Você está na página 1de 12

Aplikasi Elektrolisis Untuk

Pengolahan Limbah
Kelompok 5 :
Anggit Noer R ( 16612
Putwi Widya C (16612112)
Pendahuluan
• Limbah adalah sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan
yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan
kualitas lingkungan.
• Macam – macam limbah menurut wujudnya:
a) Limbah Padat
b) Limbah Cair
c) Limbah Gas
• Menurut Sugiharto (1987) air limbah (waste water) adalah
kotoran dari masyarakat, rumah tangga dan juga yang berasal
dari industri, air tanah, air permukaan, serta buangan lainnya.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR:

a) Pengolahan Secara Fisik


Penyaringan (Screen)
Filtrasi

Flotasi
Adsorpsi
B. Pengolahan Biologi
Melibatkan transformasi kimiawi yang ditimbulkan oleh
tindakan organisme hidup.
Biasanya dalam pengolahan limbah cair secara biologi
memanfaatkan bakteri sebagai pengurai.
Bakteri dibagi kedalam dua jenis Bakteri Aerob dan Bakteri
Anaerob
• Pengolahan Secara Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan
partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid). Logam-logam berat,
senyawa fosfor dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia
tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan tersebut pada prinsipnya
berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut yaitu dari tak dapat
diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokuasi-koagulasi), baik dengan atau
tanpa rekasi oksidasi reduksi dan juga berlangsung sebagai hasil oksidasi.
Elektrokoagulasi
Metode elektrokimia untuk pengolahan air dimana pada anoda
terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam (biasanya
aluminium atau besi) ke dalam larutan, sedangkan pada
katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas
hidrogen
Skema Reaktor Koagulasi :
• Proses elektokoagulasi melibatkan peristiwa energi listrik
dengan arus searah (DC) digunakan untuk menginduksi
reaksi redoks yang tidak spontan sehingga terjadi
dekomposisi material elektroda (anoda) dan elektrolit
• Arus listrik mendorong sejumlah reaksi kimia tergantung
pada jenis dan sifat elektrode dan media larutan. Ketika
arus melewati media, ion dari elektrode reaktif dapat
medestabilisasi partikel koloid. Dengan demikian, bentuk
kontaminan akan terendapkan dan dapat dengan mudah
dihilangkan dengan banyak cara pemisahan.
Reaksi pada Katoda

Pada LogamKatoda akan terjadi reaksi-reaksi reduksi


terhadap kation, yang termasuk dalam kation ini adalah
ion H+ dan ion-ion logam.
Ion H+ dari suatu asam akan direduksi menjadi gas
hydrogen yang akan bebas sebagai gelembung-
gelembung gas.
Reaksi : 2H+ + 2e  H2
Jika larutan mengandung ion-ion logam alkali, alkali tanah,
maka ion-ion ini tidak dapat direduksi dari larutan yang
mengalami reduksi adalah pelarut (air) dan terbentuk gas
hydrogen (H2) pada katoda.
Reaksi : 2H2O + 2e ------> 2OH- + H2
Reaksi pada Anoda
Anoda terbuat dari logam Aluminum akan teroksidasi :
Reaksi :
Al 3++ 3H2O  Al(OH)3 +3H- + 3e

Ion OH- dari basa akan mengalami oksidasi membentuk


gas oksigen (O2) Reaksi:
4OH-  2H2O + O2 + 4e
Anion – anion lain tidak dapat dioksidasi dari larutan,
yang akan mengalami oksidasi adalah pelarutnya (H2O)
membentuk gas oksigen (O2) pada anoda.
Reaksi:
2H2O  4H- + O2 + 4e