Você está na página 1de 24

DINAMIKA

KULIAH KERJA NYATA

DR. SAHRIR SILLEHU. SKM., M.KES

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


MALUKU HUSADA
2018
PENDAHULUAN
 Perguruan Tinggi mengemban fungsi TRIDARMA: Pendidikan dan
Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat
 Ketiga darma saling berkaitan: darma pertama (pendidikan: teoretik)
dan kedua (penelitian: inovasi) harus secara konkret mendukung darma
ketiga (pengabdian: transformasi)
 PT antara lain berfungsi sebagai agent of changing, di posisi sebagai avant
garde
 Tugas dan fungsi itu mulia, membanggakan, tetapi sekaligus menuntut
tanggung jawab yang tidak ringan
 Tugas dan fungsi itu antara lain dapat dicapai lewat kerja penelitian, dan
PT harus sebagai pelopor di bidang penelitian
 Hasil penelitian tidak hanya dimanfaatkan secara sepihak oleh PT,
kelompok, atau individu yang bersangkutan
 Hasil penelitian harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan
pengembangan dua darma yang lain: pendidikan dan pengabdian
Pendahuluan lanjutan …
 Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) adalah program
pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks) secara
langsung kepada masyarakat secara melembaga dan ilmiah
 PPM merupakan suatu bentuk tanggung jawab PT dalam
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
 PPM sebagai sarana untuk penerapan dan penyebarluasan ipteks
yang dikembangkan PT demi kemajuan dan pemberdayaan
masyarakat
 Program ipteks yang di-PPM-kan sesuai dengan kemampuan dan
atau yang dimiliki oleh PT
 PT yang kurang otimal ber-PPM: egois, tidak peduli kepada
lingkungan/masyarakat
 Pelaku PPM: dosen, mahasiswa, dan dibantu staf
 Wujud PPM mahasiswa antara lain: Kuliah Kerja Nyata
KULIAH KERJA NYATA
 KKN merupakan salah satu media penyiapan SDM yang
berkualitas
 KKN berfungsi sebagai optimalisasi potensi: IQ, EQ, dan SQ
 KKN sebagai media pengembangan kepribadian
 KKN dilaksanakan di masyarakat dan langsung berinteraksi
dengan masyarakat
 Bertujuan antara lain untuk memberdayakan masyarakat
 Memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk
memperkaya pengalaman teoretis
 Bersifat take and give, saling memberikan kemanfaatan antara
mahasiswa dan masyarakat
 Program haruslah realistik, sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan
KKN sebagai Media Pengembangan Kompetensi

 Kompetensi: pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dasar


yang terrefleksi dalam berpikir dan bertindak
 Kompetensi: seperangkat tindakan cerdas untuk berpikir dan
bertindak
 Tindakan cerdas:
Cermat
Pola pikir rasional
Tidak emosional
Tujuan jelas
Terukur
MISI KKN
 KKN merupakan bentuk operasional darma ketiga Tridarma
PT yang dilakukan oleh mahasiswa
 KKN yang dikembangkan kini: KKN Tematik dan KKN
PPM
 Secara operasional misi KKN adalah:
Pengabdian
Pembelajaran
Pemberdayaan
Pembudayaan
MANFAAT KKN
Bagi Masyarakat Sasaran (a.l):
 Masyarakat memperoleh teknologi baru, teknologi-
tepat-guna
 Masyarakat lebih diberdayakan
 Aparatur birokrasi termotivasi bekerja lebih cepat
 Orang tua di lokasi termotivasi memperhatikan
pendidikan anaknya
Bagi Mahasiswa Peserta KKN (a.l):

 Sarana berlatih dalam pengambilan keputusan


 Sarana melakukan swot analysis seperti dalam pemilihan
program
 Sarana pengendapan ego dan mengutamakan kebersamaan
 Sarana pemahaman realitas di masyarakat: tidak semua teori
aplikatif, tidak semudah yang dibayangkan di kelas
 Sarana memperoleh pengalaman secara signifikan
Bagi Lembaga Penyelenggara (a.l):
 PT mendapat umpan balik tentang kondisi masyarakat dan
kebutuhan masyarakat
 Penyempurnaan program KKN selanjutnya
 Perencanaan dan penanganan program pengabdian kepada
masyarakat secara umum secara lebih kontekstual
 Perbaikan kurikulum
 Peningkatan kerjasama antara PT dan pemda/masyarakat
mitra
 Sarana promosi yang efektif
MODEL KKN DI STIKES MALUKU HUSADA
 Dilihat dari segi waktu pelaksanaan, KKN STIKES MALUKU HUSADA dilakukan
pada:
 Semester reguler (genap)
 KKN Reguler: KKN yang dilaksanakan secara rutin dengan pola waktu yang tetap
 Pada tahun 2012 STIKES MALUKU HUSADA menyelenggarakan KKN (Pertama)
 Program dirumuskan berdasarkan tema yang telah dipilih didasarkan atas
kebutuhan riil di masyarakat
 Kebutuhan dipilih atas dasar skala prioritas dan potensi yang ada di masyarakat
 Pelaksanaan KKN bekerja sama dengan Pemda setempat
 Tema dan program dapat dipilih dan dikembangkan secara luwes dan
kontekstual-situasional
 Program dapat mengakomodasikan keahlian, kemampuan, dan keterampilan
mahasiswa sesuai dengan bidang
 Program dapat dilakukan lebih terfokus dan tuntas
 KKN kontekstual dapat dilaksanakan untuk membantu menangani kasus,
peristiwa, dan lain-lain yang mendesak
Lanjutan KKN …
 KKN yang sekarang ditekankan pada KKN PPM (Pembelajaran dan
Pemberdayaan Masyarakat)
 Artinya, mahasiswa datang ke lokasi untuk membantu membelajarkan
dan memberdayakan kelompok masyarakat yang membutuhkan
 Hal ini juga dapat dikaitkan dengan tema-tema tertentu untuk memilih
program yang relevan
 Kehadiran mahasiswa di lokasi lebih difokuskan pada peningkatan SDM
daripada fisik
 Maka, mahasiswa haruslah memiliki teknologi tepat tertentu (TTG)
yang akan dibelajarkan untuk lebih memberdayakan kelompok
masayakat sasaran
 Kalaupun tidak semua mahasiswa menguasai teknologi yang akan
dibelajarkan, paling tidak ada beberapa di antaranya yang menguasai
DINAMIKA KELOMPOK

1. MODEL KELOMPOK
Merupakan model kronologis, dimulai dari terbentuknya kelompok, sampai
kemapanan kelompok dan hasil yang dicapai melalui kelompok tersebut

2. ALASAN TERBENTUKNYA KELOMPOK


3. PERKEMBANGANKELOMPOK
4. TIPE KELOMPOK
5. KARAKTERISTIK KELOMPOK
6. PEMECAHAN MASALAH DALAM KELOMPOK
7. KONFLIK DALAM DAN ANTAR KELOMPOK
Model Pembentukan Kelompok
Alasan Pembentukan Kelompok
(kedekatan fisik, motivasi ekonomis, kebutuhan sosial,
Kebutuhan harga diri, aktualisasi diri)

Perkembangan Kelompok
(saling menerima, komunikasi dan pengambilan keputusan,
Motivasi dan produktivitas, pengendalian)

Tipe Kelompok
(formal dan informal)
Karakteristik Kelompok
(pemimpin, peranan, norma, kohesifitas, konflik)

Pemecahan masalah dalam kelompok


(keuntungan dan kelemahan)

Hasil yang Diharapkan


(kepuasan anggota dan efektivitas kerja
PEMECAHAN MASALAH DALAM KELOMPOK

1. Keuntungan Pengambilan Keputusan Kelompok;


a. Kelompok dapat menghasilkan alternatif pengambilan keputusan
yang lebih banyak
b. Kelompok mempunyai pengetahuan yang lebih banyak
dibandingkan dengan individu
c. Pengambilak keputusan bersama akan meningkatkan komitmen
setiap anggotanya
d. Jika pihak pengambil keputusan dan pelaksana berada dalam satu
kelompok, maka pihak pelaksana akan memahami persoalan
tersebut lebih baik.
Lanjutan…

2. Kelemahan Pengambilan Keputusan Kelompok;


a. Kelompok cenderung membatasi alternatif keputusan yang
mereka pertimbangkan
b. Kelompok barangkaliakan didominasi oleh seorang pimpinan
yang barangkali tidak mempunyai keahlian dalam pengambilan
keputusan
c. Kecemderungan pemikiran kelompok menguasai individu.
3. Beberapa Pertimbangan Kunci;
Situasi dalam kelompok dapat menjadi asset atau menjadi beban
(liabilities) bagi organisasi. Jika menajer (pimpinan) berhasil
melakukan tindakan yang diperlukan untuk memecah sisi negatif
kelompok untuk setiap situasinya, maka kelompok menjadi asset.
Jika tidak berhasil, kelompok cenderung membebani organisasi
KONFLIK DALAM DAN ANTAR KELOMPOK

Konflik, yaitu ketidaksepakatan antara dua atau lebih anggota


organisasi atau kelompok. Konflik tidak selamanya berakibat
negatif, konflik yang sehat dapat meningkatkan produktifitas
Hubungan Antara Prestasi dengan Konflik

Prestasi
Tinggi

Rendah
Rendah Tinggi Konflik
Penyebab Konflik;
a. Ketergantungan: ketergantungan disamping meningkatkan
kordinasi juga merupakan potensi konflik
b. Perbedaan Tujuan: departemen atau kelompok dalam organisasi
mempunyai tujuan yang berbeda, yang tidak selalu konsisten satu
sama lain.
c. Persaingan Sumberdaya: biasanya sumberdaya terbatas, dan
karena itu pihak-pihak yang berkepentingan akan bersaing untuk
memperoleh sumberdaya tersebut
d. Dinamika Interpersonal: interaksi personal dapat menyebabkan
konflik. Jika dua individu memiliki motivasi yang berbeda, tidak
menyukai satu sama lain maka akan terjadi konflik.
Manajemen Konflik;
1. Mendorong Konflik:
a. Dengan mengadakan kompetisi, menawarkan bonus, atau menggunakan
stimulus lain
b. Mendatangkan orang dari luar
c. Merubah prosedur yang sudah mapan
d. Restrukturisasi organisasi dengan mengubah departemen dan struktur
wewenang
e. Mengubah jaringan informasi
f. Memilih manajer yang tepat.
2. Mengurangi Konflik:
a. Menambah sumberdaya yang diperebutkan
b. Mengganti tujuan-tujuan yang menjadi sumber konflik dengan tujuan yang
lebih tinggi, yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bertentangan
c. Memasukan “musuh” yang dapat menyatukan pihak-pihak yang bertentangan
d. Koordinasi untuk mengurangi konflik
e. Manajemen dinamika interpersonal.
Lanjutan…
3. Mengatasi Konflik: bisa dengan dominasi, kompromi, pendekatan
integratif.
Dominasi:
a. Penekanan (Forcing): menekan konflik agar tidak nampak dipermukaan
b. Penenangan (Smooting): manajer berusaha meminimalkan lingkup
konflik dan berusaha berbicara pada salah satu pihak untuk mengalah
c. Penghindaran (Avoidance): manajer tidak mau menangani atau pura-
pura tidak tahu adanya konflik
d. Aturan Mayoritas (Majority Rules): dengan pemungutan suara.
Kompromi
Menemukan jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak yang
bertentangan.
Bentuk-bentuk Kompromi; Pemisahan (separation), Arbritase, Pemecahan
secara random, Kembali ke peraturan yang berlaku, Kompensasi (bribing).
Lanjutan…
Pendekatan Integratif
Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dihadirkan bersama
kemudian mereka mendiskusikan pemecahan masalah yang
terbaik.

Tiga jenis pemecahan integral:


a. Konsensus: pihak yang terlibat dipertemukan dan
mendiskusikan pemecahan terbaik, pemecahan yang tidak
memenangkan salah satu pihak
b. Konfrontasi: pihak-pihak yang bertentangan dihadapkan dan
saling menyatakan pendapatnya secaa langsung satu sama lain
c. Penetapan tujuan yanglebih tinggi.
MASALAH KORDINASI

 KKN bukan merupakan sebuah kegiatan yang berdiri sendiri, tetapi


melibatkan banyak pihak
 Maka, semua pihak terkait haruslah ada dalam satu kendali koordinasi yang
jelas
 Ada koordinasi dan kerjasama antara PT dan pemerintah setempat yang
mewakili kepentingan masyarakat
 Tim Sekolah Tinggi (mulai Direktur, ketua LPM, kabid KKN, sampai Dosen
Pembimbing Lapangan) menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemda
(mulai bupati, kepala Bappeda, camat, sampai ketua RW/RT setempat)
 Koordinasi meliputi banyak hal yang terkait (mulai lokasi, pemondokan,
waktu, dana bantuan, laporan pelaksanaan KKN, sampai evaluasi
keseluruhan dan perencanaan berikutnya)
 Mahasiswa juga harus memahami dan membantu kesemuanya itu
MASALAH DILAPANGAN
Ada banyak permasalahan yang di lapangan selama ini, a.l. yang
berkaitan dengan tuntutan masyarakat, kompetensi mahasiswa, dan
harapan pemda
Tuntutan masyarakat:
 Masyarakat berharap banyak kepada mahasiswa peserta KKN
 Umumnya lebih mengharapkan bantuan fisik daripada keberdayaan, tuntutan
kadang berlebihan
 Karena pengalaman sebelumnya tidak semua terpenuhi, tidak sedikit anggota
masyarakat yang apatis
Kompetensi mahasiswa:
 Banyak mahasiswa yang siap bekerja, percaya diri dengan bekal kompetensi yang
memadai, tetapi tidak kurang yang sebaliknya
 Banyak yang langsung dapat menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat,
berkoordinasi, memilih program yang relevan, menjalin komukasi, dll, tetapi
tidak kurang yang sebaliknya
 Banyak mahasiswa yang mau bekerja dan berjuang demi keberdayaan masyarakat,
aktif-kreatif, tetapi tidak kurang yang sebaliknya
 Banyak mahasiswa yang akhirnya diidolakan, disesali kepergiannya, dan dielukan
karena keberhasilannya, tetapi juga tidak kurang yang sebaliknya
PENUTUP
 KKN merupakan sarana bersosialisasi dan uji kompetensi mahasiswa di
masyarakat
 Maka, agar berhasil dan berdampak positif mahasiswa haruslah
mempersiapkan dan melaksanakan dg penuh tanggung jawab
 Program-program yang dipilih haruslah yang relevan dan berdampak
pemberdayaan
 Berbagai “konflik” yang mungkin muncul haruslah diselesaikan dengan
baik dan kekeluargaan
 Membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang terkait, sesama
mhs, Dosen Pembimbing Lapangan, masyarakat, dan pemerintah
setempat haruslah diusahakan sebaik-baiknya dan tulus
 Jika demikian halnya, insyaallah semua akan baik-baik dan dapat
meninggalkan kesan yang dalam
TERIMA KASIH

SELAMAT BERJUANG
SEMOGA ALLAH MERIDHOI