Você está na página 1de 54

PERSEPEKTIF & MASALAH ANAK

BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak ABK?
Individu2 yang mempunyai karakteristik yang
berbeda dari invidu lainnya yg dipandang normal
oleh masyarakat.
(Haward, 2003) ABK sebagai anak dengan
karakteristik khusus yg berbeda dg anak pada
umumnya tanpa menunjukkan pada
ketidakmampuan mental, emosi,fisik.
Anak ABK ?
ABK secara fisik, psikologis, kognitif atau sosial
terlambat dalam mencapai kebutuhan dan
potensinya secara maksimal.
Penyimpangan yang menyebabkan ABK berbeda
terletak pada perbedaan mental, kemampuan
sensori, fisk dan neuromuskuler, perilaku sosial
dan emosional, kemampuan berkomunikasi
maupunkombinasi.
Istilah LainABK

 Impaiment: suatu kondisi dimana individu


mengalami abnormalitas atau kehilangan
psikologi, fisiologi atau fungsi struktur anatomi
secara umum pada tingkat organ
Contohnya: Anak yg mengalami amputasi satu kaki
 Disability: keadaan yg menyebabkan anak menjadi
“kurang mampu”melakukan kegiatan ADL karena
kecacatan organ
Istilah lain ABK

• Handicap: seorang individu tidak mampu


dalam bersosialisasi dan berinteraksi
dengan lingkungan karena kelainan dan
berkurangnya fungsi organ
Misalnya: anak yang di amputasi kaki
KLASIFIKASI ANAK
BERKEBUTUHAN KHUSUS
Apakah yang dimaksud denganABK
(exceptional children) ?

a. Berkaitan dengan konsep/istilahdisability


=keterbatasan
b. Bersinggungandengan tumbuh kembang
normal--abnormal, tumbuh kembang
abnormal :penundaan, tidak
muncul/absen, menyimpang
c. Pemahamantehadap konteks (biologis,
psiko,sosio-kultural)
Beberapa Jenis Disabilitas/Gangguan:

a. Fisik(mis.:blind/low vision,deaf/hard of hearing, atau physical


disabilities)
b. Retardasimental
c. Gangguan perkembangan pervasif : autisme
d. Gangguanbelajar
e. Gangguankomunikasi
f. Gangguan pemusatanperhatian/ADHD
g. Gangguan perilaku & emosi
Autism Spectrum Disorders
What isAutism?

• Kecacatanperkembanganyang biasanyamuncul
selamatigatahunpertamakehidupan.
• Hasilgangguanneurologisyang mempengaruhifungsi
otak, autismedanperilakuasosiasinyaterjadipadakira-
kira15 darisetiap10.000 individu.
• Berbagaigangguanneurodevelopmental yang
kompleks.
Autism Spectrum Disorders
(ASD)
• Gangguanditandaiolehgangguansosial, kesulitan
komunikasi, danpolaperilakuyang terbatas, berulang,
danstereotip.

(National Institute of Neurological Disorders and Stroke, 2012)


DSM-IV Definition of Autism
(MI definition)

Impairment in
Socialization

Restricted & Impairment in


Repetitive Communication
Behavior START - 2011
Autism Spectrum Disorders
PDD-NOS Autistic Disorder Asperger’s
Impairedsocial Impaired social Disorder
interaction interaction Impairedsocial
or and interaction and
Impaired Impaired Normal
communication communication/
communication
language
development.*
and
or and Restricted repetitive
Restricted repetitive and Restricted repetitive and and stereotyped
stereotyped patterns or stereotyped patterns or patterns or behaviors,
behaviors,
* interests and behaviors, interests and interests and activities.
activities.
activities.
Neurobiological/Neurodevelopmental
disorder that impacts:
• Processing

• Attention and shifting

• Basic social behaviors

• Interaction with the environment

• Learning
Lord, 2010
Triad of ASD
DSM-5 Criteria:
Social Communication

 Defisityang terus-menerusdalamkomunikasisosialdan
interaksisosiallintaskonteks, tidakdiperhitungkanoleh
penundaanperkembanganumum, yang ditunjukkanoleh
semuahalberikut:
 Defisitdalamhubungantimbalbaliksosial-emosional
 Defisitdalamperilakukomunikatifnonverbal
 Defisitdalammengembangkandanmemelihara
hubunganyang sesuaidengantingkatperkembangan
DSM-5 Criteria:
Restricted/Repetitive Behaviors

 Pola, perilaku, minat, aktivitasyang dibatasi, berulangseperti


yang ditunjukkanolehsekurang-kurangnya2 halberikut:
 Ucapanstereotipatauberulang, gerakanmotor, atau
penggunaanbenda
 Ketaatanyang berlebihanterhadaprutinitas
 Sangatdibatasi, kepentinganterpotongyang tidak
normal
 Intensitasataufocus
 Hiperaktifatauhipo-reaktifterhadapmasukansensoris
ataukepentingansensorikyang tidakbiasa
DSM-5 Criteria

 Gejala harus ada pada anak usia dini.


 Gejala bersama membatasi dan mengganggu
fungsi sehari-hari.
What Else Can Look Like ASD?

 Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) plus


anxiety
 Nonverbal learning disability
 Obsessivecompulsivedisorder
 Anxiety plus language delay (with/without sensory issues)
 Cognitive delay plus anxiety
Diagnostic Stability

Kemungkinan diagnosis stabiltinggi


 Jika didiagnosis autis padausia2 tahundengan standar
 tesolehdokterberpengalaman
Jikadidiagnosis dengan PDD-NOS padausia2 tahun, pergeseran diagnostik
lebih mungkinterjadi, namun tetaptidakumum
 > 10% bergeser dariPDD-NOS keluar spektrum
 30% mempertahankan diagnosis PDD-NOS pada usia9 tahun
 Sebagian besar perubahan terjadiantarausia2 dan5 tahun
 Kita mungkin melihat lebih banyak-pergeseran 'daripada yang dilaporkan
dalam penelitian ini
Epidemiology
Etiology

 Tidak diketahui
Awalnya digambarkan sebagai kelainan ibuparenting / -
refrigerator mothers‖
 Kelainan neurologis
 Interaksigen / lingkungan
 Peran sistemlain
 Imun
 Gastrointestinal (GI)
Genetics

 Faktorgenetikyang kompleksnamunkuatmempengaruhi
 Buktiterkuatdaripenelitiankembardengan60% kembar
monozigotsesuaidengansindrompenuh; 90% untuk
kelainansosialataukognitifterkait
 RisikosegalabentukPDD untuksaudaradariproband
denganautismesetinggi5%
 Kerabatdapatdipengaruhiolehkesulitanyang secara
konseptualterkaitdenganperilakuautistik(fenotipautistikyang
lebihluas)
Faktor Perinatal

• Komplikasi pranatal, perinatal dan neonatal → ditemukan


pada anak autisme.
*Perdarahan setelahtrimester pertama, adanya
meconium pada cairan amnion → fetal distress
* Penggunaan obat-obatan pada ibu yg sedang
mengandung
• Adanya komplikasi intranatal pada bayi: terlambat
menangis, gangguan pernafasan, anemia pada
janin
Model Neuroanatomi

• Berbagai kondisi neuropatologi ygdiduga dapat


mendorong timbulnya perilaku pada autism → daerah
otak anak autisme mengalami disfungsi
Hipotesis Neurochemistry

Ada beberapa jenisneurotransmiterygdiduga mempunyai


hubungan denganautisme
•Serotonin
Hiperserotonemia didaptkan pada 1/3dari anak autistik →
Hiperserotonemia → suatutanda adanya kecenderungan
neurochemical pada autisme
•Dopamin
Hiperdopaminergik dari SSP→ hiperaktivitas danstereotipi pada
anak autisme
Hipotesis Neurochemistry

Opioida endogen
• Teori opiat tentang autisme → Individu autistik
memproduksi enkephalin & endorphin dalam
jumlah banyak → didasarkan adanya kesamaan
perilaku antara anak autistik dg ketergantungan
opiat saat tjd intoksikasi opiat (Social withdrawal,
tidak sensitif thd rasa sakit) dan opiat withdrawal
(hiperensitivitas thd stimuli, afek ygcemas, mood yg
labil)
Teori Imunologi

• Adanya penurunan responsistemimun pada


beberapa anak autis
• Ditemukan antibodi beberapa Ibu thd antigen
lekosit anak mereka ygautistic → antibodi ibu
dapat langsung merusak jaringan saraf otak janin
→ autism
• Infeksi Virus (Congenital rubella, herpes simplex,
cytomegalovirus)
Kapan autisme ini bisa muncul?

•Biasanya gejala muncul sebelum usia 3tahun → ditandai


kegagalan dalam perkembangan bahsa, kegagalan dlm menjalin
hubungan dgn orang tua.
• Beberapa orang tua takut anaknya tuli → anaktidak bereaksi
jika dipanggil
•Kehilangan kemampuan berbahasa dan menarik diri dari interaksi
sosial
•Adanya suatu peristiwa besar sebelum tjd perubahan perilaku  mis:
kelahiran adik, kematian kakek/nenek atau suatu penyakit fisik
•Sewaktu bayi → anak akan terbaring dlmboxanak asyikbermain
sendiri.
Hambatan Kualitatif dalam
Interaksi Sosial

Interaksi sosial pada anak autistik dibagi dalam 3


kelompok:
1. Yang menyendiri (aloof): banyak terlihat pada anak-
anak yan menarik diri, acuh tak acuh & akan kesal jika
dilakukan pendekatan sosial serta menunjukkan
perilaku & perhatian yang terbatas/tidak hangat
2. Yang pasif: dapat menerima pendekatan sosial &
bermain dg anak lain jika pola permainannya disesuaikan
dg dirinya
3. Yang aktif tapi aneh: secara spontan akan mendekati
anak lain, namun interaksi ini sering kali tidak sesuai &
sering hanya sepihak
Screening for ASD

 AAP recommendations
– Developmental surveillance at all well child visits
• Elicit parentconcerns
– Developmental screeningat 9,18,and 30 (or 24)
month well child visits
• Usestructureddevelopmentalassessment
– Screeningfor autism at 18and 30 (or 24) month well
child visits
Hambatan sosialpada autisme berubah
sesuaidg Perkembangan Usia

• Sejak tahun pertama, anak autistik mungkintelah menunjuka adanya


gangguanpada interaksisosialygtimbal balik, mis: menolak untuk
disayang/dipeluk, tidak menyambutajakan kt akan diangkat, kurang
dapata menirupembicaraanatau gerakan badan, gagal menunjukkan
objek kepada orang lain, adanya gerakan pandangan mata yang
abnormal.
• Permainan ygtimbal balik mungkintidak akan terjadi.
• Sebagian anak autistik tampak acuhtak acuhatau tidak bereaksi
terhadap pendekatan orang tuanya, sebagianlagi tampak cemas bila
berpisah& melekat pada orangtuanya.
Hambatan sosialpada autisme berubah
sesuaidg Perkembangan Usia

• Anak autistic gagal dalam mengembangkanpermainan bersama


teman-temannya, merekalebih sukabermain sendiri.
• Keinginanuntuk menyendiriyang seringtampak pada masa anak akan
makin menghilangdenganbertambah usianya.
• Walaupun merekaberminatuntuk mengadakan hubungan dengan
teman, seringkaliterdapat hambatan karena ketidakmampuan
merekauntuk memahami aturan-aturan ygberlaku didalam interaksi
sosial.
• Kesadaransosialyg kurang → merekatidak mampu untuk
memahamiekspresiwajah orang atau mengekspresikanperasaan
anak tidak mampu beremphati kepada orang lain
Hambatan kualitatif dalam berkomunikasi
verbal/ non verbal & bermain

• Keterlambatan & abnormalitas dalam berbahasa & berbicara 


keluhan yangseringdilontarkan para ortu, sekitar 50% mengalami
hal ini.
• Bergumam yg biasanya muncul sebelum dapat mengucapkan kata-
kata mungkin tidak nampak pada anak autistic.
• Seringmerekatidak memahamiucapanygditujukan pada mereka.
• Biasanya mereka tidak menunjuk atau memakai gerakan tubuh
untuk menyampaikan keinginanya, tetapi dg mengambil tangan
orang tuanya/orang lain untuk dipakai mengambil objek yg
dimaksud.
• Mereka mengalami kesukaran dalam memahami
arti kata-kata & juga kesukaran menggunakan
bahasa dalam konteks yg benar.
• Bahwa satu kata mempunyai banyak arti
mungkin sulit untuk dapat dimengerti oleh
mereka.
• Anak autistik sering mengulang kata-kata yg
baru saja mereka dengar atau yg pernah ia
dengar sebelumnya tanpa maksud untuk
berkomunikasi.
• Bila bertanya sering menggunakan kata ganti
orang dg terbalik, “saya” jadi “kamu”.
• Mereka sering berbicara pada diri sendiri &
mengulang potongan kata atau lagu dari iklan
televisi & mengucapkannya di muka orla dalam
suasana yg tidak sesuai
• Penggunaan kata-kata yg “aneh” atau dalam arti
“kiasan” seperti seorang anak berkata “sepuluh”
setiap kali melihat kereta api.
• Anak autistik akan mengalami kesukaran dalam
berkomunikasi walaupun bisa berbicara baik →
tidak tahu giliran berbicara, memilih topik
pembicaraan atau melihat kawan bicara.
• Mereka akan mengulang2 pertanyaan, berbicara
ttg topik yg disukai.
• Biacaranya monoton, kaku dan menjemukan.
• Mereka sukar mengatur volume suaranya.
• Kesukaran mengekspresikan perasaan.
• Komunikasi non verbal juga mengalami gangguan
→ jarang menggunakan bahsa non verbal
• Abnormalitas dalam bermain, seperti streotipi, diulang
ulang dan tridak kreatif.
• Aktifitas dan minat terbatas.
• Anak autistik menolak adanya perubahan lingkungan &
rutinitas baru. Mispeerubahan route jalan, piring yg biasa
dia apakahdiganti, mainan baru ditolaknya.
• Anak autistik juga seringmemaksaortu untuk
mengulangsuatu kata.
• Minat terbats dan sering diulang-ulang. Mis memutar
mutar botol, mengingat-ingat route kereta api.
• Mereka sulit dipisahkan dari suatu benda yg tidak lazim
ataumenolak meninggal rumah tanpa benda2 tertentu.
• Streotipi tampak pada hampir semua anak autistik
termasuk naik turun tangga, memainkan jari2nya
didepan mata, menggoyang-goyangkan tubuh
atau menyeringai.
• Mereka juga menyukai mainan/objek yg berputar.
• Hampir 75-80 %anak autistik mengalami retardasi
mental Ada sebagian lagi mempunyai daya ingat yg
sangat baik
50 % dari idiot sarvants → anak RM
menunjukkan kemampuan luar biasa
Gangguan Perilaku Motorik

• Kebanyakan anak autistik menunjukkan adanya streotipi,


seperti bertepuk-tepuk tangan, menggoyang-goyangkan
tubuh.
• Hiperaktivitas tjd pada anak prasekolah juga hipoaktivitas
• Adanya gangguan pemusatan perhatian dan impulsivitas.
• Adanya koordinasi motorik terganggu, tiptou walking,
clumsiness, kesulitan belajar mengikat tali sepatu, menyikat
gigi, memotong makanan, mengancing baju
Reaksi abnormal terhadap
rangsangan indera

• Beberapa anak autistik menunjukkan hipersensitivitas thd suara


(hiperakusis), menutup telinga bila mendengar suarayaang keras.
• Anak yglain lebih tertarik dg suarajam tangan atau remasan kertas.
• Sinar ygterang termasuklampu sorot di ruang praktek dr gigi
membuatnyategang atau sebaliknya.
• Anak autistik juga sensitifthd sentuhan, memakai baju dari serat yang
kasar, misbaju wol, label ygmasihmenempel→ bisamembuat
merekamnjd tempertantrum.
• Anak bisa tidak peka terhadap rasa sakit dan tidak
menangis saat mengalami luka parah
Gangguan Tidur & Makan

• Terbaliknya pola tidur, terbangun tengah


malam
• Adanya keenggenan untuk makan
makanan tertentu karena tidak
menyuikai tekstur atau baunya, menolak
makanan baru.
Gangguan Afek & mood

• Beberapa anak menunjukkan perubahan mood yg tiba-


tiba, mis menangis atau tertawa scr tiba-tiba, rasa takut
yg tdk semestinya.
• Cemas perpisahan yg berat
• Depresi berat
• Perilaku yang membahayakandiri sendiridan agresivitasmelawan
orang lain.
• Ada kemungkinan anak menggigittangan/jari sendiri.
• Membentur benturkan kepala, mencubitatau menarik rambut sendiri
atau memukuldiri sendiri.
• Tempertantrum, ledakan agresivitastanpa pemicu
• Gangguan kejang
Terdapat kejang epilepsi pada sekitar 10-
25%

• Kondisi fisik yang khas


Anak autistik usia2-7 tahun > pendek
dibanding anak seusianya
Screening Tools

 No validated tools for usein children under 18 months


 Level 1screeningtools for at risk or no risk children
– Checklist for Autism in Toddlers (CHAT)
– Modified Checklist for Autism in Toddlers (M-CHAT)
– Pervasive Developmental Disorders Screening Test-II
(PDDST-II)
 No recommendation for screeningschoolage
children
– Consider Social Communication Questionnaire
Diagnosis

 Comprehensive, multidisciplinary evaluation


 Autism Treatment Network Protocol
– Medical evaluation
– Psychological evaluation
– Autism Diagnostic Observation Schedule (ADOS), other
autism specific diagnostic tools
– Screening for common, related medical issues
• Sleep problems, GI problems
 DSM-IV criteria insufficient
Treatment: Getting Started

 Speech/LanguageTherapy
– Picture Exchange Communication System
– Auditory Integration Therapy
 Occupational Therapy
– SensoryIntegration
 Behavior Management
 Early Intervention/Pre-School/School-Age
Treatment:
More Intensive Approaches

 Applied BehavioralAnalysis
– Only ―evidencebased‖ intensive intervention
 Son-Rise Program
 Floor-time
 Relationship Development Intervention (RDI)
 Rapid Prompting Method (RPM)
Treatment: Teach

 Treatment and Education of Autistic and Related


Communication Handicapped Children (TEACHH)
 Statewide systemof servicesfor individuals with autism
and their families
 Increase level of skill through adapting the environment to
accommodate the characteristics of children with autism
Treatment: Medical

 Regular follow-up recommended


– Monitoring, screeningof common medicalissues
• Sleep issues,GI issues,nutritionalconcerns
– Medication management
 Medications
 Alternative medical treatments
Medications

 Target symptoms
– Anxiety
– Aggression
– Obsessive/compulsivefeatures
– ADHD features
– Sleepproblems
– Seizures
– Mood lability
– Repetitive behaviors
Medications

 Stimulants
 SSRIs
 Atypical antipsychotics
– Risperdal
 Melatonin
 Seizuremedication
Alternative Treatments

 Diet
– Gluten and casein free diet
 Vitamins
– B6, Mg, B12
– Super Nu Thera
 Yeast treatments
 Manipulation
 Secretin, intravenous immune globulin (IVIG),
steroids,antivirals, chelation
Prognosis

 Previous studies summarized:


– 10–15% with good outcomes
– 15–25% with fair outcomes
– 15–25% with pooroutcomes
– 30–50% with very poor outcomes
 Few current longitudinal studies exist
 Issuesof diagnostic ―shift,‖diagnosticstability