Você está na página 1de 31

LAPORAN KASUS

G3P1A1 Hamil 9-10 Minggu


dengan Kehamilan Ektopik
Terganggu dan Anemia

AJENG P. SUTOMO
0110840202

Pembimbing: dr. Daniel H. Usmany, Sp.OG


IDENTITAS PASIEN

- Nama : Ny. AK
- Umur : 28 Tahun (Sorong, 17 November 1988)
- Jenis Kelamin : Perempuan
- Suku : Serui
- Agama : Islam
- Kawin/tidak kawin : Belum Menikah Sah
- Pekerjaan : Ibu rumah tangga
- Alamat : polimak IV
- Tanggal Masuk Perawatan : 05 oktober 2017; Jam 23.55 WIT
- No DM : 432557
ANAMNESIS

• Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah sejak ± 3 hari yang lalu.
• Riwayat Penyakit Sekarang
± 3 hari hari yang lalu pasien mengeluh nyeri pada perut kanan bawah. Nyeri
hilang timbul, terasa seperti tertusuk-tusuk, dan nyeri yang dirasakan
menjalar dari depan sampai ke belakang, dan bertambah nyeri bila
beraktivitas dan berjalan. Ada demam hilang timbul, ada perdarahan
pervaginam sedikit-sedikit. Pasien juga mengeluhkan susah BAK ± 4 hari
yang lalu, BAB lancar, nafsu makan menurun. Pasien G3P1A1 hamil 9-10
minggu, HPHT 28 Juni 2017 dan pasein tidak pernah melakukan
pemeriksaan selama kehamilan. Tidak ada keluhan mual dan muntah.
Pasien sempat berobat ke praktek dr. Daniel pada tanggal 4 oktober 2017
karena keluhan nyeri yang dirasakan, kemudian pasien diberi surat
pengantar dan kemudian pasien datang keesokan harinya ke UGD RSUD
Jayapura.
• Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat hipertensi, DM, Malaria, Asma, alergi , Penyakit jantung, penyakit
paru – paru, kejang demam disangkal, namun Ada riwayat gastritis

• Riwayat Penyakit keluarga


Dalam keluarga tidak ada yang pernah sakit seperti pasien

• Kebiasaan : Merokok (-), Riwayat Alkohol (-)


Riwayat Obstetri
Riwayat Kehamilan : G3P1A1
I : Kurang bulan/gravid minggu??/ Spontan/ bidan/ BB?/ perempuan/ meninggal
(1hari)/2013
II : 11 minggu/ abortus/tidak dikuret/2015
III : Hamil Ini

Riwayat Menstruasi
Menarch : 15 tahun Riwayat Antenatal
Siklus Haid : 28 hari teratur Tidak Pernah
Lama Haid : 3 – 4 hari Riwayat Penggunaan Kontrasepsi
HPHT : 28 Juli 2017 Pasien tidak pernah
Tp : 04 april 2018 menggunakan kontrasepsi
UK : 9-10 minggu

Riwayat Pernikahan : Pasien menikah sah ± 5 thn.


STATUS GENERALIS
• DIAGNOSA
G3P1A1 Gravid 9-10 Minggu dengan Kehamilan Ektopik
Terganggu

• PENATALAKSAAN:
Observasi KU dan vital Sign
Menghubungi dr. Sp.OG, advice
- pro transfusi 2 kolf PRC
- pro laparatomi tanggal 06 oktober 2017
WAKTU OBSERVASI
05/10/2017 Pasien dari UGD dengan diagnosa G3P1A1 hamil 9-10 minggu + Anemia Gravis ec KET
± 1 minggu yang lalu pasien mengeluh nyeri pada perut. Nyeri hilang timbul, terasa
23.55 WIT
seperti tertusuk-tusuk, dan menjalar hingga ke pinggang belakang.
Vital Sign :
TD = 110/60 mmHg, N = 80 x/mnt, RR = 22 x/mnt, T = 37,0ºC
Anemis (+/+)
Pemeriksaan Fisik :
Inspeksi : Perut distensi
Palpasi : Fundus uteri sulit dievaluasi, nyeri tekan (+)
Pemeriksaan Dalam :
Portio kenyal, tidak ada pembukaan, nyeri goyang portio (+), nyeri adnexa kanan dan kiri
(+), pengeluaran darah (+), berwarna merah (+).
- IVFD RL 20 tpm
- Observasi Hemodinamik Pasien
- Lapor dr. Sp.OG
Pro transfuse 2 kolf PRC dan pro laparotomi tgl 06 oktober 2017
Laporan Operasi :
- Pasien terlentang di atas meja OP dalam GA

- Asepsis dan antisepsis daerah lapang operasi dan sekitarnya, dilakukan drapping

- Insisi paanestiel 10-15 cm

- Setelah peritoneum dibuka pada tuba falopii kiri, hasil konsepsi diambil.

- Hasil konsepsi dikeluarkan hati-hati berikutnya placenta

- Perdarahan yang terjadi ± 200 cc

- Dilakukan penjahitan pada tuba falopii.

- Bekuan darah intraabdomial dikeluarkan

- Cavum abdominal di cuci dan dibersihkan dengan NaCl 1000 cc

- Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis sampai kulit, dengan teknik jahitan
matras horisontal dan menggunakan Vicryl No. 1
Terapi post – Operasi:

• Observasi hemodinamik dan balance cairan


• Trasnfusi darah s/d Hb ≥ 8,0 g/dl
• Inj. Ceftriaxone 2x1 gr (i.v)
• Inj. Metronidazol 3x500 mg (i.v)
• Inj. Ranitidin 3x1 amp (i.v)
• Inj. Tramadol 3x1 amp (i.v)
• Inj. Vit C. 2x1 amp/IV
• Periksa Hb post operasi
Follow Up Post Operatif
Diagnosis

P1A2 Post salpingektomi ai rupture tuba kiri


ec kehamilan ektopik
Pembahasan

• DEFINISI
→ Kehamilan ektopik ialah kehamilan,
dengan ovum yang dibuahi, berimplantasi
dan tumbuh tidak di tempat yang normal
yakni dalam endometrium kavum uteri
→ Kehamilan ektopik terganggu (KET) ialah
kehamilan ektopik yang terganggu dapat
terjadi abortus atau pecah dan hal ini
dapat berbahaya bagi wanita.
ETIOLOGI

• Sebagian besar idiopatik


• Faktor Dalam →
• Faktor Pada :
• Faktor
Sebagian
besar idopatik ← ETIOLOGI

Diluar Dinding
Lumen Tuba Dinding Tuba Faktor Lain
Tuba

• Edosalpingitis
• hipoplasia uteri
Endometriosis, • Perlengketan • Migrasi luar
• Operasi plastik divertikel tuba peritubal ovum
tuba dan sterilisasi kongenital • Tumor • Fertilisasi in vitro
FAKTOR RISIKO

• Riwayat Kehamilan
Jelek • Dari anamnesa, faktor
• Riwayat Infeksi Pelvis resiko pada pasien ini
yang ditemukan
• Riwayat Kontrasepsi adalah faktor bresiko
• Riwayat Operasi Tuba berupa riwayat
• Merokok kehamilan jelek yaitu
abortus tanpa dikuret
pada tahun 2015
LOKASI

• Tuba Fallopii
• Uterus Pada pasein ini setelah dilakukan
laparatomi eksplorasi didapatkan
• Intraligamenter implantasi pada tuba kiri. Setelah sel
• Abdominal telur dibuahi di bagian ampula tuba,
• Ovarium maka setiap hambatan perjalanan sel
telur ke dalam rongga rahim
memungkinkan kehamilan tuba.
GAMBARAN KLINIS
• amenorea,
• Mual, muntah
Pada anamnesis pasien ini
• Nyeri kiri atau kanan pada
mengeluhkan nyeri perut bagian
perut bagian bawah
bawah yang menjalar hingga ke
• pemeriksaan vagina uterus pinggang. Ada amenorea,
membesar dan lembek perdarahan pervaginam tidak ada ,
• Nyeri abdomen keluhan gastrointestinal tidak ada.
• Perdarahan pervaginam
DIAGNOSIS
Anamnesis, pemeriksaan fisik serta
pemeriksaan penunjang.

Pada anamnesis pasien ini mengeluhkan nyeri


perut bagian bawah yang menjalar hingga ke
pinggang. Ada amenorea, perdarahan
pervaginam tidak ada , keluhan gastrointestinal
tidak ada.
Pemeriksaan Fisik
Pem. Ginekologi

Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan fisik,


yaitu : KU pasein TSB, anemis, dan
komposmentis. Tnyeri tekan abdomen (+),
tinggi fundus sulit dievaluasi. VT Portio kenyal,
tpembukaan (-), ada nyeri goyang portio, ada
nyeri adnexa kanan dan kiri, ada pengeluaran
darah, berwarna merah .
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan
Laboratorium
• Tes Kehamilan Hasil pemeriksaan penunjang yang mendukung
diagnosis kehamilan ektopik pasien ini adalah
• Ultrasonografi adanya penurunan Hb dan tes kehamilan postif.
Pada Laparaskopi eksplorasi ditemukan
• Kuldosentesis kehamilan ektopik terganggu pada kornu uteri
dan terjadi ruptur kornu uteri.
• Laparaskopi
• Dilatasi dan kerokan
DIAGNOSIS DIFERENSIAL

• Infeksi Pelvik
• Abortus Imminens atau Inkompletus
• Ruptur Korpus Luteum
• Torsi Kista Ovarium
• Apendisitis
Penatalaksanaan
• Pembedahan
• Medikamentosa
Berdasarkan indikasi yang diperoleh pada pasien, ditentukan terapi
KET yang sesuai yaitu pembedahan. Dilakukan pembedahan yaitu
laparotomi dengan pengeluaran masa konsepsi pada tuba kiri. Pasien
terlentang di atas meja OP dalam GA. Setelah peritoneum dibuka
tampak Rupture tuba kiri dengan perdarahan ± 200 cc. Hasil konsepsi
dan placenta dikeluarkan dengan hati-hati,kemudian dilakukan
salpingektomi pada tuba yang rupture tersebut. Medikamentosa tidak
dilakukan, karena kondisi pasien tidak sesuai dengan kriteria.
PROGNOSIS
• Kematian karena kehamilan ektopik
terganggu cenderung turun dengan
diagnosis dini dan persediaan darah yang
cukup. Prognosis juga tergantung dari
cepatnya pertolongan, jika pertolongan
terlambat, angka kematian dapat tinggi.
KESIMPULAN
Terimakasih