Você está na página 1de 24

ISTITHAAH KESEHATAN JEMAAH HAJI

PERMENKES NOMOR 15 TAHUN 2016


ISTITHAAH KESEHATAN
1. Istithaah Kesehatan Jemaah Haji adalah kemampuan Jemaah Haji dari
aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan
pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga Jemaah Haji
dapat menjalankan ibadahnya sesuai tuntunan Agama Islam.
2. Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang melibatkan aktifitas fisik,
sehingga Jemaah haji harus mampu secara fisik dan rohani agar dapat
melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan lancar sesuai
dengan ajaran Agama Islam.
3. Dalam rangka upaya menuju Istithaah Kesehatan, maka Jemaah haji
harus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan sejak
Jemaah haji mendaftarkan dirinya.
Profil Jemaah Haji Sumedang Tahun 2018
JUMLAH JEMAAH HAJI ESTIMASI TAHUN 2018 JUMLAH JEMAAH HAJI ESTIMASI TAHUN 2018

ESTIMASI 2018 TOTAL ESTIMASI 2018 TOTAL


NO PUSKESMAS
NO PUSKESMAS JEMAAH CADANGA JEMAAH HAJI CADANGAN BATAL
HAJI N BATAL 18 PADASUKA 5 5
1 BUAHDUA 10 2 12 19 PAMULIHAN 4 4
2 CIBUGEL 7 7 20 PASEH 32 3 35
3 CIMALAKA 78 5 83 21 RANCAKALONG 28 2 30
4 CIMANGGUNG 30 1 31 22 SAWAHDADAP 8 2 10
5 CISARUA 16 16 23 SITU 88 11 99
6 CISEMPUR 11 2 13 24 SITURAJA 26 4 30
7 CISITU 4 1 5 25 SUKAGALIH 26 3 29
8 CONGGEANG 15 5 1 21 26 SUKAMANTRI 22 22
9 DARMARAJA 19 2 21 27 SUKASARI 24 24
10 GANEAS 14 1 15 28 SUMEDANG SELATAN 57 9 66
11 HARIANG 4 4 29 SURIAN 1 6 7
12 HAURNGOMBONG 17 3 20 30 TANJUNGKERTA 10 1 11
13 JATIGEDE 10 10 31 TANJUNGMEDAR 8 2 10
14 JATINANGOR 66 1 67 32 TANJUNGSARI 32 4 36
15 JATINUNGGAL 22 1 23 33 TOMO 5 1 6
16 KOTAKALER 36 4 40 34 UJUNGJAYA 49 3 52
17 MARGAJAYA 38 3 41 35 WADO 12 12
Grand Total 834 81 2 917
Berdasarkan Jenis Kelamin

L
44%

P
56%

Berdasarkan Golongan Umur

336

292

165

103

10 10

< 30 TH 30 - 50 > 50

Laki-laki Perempuan
Berdasarkan Pendidikan Jemaah BUMN / BUMD 7

D1 / D2 / D3 / SM
8% TNI / Polri 17

SLTP
9%
Pelajar / Mahasiswa 18

Dagang 30
SLTA S1
24% 26%
Tani / Nelayan 34

Pensiunan 42

S2 Swasta 211
5%

SD Ibu Rumah Tangga 274


28%
S3 Pegawai Negri Sipil 284
0%

0 50 100 150 200 250 300

Series1
PRINSIP PMK 15 TAHUN 2016
1. Upaya pemerintah dalam melakukan persiapan kesehatan Jemaah haji sejak dini agar
jemaah dapat mencapai Istithaah Kesehatan.
2. Agar upaya persiapan tersebut terkoordinasi dengan baik dan terarah.
3. Penetapan istithaah kesehatan merupakan informasi terhadap batasan/kriteria klinis
seorang Jemaah haji dalam rangka menjalankan Rukun dan Wajib haji.
PRINSIP DASAR PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI

TERBITNYA KEBIJAKAN DAN REGULASI TERKAIT PEMBINAAN dan PEMERIKSAAN KESEHATAN


PMK No 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan dan PMK No.62 Tahun 2016
Surat Edaran Mendagri No. 450/1861/SJ. Surat Edaran KAPOLRI
Nota Diplomatik Arab Saudi No. 8/8/281683.
Penyiapan Mencapai Istitha’ah Kesehatan Jamaah Haji
Pemeriksaan & Pembinaan Kesehatan Haji
PEMERIKSAAN KESEHATAN
KESATU
PUSAT KESEHATAN
MASYARAKAT/ RS
Pembinaan
Risti Non Pembinaan
Masa tunggu Risti
Masa Tunggu
Pemeriksaan Kesehatan
Kedua
di Kab/ Kota

Pembinaan Pembinaan
Memenuh Menuhi Syarat Tdk Menuhi TDK
Masa i Syarat dg Syarat Memenuh Masa
Pendampingan Sementara Syarat
Keberangkatan Keberangkatan

Pemeriksaan
Kesehatan Ketiga
Di Embarkasi

Laik Tidak Laik

Berangkat Tunda
PEMERIKSAAN KESEHATAN TAHAP PERTAMA
(PENETAPAN TINGKAT RISIKO KESEHATAN)
1. Dilakukan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/Kota di
Puskesmas dan/atau Rumah Sakit.
2. Dilakukan pada saat jemaah Haji melakukan pendaftaran untuk
mendapatkan nomor porsi.
3. Menghasilkan penetapan status kesehatan Jemaah Haji Risiko Tinggi atau
tidak Risiko Tinggi.
4. Kriteria status kesehatan Jemaah Haji Risiko Tinggi :
a. berusia 60 tahun atau lebih.
b. memiliki faktor risiko kesehatan dan gangguan kesehatan yang
potensial menyebabkan keterbatasan dalam melaksanakan ibadah
haji.
9
Jenis Pembinaan No Kegiatan Pelaksana Tempat

1. Puskesmas
Puskesmas/Rumah Sakit/Klinik
1. Konseling 2. Rumah Sakit
Mandiri
3. Dokter Praktik Mandiri

1. Puskesmas Puskesmas atau tempat lain yang


2. Latihan Kebugaran
2. Organisasi Masyarakat telah disepakati.
Pembimbingan
Kesehatan Haji Pemanfaatan kegiatan
1. Puskesmas Tempat yang disepakati
PEMBINAAN 3. berbasis Masyarakaat,
2. Organisasi Masyarakat
contoh: Posbindu
KESEHATAN
HAJI DI MASA 1. Puskesmas
TUNGGU 4. Kunjungan Rumah Rumah Jemaah Haji

1. Puskesmas Puskesmas atau tempat lain yang


1. Penyuluhan
2. Organisasi Masyarakat telah disepakati.
Tempat yang disepakati
Penyebarluasan informasi 1. Pemerintah
Penyuluhan
2. melalui poster, brosur, 2. Organisasi Masyarakat
Kesehatan Haji
leaflet, dan video

Pemanfaatan media 1. Pemerintah


3. Tempat yang disepakati
massa 2. Organisasi Masyarakat
PEMERIKSAAN KESEHATAN TAHAP KEDUA
(PENETAPAN ISTITHAAH KESEHATAN)
1. Dilaksanakan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/Kota di
puskesmas dan/atau rumah sakit.
2. Dilakukan pada saat pemerintah telah menentukan kepastian keberangkatan
Jemaah Haji pada tahun berjalan
3. Menghasilkan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji :
a. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji.
b. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji dengan Pendampingan.
c. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji untuk Sementara
d. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

11
PENETAPAN ISTITHAAH KESEHATAN JEMAAH HAJI

1. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

2. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji dengan Pendampingan

3. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji untuk Sementara

4. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji


1. Memenuhi Persyaratan Istithaah Kesehatan Haji

a. Jemaah Haji yang memiliki kemampuan mengikuti proses


ibadah haji tanpa bantuan obat, alat, dan/atau orang lain
dengan tingkat kebugaran jasmani setidaknya dengan kategori
cukup, merupakan hasil pemeriksaan kebugaran yang
disesuaikan dengan karakteristik individu Jemaah Haji.

b. Jemaah Haji yang masuk kriteria ini wajib berperan aktif dalam
kegiatan promotif dan preventif.
2. Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji dengan
pendampingan.

a. Berusia 60 tahun atau lebih.


b. Menderita penyakit tertentu yang tidak masuk dalam
kriteria Tidak memenuhi syarat Istithaah sementara
dan/atau tidak memenuhi syarat Istithaah.
3. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji
untuk Sementara
a. Tidak memiliki sertifikat vaksinasi Internasional (ICV) yang sah.
b. Menderita penyakit tertentu yang berpeluang sembuh.
c. Suspek dan/atau konfirm penyakit menular yang berpotensi wabah.
d. Psikosis Akut.
e. Fraktur tungkai yang membutuhkan Immobilisasi.
f. Fraktur tulang belakang tanpa komplikasi neurologis.
g. Hamil yang diprediksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan
kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu.
4. Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji

a. Kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa


b. Gangguan jiwa berat
c. Jemaah dengan penyakit yang sulit diharapkan
kesembuhannya
Kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa:
a. Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) derajat IV.
b. Gagal Jantung Stadium IV.
c. Chronic Kidney Disease Stadium IV dengan peritoneal.
dialysis/hemodialisis reguler.
d. AIDS stadium IV dengan infeksi oportunistik.
e. Stroke Haemorhagic luas;
Gangguan jiwa berat antara lain:
a.skizofrenia berat
b.dimensia berat
c.retardasi mental berat;

Jemaah dengan penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya, antara


lain:
a.keganasan stadium akhir,
b.Tuberculosis Totaly Drugs Resistance (TDR)
c.sirosis atau hepatoma decompensata.
Jenis pembinaan No Kegiatan Pelaksana Tempat

1. Konseling • Puskesmas Puskesmas / RS / Klinik Mandiri / Asrama Haji


• Rumah Sakit
• Dokter Praktik Mandiri
• PPIH Embarkasi
2. Latihan Kebugaran • Puskesmas Puskesmas atau tempat lain yang telah
• Organisasi Masyarakat disepakati
3. Pemanfaatan kegiatan • Puskesmas Tempat yang disepakati
berbasis masyarakat, contoh: • Masyarakat
Pembimbingan
Posbindu
PEMBINAAN Kesehatan Haji
4. Kunjungan Rumah • Puskesmas Rumah Jemaah Haji
KESEHATAN HAJI
DI MASA 5. Bimbingan Manasik • Kementerian Agama Tempat yang disepakati
KEBERANGKATAN • Puskesmas
• Organisasi Masyarakat
6. Pembinaan Terpadu • Kementerian Agama Tempat yang disepakati
• Puskesmas
• Organisasi Masyarakat
Penyuluhan 1. Penyuluhan • Puskesmas • Puskesmas atau
Kesehatan Haji • Organisasi Masyarakat • tempat lain yang telah disepakati
• PPIH Embarkasi • Asrama haji
3. Pemanfaatan media massa • Pemerintah Tempat yang disepakati
• Organisasi Masyarakat
• PPIH Embarkasi
PEMERIKSAAN KESEHATAN TAHAP KETIGA
(PENETAPAN KELAIKAN KESEHATAN)

1. Dilaksanakan oleh PPIH Embarkasi Bidang Kesehatan di embarkasi pada


saat Jemaah Haji menjelang pemberangkatan.
2. Dilakukan dilakukan untuk menetapkan status kesehatan Jemaah Haji
laik atau tidak laik terbang.
3. Jemaah Haji yang ditetapkan tidak laik terbang merupakan Jemaah Haji
dengan kondisi yang tidak memenuhi standar keselamatan
penerbangan internasional dan/atau peraturan kesehatan
International.

20
Permenkes
No. 15 Tahun
2016 Tentang
Istithaah
Kesehatan
Jamaah Haji
Permenkes
No. 15 Tahun
2016 Tentang
Istithaah
Kesehatan
Jamaah Haji
Permenkes
No. 15 Tahun
2016 Tentang
Istithaah
Kesehatan
Jamaah Haji