Você está na página 1de 27

ANTENATAL CARE

OLEH :
DewiYulistiawati Arib
110207088

SUPERVISOR:
Dr.dr. Hj.Susiawaty Syarief,Sp.OG(K),M.Kes

DSIPLIN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015
ANTENATAL CARE

 Asuhan antenatal menurut WHO/UNICEF


(2003) → pelayanan yg dilakukan pada wanita
selama kehamilan, yg dapat membantu
kesehatan wanita setelah melahirkan & bayi
yg akan dilahirkan

 Asuhan antenatal → Ibu hamil sehat fisik &


mental → dapat melalui persalinan dgn sehat
& aman
EPIDEMIOLOGI

 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada


tahun 2012 masih tinggi yaitu sekitar 359 per
100.000 kelahiran hidup.

 Sedangkan target Millenium Development


Goals (MDGs) Indonesia pada tahun 2015
untuk AKI adalah 102 per 100.000 kelahiran
hidup yang diperkirakan sulit untuk dicapai
TUJUAN ASUHAN ANTENATAL

 Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan


kesehatan ibu & tumbuh kembang janin.
 Meningkatkan & mempertahankan kesehatan fisik, mental,
& sosial ibu.
 Mengenali & mengurangi secara dini adanya penyulit-
penyulit atau komplikasi yg mungkin terjadi selama hamil
 Mempersiapkan persalinan cukup bulan & persalinan yg
aman dgn trauma seminimal mungkin.
 Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal, & dpt
memberikan ASI secara eksklusif.
 Mempersiapkan peran ibu & keluarga dlm menerima
kelahiran janin agar dpt tumbuh kembang secara normal.
 Mengurangi bayi lahir prematur, kelahiran mati, & kematian
neonatal.
BENTUK PELAYANAN ANTENATAL
I. Anamnesis
1) Identitas ibu
2) Keluhan utama
3) Riwayat haid
4) Riwayat kehamilan sekarang, meliputi:
 HPHT (hari pertama haid terakhir)
 Gerak janin (kapan mulai dirasakan apakah ada
perubahan)
 Penggunaan obat-obatan
5) Riwayat kebidanan yang lalu
6) Riwayat KB
7) Riwayat kesehatan
8) Kebiasaan makan dan gizi yang dikonsumsi (gizi seimbang)
9) Kebiasaan hidup sehat , dll
2. Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Umum periksa :
 Berat badan, Tinggi badan
 Tekanan darah,
 Denyut nadi, dll

 Pemeriksaan Abdomen :
 Inspeksi : lihat derajat distensi, ada tidaknya
pergerakan janin
 Palpasi (Pemeriksaan Leopold)
 Auskultasi
PEMERIKSAAN LEOPOLD

Pemeriksaan Leopold I :
 Menentukan tinggi fundus uteri, bagian janin pada
fundus uteri
Pemeriksaan Leopold II :
 Menentukan bagian tubuh janin yang berada di
lateral kanan dan kiri korpus uteri
Pemeriksaan Leopold III :
 Menentukan bagian terbawah dari janin.
Pemeriksaan Leopold IV :
 Menentukan seberapa jauh janin sudah masuk pintu atas
panggul
3. Pemeriksaan Laboratorium
a) Darah Lengkap, HB
b) Golongan darah, Rhesus
c) HIV
d) HbsAg
e) Kadar glukosa darah
f) Rapid tes atau apusan darah tebal dan tipis untuk malaria
g) Pemeriksaan serologi TORCH secara berkala
h) Sifilis
i) Pemeriksaan sputum BTA
j) Skrining Gonorhe, Klamida
k) Thyroid Stimulating Hormon
l) Urinalisis
4. Pemeriksaan USG

 Trisemester I (8-12 minggu) → menentukan


kehamilan intrauterine, menetukan taksiran
persalinan & usia persalinan, menentukan jumlah
janin, evaluasi uterus, struktur adneksa, dan cavum
douglasi
Trisemester II (18-22 minggu) → mendokumentasi
aktivitas jantung, memperkirakan volume cairan
ketuban, menentukan lokasi plasenta, usia kehamilan,
anatomi janin, meningkatkan deteksi dini kehamilan
tunggal atau ganda, dsb
 Trisemester III → Sama dengan trimester II,menilai
pertumbuhan janin,cairan amnion,persentase janin
DIAGNOSIS
 Hamil atau tidak
Primi atau Multigravida
 Usia kehamilan
 Janin hidup atau mati
 Janin tunggal atau kembar
 Letak anak
 Anak terletak intra atau ekstrauterine
 Keadaan jalan lahir
 Keadaan umum penderita
TERAPI

 Tujuan : mencapai derajat kesehatan yg


setinggi-tingginya dalam kehamilan &
menjelang persalinan.

 Keluhan yg mengganggu perlu diperhatikan


& diberi pengobatan

 Berikan konseling : waktu hamil, kebersihan


& gizi, pemeriksaan antenatal, tanda-tanda
bahaya
PELAYANAN PELAKSANAAN ANTENATAL

Kunjungan Antenatal
1. Minimal 1 (satu) kali pada trimester pertama = K1
◦ Tes Kehamilan
◦ Taksiran Persalinan
◦ Memberi jadwal kunjungan antenatal, dsb
2. Minimal 1 (satu) kali pada trimester kedua = K2
◦ Penilaian kondisi ibu & janin
◦ Meninjau, merencanakan kelahiran, pencegahan masalah
darurat, dsb
3. Minimal 2 (dua) kali pada trimester ketiga = K3 & K4
◦ Penilaian kondisi ibu & janin
◦ Meninjau, merencanakan kelahiran, pencegahan masalah
darurat, memberi saran & nasihat, dsb
Standar Minimal Asuhan Antenatal “14T”,
yang terdiri dari:
 Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
 Tekanan darah
 Tinggi fundus uteri
 Tetanus Toksoid
 Tentukan kadar Hb dan periksa
laboratorium
 Tablet zat besi
 Temu wicara
Cont…
 Tentukan presentasi janin dan denyut
jantung janin (DJJ)
 Tentukan status gizi, ukur LLA
 Tatalaksana kasus
 Tes terhadap malaria
 Tes terhadap thiroid
 Tes proeinuria
 Tes residu urine
PENCEGAHAN
 Tetanus Toksoid
Imunisasi Interval Durasi Perlindungan

TT1 Pada kunjungan antenatal pertama -

TT2 4 minggu setelah TT1 3 tahun

TT3 6 bulan setelah TT2 5 tahun

TT4 1 tahun setelah TT3 10 tahun

TT5 1 tahun setelah TT4 25 tahun/seumur hidup


 Aktivitas fisik
Selama kehamilan, wanita bisa terus
melakukan latihan dan memperoleh
keuntungan kesehatan bahkan dari latihan
rutin yang ringan sampai yang sedang.
Latihan yang teratur secara
intermiten(paling tidak 3 kali per minggu)
sangat diutamakan
 Senam hamil
Senam hamil adalah suatu bentuk latihan
guna memperkuat dan mempertahankan
elastisitas dinding perut, ligament-ligament,
otot-otot dasar panggul yang berhubungan
dengan proses persalinan.
PERSIAPAN PERSALINAN
a) Tenaga kesehatan yang terampil menolong ibu saat
persalinan
b) Bekerja sama dgn ibu, keluarga, & masyarakat dlm
mempersiapakan persalinan
c) Membuat suatu rencana tindakan bilamana terjadi
suatu komplikasi
d) Ibu hamil mengetahui tanda-tanda mulainya
persalinan:
 His teratur & makin sering timbul, disertai nyeri
mulai dari ke perut menjalar ke pinggang
 Keluarnya darah & lendir dari vagina
 Terjadinya pembukaan serviks
Penapisan kehamilan Resiko Tinggi
 Berdasarkan jumlah skor kehamilan dibagi
menjadi tiga kelompok:
1. Kehamilan Risiko Rendah (KRR) dengan
jumlah skor 2
2. Kehamilan Risiko Tinggi (KRT) dengan
jumlah skor 6-10
3. Kehamilan Risiko Sangat Tinggi (KRST)
dengan jumlah skor ≥ 12.
DAFTAR PUSTAKA
1. Banks T, Curtis M. Providing integrated, individualized care during pregnancy. Access to Clinical and Community
Maternal, Neonatal, and Womens’s Health Services; United States: 2007.p. 1-7.
2. Johnson TRB GK, Niebyl JR. Preconception and Prenatal Care: Part of the Continuum. In: Livingstone Co, editor.
Obstetrics Normal and Problem Pregnancies Fifth Edition. Churcill of Livingstone; Philadelphia: 2007.
3. Gomez P, Lincetto O M-A, Munjaja. http://www.hoint/pmnch/media/ publications/aonsectionIII2pdf. Update : 20
September 2015.
4. Muliawan S. Angka Kematian Ibu dan Pendidikan Perempuan di Indonesia. Tinjauan Ekologis Provinsial. FKM UI; Jakarta:
2013.
5. Suryawidjaja J. Pedoman Pelayanan Antenatal. Departemen Kesehatan RI; Jakarta: 2007.p. 9 - 96.
6. George A.Asuhan Antenatal. Ilmu Kebidanan. 4. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; Jakarta: 2010. p. 278 - 87.
7. Boardman L, Kennedy C. Prenatal Care. In:AT E, editor. Manual of Obstetrics. United States: 2007. p. 223-9.
8. Erikson Katarina.Antenatal Care. Department of Obstetrics and Gynecology. Sweden: 2013.p. 24.
9. Magowan BA, Pitkin J PA. Antenatal Care. In: Obstetrics and Gynecology an Illustrated Colour Text. Philadelphia; Elsevier:
2003. p. 4 - 5.
10. Bambang. Perawatan Antenatal Lanjutan in http:// reproduksiumj.com /2011/08/perawatan-antenatal-lanjutan. Update :
March 27, 2014. p. 1-10.
11. Judanarso Jubianto. Ultrasonografi dalam Obstetri. Ilmu Kebidanan. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; Jakarta: 2010. p.
245 - 77.
12. Smith Darvin. Support Dissemination of Pregnancy Weight Gain Guidelines http:// www iomedu/ Reports/ 2013/
Leveraging- Action- to- Support-Dissemination -of- Pregnancy- Weight- Gain- Guidelines. Update : January 8 2013.p. 1-
14.
13. Prasetyo Y. Olahraga Bagi Ibu Hami. Penerbit Buku Kedokteran ECG; Jakarta: 2010.p. 1-9.
TERIMA KASIH