Você está na página 1de 27

INFEKSI JAMUR

Jamur yg menyebabkan penyakit pd manusia antara lain


Dermatofit (dermatophyte, bahasa yunani artinya tumbuhan
kulit ) dan jamur serupa ragi Candida Albicans, yg
menyebabkan tjdnya infeksi jamur superficial kulit, rambut,
kuku, dan selaput lendir. Jamur sering mengenai manusia
(antropofilik) dan bs jg mengenai hewan (zoofilik).
Jamur dermatofit dinamai sesuai dengan genusnya (
Microsparum, Trichophyton, dan Epidermophyton ) dan
spesiesnya ( M.canis, T.rubrum). Utk membedakan dilakukan
kultur. Infeksi jamur menyebabkan muncul ringworm ttn

•TINEA PEDIS ( ATHLETE’S FOOT)


Mrpkan penyakit infeksi dermatofit yg sering tjd. Tdp rasa
gatal pd daerah sela-sela jari kaki yg berskuama. Infeksi ini
menyebar luas ke telapak dan bagian samping kaki ( disebut
jg dgn moccasin tinea pedis, krn mirip dgn sepatu klit yg
lunak)
2. TINEA KRURIS
Lebih sering pd laki-laki drpd wanita. Btk eritematosa yg
berskuama pelan-pean menjalar ke bawah paha bagian dalam
dan meluas ke arah belakang ke daerah perineum dan pantat.

3. TINEA KORPORIS
Tinea pd tubuh scr khas mpy bag tepi yg meradang dan bag
tengah bersih.

4. TINEA MANUM
Ringworm pd tangan biasanya unilateral. Pd telapak tangan
gambarannya berupa lesi eritematosa dgn skuama, merembet
ke punggung tangan.
TINEA PEDIS TINEA KRURIS
TINEA KORPORIS

TINEA PD PUNGGUNG TANGAN


5. TINEA KAPITIS
Terutama menyerang pd anak-anak, dan jarang pd dewasa.
Plg besar disebabkan oleh infeksi M. Canis ( di Inggris)
biasanya di kucing, Trichophyton tonsurans (di Amerika dan
Inggris), Trichophyton violaceum (di daratan India, Asia, dan
Inggris ). Kulit kepala yg terkena mjd berskuama, rambut
mudah putus, dan sebagian kasus tampak nyata peradangan.
Pada kasus yg hebat disertai pembentukan pustula.

6. KERION
Kerion bhs Yunani artinya “sarang lebah”. Ini mrpkan dampak
dr tinea kapitis yg hebat. Dimana tjd pustula dan abses.
TINEA KAPITIS KERION
PENGOBATAN INFEKSI JAMUR
Obat topikal utk lesi yg ringan bs menggunakan mikonazol,
klotrimazol, ekonazol, sulkonazol, dan terbinafin. Utk lesi yg
luas obat topikal tdk bs digunakan. Bs menggunakan obat
oral spt griseofulvin, terbinafin itrakonazol.

INFEKSI CANDIDA
Kandidiasis (moniliasis, “thrush”) adh istilah infeksi kulit dan
selaput lendir yg disebabkan oleh jamur serupa ragi dari
genus candida. Yg tersering adh “candida albicans”. Utk
mendeteksi bs dilakukan kultur dgn mengambil smple dari
daerah yg terkena.
1.KEILITIS ANGULAR (PERLECHE)
Adh proses peradangan yg tdp pd sudut mulut. Faktor2
penyebabnya adh candida bisa jg krn stafilokokus. Terbentuk
lipatan-lipatan yg menonjol di sudut mulut. Pengobatan scr
topikal bs menggunakan nistatin atau antijamur imunodazol
spt mikonazol. Bila ditemukan stafilokokus bs menggunakan
asam fusidat topikal.

2. PARONIKIA KRONIS
Mrpkan proses peradangan pd lipatan kuku proksimal da
matriks kuku. Tjd paronikia kronis krn tdk ada kutikula shg
candida, atau antigen yg lain sangat mudah masuk ke kuku.
Pengobatan bs dgn anjuran menggunakan sarung tangan /
handspoon pd saat bekerja. Pemakaian obat anti-Candida
topikal, misal dgn imidazol.
KEILITIS ANGULAR

PERONIKIA KRONIS
3. PITIRIASIS VERSIKOLOR
Terutama pd orang dewasa. Dan disebabkan oleh
Malassezia. Pada kulit yg terang lesi berupa makula cokelat
muda dgn skuama halus di permukaan terutama di badan
dan lengan. Penampakan yg khas berupa bercak-bercak
hipopigmentasi. Penyakit ini cenderung kambuh, shg
pengobatan harus diulangi. Daerah hipopigmentasi perlu
waktu yg lama utk repigmentasi.
INFEKSI EKTOPARASIT
1. SKABIES ( bhs latin : Scabies, keropeng, kudis, gatal )
ETIOLOGI disebabkan oleh tungau kecil berkaki delapan (
Sarcoptes Scabei ), dan didapatkan melalui kontak fisik yg
erat dgn orang lain ygmenderita penyakit ini. Semua
kelompok umur bs terkena. Pd umumnya mengenai anak-
anak dan dewasa muda. Sering pd usia lanjut, biasanya di
lingkungan rumah jompo. Kontak sesaat tidak cukup utk
menimbulkan penularan.
PERJALANAN PENYAKIT skabies pd mulanya tungau betina
membuat liang di epidermis. Dan meletakkan telurnya di
dlm liang tsb sth itu meninggalkannya. Tungau jantang hy
bertugas mengawini kmd mati. Mulanya HOSPES tdk
sadar adanya aktivitas galian terowongan epidermis. Sth 4-
6 minggu timbul reaksi hipersensitivitas yaitu rasa gatal.
TANDA DAN GEJALA
Pasien mengeluh gatal terutama di malam hari. Terdapat dua
tipe utama lesi kulit pd skabies yaitu terowongan dan ruam.
Terowongan ditemukan terutama di kaki dan tangan, bagian
samping jari tangan dan kaki, sela-sela jari, pergelangan
tangan dan punggung tangan.
Ruam skabias berupa berupa erupsi papula kecil yg
meradang, yg terutama terdapat di sekitar axilla, umbilikus
dan paha.
Kecuali reaksi primer bs jg didapatkan reaksi sekunder yaitu
berupa eksoriasi, eksematisasi,dn infeksi bakteri sekunder
yg disebabkan oleh streptokokus nefrogenik.

CARA DIAGNOSIS : terowongan dikerok dgn skalpel tumpul,


hasil kerokan diletakkan di kaca pembesar di tetesi dgn
kalium hidroksida 10 % akn ditemukan tungau, telur atau
cangkang telur.
TEKNIK LAIN : dengan teknik “WINKLE-PICKER”. Bila tdp
vesikel pd ujung terowongan dibuka dgn jarum, ujung
jarum dgn hati-hati digerakan berputar dlm vesikel tsb shg
sering sekali tungau bs terangkat.
PENGOBATAN, skabies diobatai dgn obat-obatan sbb :
1. Melation 0,5 %
dioleskan dan bilas sth 24 jam
2. Krim Permetrin 5 %
Bilas ssdh 8-12 jam
Melation dan Krim Permetrin sangat efektif. Lakukan
pengobatan kedua pd 7 hari sesudahnya
3. Emulsi benzil benzoat ( berupa skabisida )
pengobatan dilakukan 3 kali dlm wkt 24 jam. oleskan mulai
sore hari dn bilas di sore hari kedua.
Jika masih merasa gatal berikan obat antigatal topikal seperti
krim Eurax-Hydrocortisone 0,25 %. Oleskan pd tempat-
tempat yg merasa gatal.
PENGOBATAN PADA BAYI
Melation 0,5% tdk dianjurkan utk bayi berusia kurang dr 6
bulan. Permetrin 5% tidak dianjurkan utk bayi berusia
kurang dari 2 bulan.

TEROWONGAN RUAM
2. SKABIES BERKRUSTA ( SKABIES NORWEGIA )
Mrpkan tipe skabies yg jarang, berupa lesi-lesi kulit berkrusta
yg banyak bahkan jutaan tungau. Pertama kali ditemukan
pd pasien-pasien lepara di Norwegia. Pasien tdk dpt
merasakan gatal krn ada perubahan neurologis sensoris (
krn byk tjd pd pasien lepra, pd penyakit imunosupresi spt
AIDS, pengobatan steroid sistemik, transplantasi organ,
penderita down syndrome ).
GAMBARAN KLINIS, tangan dan kaki biasanya ditutupi
krusta yg tebal dan retak-retak.tempat yg lain kepala dan
leher. Kuku akan sangat tebal.
PENGOBATAN, pasien sebaiknya diisolasi dan para medis
sebaiknya memakai jubah dan sarung tangan. Skabies
berkrusta sering sukar diobatai dgn obat topikal.
Memerlukan beberapa kali pegolesan skabisida kesleruh
tubuh, termasuk kepala dan leher.
Obat yg efektif INVERMEKSTIN ORAL (MEKTIZAN) yg
diberikan dlm bentuk dosis tunggal 200 mg per kg berat
badan. Jika dosis lebih tinggi berikan 2 kali pengobatan
dgn interval 7 hari terutama pada pasien imunosuresi. Bisa
menggunakan kombinasi obat Ivermektin dan skabisida
topikal.

SKABIES BERKRUSTA
PEDIKULOSIS
Kutu kepala tinggal di kulit kepala dan menghisap darah.
Panjang kutu kepala 2-4 mm. Penderita memperoleh kutu
kepala akibat kontak dgn kepala lainnya yg sdh terinfeksi.
Kutu betina meletakkan telur yang dilkatkan di batang
rambut. Telur berwarna spt lemak dan sukar dilihat, tetapi
begitu menetas ( kurang lebih 10 hari), maka telur-telur yg
sdh kosong akan mdh dilihat.
GAMBARAN KLINIS, rasa gatal mrpkan gejala utama. Kutu
kepala lbh byk di oksipital kulit kepala dan di atas telinga.
Impetigo dpt tjd akibat inokulasi stafilokokus ke dlm kulit
kepala sewaktu menggaruk.
PENGOBATAN, dapat menggunakan obat-obatan spt
melation, karbaril, piretroid sintetik, permetrin, fenotrin.
Diulang 7-10 hari
KUTU KEPALA
TELUR KUTU KEPALA DAN
CANGKANG TELUR
URTIKARIA PAPULAR
Sering dianggap sbg lebam-lebam hangat oleh pasien.
Urtikaria papular mrpkan respon khas thd gigitan sejumlah
Arthropoda, misalnya lalat, nyamuk, tungau binatang,
tungau tick ( tungau Ixodid / tungau keras ), kutu, dan kutu
busuk ( Cimex Lecturalis ). Lesi berupa papula-papula
urtikaria kecil biasanya berbentuk kelompok dan ditutupi
oleh vesikel-vesikel kecil. Gatal dan cepat sekali tjd
eksoriasi. Lesi ini mrpkan respon hipersensitivitas thd
antigen pd air liur arthropoda.

Penyebab kutu, biasanya pada kutu binatang spt pd kucing


dan anjing. Kutu dapat lepas dari binatang dan melekat
pada sofa, karpet, sprei. Untuk itu isi rumah perlu
disemprotkan insektisida permetrin dan metopren
Permetrin membunuh kutu dewasa, sedangkan metropen
menghambat metamorfosis larva kutu menjadi dewasa.

KUTU BUSUK / CIMEX LECTURALIUS, kutu tsb tinggal d


papan –papan dinding yg busuk dan muncul 1 jam atau
lebih sebelum fajar utk mencari makan pada orang yg
sedang tertidur. Kutu busuk menghisap darah tetapi tdk
menimbulkan rs sakit. Tetapi reaksi gigitan kutu
menimbulkan urtikaria papular yg berbentuk lesi bula. Kutu
ini panjang 5-6 mm, berwarna coklat tua, dan dpt bergerak
cepat.

TUNGAU TICK / IXODID, ditemukan sangat umum di daerah


hutan. Tungau ini memakan darah dan selama makan
bagian mulut tngau yg berduri mencengkeram erat kulit
hospes dgn menggunakan bahan semen yaitu protein.
Bila tungau ditari dengan kasar dari kulit maka bagian mulut
bisa tertinggal di in situ dan akan mencetuskan reaksi
benda asing.
Tungau ixodid mrpkan vektor penyakit LYME, yg disebabkan
oleh SPIROCHAETA BORELLIA BURGDORFERI,
menyerang kulit, sendi-sendi, sususnan saraf pusat dan
jantung. Dapat diobatai dgn benzilpenisilin, amoksisilin
dan tetrasiklin.
URTIKARIA PAPULAR
PSORIASIS
Proses patologis penyakit ini merupakan gabungan dari
hiperproloferasi epidermis dan akumulasi sel-sel radang.
Gambaran klinis adanya plak psoriasis secara skematik.
GAMBARAN UTAMA : epidermis menjadi menebal
(akantosis), tidak terdapat stratum granulosum, retensi
nukleus pd stratum korneum (mikroabses), pelebaran
pembuluh kapiler bagian atas.
POLA-POLA KLINIS: plak klasik, psoriasis kuku, Gutata,
fleksura, Brittle ( mudah pecah / rapuh ).
Psoriasis plak klasik

Psoriasis gutata
Psoriasis kuku
Psoriasis fleksura
Psoriasis Brittle
Psoriasis Pustular akut Psoriasis palmo plantar kronis
OBAT-OBAT UNTUK MENGATASI PSORIASIS
TOPIKAL :
 Emolien
 Ter
 Asam salisilat
 Streroid topikal
 Ditranol (antralin)
 Analog vitamin D (misal kalsipotriol, takalsitol )
 Analog vitamin A
 Radiasi ultraviolet