Você está na página 1de 25

MONITORING AKTIVITAS DEFORMASI GUNUNG MERAPI

BERDASARKAN ANALISIS DATA GPS (Global


Positioning System) PRA DAN PASCA ERUPSI 2010
MENGGUNAKAN PEMODELAN MOGI DAN YOKOYAMA
Presented by: Andi Athiyah Anshariyah
NIM. 14640024
1

INTRODUCTION
Latar Belakang
Backgrounds

Letusan dari gunung api


merupakan suatu fenomena
alam yang tidak dapat
dikendalikan oleh manusia.
Gunung api yang meletus
dapat menimbulkan
kerusakan, baik secara
materil maupun jiwa
manusia yang tinggal di
daerah sekitar gunung api.

Perlunya peningkatan kualitas dalam penanggulangan bencana letusan gunung api, yaitu dengan memantau aktivitas gunung api tersebut
secara terus-menerus.
Gunung dalam perspektif Al-Quran

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah an-Naml ayat 88:

َ ُ‫ير ِب َما ت َ ْفعَل‬


‫ون‬ َ ‫ّللا الَّ ِذي أَتْقَ َن ُك َّل‬
ٌ ‫ش ْي ٍء ِإنَّهُ َخ ِب‬ ِ َّ ‫ص ْن َع‬
ُ ‫ب‬ َّ ‫ي ت َ ُم ُّر َم َّر ال‬
ِ ‫س َحا‬ ‫ه‬
ِ
َ َ ‫و‬ ً ‫ة‬ ‫د‬
َ ‫ام‬
ِ ‫ج‬
َ ‫ا‬ ‫ه‬
َ ُ ‫ب‬‫س‬َ ‫ح‬
ْ َ ‫ت‬ ‫ل‬
َ ‫ا‬َ ‫ب‬‫ج‬ِ ْ
‫ال‬ ‫َوت َ َرى‬
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya,
padahal ia berjalan sebagai jalannya awan....” (Q.S. an-Naml [27]: 88).
Penelitian Terdahulu
Latest Research

Sebelumnya telah dilakukan penelitian mengenai estimasi sumber tekanan dan volume suplai
magma Gunung Merapi berdasarkan data tiltmeter periode 2011-2012 oleh Kusumastusi (2014).
Pada penelitian tersebut diperoleh lokasi sumber tekanan penyebab deformasi berada pada
kedalaman 2155 meter di bawah puncak Merapi berjarak 120 meter ke timur dari puncak Merapi.
Hasil deformasi tiltmeter periode 2011-2012 di Gunung Merapi menunjukkan adanya proses inflasi
dengan volume suplai magma sebesar 16 juta m3.
Rumusan Masalah
Formulation of the Problem

Bagaimana deformasi permukaan Gunung Merapi sebelum dan sesudah terjadinya erupsi
tahun 2010?

Dimana posisi sumber tekanan magma Gunung Merapi sebelum dan sesudah terjadinya
erupsi tahun 2010?

Berapa besar volume kantung Magma Gunung Merapi sebelum dan sesudah erupsi tahun
2010?
Tujuan
The aims

Untuk mengetahui deformasi yang terjadi di permukaan Gunung Merapi sebelum dan
sesudah terjadinya erupsi tahun 2010.

Untuk mengetahui posisi sumber tekanan Gunung Merapi sebelum dan sesudah terjadinya
erupsi tahun 2010.

Untuk mengetahui besarnya volume kantung Magma Gunung Merapi sebelum dan sesudah
erupsi tahun 2010.
Manfaat Penelitian
Objective of the Research

Bagi Penulis
Manfaat yang dapat penulis ambil dari penelitian ini yaitu dapat menambah ilmu pengetahuan tentang deformasi gunungapi
dalam kegiatan praktik kerja atau tugas akhir di BPPTKG Yogyakarta. Penulis juga mendapatkan ilmu baru dalam bidang
vulkanologi yang dapat diterapkan baik di dalam perkuliahan maupun di luar perkuliahan.

Bagi Pembaca
Manfaat yang dapat diambil bagi pembaca diantaranya dapat menjadikan pembelajaran, tambahan informasi dan
pengetahuan atas hasil penelitian yang telah didapatkan. Hasil yang telah didapatkan juga dapat disempurnakan atau
dilakukan penelitian lebih lanjut oleh pembaca apabila terdapat kekurangan pada hasil penelitian.

Bagi Lembaga
Adapun manfaat bagi pembaca diantaranya hasil penelitian yang telah dilakukan dalam praktik kerja lapangan ini dapat
dijadikan sebagai kepustakaan tambahan serta kajian lebih lanjut bagi mahasiswa dan akademisi lainnya.
1 2 3
Data yang digunakan adalah data GPS Penentuan lokasi sumber tekanan magma Penentuan besarnya volume suplai magma
(Global Positioning System) tahun 2009- Gunung Merapi menggunakan pemodelan Gunung Merapi menggunakan pemodelan
2011 dari Stasiun BPPTKG, DELS, GRWH, Yokoyama dan Mogi. Mogi.
dan KLAT.
2

THEORIES
Gunung Merapi
Merapi Volcano

Gunung Merapi di Jawa Tengah merupakan gunungapi paling aktif di


Indonesia. Letak geografisnya 7o 32.5’ LS, 110o 26.5’ BT dengan
ketinggian 2953,244 m. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api
yang paling aktif di Indonesia atau dapat dikatakan tidak pernah tidur atau
berstirahat. Dalam aktivitasnya, gunung merapi sering berpotensi
membahayakan lingkungan sekitar termasuk makhluk hidup di sekitar
Gunung Merapi (Bemmelen, 1949).
Deformasi Gunungapi
Volcano Deformation

Deformasi gunung api adalah perubahan bentuk gunung api biasanya dalam dimensi mikron sampai dengan meter. Deformasi
gunung api terjadi karena aktivitas vulkanik berupa pergerakan magma di bawah permukaan yang berpengaruh pada
perubahan tekanan pada kantong magma. Akibatnya volume permukaan juga berubah sehingga menyebabkan tubuh gunung
api berubah. Pada prinsipnya deformasi dari tubuh gunung api dapat berupa kenaikan permukaan tanah (inflasi) ataupun
penurunan permukaan tanah (deflasi)
Metode Pemantauan Deformasi Gunungapi
Methods to monitor the volcanoes’ deformation
Metode Penentuan
deformasi gunungapi

EDM GPS Tiltmeter

1. Tiltmeter merupakan suatu alat yang dapat mengukur kemiringan lereng (Slope) hingga ketelitian 10-5 derajat.

2. EDM (Electronic Distance Measurment) merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengetahui perkembangan jarak dari puncak
gunung api ke pos pengamatan.

3. GPS (Global Positioning System) merupakan alat pemantau yang berfungsi mengetahui koordinat dan elevasi dari suatu gunung api
Metode GPS
(Global
Positioning GPS adalah sistem satelit navigasi dan penentuan

System)
posisi yang berbasiskan pada pengamatan satelit-satelit
Global Positioning System [Abidin, 2000; Hofmann-
Wellenhof et al., 1997]. Prinsip pemantauan ground
deformation pada tubuh gunungapi dengan survei GPS
yaitu dengan cara menempatkan beberapa titik di
beberapa lokasi yang dipilih, ditentukan koordinatnya
secara teliti dengan menggunakan metode survei GPS.
1 − 𝑣 𝛼 3 ∆𝑃 𝑟

Pemodelan
𝑈𝑟 = 3ൗ
𝐺 𝑓2 + 𝑟2 2

1 − 𝑣 𝑎3 ∆𝑃 𝑓
Mogi 𝑈𝑧 =
𝐺 𝑓2 + 𝑟2
3ൗ
2

𝑈𝑟 : Perubahan Horizontal (Horizontal Diplacement)


𝑈𝑧 : Perubahan Vertikal (Vertical Diplacement)
Δ𝑃 : Tekanan hidrostatik
G : Rigiditas medium
𝛼 : Jari-jari bola pusat tekanan
f : Kedalaman sumber tekanan
r : Jarak antara stasiun pemantauan terhadap crater
v : Rasio poisson
Penentuan
Volume Suplai
Magma Perubahan volume gunungapi yang terjadi akibat deformasi
Δ𝑉 dapat diperkirakan berdasarkan persamaan berikut ini:
5ൗ
𝑓2 +𝑟 2 2𝛿
∆𝑉𝐼𝑛𝑗𝑒𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 = 4𝜋
9𝑓𝑟
Δ𝑉 : Perubahan volume (m3)
Δ𝑉𝑖𝑛𝑗 : Anomali pasokan volume magma (m3)
𝛿 : Pergeseran rata-rata
Pemodelan
Yokoyama
3

METHODS
Waktu dan Tempat
Jenis Penelitian
Penelitian
Penelitian yang telah dilakukan bersifat eksperimental pada
penentuan deformasi gunung merapi menggunakan data GPS Penelitian ini dilakukan di kantor PVMBG – BPPTKG (Pusat
(Global Positioning System). Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – Balai
Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan
Geologi, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, selama satu bulan
yaitu tanggal 05 Maret 2018 sampai 6 April 2018.
Tahapan Penelitian
Data Processing

Data GPS Penggabungan Data Pengolahan Data Pemodelan

Pengiriman data GPSyang Penggabungan data RINEX Pengolahan data menggunakan Pemodelan yang digunakan
terpasang di beberapa stasiun menggunakan software TEQC software Matlab, GAMIT, adalah pemodelan Mogi dan
menggunakan sistem telemetri (Translation, Editing, and Quality GLOBK, dan MS Excel Yokoyama yang dibuat
online yang dikirim Check) menggunakan software Surfer
menggunakan gelombang radio dan Paint.
ke kantor pusat BPPTKG
Alat dan Bahan Penelitian

PC / Laptop Alat untuk mengolah keseluruhan data

Data GPS Data yang menunjukkan deformasi gunung merapi yang terjadi

Software TEQC Software untuk menggabungkan data RINEX

Software untuk melakukan perhitungan 3D gunung (dengan output berupa koordinat


Software GLOBK/GAMIT stasiun rata rata)

Software MS-Excel/MATLAB Software untuk memfilter data kotor dengan beberapa iterasi
Diagram Alir
Flowchart
Pertama, dilakukan proses pengumpulan data baik

1 primer maupun sekunder, dimana tahap ini digunakan


untuk mempersiapkan data yang akan diolah. Data
RINEX GPS yang diperoleh berupa data pengamatan
setiap jam, untuk mendapatkan data RINEX dalam satu
hari maka dilakukan penggabungan dengan software
TEQC.
2 Kedua, melakukan pengolahan menggunakan software
GAMIT & GLOBK. Langkah awalnya adalah melakukan
pembuatan direktori kerja untuk menyimpan data RINEX GPS
serta file control. Kemudian lakukan editing dari file control.

3 Ketiga, dilakukan prediksi sumber tekanan menggunakan


Model Yokoyama. Prediksi dilakukan dengan membandingkan
nilai pergeseran horisontal observasi dengan nilai pergeseran
model. Prediksi dilakukan dengan iterasi dengan program
menggunakan MATLAB.
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH