Você está na página 1de 19

APBN dan APBD

Anita Dwi Puspita


XI MIPA G
Ekonomi 2
A. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

1. Pengertian APBN

APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia


yang disetujui oleh DPR yang berisi daftar sistematis dan terperinci yang
memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun
anggaran
2. Fungsi APBN

a. Fungsi Otorisasi : dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada


tahun yang bersangkutan,

b. Fungsi perencanaan : menjadi pedoman bagi negara untuk


merencanakan kegiatan pada tahun tersebut.

c. Fungsi pengawasan : pedoman untuk menilai apakah kegiatan


penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan
d. Fungsi alokasi  diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan
pemborosan sumber daya serta meningkatkan efesiensi dan efektivitas
perekonomian.

e. Fungsi distribusi  kebijakan anggaran negara harus memperhatikan


rasa keadilan dan kepatutan

f. Fungsi stabilisasi  menjadi alat untuk memelihara dan


mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
3. Tujuan APBN
• Pedoman penerimaan dan pengeluaran pemerintah
dalam melaksanakan kegiatan kenegaraan
• Mendorong terwujudnya pertumbuhan dan stabilitas
perekonomian serta pemerataan pendapatan
4. Sumber-Sumber Penerimaan Negara
PENERIMAAN DALAM
NEGERI

Penerimaan
Penerimaan
Negara Bukan
Perpajakan
Pajak

Penerimaan
Pajak Dalam Pajak dalam bentuk
Negeri Perdagangan SDA, bagian
Internasional pemerintah atas
laba BUMN, dll

Bea masuk dan


pajak ekspor
5. Jenis-Jenis Belanja Negara

a. Belanja Pemerintah Pusat


1) Pengeluaran Rutin
 belanja pegawai, belanja barang, subsidi daerah
otonom, bunga, cicilan utang, dll
2) Pengeluaran Pembangunan
 pembiayaan rupiah dan bantuan proyek

b. Belanja Pemerintah Daerah


1) Dana Perimbangan
- Dana Bagi Hasil
- Dana Alokasi Umum
- Dana Alokasi Khusus
2) Dana Otonomi Khusus dan Penyeimbang
Mekanisme Penyusunan APBN
APBN
Ditolak
Tahun Lalu
Pertimbang
an DPD

Pemerintah
(Presiden) DPR

Nota RAPBN
Keuangan Disidangkan
RAPBN

Diterima APBN/UU

Dikembalikan untuk
disidangkan
7. Pengaruh APBN

1. Meminimalisir volatilitas dan fluktuasi dalam


perekonomian
2. Menanggulangi kemiskinan
3. Melakukan intervensi
4. Menjaga stabilitas dan percepatan kinerja pembangunan
5. Menanggulangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana
alam, wabah penyakit, dan konflik sosial
Anggaran
Pendapatan dan
Belanja Daerah
(APBD)
B. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

1. Pengertian APBD

APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah


daerah di Indonesia yang disetujui oleh DPRD melalui
Perda
2. Fungsi dan Tujuan APBD

Alokasi Pemerintah Daerah

Fungsi Distribusi Pemerintah Pusat

Stabilisasi Pemerintah Pusat

Tujuan : Pedoman penerimaan dan pengeluaran keuangan


pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di tingkay
provinsi/ daerah
3. Sumber-Sumber Penerimaan Daerah
A. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
   Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang
diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan
daerah sesuai dengan peraturan perundang – undangan
  Pendapatan asli daerah bersumber dari : 
1) Pajak daerah;
2) Retribusi daerah;
3) Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan;
4) Lain - lain PAD yang sah.
B. Dana Perimbangan
Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari APBN
yang di alokasikan kepada daerah untuk membiayai
kebutuhan daerah.
Dana perimbangan meliputi :  
1) Dana bagi hasil pajak / bagi hasil bukan pajak;
2) Dana Alokasi Umum (DAU)
3) Dana Alokasi Khusus (DAK)

C. Pendapatan Daerah Yang Sah


Pendapatan daerah yang sah diperoleh dari :
1) Hibah;
2) Dana darurat;
  3) Dana bagi hasil pajak dan provinsi;
4) Dana penyesuaian dan otonomi khusus;
5) Bantuan keuangan dari provinsi.
4. Jenis-Jenis Belanja Daerah
a. Klasifikasi Belanja Menurut Urusan Wajib
b. Klasifikasi Belanja Menurut Urusan Pilihan
5. Mekanisme Penyusunan APBD
APBD
Ditolak
Tahun Lalu

Pemerintah
(Provinsi, DPRD
Kota/Kab)

Nota RAPBD
Keuangan Disidangkan
RAPBD

Diterima APBD/Perda

Dikembalikan untuk
disidangkan
6. Pengaruh APBD terhadap Perekonomian
1. Perekonomian di daerah lebih terarah
2. Pengeluaran anggaran untuk pembangunan
daerah lebih terkendali
3. Kinerja pemerintah lebih terukur
4. Target penerimaan pemda lebih jelas
5. Kesejahteraan masyarakat di daerah lebih
meningkat
6. IPM Pemda dapat lebih ditingkatkan