Você está na página 1de 44

ASI EKSKLUSIF

DI TEMPAT KERJA

DR. AKLIMA, MPH


I. PENDAHULUAN
ASI EKSKLUSIF di TEMPAT
KERJA
LATAR BELAKANG
• Cakupan ASI Eksklusif masih rendah 38 % (SDKI
2007) menurun 39,5 % (SDKI 2002) bayi dg susu
formula 27,9 % (SDKI 2007) meningkat dari 16,7
% (SDKI 2002) dan saat ini 31 %
• Kebijakan cuti melahirkan sebatas 3 bulan
sedangkan ASI eksklusif sampai 6 bulan
• Ibu bekerja merasa repot
– Mondar mandir pulang menyusui
– Bayi tidak mungkin di bawa kerja
– Tidak tersedia tempat menyusui
– Tidak ada waktu
– Tdk ada TPA
TUJUAN
Meningkatkan Cakupan ASI
eksklusif pada ibu Bekerja
dengan penyediaan fasilitas
menyusui bayi, Memerah,
Menyimpan dan Membawa
Air Susu Ibu
FUNGSI
1. Tempat untuk menyusui bayi
2. Tempat untuk memerah ASI
3. Tempat untuk menyimpan ASI perah
4. Tempat konseling menyusui /ASI
5. Tempat untuk belajar cara memerah,
menyimpan dan membawa asi
SASARAN
• TEMPAT KERJA
– Perkantoran pemerintah , BUMN, Swasta
– Perusahaan
• TEMPAT PELAYANAN UMUM
– Stasiun, bandara, terminal, Pelabuhan
– Mall, departemen store
– Pasar dll
Dasar Pelaksanaan
• Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan (ps 83)
• Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009
Tentang Kesehatan ( Ps 128, 129)
• PP no 33 TH 2012 ttg Pemberian ASI
Eksklusif
• SKB tiga Menteri ( Menkes, Menakertrans
dan Men Pemberdayaan Perempuan)
KONSEP DASAR
• BAYI
TEMPAT MEMUNGKINKAN
MENYUSUI DIBAWA
• TPA

TEMPAT
• BAYI TDK MUNGKIN
DIBAWA
MEMERAH
• TRANSIT/SEMENTARA
MENYIMPAN
• ASI DIBAWA PULANG
MEMERAH, MENYIMPAN
MEMBAWA ASI
• Bayi tidak memungkinkan di bawa ke
tempat kerja
• Ibu diberikan kesempatan memerah ASI
di tempat khusus ( setiap 2-3 jam)
• ASI di simpan di refrigerator dan diberi
nama dan tanda urutan
• ASI perah dibawa pulang dg cooler
bag/termos dg es
ASI EKSKLUSIF DI TEMPAT KERJA
• Pengurus/pengelola memberi
kesempatan Ibu melaksanakan kewajiban
menyusui pada jam kerja atau memerah
ASI
• Menyediaakan tempat khusus
– Untuk ibu Menyusui
– Memerah, menyimpan ASI
• Menyediakan sarana dan prasarana untuk
memerah, menyimpan dan membawa
II. KEBUTUHAN SARANA
DAN PRASARANA
BANGUNAN/ RUANGAN
• Tersedia ruangan khusus dengan
ukuran sekitar 3 x 4 meter ( tergantung
sikon)
• Ada pintu yang dapat dikunci
• Memiliki ventilasi
• Lantai keramik, semen, kayu, karpet
• Bebas polusi
ALAT MEMERAH, MENYIMPAN
DAN MEMBAWA ASI

 Botol untuk menyimpan ASI hasil perahan


 Pompa untuk memerah ASI
 Sterilisator botol ASI
 Lemari Pendingin untuk menyimpan ASI
(REFRIGERATOR)
 Gelas untuk menampung ASI hasil perahan
 Konseling Kit
 Tas untuk membawa botol ASI
 Ice Pack
PENDUKUNG
 Meja dan Kursi
 Lemari penyimpan alat
 Dispenser dingin dan panas
 Sarana air dan wastafel
 Tempat sampah dengan penutup
 Pendingin ruangan ( AC/Kipas angin)
 Radio tape/cd player
SDM
• Tersedia tenaga fasilitator atau konselor
yang sudah dilatih
• Dari pegawai setempat
• Pembinaan oleh Puskesmas dan Dinas
Kesehatan
III. PEMANFAATAN DANA
TUGAS PEMBANTUAN
“ PERCONTOHAN
ASI EKSKLUSIF DI TEMPAT KERJA”

• Lokasi terbatas
• Penyediaan peralatan memerah,
menyimpan dan membawa asi di tempat
kerja
Tujuan
• Adanya Model ASI eksklusif di tempat
kerja yang dapat sebagai contoh untuk
tempat kerja lain sebagai pelaksanaan
amanat UU no 36 tah 2009 ttg kesehatan
dan PP No 33 tahun 2012 Ttg Pemberian
ASI eksklusif
PENETAPAN PENERIMA
TUGAS PEMBANTUAN
• KESEPAKATAN KOMISI IX DPR RI DAN
KEMKES ALOKASI TP U/ASI DI TEMPAT
KERJA SEBESAR 100 MILYAR
• USULAN DARI KAB/KOTA U/ ASI
DITEMPAT KERJA DARI 40 KAB/KOTA
• KEPUTUSAN MENKES Nomor 095
/MENKES/SK/II/2012 Tentang Perubahan
atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
008 /MENKES/SK/I/2012
PEMANFAATAN DANA TP
1. PENGADAAN ALAT UNTUK MEMERAH,
MENYIMPAN DAN MEMBAWA ASI PERAH

2. PENGADAAN ALAT PENDUKUNG


3. ADMINISTRASI
MAKS
 HONOR SATKER
10 %
 HONOR PANITIA
 ATK/FOTOCOPI
Komponen Jenis Belanja
• Belanja Peralatan dan Mesin untuk
diserahkan Kepada Masyarakat/Pemda
( 526112)
• Belanja Barang fisik lainnya untuk
diserahkan kepada masyarakat /Pemda (
526115)
• Honor operasional Satuan Kerja ( akun
521115)
• Belanja bahan (521211 )
PENYEDIAAN PERALATAN
• JUMLAH SESUAI DENGAN
PERKIRAAN JUMLAH IBU MENYUSUI
• SPESIFIKASI DITETAPKAN OLEH
DAERAH
• DIDUKUNG OLEH REFERENSI HARGA
FASILITAS LAIN DAN SDM
• Tidak menggunakan dana tugas
pembantuan
• Ruangan disiapkan oleh tempat kerja
• SDM disiapkan oleh tempat kerja
• Pelatihan oleh dinas kesehatan Kab, Prov,
pusat
Pemilihan Lokasi
(PRIORITAS)
1. PERKANTORAN
– kantor bupati/walikota
– kantor dinas kesehatan
– kantor pemerintah lainnya
Pemilihan lokasi dengan memperhatikan
utilisasi, lokasi strategis dengan kantor
disekitarnya, perusahaan dll
Pemilihan Lokasi (2)

2. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN


– rumah sakit pemerintah
– puskesmas perawatan
– puskesmas
pemilihan lokasi disesuaikan dengan
utilisasi fasyankes dan lokasi strategis dg
per kantoran di sekitarnya ( kantor camat,
kantor lainnya, perusahaan dll)
Pemilihan Lokasi (3)

3. FASILITAS PELAYANAN PUBLIK


– bandara
– pelabuhan, stasiun
– pasar, dll
o pemilihan lokasi disesuaikan dengan
perkiraan utilisasi
o penyediaan alat disesuaikan dengan
manfaatnya dan fungsi
V. CONTOH PERALATAN
MEMERAH, MENYIMPAN
DAN MEMBAWA ASIP
Tabel Penyimpanan ASIP
Tempat Suhu Lama Penyimpanan
penyimpanan
Dalam Ruangan 19 oC – 26 oC 6 – 8 jam ruang ber AC
(ASIP segar) dan 4 jam ruang non
AC
Dalam Ruangan 4 jam
(ASIP beku yang
sdh dicairkan
Referigerator < 4 oC 2 – 3 hari
Freezeer ( lemari 0 oC - - 18 oC 2 Minggu
es 1 pintu)
Frezer ( lemari es - 18 oC - -20 3 – 4 bulan
dua pintu oC

Deep Freezer < -20 oC 6 – 12 Bulan


BOTOL ASIP
GELAS PENAMPUNG
REFRIGERATOR
STERILIZER
COOLER BAG ASIP
POMPA ASI
Manual Elektrik
ICE PACK
V. PROSEDUR
PENERBITAN
DAN PELAKSANAAN
DIPA
PROSEDUR PENERBITAN
• DAERAH MENYIAPKAN DOKUMEN
– TOR
– RAB
– RKAKL
– SPSESIFIKASI ALAT
– REFERENSI HARGA
PROSEDUR PENERBITAN
• PEMBAHASAN
TIM Pusat akan melakukan Pembahasan
dengan Direktorat Jenderal Anggaran
Kementerian Keuangan ( daerah bisa
bergabung)
SRAA akan diterbitkan oleh Ditjen
Perbendahraan dan akan dikirim ke
Daerah ( didaerah tidak dibahas lagi) dan
akan diterbitkan DIPA
PELAKSANAAN DIPA
• Bupati/walikota menerbitkan SK Pejabat
pengelola Keuangan untuk dana TP meliputi
KPA, PPK, Penguji/penandatangan
SPM,Pejabat Akutansi dan Bnedahara ( SK
No 2425/Menkes/SK/XII/2011
• KPA selanjutnya menunjuk dan menetapkan
staf pengelola keuangan meliputi : staf
keuangan satker, petugas yg berhubungan
dengan KPPN, panitia pengadaan dan
pemeriksa serta pejabat akuntansi KPA
PROSES PELELANGAN
• Dilakukan di daerah
• Oleh panitia daerah
• Menggunakan Layanan Pengadaan Secara
Elektronik (LPSE) di daerah (
Kabupaten/kota atau provinsi)
PELAPORAN
• Dasar Permenkeu No 171/PMK.05/2007
ttg sistem Akuntansi dan Pelaporan
keuangan pemerintah pusat
• Perdirjen perbendaharaan 65/PB/2010
Pedoman Penyusunan Lap Keuangan K/L
• Sistem Akuntansi Instansi
– Siatem akuntasi keuangan (SAK)
– Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi
Barang Milik Negara (SIMAK BMN)
VI. PENUTUP
PENUTUP
• Melalui “Pilot Project” diharapkan
pencapaian Cakupan ASI eksklusif
meningkat
• Daerah “Pilot Project “ dapat menjadi
Model khususnya di perkantoran, fasilitas
kesehatan dan sarana umum