah
saji yang timbul karena kecurangan pelaporan keuangan
(misstatements arising from fraudulent financial reporting).
karyawan/pegawai
• melakukan kecurangan bertujuan untuk keuntungan individu,
misalnya salah saji yang berupa penyalahgunaan aktiva
(misstatements arising from misappropriation of assets).
Contoh dari kecurangan karyawan (employee fraud)
mengacuh pada Sawyers dalam “The Practice of
Modern Internal Audit”

Pemalsuan cap stempel

Mencuri barang dagangan, peralatan, persediaan, dan barang-barang perlengkapan


lainnya

Mengambil sejumlah kecil uang kas dari mesin kasir

Tidak mencatat penjualan barang dan mengantongi uangnya

Menciptakan kelebihan dana kas dan register dengan melakukan kurang pencatatan

Pembebanan berlebihan pada akun-akun pengeluaran atau menggunakan uang muka


untuk kepentingan pribadi

Memutar penagihan atas rekening pelanggan


Secara umum fraud dapat terjadi apabila ada kesempatan (opportunity), tekanan
(pressure) atau insentif (incentive), dan rasionalisasi (rationalization). Tiga hal ini
lebih dikenal dengan segitiga fraud atau fraud triangle. Pressure (menunjukkan
motivasi dan sebagai “unshareable need”), rationalization (personal ethics) dan
opportunity
KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN
(FINANCIAL STATEMENT FRAUD)

Kecurangan dalam laporan keuangan antara lain berupa mempublikasikan secara


sengaja terhadap informasi yang palsu dari bagian suatu laporan keuangan.
Kecurangan ini biasanya terjadi ketika sebuah perusahaan melaporkan lebih tinggi dari
yang sebenarnya (overstates) terhadap asset atau pendapatan, atau ketika perusahaan
melaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya (understates) terhadap kewajiban dan
beban. Sering kali para pemegang saham, karyawan dan investor tidak mengetahui
sepenuhnya dari ketidakjelasan terhadap nilai asset perusahaan dan adanya kewajiban
jika terjadi suatu kecurangan.
USAHA UNTUK MENCEGAH KECURANGAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN HARUS FOKUS PADA TIGA
FAKTOR:

Mengurangi
Mengurangi
rasionalisasi dari
tekanan Mengurangi
adanya
situational yang peluang untuk
kecurangan untuk
mendorong melakukan
memperkuat
terjadinya kecurangan
integritas
kecurangan
karyawan