Você está na página 1de 6

K A SUS MANA JEMEN

KONFL IK
KELOMPOK 1
CHARLIE TRIANIS
ERI KURNIA BAKTI
JULIA ARNA SARI
R A H M A W AT I
S A H WA FA U Z I A H
ULUFI KHAIRINNISA
PENDAHULUAN
Menjadi perawat di ruang instalasi gawat darurat (IGD) memang
memiliki tantangan tersendiri selain harus bertindak secara cepat dan
tanggap perawat juga harus memiliki kemampuan anamnesa dengan
cepat dan tepat ,dan berkomunikasi secara efisien dan efektif, tantangan
lainya ketika IGD mengalami kenaikan kunjungan pasien dengan tingkat
kegawat daruratan yang bervariasi , perawat harus mampu berfikir kritis
dan menilai kategori pasien secara tepat berdasarkan tingkat kegawatan
daruratan nya atau yang disebut triase ,sangat penting bagi perawat untuk
melakukan triase pasien dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan yang
dapat merugikan pasien
KASUS
Tn. X umur 33 tahun datang ke IGD RS M, dengan keluhan sesak napas, batuk sejak 1
minggu yang lalu ,dan memiliki riwayat hipertensi, saat dilakukan pengkajian oleh
perawat di dapatkan TD =240/150mmhg, dan RR=46x/i. Klien terlihat kesulitan untuk
berbicara, klien terlihat menggunakan otot bantu pernapasan, lalu pasien di pindah
keruang prioritas 2, pasien dilakukan pemeriksaan foto thorax didapatkan kesan
penumpukkan cairan pada seluruh area lapang paru. Pasien di tempatkan pada prioritas
dua selama 20 menit, beberapa menit kemudian pasien baru ditempatkan pada
priorotas satu, kemudian pasien tidak sadarkan diri dilakukan penanganan emergency
akan tetapi pasien tidak sempat tertolong dan akhirnya meninggal,sehingga banyak
petugas yang beradu argumen tentang salah penilaian triase pada pasien tersebut
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK
Kolaborasi
Strategi ini merupakan strategi “win-win solution”. Dalam kolaborasi, kedua unsur yang terlibat
menentukan tujuan bersama dan bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan. Karena keduanya
meyakini akan tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan, masing-masing meyakininya.
Strategi kolaborasi tidak akan bisa berjalan bila kompetisi insentif sebagai bagian dari situasi tersebut,
kelompok yang terlibat tidak mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalah, dan tidak
adanya kepercayaan dari kedua kelompok atau seseorang. (Nursalam, 2009:128)
Ketika setiap pihak yang berkomplik berkeinginan untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan
kedua belah pihak, dapat dikatakan mereka sedang bekerjasama dan mengupayakan hasil yang sama-
sama menguntungkan. Dalam bekerja sama (collaborating), maksud para pihak adalah menyelesaikan
masalah dengan memperjelas perbedaan ketimbang mengakomodasi sudut pandang. Contohnya adalah
upaya untuk mencari solusi menang-menang yang memungkinkan tujuan belah pihak sepenuhnya
tercapai dan pencarian kesimpulan yang menyatakan wawasan yang valid dari kedua belah pihak.
(Robbins, 2008:181-182)
Dengan metode penyelesaian konflik tersebut diharapkan
tidak terjadi adu argumen dan saling menyalahkan dan akan
bersama sama mengatasi masalah tersebut agar tidak
terulang kembali dengan peningkatan kemampuan diri dalam
menilai dan melakukan penanganan pada pasien gawat
darurat serta komunikasi yang efektif antar perawat dengan
teman sejawat maupun dengan tim medis lain agar mencapai
tujuan bersama yaitu dapat memberikan pelayanan kesehatan
yang optimal pada pasien
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH