Você está na página 1de 16

Rasio Keuangan

 merupakan alat yang dinyatakan dalam


arithmetical term yang dapat digunakan
untuk menjelaskan hubungan antara dua
macam data finansial
 Suatu cara untuk menganalisa hubungan dari
berbagai pos dalam suatu laporan keuangan
 Hasil dan analisa ini merupakan dasar untuk
dapat menintrepretasikan kondisi keuangan
dan hasil operasi perusahaan
 Rasio-rasio neraca (balance sheet ratios) –
financial ratios
 Rasio-rasio laporan rugi dan laba (income
statement ratios) – Operating ratios
 Rasio-rasio antar laporan ( interstatement
rations) – Financial operating ratios
 Rasio likuiditas – Rasio untuk mengukur
likuiditas perusahaan
 Ratio leverage – Rasio untuk mengukur
sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai
dengan hutang
 Rasio-rasio aktivitas – Rasio untuk mengukur
seberapa besar efektifitas perusahaan dalam
mengerjakan sumber-sumber dananya
 Rasio-rasio profitabilitas – Rasio yang
menunjukan hasil akhir dari sejumlah
kebijaksanaan dan keputusan – keputusan
1. Current ratio
Aktiva lancar : Hutang lancar

 Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus


dipenuhi dengan aktiva lancar.

 Current Ratio yang baik dan memuaskan adalah 200%


artinya setiap Rp 1 utang lancar dijamin dengan aktiva
lancar sebesar Rp 2 dan perusahaan dalam keadaan likuid

 Jika current ratio hanya sebesar 90%, artinya setiap Rp. 1


utang lancar,dijamin hanya sebesar Rp.0,9 sehingga
perusahaan tidak dalam keadaan likuid (ilikuid)
 2. Cash ratio (ratio of immediate solvency)
( Kas + Efek ) : Utang lancar

 Kemampuan untuk membayar utang yang


segera harus dipenuhi dengan kas dan efek
yang dapat segera diuangkan. Dimana setiap
utang lancar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan
efek sebesar Cash Ratio
 Cash ratio dipandang baik jika memiliki nilai
minimal 100%
3. Quick (acid test) ratio
( Kas + Efek + Piutang ) : Hutang lancar

 Kemampuan untuk membayar utang yang


segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar
yang lebih liquid. Dimana Dimana setiap
utang lancar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan
efek sebesar Quick (Acid test) ratio
 Ratio ini dipandang baik jika memiliki nilai
minimal 100%
1. Total debt to equity ratio
Total hutang
Jumlah modal sendiri

 Bagian dari setiap rupiah modal yang


dijadikan jaminan untuk keseluruhan utang
 Semakin besar hasil DER Maka semakin tinggi
pinjaman yang digunakan oleh perusahaan
dan semakin tinggi resiko dan semakin tinggi
hutang yang dijamin oleh modal sendiri
2. Total debt to total capital assets
Total Hutang
Jumlah aktiva

 Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan


dana yang dibelanjai dengan utang atau berapa
bagian dari aktiva yang digunakan untuk
menjamin utang.
 Semakin besar hasil ratio ini Maka semakin tinggi
pinjaman yang digunakan oleh perusahaan dan
semakin tinggi resiko dan semakin tinggi hutang
yang dujamin oleh aktiva
3. Long term debt to equity ratio
Utang jangka panjang
Modal sendiri

 Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang


dijadikan jaminan untuk utang jangka
panjang
1. Total assets turnover
Penjualan netto
Jumlah aktiva

 Kemampuan dana yang tertanam dalam


keseluruhan aktiva berputar dalam suatu
periode tertentu atau kemampuanmodal yang
diinvestasikan untuk menghasilkan revenue.
2. Receivable turnover
Penjualan kredit
Piutang rata-rata

 Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang


berputar dalam suatu periode tertentu.

 Makin tinggi rasio (turn over) menunjukkan


modal kerja yang ditanamkan dalam piutang
rendah, sebaliknya kalau rasio semakin rendah
berarti ada over investment dalam piutang,
mungkin karena bagian kredit dan penagihan
bekerja tidak efektif, dll.
3. Inventory turnover
Penjualan Bersih
Inventory rata-rata

 Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory


berputar dalam suatu periode tertentu atau
likuiditas dari inventory dan tendensi untuk
adanya overstock
 Turn over ini menunjukkan berapa kali jumlah
persediaan barang dagangan diganti atau dijual
dalam satu tahun. Perputaran yang tinggi
menunjukkan tingkat persediaan yang ada cukup
baik.
4. Working capital turnover
Penjualan netto .
(Aktiva lancar – Utang lancar )

 Kemampuan modal kerja (netto) berputar


dalam suatu periode siklis kas ( cash cycle )
dari perusahaan.
1. Profit Margin
Laba bersih setelah pajak
Penjualan bersih

 Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas


produk sebelum dibebani oleh biaya-biaya
yang lain.
 Semakin besar rasio ini, maka dianggap
semakin baik kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan laba yang tinggi
2. (Rate of return on invesment/ROI)
Keuntungan bersih sesudah pajak
Jumlah aktiva

 Kemampuan dari modal yang diinvestasikan


dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
keuntungan netto
 Semakin besar nilai rasionya, maka semakin
besar dana yang dapat dikembalikan dari total
asset perusahan menjadi laba. Artinya semakin
besar laba bersih yang diperoleh perusahaan,
semakin baik kinerja perusahaan tersebut.