Você está na página 1de 17

DISUSUN OLEH:

Nurfitri (14040040)
Putri Rizky Ambajeng (14040042)
Putri Dyah Kumala (14040043)
Sagita Novianti (14040045)
Siti Fatimah (14040046)
Siti Rohmah (14040047)

SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH TANGERANG


lanjutan

Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik


Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan
pada pengguna (berbeda halnya dengan
penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik
Narkotik). Mekanismenya tidak berbeda dengan
NSAID dan COX-2 inhibitor.
Kelompok Analgetik Non Opioid
Secara kimiawi, analgetik perifer dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yakni:

Derivat P- Penghambat
Salisilat prostaglandin
Aminophenol
(NSAIDs)

Fenamat
Derivat-
pirozolinon
lanjutan

Obat-obat tersebut mampu meringankan atau


menghilangkan rasa nyeri tanpa mempengaruhi SSP atau
menurunkan kesadaran, juga tidak menimbulkan ketagihan.
Kebanyakan zat ini juga berdaya antipiretik atau antiradang.
Oleh karena itu tidak hanya digunakan sebagai obat anti
nyeri, melainkan juga pada demam (infeksi virus atau
kuman, selesma, pilek) dan peradangan seperti rematik dan
encok
Analgetik- Antipiretik
• Analgetik-antipiretik secara selektif dapat mempengaruhi hipotalamus,
menyebabkan penurunan suhu tubuh ketika demam. Mekanismenya
kemungkinan menghambat sintesis prostaglandin (PG) yang menstimulasi
SSP.
• Analgetik- antipiretik dapat menghambat sintesis PG dan brandikinin
sehingga menghambat terjadinya perangsangan reseptor nyeri.
• Obat- obat yang banyak digunakan sebagai analgetik dan antipiretik adalah
golongan salisilat dan asetaminofen (parasetamol).
Antiinflamasi
• Anti-inflamasi adalah obat atau zat-zat yang dapat mengobati peradangan
atau pembengkakan. Obat analgesik antipiretik serta Obat Anti Inflamasi
Non Steroid (OAINS) merupakan suatu kelompok obat yang heterogen,
bahkan beberapa obat sangat berbeda secara kimia.
• Antiinflamasi bekerja mengikat enzim cyclooxigenase dan lipogenase sehingga
menghambat sintesa PG dan leukotrin. Hambatan tersebut antara lain
menyebabkan stabilisasi sel meningkat, permebilitas membrane menurun
(mengurangi udema), dan nyeri berkurang.
jenis antiinflamasi
1. Golongan Kortikosteroid
Dari ke 2 golongan antiinflamasi yang sering digunakan adalah OAINS, karena
golongan steroid dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti:
• iritasi lambung
• moon face
• menekan imunitas
• tulang keropos
lanjutan

2. Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)


• OAINS diindikasikan untuk nyeri seperti pada sakit kepala,
pencabutan gigi, cedera jaringan, dan nyeri persendian. Karena
dapat menghambat sintesis PG pada daerah tertentu, OAINS juga
bermanfaat untuk nyeri karena gout (pirai), dismenore, dan
arthritis.
lanjutan

Obat golongan Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)


• Turunan asam salisilat
• Turunan 5-pirazolidindion
• Turunan asam N-antranilat
• Turunan asam arilasetat
• Turunan heteroarilasetat
• Turunan oksikam
• OAINS Non Selektif
Non selektif berarti menghambat COX1 dan COX2 sehingga dapat
menimbulkan iritasi lambung. Oleh karena itu, jika menggunakan obat
golongan ini harus diminum setelah makan dan tidak digunakan pada orang
yang menderita gastritis dan harus berhati- hati pada lansia.
Contoh obat :
Ibuprofen, Indometasin, Naproksen, Diklofenak, Asam mefenamat,
Fenilbutazon, Piroksikam, Nabumeton
• OAINS Selektif
OAINS selektif adalah yang hanya mengikat COX2 sehingga tidak
menimbulkan iritasi lambung. Contohnya adalah celecoxib,
meloxicam, dan refecoxib.
Antirheumatik Narkoanalgetika
• Rematik (Arthritis) istilah umum untuk peradangan (inflamasi)
dan pembekakan di daerah persendian.
• Terdapat lebih dari 100 macam penyakit yang mempengaruhi daerah sekitar
sendi, yang paling banyak adalah OsteoArthritis (OA), arthritis gout (pirai),
arthritis rheumatoid (AR), dan fibromialgia.
Analgetik narkotik (analgetik sentral)

Obat golongan ini hanya untuk penggunaan pada nyeri hebat (trauma hebat,
patah tulang, nyeri infark) kolik batu empedu, kolik ginjal.
Penggolongan analgesik – narkotik adalah sebagai berikut :
• alkaloid alam : morfin, codein
• derivat sintetik :fentanyl
• antagonis morfin : nalokson dan pentazocine
Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif merupakan analisis untuk melakukan identifikasi
elemen, spesies dan atau senyawa-senyawa yang ada di dalam
sampel.

Uji Uji Uji Uji


Organoleptis
Warna Nyala Kelarutan
Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif adalah analisis yang menekankan pada


aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena
sosial, bertujuan untuk mengetahui kadar suatu senyawa
dalam sampel.
Sebagian contoh analisis kuantitatif yang digunakan adalah
diazotasi dan idiometri